Si Nona Tomboy

Si Nona Tomboy
MEMORI


__ADS_3

Amber liu sebagai (febby angela)



Suho exo sebagai(Ryan handoko)



Yook sungjae sebagai(Syah Rizal fauzi)



🐞


🐞 Yang kemarin minta gambaran figur Febby sama Ryan, udah aku kasih ya. Bonusnya sekalian sama abang Rizal 😅.


Kalo kurang puas kalian boleh berfantasi sendiri deh, sesuka hati kalian mau tokohnya dari jepang, dari barat ataupun dari Indonesia. Bagi yang kpop lovers pasti tau deh siapa mereka.


***


MEMORI


Ryan terus memojokkan posisi tubuh Febby hingga punggungnya membentur kaca pintu mobil.


Cowok itu menyeringai licik, sembari terus menatap garis wajah Febby dan berfantasi dengan kepemilikan gadis itu.


Hidungnya, bibirnya, dan mata gadis itu.


Sial, apa-apaan nih bocah. Batin Febby menggerutu.


Gadis itu sampai menehan nafas, akibat dekatnya tubuh Ryan yang terus menghimpitnya.

__ADS_1


"Apa kamu udah lupa... kalau..." ucapnya terhenti. Ryan menerka dan merasakan hilangnya nafas gadis itu.


Ini bocah gak napas apa gimana sih. Seringainya lagi.


Ia merasa lucu dengan tingkah Febby.


Dengan reflek Febby menahan dada Ryan ketika dengan sekali gerakan, cowok itu semakin menghimpit Febby dan hampir mengunci pergerakan gadis itu.


Bola matanya membulat.


"Apa kamu lupa kalau seluruh penduduk kampus udah jadi saksi dihari kita jadian"


Ryan memberikan jawaban atas penolakan yang baru saja Febby ucapkan secara tidak langsung.


... Nggak usah sok akrab deh. Gue nggak kenal sama elo. Dan kita bukan pacar! Gue bukan pacar elo. Jadi please, stop ganggu hidup gue. Jauh-jauh dari hidup gue. Paham elo!!...


Memori cowok itu kembali berputar ketika hari dimana dia menembak Febby Angela didepan seluruh penduduk kampus dan bahkan sempat mencuri ciuman pertama gadis itu.


"Kamu lupa, kalo ciuman kita dikampus, itu sebagai ciuman pertama kita setelah jadian. Hem?" Ryan kembali mengingatkan gadis itu.


"Dasar, cowok nggak waras. Bisa-bisanya gue ketemu sama cowok macem dia. Nggak tahu malu gini" . Geram Febby melihat tingkah Ryan.


Dia ingin teriak dan memaki. Namun entah mengapa keberaniannya semakin ciut saat ini. Apalagi mengingat posisi mereka yang bagi dirinya, amat sangat tidak mengenakkan.


"Atau... mau aku ingetin lagi, gimana kita ciuman waktu itu??"


Deg


Lagi-lagi bola mata Febby membulat. Namun kini disertai dengan degupan jantungnya yang semakin kencang. Keringat dingin semakin membasahi anggota tubuhnya.


"duh gini amat sih posisinya. Rangga plis tolongin gue...." jeritnya dalam hati.

__ADS_1


Saat ini wajah Ryan semakin dekat dengan wajah Febby.


"seksi banget sih dia". Fantasi Ryan sudah berkelana entah kemana.


Terus saja mendekat dan mendekat sampai dengan reflek Febby menutup kedua matanya.


Entah sebab dirinya menikmati akan sentuhan Ryan atau karena rasa takut.


Wajar saja. Ini kali pertama dia sedekat ini dengan seorang cowok.


Dulu saat dia berpacaran dengan mantan kekasihnya, dia tidak pernah bersentuhan sedekat ini.


Ahh. Luka itu masih tetap sama sampai detik ini.


Hingga akhirnya mereka....


Tin tin...


Bunyi panjang klakson dari mobil di belakang mereka. Membuat Ryan mengurungkan niatnya.


"kali ini lolos kamu Fe".


Ryan kembali melajukan mobilnya, saat menyadari banyaknya mobil yang mengatri dibelakangnya.


Sungguh anak muda jaman now. Benar-benar penyebab kemacetan.


Tenang saja dirinya masih memiliki banyak waktu. Seringai nya lagi.


Febby bernapas lega.


Dirinya berusaha menetralisir kan napas yang tertahan sejak beberapa puluh menit yang lalu, serta detak jantung nya yang tidak beraturan.

__ADS_1


Sesampainya dikampus Febby langsung membuka pintu mobil dan keluar begitu saja tanpa berbicara sepatah kata pun kepada cowok yang menurutnya tidak tahu malu itu.


__ADS_2