Singgah Tanpa Sengaja

Singgah Tanpa Sengaja
Bertemu Orang Tua Tiara


__ADS_3

Setelah beberapa Minggu lalu Tiara sudah menyelesaikan magang dirumah sakit. Kini Tiara melanjutkan kuliah seperti biasa dikampus. Dia juga harus mengerjakan tugas akhirnya.


Disisi lain, Kevin menagih janji Tiara yang pada waktu itu akan mengenalkan Kevin kepada orang tuanya jika magangnya sudah selesai.


Setelah beberapa Minggu mencari waktu yang pas, akhirnya hari ini Tiara dan Kevin memutuskan untuk pergi ke Surabaya. Mereka hanya punya waktu sehari untuk pulang ke kampung halaman.


Tiara menatap Kevin sambil tersenyum karena kali ini mereka menaiki kereta yang sama.


"Kenapa kamu tersenyum begitu Ra", ucap Kevin.


"Aku bahagia Mas. Biasanya Aku sendirian naik kereta, sekarang ada kamu", jawab Tiara.


Kevin tersenyum dan mencubit hidung Tiara.


"Mas, nanti jika sudah sampai dirumahku kamu bilang saja jika kamu tentara atau satpam yah".


"Lo memangnya kenapa Ra?".


"Aku takut orang tuaku tidak bisa menerima kamu Mas, karena seorang polisi".


"Tapi nanti suatu hari pasti kan ketahuan Ra, seragamku juga berbeda".


"La itu dipikirkan nanti saja, yang penting kita nikah dulu".


"Terserah kamulah, yang penting jadi nikah ha... ha...ha...".


Selang beberapa saat Mas Kevin tertidur dipundakku, kali ini aku membiarkannya tertidur lelap, tak seperti saat kita pertama bertemu, gumam Tiara.


Tiara juga akhirnya ikut tidur dan bersandar di jendela. Namun tak lama petugas tiket membangunkan Kevin.


"Mas Kevin tiketnya", ucap petugas kereta


"Ini Pak, sama Tiara", jawab Kevin


"Oh Istrinya namanya Tiara toh.... Ini mbak yang dulu pernah sama Mas Kevin itu kan".


"Iyah Pak".


"wah pengantin baru donk. semoga cepet dapat momongan yah".


"Iyah Amin Pak".

__ADS_1


Kevin tersenyum ketika bapak petugas kereta itu pergi.


Untung saja Tiara tidur jadi gak denger percakapanku, gumam Tiara.


Kali ini Kevin tak tidur lagi, Dia mulai mengarahkan kepala Tiara ke bahunya. Kevin tersenyum dan mengambil handphonenya. Kevin akhirnya foto bersama Tiara yang sedang tidur.


Kevin memasang foto itu distatusnya dan memberi caption, "Nemu bidadari dikereta".


Tak lama kereta itu akhirnya sudah sampai di Surabaya. Tiara yang tertidur terletak di bahunya.


"Ra.... ayo bangun, kita sudah sampai Surabaya", ucap Kevin.


"Hemm..... Iyah Mas cepat sekali".


"Ya lah kamu dari tadi ngorok saja. Aku ganti baju ketoilet dulu ya".


"Iyah Mas, Aku pesankan taksi online dulu".


Setelah beberapa saat menunggu, Akhirnya mereka langsung menuju kerumah Tiara. Perjalanan menuju rumah Tiara ditempuh kurang lebih tiga puluh menit.


Sesampainya dirumah Tiara, Kevin disambut baik oleh Ibunya. Tiara mulai memperkenalkan Kevin, jika mereka sudah lama menjalin hubungan.


"Mama tinggal masak dulu yah Nak, kasian kalian pasti lapar. Bentar lagi Ayahnya Tiara juga pulang kok. Barusan sudah Mama telepon", ucap Ibu Tiara (Bu Dian).


"Tidak repot kok, Tante senang memasak. Tunggu yah".


Kevin menganggukan kepalanya. Tak lama Ayah Tiara (Ayah Putra) pulang.


"Assalamualaikum, Anak ayah pulang yah. Ini siapa Nak?", ucap Pak Putra.


"waalaikumsalam. Ini kenalkan yah, namanya Mas Kevin", jawab Tiara.


"Perkenalkan Saya Kevin Om", sahut Kevin.


Kenapa Aku merasa sudah kenal dengan Ayah dan Mamanya Tiara yah, tapi Aku tidak tahu dimana, gumam Kevin.


Pak Putra mengajak Kevin untuk menuju kemeja makan. Kevin mulai sedikit grogi berhadapan dengan Ayahnya Tiara.


Mereka duduk bersama dimeja makan. Ayah Tiara terus mengajak Kevin mengobrol. Perlahan Makanan sudah mulai selesai dihidangkan.


"Ayo kita makan dulu", ucap Bu Dian.

__ADS_1


Mereka mulai makan sambil sesekali melanjutkan obrolan. Setelah makanan habis, Kevin juga mulai menjelaskan kepada orang tuanya Tiara niatannya untuk melamar Tiara.


"Om dan Tante sebenarnya saya menyukai Tiara dari dulu jika diperkenankan saya ingin sekali melamar Tiara", ucap Kevin.


"Om sih terserah Tiara, Jika memang kalian saling suka ya nggak apa-apa", jawab Pak Putra.


"Alhamdulillah, nanti untuk tanggalnya saya cari waktu dulu yah Om Tante. Nunggu saya libur kerja lagi".


"Iyah tidak apa-apa nanti kamu beri tahu sama Tiara saja. Oh ya, Nak Kevin kerja dimana yah?".


"Saya kerja diJogja sebagai.......".


"Pegawai negeri yah", sahut Tiara.


Kevin tersenyum sambil menatap Tiara. Mereka saling menatap karena takut kebohongan mereka terungkap.


"Oh..... dibagian apa Nak?".


"Di bagian Dinas Sosial yah".


"Kok kamu sih Ra, yang sahutin. Ayah kan tanya Nak Kevin".


"Iyah nggak apa-apa Om, mungkin Tiara tahu saya sedang grogi".


Semua tertawa mendengar perkataan Kevin. Setelah lama berada dirumah Tiara, Kevin mulai berpamitan. Dia memutuskan untuk pulang kerumah Neneknya.


"Om Tante saya pamit dulu yah", Ucap Kevin.


"Lo kamu mau pulang ke Jogja langsung?", Tanya Pak Putra.


"Tidak Om, saya mampir pulang kerumah Nenek saya dulu. Besok pagi-pagi saya balik ke Jogja karena sorenya harus bekerja".


"Iyah besok pagi Aku juga balik yah, karena masih banyak tugas kuliah. Besok langsung ketemu diStasiun saja Mas", sahut Tiara.


"Wajah Nak Kevin seperti familiar yah. Mama sepertinya pernah bertemu tapi tak tahu dimana", ucap Bu Dian.


"Iyah Ma, Ayah juga merasa seperti itu. Yah sudah hati-hati yah Nak Kevin".


Kevin tersenyum dan mengganggukkan kepalanya dan segera berpamitan karena taksi onlinenya sudah datang.


Sepanjang perjalanan Kevin juga masih memikirkan tentang kedua orang tua Tiara. Kevin merasa pernah dekat dengan mereka.

__ADS_1


Ah sudahlah, mungkin memang perasaan ku saja. Beruntung tadi orang tua Tiara tidak menyadari ketika Aku harus bekerja sore harinya. Dinas kan hanya masuk pagi saja, gumam Kevin.


__ADS_2