Singgah Tanpa Sengaja

Singgah Tanpa Sengaja
Kembalinya Kania


__ADS_3

Mama Aisyah kini tinggal dirumah Nindi beberapa Minggu untuk membantu Nindi setelah melahirkan. Ayah Rudi sudah kembali ke Surabaya kemaren pagi.


Tiara menjalani rutinitas seperti biasanya. Dia senang karena Ayah Rudi sudah kembali ke Surabaya.


Akhir-akhir ini handphone Kevin sering sekali berbunyi, namun ketika akan diangkat Kevin selalu mengambil handphone itu dari tangan Tiara.


Sudah seminggu ini, Kevin terlihat aneh dimata Tiara. Semenjak kedua orang tuanya datang, Kevin memang menjadi sedikit aneh.


"Kamu kenapa sih Mas, tumben sekali kamu mengambil paksa handphonen yang kupegang. Apa yang kamu sembunyikan", ucap Tiara sambil marah-marah.


"Tidak ada yang Aku sembunyikan Ra. Barusan temanku telepon, dia meminta tolong kepadaku", jawab Kevin.


"Teman yang mana Mas. Kok sepertinya kamu takut sekali jika Aku yang mengangkatnya".


"Temanku dulu waktu sebelum menikah. Sudahlah Aku mau Tidur dulu".


Tiara mengerutkan keningnya, Dia masih penasaran dengan orang yang barusan menelpone.


Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya Kevin sudah tertidur pulas. Tiara mengambil handphonenya dan membawanya keluar kamar.


Tiara mencoba membuka handphonen Kevin, namun passwordnya sudah diganti.


Astaga kenapa harus diganti sih password-nya, Apa yang sebenarnya disembunyikan Mas Kevin dariku, gumam Tiara.


Tiara memutar otaknya, mencoba berpikir sangat keras agar handphone suaminya bisa dibuka.


Tiara berjalan menuju ke kamarnya, Dia menaruh handphone tadi ditempat semula. Tiara mencoba untuk tidur namun Dia hanya bisa membolak-balikkan badannya sambil memandangi wajah Mas Kevin.


Tiara bangun dan duduk disamping Kevin, tiba-tiba Tiara menemukan sebuah ide brilian. Tiara mengambil handphone Kevin diatas meja sambil tersenyum.


Tiara mengangkat tangan Kevin dan menyentuhkan jarinya ke fingerprint handphonennya.


Alhamdulillah akhirnya bisa terbuka juga, gumam Tiara sambil tersenyum.


Tiara membuka semua isi handphonennya namun semua riwayat panggilan maupun pesan sudah bersih tak tersisa. Kevin sengaja menghapus semua riwayat panggilan dihandphonenya.


Tiara menghela nafas panjang, Dia sedikit kecewa karena tidak menemukan apapun dihandphone suaminya.


Tiara berbaring disamping Kevin sambil menatap langit-langit kamarnya. Rasa penasaran membuat Tiara sulit untuk memejamkan mata.


...****************...

__ADS_1


Setelah berhari-hari rasa penasaran Tiara belum juga menemukan titik temu. Perlahan Kevin mulai mengurangi rutinitas teleponnya.


Malam ini sepulang dari klinik, Kevin selalu menyempatkan menjemput Tiara jika tidak sedang bertugas.


Sepulang dari klinik Kevin selalu mengajak Tiara untuk mampir ke warung makan langganannya.


Kevin masih bersikap mesra kepada Tiara, meskipun akhir-akhir ini Kevin sering berbicara di telepon hingga lama sekali.


Selama menunggu makanan, mereka juga saling mengobrol. Meskipun masih penasaran namun kini Tiara juga sudah tidak begitu mempermasalahkan jika Kevin berbicara ditelepon lama-lama.


Ditengah-tengah obrolan mereka, tiba-tiba Kevin merasa kebelet pi**s, hingga akhirnya Dia memutuskan untuk mencari toilet.


"Ra, Aku ke pom dulu yah. Ini kebelet pipis", ucap Kevin sambil berjalan menuju motornya.


"Iyah jangan lama-lama", jawab Tiara.


Tiara yang sibuk bermain handphonennya sambil menunggu makanan datang, tiba-tiba melihat handphone Kevin tergeletak diatas meja. Mungkin karena buru-buru hingga Kevin lupa membawanya.


Tiara mengambil handphone Kevin dan mencoba membukanya. Dia lupa jika waktu itu dia membukanya dengan fitur fingerprint.


Tiara kembali menggeletakkan handphone Kevin diatas meja. Rasanya percuma handphonennya ditinggal jika tidak tahu passwordnya.


Sesaat ketika makanan mulai disajikan, tiba-tiba handphone Mas Kevin berdering sangat kerang. Tiara mencoba melihatnya, sebuah telepon dari Pak Jikun. Karena laki-laki, Tiara enggan mengangkatnya. Namun handphone Kevin berdering hingga beberapa kali, Akhirnya Tiara memutuskan untuk mengangkatnya.


"Hallo, Mas kamu lagi sibuk yah. Kok pesanku belum dibalas", ucap seorang wanita.


Tiara hanya terdiam mendengarkan perempuan itu berbicara.


"Mas..... Mas..... Kamu dengar Aku kan".


Tiara masih tetap terdiam. Tiara menutup teleponnya ketika terlihat Mas Kevin sudah datang dan memarkirkan motornya.


Astaghfirullah siapa perempuan itu, apa perempuan itu yang setiap hari menelpone Mas Kevin. Kenapa harus diberi nama pak Jikun. Lalu untuk apa Mas Kevin menikahiku. Bukannya dulu Dia tidak menikah karena menungguku. Tiara terus bermonolog dengan dirinya sendiri.


Mata Tiara berkaca-kaca memikirkan siapa wanita yang menelpon barusan, namun Tiara berusaha menahan emosinya di depan Kevin.


"Kok belum dimakan sayang, ayo makan", ucap Kevin.


"Iyah Aku menunggu kamu Mas", jawab Tiara.


Rasanya tak enak sekali, makan dengan menahan emosi agar tidak menangis. rasanya nyesek sekali didadaku ini, gumam Tiara.

__ADS_1


Tiara makan dengan melamun. Dia terus memikirkan nama Pak Jikun tapi suara perempuan. Akhirnya Tiara menanyakan siapa pak Jikun kepada Kevin.


"Mas, barusan ada telepon loh dari Pak Jikun. Dia telepon bolak-balik", ucap Tiara.


uhuk....uhukkk.... uhukkk......


"Lo kami kenapa Mas. Ini kamu minum dulu", ucap Tiara.


Dari sini Tiara mulai curiga dengan nama Pak Jikun dihandphone Mas Kevin.


"Nggak apa-apa Ra, cuma tersedak karena telalu pedas", jawab Kevin.


"Kamu minum saja yang banyak. Oh yah Mas, Pak Jikun itu siapa yah, kok Aku baru kenal namanya".


Sejenak Kevin terdiam mendengarkan perkataan Tiara. Namun setelah menunggu beberapa saat akhirnya Kevin menjawab.


"Oh Pak Jikun itu rekan kerjaku Ra", ucap Kevin sambil tersenyum kecut.


"Oh.... pantesan Aku baru mendengarnya. Ya udah Mas, lain kali Ayo makan bareng dengan Pak Jikun". Sindir Tiara kepada Kevin. Tiara tahu bahwa Pak Jikun sebenarnya adalah perempuan.


Kavin terlihat tersenyum terpaksa sambil menganggukan kepalanya.


Astaga semoga Tiara tidak mengangkat telepon barusan. Jika sampai terangkat telepon itu. Tiara akan tahu bahwa pak Jikun sebenarnya adalah Kania. Mungkin akan jadi perang dunia jika sampai Tiara tahu. Kevin terus bermonolog pada dirinya sendiri.


Okay Mas...... jika kamu tidak mau jujur tentang Pak Jikun, Aku yang akan menyelidikinya sendiri, gumam Tiara sambil menahan amarahnya.


"Ayo kita pulang Mas", ucap Tiara setelah menghabiskan makanannya.


"Iyah ayo sayang", jawab Kevin.


Setelah membayar nya Kevin dan Tiara bergegas pulang kerumah. Sepanjang perjalanan Kevin hanya diam saja, entah apa yang dipikirkannya.


Sesampainya dirumah, Tiara dan Kevin segera membersihkan diri dan sholat. Setelah selesai mereka bergegas menuju ke kamar. Kevin menyalahkan TV dan Tiara mencoba menggoda Kevin dengan menggunakan baju ha**m namun sedikitpun Kevin tak tergoda. Kevin hanya memeluk Tiara dan memejamkan matanya.


"Mas tumben sekali kamu, biasanya langsung nyosor duluan", ucap Tiara.


Kevin mencium kening Tiara dan menjawab, "Aku lagi capek sekali Ra, tapi jika kamu pengen ya ayo sekarang".


"Enggak Mas, Aku cuma menggoda kamu saja kok. Kamu kenapa? Sepertinya ada sesuatu yang kamu sembunyikan. Cerita dong Mas".


"Enggak ada apa-apa kok sayang. sudah ayo kita tidur saja".

__ADS_1


Maaf Ra, Aku hanya takut Jika aku cerita ini, kamu akan marah. Nanti setelah urusannya selesai, Aku akan cerita semuanya. Aku hanya niat membantu Kania saja, gumam Kevin sambil menatap wajah cantik Tiara.


__ADS_2