
Hari ini Mama Aisyah datang pagi-pagi. Beliau datang untuk menggantikan Mas Kevin yang pagi ini Dia harus bekerja.
Mama Aisyah membawakan makanan dari rumah untukku. Sebenarnya Beliau belum tahu jika Tiara sedang hamil.
"Ma, tolong jaga Tiara yah. Aku berangkat dulu", ucap Kevin.
"Iyah Vin, kamu hati-hati dijalan", jawab Mama Aisyah.
"Iyah Ma, oh yah Ma sebentar lagi Mama akan punya dua cucu".
"Maksudnya? Apa sekarang Tiara sedang hamil Vin?".
"Iyah Ma, Tiara sedang hamil".
"Alhamdulillah akhirnya kalian akan punya anak juga. Mama senang mendengarnya Vin. Kamu jangan berbuat yang aneh-aneh Vin, istrimu lagi hamil. Jika ngidam kamu harus turutin yah".
"Iyah Ma, Aku berangkat dulu ya. Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam hati-hati".
Tiara tersenyum kepada Mama Aisyah. Tiara menyalakan TV agar Mama Aisyah tidak bosan menunggu Tiara disini.
"Nak apa kamu mau makan, biar Mama yang suapin", ucap Mama Aisyah.
"Nanti saja Ma, Saya makan sendiri", jawab Tiara.
"Mama Senang akhirnya kamu hamil Nak. Sejak datang kesini Mama selalu kepikiran kalian berdua".
"Iyah Ma, Alhamdulillah Saya juga bahagia. Saya baru tahu jika hamil itu kemaren Ma, waktu sakit tiba-tiba kepikiran ingin mengetest dirumah namun kepala saya begitu pusing, sepertinya waktu itu sedang darah rendah".
"Mungkin karena bawaan bayi. Kamu juga kecapekan. Jika praktek pulangnya malam terus".
"Iyah Ma, sepertinya gejala tipes juga".
"Yah sudah kamu istirahat saja nggak apa-apa, tidak usah sungkan. Mama nonton TV saja".
"Iyah Ma, terimakasih yah karena Mama sudah pengertian sekali, selalu mendukung kita".
Tiga puluh menit kemudian dokter Alvin datang untuk memeriksa Tiara Sebenarnya dia memang sengaja memeriksa Tiara, karena sejak awal masuk dia sudah diberitahu oleh dokter lain jika Tiara sedang dirawat di sini.
Tiara sudah tidur nyenyak, Mama Aisyah sengaja tidak membangunkannya saat Dokter datang, namun saat dokter Alvin mulai memeriksanya, Tiara spontan terbangun dan begitu kaget. Jantungnya berdetak begitu cepat karena tiba-tiba dokter Alvin sudah berada di depan matanya.
Astagfirullah Dokter Alvin memang sengaja membuatku jantungan, gumam Tiara.
"Maaf ya Ra, jika saya mengagetkan kamu", ucap Dokter Alvin.
__ADS_1
Tiara hanya menatapnya dengan senyuman kecut.
"Lho...... Kalian sudah saling kenal?", sahut Mama Aisyah.
"Iyah Tante, dulu Tiara pernah jadi dokter magang di rumah sakit ini. Kita di bagian UGD jadi kita sering jadi rekan kerja yang baik. Iyah kan Ra?".
"Iyah Ma", sambil tersenyum kecut.
"Oh......kebetulan sekali ya Kevin kemarin membawa Tiara ke rumah sakit ini ternyata banyak teman-temannya Tiara".
"Iyah Ma, seharusnya kemarin Mas Kevin mengajak ke klinik tempat saya bekerja, lebih dekat juga dengan rumah tapi waktu itu Saya pingsan Ma, hingga tak bisa menolak".
"Mungkin waktu itu Kevin berpikir jika di rumah sakit lebih banyak dokternya kalau di klinik Dokternya kan kamu sendiri terus siapa yang akan memeriksa kamu".
"Iyah Ra, lebih bagusan langsung ke rumah sakit. Bisa ketemu sama saya dan teman-teman yang lain", sahut Dokter Alvin sambil tersenyum.
Tiara hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Dokter Alvin barusan.
Setelah memeriksa Tiara, dokter Alvin segera pergi dan berpamitan keluar. Tiara mulai beristirahat kembali. Mama Aisyah kembali melanjutkan untuk menonton TV.
Astaga kenapa sih harus Dokter Alvin. Padahal sudah menikah tapi kenapa sikapnya masih sama saja, gumam Tiara.
Sementara itu Kevin saat jam makan siang, Dia mendapatkan sebuah pesan dari Kania. Kevin membacanya dan monolak ajakan Kania yang nanti malam akan mengajak Kevin untuk keluar lagi.
"Assalamualaikum Bro", ucap Pak Bayu.
"Waalaikumsalam Pak Bro, ada apa nih?", jawab Kevin.
"Nanti sepulang kerja kita nongkrong lagi ya, gimana?".
"Maaf Pak, Istri saya sedang berada dirumah sakit. Setelah pulang saya langsung kerumah sakit".
"Oh..... Iyah nggak apa-apa mungkin lain kali. Dirumah sakit mana Bro?".
"Dr. Wachid, Pak".
Kevin menutup telponnya, tiba-tiba Dia merasa sangat merindukan istrinya. Kevin melihat jam dinding dikantornya. Namun masih kurang dua jam lagi waktu untuk pulang.
Semoga tidak ada tugas dadakan hari ini, gumam Kevin.
Setelah beberapa jam menanti waktu pulang, akhirnya sekarang bisa pulang juga dan tidak ada tugas tambahan.
Kevin melajukan motornya perlahan, sambil mencari makanan kesukaan Tiara.
Sesampainya dirumah sakit, Kevin berjalan dengan penuh senyuman. Dia membawakan makanan kesukaan Tiara.
__ADS_1
"Assalamualaikum", ucap Kevin Saat memasuki ruang rawat Tiara.
"Waalaikumsalam", jawab Mama Aisyah dan Tiara.
"Sayang ini Aku bawakan makanan kesukaan kamu. Aku juga membawa nasi padang kesukaan Mama. Mama makan dulu saja setelah itu Aku antarkan pulang", ucap Kevin.
"Tidak usah Vin, biar nanti dijemput Suami Nindi saja, biar setelah ini Mama telpon Dia. Kamu disini saja jaga Tiara, kasihan jika harus sendirian", jawab Mama Aisyah.
Tak lama setelah makan bersama, Mama Aisyah sudah dijemput suami Nindi. Dia juga membawakan buah segar untuk Tiara.
Mama Aisyah dan suami Nindi berpamitan untuk pulang. Mereka berjalan menuju pintu, namun tiba-tiba mereka berhenti karena berpapasan dengan Kania.
"Eh Tante disini juga, gimana kabarnya Tante dan Om", ucap Kania.
"Alhamdulillah baik, Mama dan Papamu sehat-sehat kan? Suamimu kemana kok nggak ikut?", tanya Mama Aisyah.
"Iyah Alhamdulillah Te sehat semua. Mas Bayu masih sibuk, mungkin nanti akan menyusul kesini".
"Ya sudah Tante pulang dulu yah. Kamu masuk saja".
"Iyah hati-hati Tante".
Tiara yang mendengar obrolan Mama Aisyah dan Kania, seketika mengerutkan keningnya dan berkata kepada Kevin.
"Itu Lo Mas, mantan kamu nyariin", ucap Tiara sinis.
"Kamu ngomong apa sih. Kania kan hanya ingin menjenguk kamu Ra", jawab Kevin.
"Lebih tepatnya, menjenguk suamiku".
Tiara dan Kevin menghentikan percakapannya karena Kania sudah mulai masuk ke ruangan Tiara.
"Assalamualaikum mbak, gimana sudah enakan? Saya Kania mbak, temannya Mas Kevin", ucap Kania saat pertama kali bertemu denganku.
"Waalaikumsalam, silahkan duduk mbak. Iyah Mas Kevin sudah banyak cerita tentang mbak Kania kok", jawab Aisyah dengan senyum terpaksa.
"Oh jangan salah paham dengan masa lalu kita yah mbak. Kita sekarang hanya berteman kok".
Tiara tersenyum memandang wajah Kania dan Kevin.
Teman, sejak kapan? Tak ada pertemanan antara perempuan dan laki-laki, yang ada nanti tumbuh rasa cinta, gumam Tiara.
Karena tidak begitu kenal dengan Kania, jadi Tiara hanya diam saja Mendengar Kevin dan Kania asyik mengobrol. Tiara mencoba menonton TV namun yang ada hatinya sangat begitu sakit mendengar mereka begitu akrab
Astaghfirullah ingin sekali rasanya aku berteriak melihat mereka berdua mengobrol. Aku disini seperti orang jualan kacang yang tak dihiraukan, gumam Tiara.
__ADS_1