Singgah Tanpa Sengaja

Singgah Tanpa Sengaja
Kehadiran Kevin Junior


__ADS_3

Sesampainya diklinik Tiara langsung dibawah keruang bersalin. Dokter Indri ternyata sudah menunggunya diruang bersalin.


Dokter Indri memeriksa keadaan Tiara, ternyata memang sudah pembukaan delapan. Perut Tiara mulai bergejolak. Beruntung ada Mama Dian dan Kevin yang setia menemaninya.


Tiara terus berteriak menahan sakit. Kevin yang melihat Tiara kesakitan, sungguh merasa tak tega hingga meneteskan air matanya. Kevin menggengam tangan Tiara dan sesekali men**um keningnya.


"Sabar nak, sebentar lagi. kamu pasti bisa", ucap Mama Dian.


Tiara menangis dan meminta maaf kepada Mamanya dan Kevin.


"Ma, Mas Kevin maafkan Aku yah", ucap Tiara sambil sesekali mengejan dan berteriak.


"Iyah sayang, jika kamu nggak kuat kita lakukan Operasi saja", jawab Kevin sambil menangis.


"Iyah Ra, Mama selalu memaafkan dan menyayangi kamu", jawab Mama Dian.


Tiara meminta Kevin untuk membantunya berdiri dia ingin berjalan-jalan ringan agar pembukaannya segera bertambah.


Kevin menuntun Tiara berjalan ringan. Sesekali Tiara berhenti karena kesakitan. Setelah beberapa menit berjalan, tiba-tiba saat ingin menaiki tempat tidurnya air Ke****nnya Pecah dan berceceu dilantai.


Mama Dian segera memanggil Dokter Indri. Tiara mulai tiduran dan merasa semakin mulas.


Kevin menggengam tangan Tiara dan menci**nya. Mama Tiara ikut mengelus-elus perutnya. Sementara itu Kevin mengelus-elus rambut Tiara sambil meneteskan air matanya.


Auhhh...... auhhh....... auhhh......

__ADS_1


Tiara berteriak kesakitan.


Tiara masih terus berteriak menahan rasa sakitnya. Hingga hampir satu jam berlalu namun Kevin junior belum juga keluar.


Dokter Indri seakan ingin menyerah dan merujuk Tiara untuk operasi namun Tiara terus menolaknya.


Setelah perjuangan panjang, akhirnya Kevin Junior hadir. Terlihat seorang bayi mungil berjenis kelamin laki-laki.


"Alhamdulillah akhirnya kamu keluar juga Nak, gumam Tiara sambil sesekali mencium anaknya.


"Alhamdulillah" Ucap Mama Dian.


Kevin mulai mengambil Anaknya dari pelukan Tiara. Kevin mengadzani Putra kecilnya.


Sementara itu Dokter Indri dan asistennya sedang sibuk membersihkan bekas luka Tiara.


Hingga malam hari keadaan Tiara semakin lemas. Dokter memberinya obat penambah darah kepada Tiara.


Selang beberapa waktu darah yang keluar dari ***** sangat banyak sekali. Tiara mengalami pendarahan hebat pasca melahirkan.


Dokter Indri merujuk Tiara untuk segera pindah kerumah sakit yang lebih besar. Namun bayinya masih tetap berada diklinik bersama Mama Dian.


Kevin mengikuti Tiara didalam mobil ambulance. Pandangan Tiara mulai kabur. Tiba-tiba dia mulai tak sadarkan diri.


"Sayang, jangan tinggalkan Aku. Kumohon bangun Ra", ucap Kevin.

__ADS_1


"Tiara....Ra..... bangun. Ingat anak kita sudah menunggu dirumah".


Sampainya di rumah sakit ya memang sudah tak sadarkan diri dia langsung dibawa ke ruang IGD dan menunggu untuk dicarikan kamar.


Hingga hampir pagi Tiara masih belum sadarkan diri. Kini Tiara berada dirumah observasi pasca melahirkan.


Kevin menunggu diluar, tempat penunggu pasien.


Ra, kamu pasti kuat. Kamu harus bertahan demi Aku dan anak kita, guamam Kevin sambil meneteskan air matanya.


Kevin memutuskan untuk mengambil air wudlu dan sholat.


Kring.... kring.... kring......


"Iyah Ma, ada apa?", ucap Kevin.


"Gimana keadaan Tiara Nak?", tanya Mama Dian.


"Masih dalam observasi Ma, Dia juga masih belum sadar. Ma tolong jaga anak kita yah".


"Iyah Nak, ini Mama masih berada diklinik.


Tak lama Kevin mendengar sebuah panggilan dari speaker yang ada di sudut rumah sakit. Kevin bergegas berjalan menuju keruangan Tiara. Namun sesampainya disana Dokter menjelaskan tentang keadaan Tiara.


Kevin menangis mendengar penjelasan dokter barusan. Dia duduk lemas didepan ruang tunggu.

__ADS_1


Ra, kamu pasti bisa dan harus bertahan untuk kita, gumam Kevin sambil menangis.


__ADS_2