Singgah Tanpa Sengaja

Singgah Tanpa Sengaja
Restu Orang Tua


__ADS_3

Setelah beberapa bulan Tiara dan Kevin menjalin hubungan lagi. Hari ini mereka memberanikan diri untuk meminta restu orang tua.


Tiara dan Kevin hari ini memutuskan untuk pulang ke Surabaya. Mereka berangkat malam setelah Kevin pulang kerja, mereka hanya punya satu hari lebih untuk pulang.


Kedua orang tua Tiara dan Kevin memang sedang berada di Surabaya.


Ternyata perjalanan dikereta malam hari cukup menyenangkan, Aku bis bersandar dibahu Mas Kevin sambil tiduran.


Senang sekali rasanya bisa bersama dengan Mas Kevin, rasanya seperti baru pertama.kali jatuh cinta. Tiara terus bermonolog dengan dirinya sambil sesekali menatap wajah Mas Kevin.


Tak terasa perjalanan malam hanya ditempuh dalam waktu enam jam tak seperti biasanya. Mereka tiba diStasiun pukul 23.40 wib, cukup malam sekali.


Tiara dan Kevin bingung, mereka kembali kerumah naik apa. Beruntung setelah mencari taksi online dan offline akhirnya dapat juga. Kevin mengantarkan Tiara pulang terlebih dahulu.


"Selamat malam sayang. Besok pagi Aku akan kesini", ucap Kevin.


"Iyah Mas, hati-hati ya nanti kabari Aku jika sudah sampai", jawab Tiara.


Sesampainya dirumah orang tua Tiara bertanya-tanya mengapa Tiara tidak minta jemput dan harus pulang tengah malam.


Tiara hanya tersenyum karena takut ketahuan jika dia masih berhubungan dengan Kevin.


Setelah beberapa saat handphone Tiara berbunyi.


Kring..... kring.... kring.....


Tiara mengangkat telepon dari Kevin.


"Assalamualaikum Mas, kamu sudah sampai", ucap Tiara.


"Waalaikumsalam Sudah barusan kamu belum tidur Ra?", tanya Kevin.


"Belum Mas Aku Masih memikirkan bagaimana jika besok kamu ditolak lagi oleh kedua orang tuaku, atau aku yang tetap ditolak oleh kedua orang tuamu".


"Sudahlah kamu doain saja besok berhasil".


"Ya sudah, Kamu tidur sana. Aku istirahat dulu".


Setelah mengobrol lama dengan Kevin Tiara bergegas tidur hingga subuh.


Tiara terbangun ketika mendengar adzan subuh dia bergegas mandi dan sholat.


Tak sabar rasanya aku menanti mas Kevin datang hari ini semoga pas Kevin diterima oleh Ayah dan Mama, Guman Tiara.


Sementara itu Kevin di rumahnya sedang mempersiapkan diri agar rencananya diterima oleh orang tua Tiara.


Cepat pukul 08.00 pagi Kevin berpamitan kepada Mama Aisyah. Kevin mengakui kepada mamanya bahwa dia akan melamar seseorang untuk dirinya.

__ADS_1


Mama Aisyah mendoakan Kevin agar dia berhasil melamar wanita itu. Kevin yang mendengar doa ibunya itu hanya bisa tersenyum dan bergumam dalam hatinya.


Maafkan aku maaf wanita itu sebenarnya Tiara anak Om Putra yang dulu mencintai Mama . Semoga saja nanti aku benar-benar diterima oleh keluarga Tiara.


Sesampainya dirumah Tiara, rasanya seluruh tubuh Kevin gemetaran tak karuan. Dia masih berada didalam mobil. Kevin mencoba menghubungi Tiara.


"Ra, Aku sudah di luar, namun seluruh tubuhku masih gemetaran. Tunggu beberapa saat yah", ucap Kevin.


"Iyah Mas, Bismillahirrahmanirrahim semoga kita berhasil", jawab Tiara.


Setelah beberapa saat menunggu, Akhirnya Kevin memberanikan diri untuk masuk kedalam rumah Tiara. Terlihat Pak Putra sedang membaca koran diteras Rumahnya.


Kevin berjalan perlahan menghampiri Pak Putra.


"Assalamualaikum Om, gimana kabarnya", ucap Kevin.


"Waalaikumsalam, kamu Kevin kan?, ngapain kamu kesini lagi, bukannya kamu sudah menikah", jawab om Putra.


"Belum Om, saya masih setia menunggu Tiara, Tiara ada kan Om?".


"Ada, tapi sebaiknya kamu pergi saja, kamu hanya membawa luka untuk anakku".


"Tapi Om saya mencintainya, Saya kesini sebenarnya untuk melamar Tiara".


"Ha.....???? Sejak kapan kalian kembali berhubungan, hingga tiba-tiba kamu berkata seperti itu?".


"Sudah beberapa bulan yang lalu om".


Tiara dan Bu Dian yang mendengar percakapan mereka , tiba-tiba keluar keteras rumah.


"Iyah Yah, Aku mencintai Mas Kevin. Selama ini Aku hanya menunggu Mas Kevin", sahut Tiara.


"Sudahlah yah, kamu restui saja mereka. Lupakan masa lalumu, Aku iklas kok merestui Tiara dan Kevin. kasihan mereka sudah tidak lagi muda. sudah beberapa tahun kita jodohkan juga tak pernah cocok. Mungkin Kevin memang jodohnya Tiara", sahut Bu Dian.


Sejenak Pak Putra terdiam, entah apa yang ada dalam pikirannya.


"Yah, jawab? Aku tidak akan menikah jika bukan dengan Mas Kevin", ucap Tiara.


Pak Putra Masih terdiam. Sebenarnya Beliau bingung harus menjawab apa. Tak lama beliau mengeluarkan suaranya juga.


"Pulangnya Vin, Kembalilah besok pagi, Om akan menjawabnya besok", Jawab Pak Putra.


"Tapi Om, saya harus kembali ke Jogja nanti sore. Besok pagi saya harus bekerja", jawab Kevin.


"Terserah kamu Vin, Om tidak peduli. Sekarang pulanglah".


"Tapi Yah, Aku juga harus kembali nanti sore. Besok Aku juga harus bekerja", sahut Tiara.

__ADS_1


"Iyah Om nggak apa-apa. Tante, Tiara, Saya pulang dulu. Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam".


"Hati-hati Mas", teriak Tiara.


Kevin menoleh dan tersenyum kepada Tiara.


"Waalaikumsalam".


Kevin bergegas menuju kemobilnya. Dia mengendarai mobilnya perlahan. Tak jauh dari rumah Tiara, Kevin berhenti dan mencoba menelpon Tiara.


"Hallo Ra, Kamu bisa keluar kan?Waktu kita tidak banyak. Ayo ikut Aku kerumahku, kita meminta restu kepada kedua orang tuaku", ucap Kevin.


"Iyah Mas, tunggu 30 menit lagi yah, biar tidak terlalu mencurigakan", jawab Tiara.


"Iyah Mas tunggu diwarkop saja, dipertigaan tak jauh dari rumah kamu".


Setelah beberapa menit berlalu, Tiara menghampiri Kevin. Mereka lalu bergegas menuju kerumah Kevin. Sementara itu motor Tiara dititipkan sementara diparkiran.


Selama perjalanan, terlihat tangan Tiara begitu gemetaran, tangannya juga terasa begitu dingin.


"Mas, Aku takut", ucap Tiara.


"Iyah Ra, Aku ngerti kok rasanya diposisi kamu".


"Mas, kita mampir beli kue untuk Mama kamu".


Setelah beberapa saat, akhirnya mereka sampai didepan rumah Kevin. Namun Tiara masih belum siap Turun. Dia sedang berusaha menghilangkan tangan dan kakinya yang gemetaran.


Kevin menariknya dan mengajak Tiara masuk kerumahnya.


"Ma, ini calon istriku. yang kuceritakan tadi", ucap Kevin.


Mama Aisyah, spontan menoleh. "Ha......?? Kalian kok bisa bersama lagi", Tanya Mama Aisyah.


"Iyah Ma, Aku tidak bisa melupakan Tiara. Ma Aku akan menikahi Tiara, Apa mama merestui?", Tanya Kevin.


"Iyah, Tante. Aku juga masih mencintai Mas Kevin. Maafkan kelakuan Ayah saya dulu", sahut Tiara.


Mama Aisyah sejenak terdiam. Dia hanya bingung harus menjawab apa.


Tak lama Ayah Kevin yang mendengar obrolan itu, tiba-tiba datang menghampiri.


"Kamu lagi.... kamu lagi..... Mengapa kamu belum menikah juga hingga sampai saat ini masih mengejar Kevin", ucap Kevin.


"Maafkan saya Om, saya memang salah mencintai Mas Kevin", jawab Tiara.

__ADS_1


"Sudahlah jangan ribut. Aku memang mencintai Tiara Yah. Aku akan menikahinya. Terserah Ayah meretui kita atau tidak", sahut Kevin.


"Kamu memang keras kepala Vin",


__ADS_2