Singgah Tanpa Sengaja

Singgah Tanpa Sengaja
Kepulangan Tiara


__ADS_3

Pagi ini Tiara pulang dari rumah sakit. Kevin mendorong Tiara menggunakan kursi roda menuju ke loby rumah sakit.


"Kamu tunggu sini yah sayang, aku ambil mobil dulu", ucap Kevin.


"Iyah Mas", jawab Tiara.


Tiara menunggu Kevin di loby namun tak lama Dokter Alvin tiba-tiba datang menghampirinya.


"Ra, sudah enakkan?", ucap dokter Alvin.


"Sudah Dok, kamu ngapain disini?", jawab Tiara.


"Entah mengapa setiap kali melihat kamu, Aku seperti mengingat masa laluku".


"Itu kan masa lalu, tidka usah diingat lagi dok, jalani saja dengan yang saat ini menemani karena itu memang jodohnya".


"Lebih tepatnya jodoh yang dipaksakan".


"Terkadang sesuatu yang baik memang harus dipaksakan Dok".


"Tapi jika terlalu memaksa juga tidak baik kan?".


"Iyah betul Dok, seperti Dokter yang selalu memaksa apa yang sebenarnya bukan menjadi milik dokter".


Dokter Alvin terdiam sejenak ketika mendengar perkataan Tiara.


Tiara tersenyum kecut sambil bergumam dalam hatinya. Sukurin kan kena skak mat, Mangakannya jadi orang itu yang punya pendirian, gumam Tiara.


Tin.... tin.... tin..... Kevin membunyikan klaksonnya untuk memanggil Tiara.


Tiara berdiri dari kursi rodanya, dia mencoba berjalan perlahan namun baru satu langkah, kepala terasa berputar-putar hingga membuatnya hampir terjatuh. Dokter Alvin mencoba memegang Tiara namun Tiara menolaknya.


Kevin seketika turun dari mobil dan menopang Tiara menuju kemobil. Dokter Alvin membantu dengan membawakan barang bawaan Tiara.


"Terimakasih Dok", ucap Kevin.


"Iyah sama-sama Mas", jawab Dokter Alvin.


Selama perjalanan Tiara tersenyum karena ingin cepat sampai rumah. Kevin menatap Tiara dengan penuh kebahagiaan.


"Kamu kenapa sayang kok senyum sendiri?", ucap Kevin.


"Enggak apa-apa Mas, hanya ingin segera bertemu dengan Azzam", jawab Tiara.


"Nanti siang Aku jemput Mama dan Ayah di Stasiun. Mereka mau datang kesini melihat anak kita".


"Ha.....Ayah ikut?? tumben".


"Ya mungkin dipaksa sama Mama, tapi semoga saja dengan kehadiran Azzam, Ayah bisa menerima kamu dan keluargamu".


"Amin Mas, Ayo cepet Mas".


"Iyah-iyah sabar".

__ADS_1


Sesampainya dirumah, Mama dan Azzam menyambut Tiara didepan rumah.


Tiara segera turun dari mobil, meskipun masih sedikit pusing, Tiara tetap sedikit berlari menghampiri Azzam.


"Sini anak Mama", ucap Tiara sambil mengambil Azzam dari gendongan Mama Dian.


"Ra, kamu istirahat dulu sana. Kamu kan baru sembuh. Habis lahiran juga jangan lari-lari dulu", kata Mama Dian.


"Iyah Ma, Aku lupa. Ma, Azzam kubawa kekamar yah biar kuajak istirahat".


"Iyah sana, kamu istirahat saja".


Tiara bergegas masuk kedalam kamar sambil menggendong Azzam. Sementara itu Kevin langsung menuju kekamar Mamanya dan segera membersihkan kamarnya.


Mama Dian yang melihatnya bsedikit heran, namun karena merasa semakin penasaran akhirnya Mama Dian mulai bertanya.


"Nak, kenapa kamu membersikan kamar ini?", ucap Mama Dian.


"Iyah Ma, nanti siang Mama dan Ayha datang kesini. Mereka ingin sekali melihat Azzam".


"jika begitu, tolong Mama kamu Carikan kontrakan atau kos biar Mama tinggal disitu sementara waktu saja".


"Tidak usah Ma, Ayah sudah bisa saja kok. Lagian masalah mereka sudah lama sekali, hanya masalah antar lelaki saja".


"Tapi nanti malam, Ayah Tiara juga akan datang kesini Vin".


Sejenak Kevin terdiam memikirkan hal ini. Astaga kok bisa barengan gini, tapi memang momennya sangat pas. Sudahlah lihat hasilnya. nanti, gumam Kevin.


Setelah membersihkan kamar Kevin segera mandi dan bersiap menjemput kedua orang tuanya.


Kevin berpamitan kepada Tiara dan Mama Dian untuk pergi ke stasiun. Sepanjang perjalanan Kevin terus berpikir bagaimana kelanjutannya.


Kevin mencoba menelpon Nindi dan menyuruhnya untuk menyiapkan kamar untuk kedua orang tuanya.


Alhamdulillah Nindi mau menyiapkan kamar untuk Mama dan Ayah. Semoga mereka mau untuk sementara tinggal dirumah Nindi.


Sesampainya di stasiun Kevin menunggu sejenak kedatangan kedua orang tuanya.


Beberapa menit kemudian Kereta datang, terlihat Ayah dan Mama Kevin turun dan menghampirinya.


Kevin segera mengajaknya pulang. Sepanjang perjalanan mereka saling mengobrol. Kevin juga menjelaskan jika ada Mama Dian. Sebenarnya Ayah menolaknya namun setelah kujelaskan dengan sabar akhirnya mereka mau menerima.


Sesampainya dirumah Mama Dian menyambut Mama Aisyah dengan senang hati. Meskipun Ayah Rudi hanya diam saja saat datang kerumah ini.


Setelah membersihkan diri Mama Aisyah menghampiri Tiara dan Azzam yang sedang istirahat dikamar.


"Assalamualaikum Nak, maaf yah Mama mengganggu", ucap Mama Aisyah saat masuk kekamar Tiara.


"Waalaikumsalam Ma, maaf ya Ma Saya tidak menyambut Mama didepan, tadi pagi saya baru pualng dari rumah sakit", jawab Tiara.


"Iyah nggak apa-apa Nak, Namanya siapa ini Ra? Sini biar Mama yang gendong".


"Muhammad Azzam, panggilannya Azzam".

__ADS_1


"Mama ajak keluar yah, tadi ayahmu pingin lihat".


"Iyah Ma".


Mama Aisyah mengajak Azzam keluar rumah dan mempertemukan pertama kalinya dengan kakek Rudi.


Kakek Rudi terlihat begitu biasa melihat Azzam. Padahal Azzam adalah cucu laki-lakinya, karena anak Nindi seorang perempuan.


Selang beberapa saat Mama Aisyah menitipkan Azzam kepada Kakek Rudi, terlihat beliau menerima Azzam dan menggendongnya.


Terlihat lama-lama Kakek Rudi menggendong Azzam dengan senang hati bahkan beliau bersholawat dengan Azzam.


Kevin yang melihatnya tersenyum bahagia. Alhamdulillah semoga kehadiran Azzam bisa memperbaiki hubungan keluarga ini, gumam Kevin.


Kring.... kring.... kring....


Suara handphone Kevin berbunyi begitu keras. Kevin mengangkatnya, ternyata Ayah Rudi.


"Assalamualaikum Vin, bisa jemput Ayah distasiun Tugu?", ucap Ayah Rudi.


"Waalaikumsalam Iyah Yah, Saya berangkat sekarang", jawab Kevin.


Astaga bagaimana ini, kenapa mereka datangnya barengan. Apa yang akan terjadi setelah ini, gumam Kevin sambil berjalan menuju Mobil.


"Vin, kamu mau kemana?", tanya Ayah Rudi.


"Mau ke stasiun Yah, jemput Ayah Putra", jawab Kevin.


Mendengar perkataan itu, Ayah Rudi segera masuk dan menghampiri Mama Aisyah.


"Ma, kita pulang kerumah Nindi saja ya, Aku malas disini. Setelah ini Ada Putra mantan pacarmu itu", ucap Ayah Rudi.


"Hush...... kalau ngomong sembarangan saja. Iyah nanti malam saja kita kerumah Nindi, kasihan Bu Dian sudah memasak untuk Kita", jawab Mama Aisyah.


"Setelah Kevin pulang kita langsung kesana. Nunggu mobilnya Kevin saja, kamu siap-siap Ma".


"Bentar Ma, Aku masih gemes dengan Azzam".


Tak lama terdengar suara mobil Kevin datang. Ayah Putra turun dari mobil dan menghampiri Ayah Rudi.


"Gimana kabarnya Pak?", ucap Ayah Putra.


"Alhamdulillah Baik Pak", jawab Ayah Rudi dengan wajah datar.


"Azzam....... kakek datang", ucap Ayah Putra ketika melihat Azzam yang sedang digendong Mama Aisyah.


Ayah Rudi yang melihat itu langsung mengeluarkan suaranya.


"Cuci tangan dan bersih-bersih dulu, megang anak kecil itu harus bersih", ucap Ayah Rudi dengan nada Marah.


Mama Aisyah yang mendengarnya hanya mampu menghela nafas panjang.


Aduh bisa-bisa terjadi perang keluarga ini, gumam Mama Aisyah.

__ADS_1


__ADS_2