Singgah Tanpa Sengaja

Singgah Tanpa Sengaja
Liburan Bersama Mas Kevin


__ADS_3

Setelah seminggu tak bertemu, hari ini Kevin mengajak Tiara untuk berlibur kepantai. Tiara sangat senang sekali dengan ajakan Kevin. Karena setiap hari hanya bisa mengobrol lewat telepon saja.


Selama diJogja Tiara memang jarang sekali berlibur karena memang tugas kuliahnya sangat banyak.


Tiara menunggu Kevin dikursi depan kosnya. Kevin yang sudah sampai dari tadi sengaja membiarkan Tiara menunggu.


Kevin berada didalam sebuah mobil berwarna merah. Dia berhenti tepat didepan Tiara.


Kamu memang cantik dan lucu Ra. Aku mulai jatuh cinta denganmu, Kevin bermonolog pada dirinya sambil menatap wajah cantik Tiara.


Karena tak tega melihat Tiara menunggu, akhirnya Kevin membuka kaca mobil dan memanggil Tiara.


"Ra.... Tiara Ayo berangkat", ucap Kevin


Tin.... tin.... tin...tin......


Tiara menoleh dan menghampiri Kevin sambil tersenyum.


"Lo Mas, setahuku mobil ini dari tadi disini?, tanya Tiara


"Iyah emang, Aku dari tadi nungguin kamu duduk disitu".


"Aku kira kamu bawa motor. Nggak tahu juga jika ini mobil kamu. Gitu yah nggak manggil dari tadi".


"He... he.... he.... la kamu nggak mau telpon Aku dulu sih".


"Lo Mas, Lengan kamu kok masih ada sisa jahitan?".


"Iyah belum sempat ke klinik, udah seminggu juga nggak ketemu kamu. Ya udah biarin saja".


"Kamu berhenti dulu, Aku bersihkan. Untung Aku selalu bawa kotak p3k kecil".


Tiara mencabut benang bekas jahitan dilengan Kevin. Sesekali Kevin teriak karena masih terasa sakit.


Kevin menatap Tiara sambil tersenyum. Dia mulai yakin bahwa Tiara adalah jodohnya.


"Auhhh.....".


"Sakit ya Mas, ini itu sudah terlalu kering jahitannya, Mangakannya jadi sakit jika ditarik ini harusnya sudah empat hari lalu diambilnya", ucap Tiara


"Iyah Bu Dokter bawel", jawab Kevin


"Sudah, Ayo berangkat Mas".


Kevin dan Tiara berangkat menuju kepantai Indrayanti. Sepanjang perjalanan mereka saling mengobrol dan bercanda. Tiara sangat nyaman ketika pergi bersama Kevin dari pada bersama Dokter Alvin.


Sesampainya dipantai, ternyata sudah cukup ramai karena memang sudah agak siang. Banyak wisatawan yang berkunjung kepantai karena ini memang hari minggu.


"Ra, Kita ke kafe itu saja yuk, seperti asik jika makan dan minum es degan dengan view pantai", ucap Kevin


"Iyah Ayo Mas", jawab Tiara


Kevin menggandeng tangan Tiara. Tiara tersenyum sambil menatap Kevin.


Ah.... kenapa Aku senang yah ketika Mas Kevin menggandeng tanganku. Jantungku berdetak tak karuan. Rasanya sungguh berbeda, ketika Dokter Alvin menggandengku rasanya biasa saja, gumam Tiara.


Tiara duduk dikursi yang view-nya langsung menghadap kepantai. Sedangkan Kevin memesankan makanan.


Semilir angin laut yang sepoi-sepoi menambah suasana semakin nyaman. Tiba-tiba muncul ide dibenak Kevin untuk mengungkapkan perasaannya kepada Tiara.

__ADS_1


"Sudah pesannya Mas?", ucap Tiara


"Sudah Ra. eh tempatnya bagus buat foto. Sini Aku fotoin Ra", jawab Kevin


Ah..... Aku tak tahu harus mulai darimana. Kenapa juga badanku jadi gemetaran begini, gumam Kevin.


Setelah makanan datang Kevin mulai duduk, Dia salah tingkah karena bingung harus mulai dari mana. Tiara yang melihat gelagat aneh Kevin mulai bertanya.


"Kamu kenapa sih Mas, dari tadi nggak bisa duduk enak?", ucap Tiara


"Nggak apa-apa Ra", jawab Kevin


"Anginnya sepoi-sepoi membuatku ngantuk Mas".


"Ra..... Sebenarnya Aku.......(sejenak terdiam)".


"Aku apa Mas. kok nggak dilanjutkan?".


Kevin tersenyum, sambil mengibaskan tangannya agar tidak terlihat gemetaran.


"Aku......... menyukaimu Ra. Aku mulai jatuh cinta denganmu. Apa kamu sudah punya pacar Ra?".


Tiara tersenyum, Dia ikut deg deg an tak karuan. Perlahan Tiara menjawab, "Belum Mas".


Rudi tersenyum bahagia sambil menatap Tiara.


"Ra, kamu mau kan jadi calon istriku atau pacarku, kekasihku apalah itu?".


"Lo banyak sekali Mas. Aku jadi bingung jawabnya?",


"Ya sudah jadi calon istriku saja. tidak usah dijawab sekarang jika kamu belum siap".


"Bener Ra? yakin kan? nggak bohong kan?Kamu nggak bercanda kan Ra", tanya Kevin seakan masih tak percaya.


Tiara tersenyum dan menganggukan kepalanya. Wajah Tiara terlihat begitu sumringah.


Astaga Aku masih tak percaya, Aku bisa menjawabnya secara spontan. Aku memang menyukai Mas Kevin. Entah mengapa Aku begitu bahagia ketika mas Kevin mengungkapkan cintanya. Dia memang berbeda, tak seperti Mas Alvin, gumam Tiara.


"Ra.... setelah ini kita pulang yah".


"Kok pulang Mas, cepat sekali?".


"Ikut Mas pulang, nanti Aku kenalkan kepada orang tuaku. Kamu wanita pertama yang Aku kenalkan kepada mereka".


"Lo sekarang Mas, Aku belum siap".


"Nggak apa-apa, orang tuaku asyik kok orangnya".


Setelah beberapa jam menikmati keindahan pantai Indrayanti, Kevin mengajak Tiara pulang. Selama perjalanan mereka saling mengobrol dan menceritakan masa lalu mereka.


Kevin berhenti sejenak untuk membeli buah untuk orang tuanya dan Tiara.


Setelah hampir dua jam perjalanan, akhirnya mereka sampai dirumah Kevin.


"Ayo Ra, kita sudah sampai. Kamu bawa yah buahnya", ucap Kevin


"Aku takut Mas, tunggu sebentar. lihat nih tanganku gemetaran", jawab Tiara


Kevin tersenyum melihat Tiara yang sedang panik. Namun tak lama Mama Kevin (mama Aisyah) keluar karena mendengar suara mobil anaknya pulang.

__ADS_1


"Vin, kok nggak masuk", ucap Mama Aisyah


"Sebentar Ma, ada yang masih takut", jawab Kevin


Akhirnya Tiara keluar meskipun masih dalam keadaan grogi.


"Assalamualaikum Tante, saya Tiara", ucap Tiara


"Waalaikumsalam, ini siapa Vin? calon mantu Mama yah? Ayo masuk Nak", jawab Mama Aisyah


"Iyah Ma, Tiara asli Surabaya Lo Ma", sahut Kevin


Setelah masuk rumah, Mama Aisyah mengajak Tiara ngobrol. Namun tak lama sebuah mobil datang lagi. Ternyata yang datang Papa Kevin (Papa Rudi).


"Assalamualaikum, ada siapa nih", ucap Papa Rudi


"waalaikumsalam".


Pantesan Mas Kevin ganteng ternyata orang tuanya juga Cantik dan tampan, gumam Tiara.


"Saya Tiara Om", ucap Tiara


"Ini Pa, calon mantu kita. Tiara kuliah di fakultas kedokteran, sebentar lagi lulus. Asli Surabaya lo", ucap Mama Aisyah


"Oh ya, semoga kalian berjodoh yah. Tidak usah pacaran langsung nikah saja he... he... he.... ya sudah kalian lanjutkan, Om masuk dulu yah. Ayo Ma, masuk".


Setelah mengobrol dengan Kevin dan keluarganya, Tiara meminta Kevin untuk mengantarkan Tiara pulang. Namun saat berpamitan, Mama Aisyah ternyata sudah memasak untuk Kita.


Akhirnya kita memutuskan untuk makan bersama terlebih dulu.


Alhamdulillah Aku diterima dengan baik oleh keluarga Mas Kevin, gumam Tiara.


"Ra, kamu berapa bersaudara?", tanya Mama Aisyah


"Dua Tante, adik saya laki-laki tapi masih SMA".


"Oh sama, Kevin juga cuma punya adik satu perempuan. Dia juga sedang kuliah di fakultas kedokteran. Tapi belum pulang, biasanya pulang sore kadang sampai malam".


"Iyah Te, tugasnya memang banyak. Jika tidak dicicil nanti semakin menumpuk".


Setelah mengobrol lama dengan keluarga Kevin. Tiara mengajaknya pulang.


"Ma, Pa, Aku nganter Tiara pulang yah", ucap Kevin


"Saya pamit Om Tante, Terimakasih yah. Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam hati-hati Nak".


Setelah keluar dari rumah Kevin, Tiara merasa sangat lega, karena dari tadi dia menahan agar tidak grogi didepan mereka.


"Ra, Aku serius kan. sudah ku kenalkan dengan kedua orangtuaku. Aku juga sudah siap menikah".


"Aku belum siap Mas, nanti jika wisuda orang tuaku pasti datang kesini. nanti Aku kenalkan atau waktu pulang kampung".


"Kamu wisudanya kapan?".


"Satu tahun lagi bisa lebih jika molor he... he.... he....".


"Astaghfirullah lama sekali".

__ADS_1


Kevin mengambil nafas panjang, mendengar perkataan Tiara barusan. Namun Tiara tertawa melihat ekspresi wajah Kevin.


__ADS_2