Singgah Tanpa Sengaja

Singgah Tanpa Sengaja
Ditempat Praktek


__ADS_3

Pagi ini Aku masih berada diklinik dokter Andi, setelah semalam hujan tak kunjung reda.


Sebelum pulang, Tiara memutuskan untuk menghampiri Mama Aisyah. Tiara ingin mengecek keadaannya.


Beruntung saat Tiara Masuk, Pak Rudi sedang sholat di Mushola. Disana hanya ada Kevin yang sedang tidur dilantai.


"Selamat pagi Tante. gimana sudah enakan?", ucap Tiara.


"Alhamdulillah sudah Mbak Tiara. Oh yah tolong kamu bangunkan Kevin. Dia harus bekerja pagi-pagi", jawab Mama Aisyah.


"Iyah Tante".


Tiara segera membangunkan Kevin namun hingga beberapa kali Dia juga tak kunjung bangun. Mama Aisyah tersenyum melihat mereka berdua. Akhirnya Tiara mulai menutup hidung Kevin. Akhirnya Kevin bangun juga.


"Bangun Mas,.... susah sekali sih bangunin kamu", ucap Tiara.


"Lo kamu kok masih disini. Kamu nggak jadi pulang Ra", tanya Kevin.


"Iyah mampir dulu, lihat keadaan Tante dulu".


"Vin, kamu nggak kerja hari ini?, tanya Mama Aisyah.


"Kerja Ma, habis ini pulang. Ayah ada disini kan Ma?".


"Iyah, lagi sholat di musholla".


"Ya sudah Tante, saya pulang dulu. nanti Tante akan dites darahnya. Saya nanti praktek sore", ucap Tiara.


"Iyah Nak terimakasih yah, kamu hati-hati dijalan".


"Iyah Tante. Mas Aku duluan ya".


"Hati-hati sayang ha.... ha.... ha....".


Tiara menoleh sambil tersenyum menatap wajah tampan Kevin yang juga tersenyum memandangnya. Terlihat Mama Aisyah juga ikut tersenyum.


"Astaghfirullah.... maaf Pak", ucap Tiara.


Tiara sangat kaget ketika akan membuka pintu, tiba-tiba Pak Rudi masuk. Namun Tiara langsung menundukkan kepalanya.


Tiara segera berjalan cepat. Dia takut sekali jika Pak Rudi mengenalinya.


Ah...... Semoga Pak Rudi tak mengenaliku, gumam Tiara.


Tiara bergegas menuju parkiran untuk mengambil motornya. Dia lalu melajukan motornya agar cepat sampai dikosnya.


Sementara itu Ayah Kevin yang barusan berpapasan dengan Tiara, mulai bertanya kepada Kevin.


"Siapa barusan Vin, sepertinya ayah pernah melihatnya", ucap Pak Rudi.

__ADS_1


"Itu Dokter jaga Yah, Sebelum Dia pulang mampir memeriksa Mama dulu", jawab Kevin.


Sementara itu Mama Aisyah berusaha untuk mengalihkan pertanyaan suaminya.


"Mas, Aku belikan sarapan yah sama susu hangat", ucap Mama Aisyah.


"Iyah habis ini, Aku belikan".


Kevin juga mulai berpamitan kepada kedua orang tuanya. Kevin hanya menemani Mama Aisyah jika sore sampai pagi saja.


Sesampainya dikos, Tiara Melanjutkan tidurnya karena hari ini dia tidak kampus. Semua tugasnya sudah selesai dia kerjakan. Dia hanya menunggu pengumuman kelulusan saja.


Sore ini Tiara kembali lagi untuk praktek diklinik Dokter Andi. Diperjalanan menuju klinik dia berhenti sejenak untuk membeli buah dan jus jambu merah.


Sesampainya di klinik Tiara langsung menuju ke ruangannya. Namun ternyata masih ada waktu tiga puluh menit sebelum praktek dimulai.


Tiara memutuskan untuk pergi ke kamar Mama Aisyah dan membawakan buah dan jus yang barusan dibelinya. Tiara menggunakan masker agar tidak ketahuan Pak Rudi.


"Assalamualaikum", ucap Tiara


"Waalaikumsalam, masuk Dok", jawab Mama Aisyah.


Alhamdulillah beruntung sekali, Pak Rudi sedang berada dikamar mandi, jadi Aku bisa memberikan jus dan buah ini, gumam Tiara.


"Ini Tante, jus jambu sama buah. Tadi hasil labnya bagaimana Tante?", tanya Tiara.


"Iyah Tante positif terkena DB. terimakasih ya Mbak Tiara buahnya", jawab Mama Aisyah.


"Iyah Mbak".


Mama Aisyah tersenyum melihat Tiara. Tiara kembali keruanganya karena sudah banyak pasien yang menunggu.


Ketika selesai dari kamar mandi, Pak Rudi menanyakan tentang Jus dan Buah itu.


"Lo itu dari siapa Ma", ucap Pak Rudi.


"Dari ojek Mas, tadi temen Mama yang ngirim karena tidak bisa jenguk. barusan diantarkan sama perawatnya", jawab Mama Aisyah.


Mama Aisyah terlihat menghela nafas panjang. Untung aku cepat punya ide, gumam Mama Aisyah.


Setelah magrib Tiara istirahat sejenak untuk sholat. Namun tak lama terlihat Kevin datang membawa banyak makanan.


Tiara melanjutkan prakteknya, karena masih ada beberapa pasien yang masih berobat.


Akhirnya selesai juga. Kulihat sudah hampir jam delapan malam. Setelah ini Aku bisa pulang dan tidur dengan nyenyak, gumam Tiara.


Tiara keluar dan duduk diruang tunggu dan membeli minuman di showcase klinik.


"Sus, infus dikamar ViP habis", ucap seorang wanita cantik.

__ADS_1


"Iyah Mbak, sebentar", jawab Mbak Sari.


"Mbak, itu kamar Ibu Aisyah kan?", tanya Tiara.


"Iyah Dok".


"Yah sudah biar saya saja yang mengganti".


Tiara bergegas membawa cairan infus menuju kamar Mama Aisyah.


"Assalamualaikum, permisi", ucap Tiara.


Ternyata diruangan itu banyak sekali tamu yang datang. Kevin hanya melihat Tiara tanpa senyum.


Tumben sekali Mas Kevin diam saja, gumam Tiara.


Tiara mulai mengganti cairan infusnya. Namun salah seorang dari tamu itu berkata kepada Mama Aisyah.


"Sudah Te, segera dinikahkan saja Kevin sama Kania. Mereka sudah cocok ganteng dan cantik", ucap salah seorang tamu dikamar Mama Aisyah.


"Iyah memang cocok. sudah kita lanjutkan saja perjodohan ini", sahut bapak seumuran Ayahku.


Aku melihat Tante Aisyah yang tersenyum kecut mendengar perkataan mereka. Sedangkan Mas Kevin hanya diam saja tanpa senyuman.


"Semoga lekas sembuh Tante, saya pulang dulu", ucap Tiara lirih.


"Iyah terima kasih Mbak. Kamu hati-hati yah", jawab Tiara.


Tiara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Tiara mulai berjalan keluar, sambil meneteskan air mata.


Astaghfirullah..... Jadi wanita cantik tadi sudah dijodohkan dengan Mas Kevin. Sakit sekali rasanya hatiku, Tiara bermonolog dengan dirinya.


Tiara segera mengambil tas diruang prakteknya. Dia bergegas pulang.


"Mbak saya pulang duluan yah, nanti jika ada pasien tolong dibantu untuk memeriksa", ucap Tiara.


"Iyah Dok, hati-hati", jawab Mbak Sari.


Sementara itu Kevin berlari mencari Tiara. Dia menanyakan kepada perawat disini.


"Mbak, lihat Dokter Tiara", ucap Kevin.


"Barusan pulang Mas. mungkin sekarang masih diparkiran".


Kevin berlari menuju parkiran, terlihat Tiara yang sudah bersiap untuk pergi.


"Tiara....... tunggu", ucap Kevin.

__ADS_1


Tiara hanya menoleh dan segera melajukan motornya dengan kencang. Kevin berusaha mengejarnya namun Tiara sudah terlihat begitu jauh.


__ADS_2