
Dua hari sudah berlalu, Kevin masih setia menjaga Tiara dirumah sakit.
Sementara itu Mama Dian sibuk menjaga cucunya dirumah.
Kevin masih berjaga diluar ruangan karena memang penunggu tidak diperbolehkan masuk. Beruntung Kevin dapat cuti seminggu hingga bisa dipergunakan untuk menemani istrinya dirumah sakit.
Kevin beristirahat diruang penunggu pasien sambil tiduran. wajahnya begitu lusuh karena memang dia tidak mandi sejak kemarin.
Kevin hanya menatap langit-langit di ruang penunggu sambil rebahan. mau tanya mulai terlelap, tiba-tiba dia terbangun karena mendengar suara panggilan yang berulang kali memanggil keluarga Ny.Tiara.
Kevin segera berjalan perlahan menuju ke ruang HCU. Tubuhnya begitu gemetaran ketika menanyakan keadaan Tiara kepada perawat penjaga diruang itu.
"Apa yang terjadi dengan istri saya Bu?", ucapkan pada seorang perawat perempuan.
Perawat itu tersenyum menatap Kevin yang wajahnya terlihat begitu khawatir dengan keadaan istrinya.
"Sabar Pak tenang. Alhamdulillah istri bapak sudah siuman dan sebentar lagi akan dipindahkan di ruang perawatan. Saya hanya mau memberitahu agar Bapak bisa memilih kamar dikelas berapa?",l Ucap seorang perawat.
"Alhamdulillah, Saya boleh ketemu Bu? Dikamar kelas satu saja", jawab Kevin.
"Maaf Pak kebetulan dikelas satu kosong, hanya tinggal dikelas dua, tiga, VIP, dan VVIP".
"Di VIP saja Bu".
"Baik akan segara kita pindahkan, Bapak tunggu disini saja yah".
"Iyah Bu".
Alhamdulillah akhirnya kami sadar juga Ra, Aku takut sekali kehilangan kamu, gumam Kevin dalam hatinya sambil tersenyum.
Setelah beberapa saat terlihat seorang perawat wanita mendorong bed Tiara menuju keruang VIP. Kevin mengikutinya dari belakang sambil membawa semua perlengkapannya.
Sesampainya dikamar perawatan, Tiara masih tertidur pulas. Kevin mencoba membangunkan Tiara karena Dia sangat rindu sekali dengan Istrinya.
"Sayang bangun.... yang bangun.....", ucap Kevin.
"Barusan diberikan suntikan dicairan infusnya Pak mungkin efek obat yang membuat Bu Tiara belum juga bangun. Tunggu beberapa jam Pak, sabar yah", Sahut perawat yang sedang sibuk memperbaiki infus.
"Iyah Bu, terimakasih".
Kevin duduk di samping Tiara. dia terus memandangi Tiara sambil menunggunya sadar. Hingga beberapa jam kemudian Kevin masih menunggu disamping Tiara hingga membuat Kevin tertidur disamping Istrinya.
Sementara itu Tiara yang mulai terbangun, langsung memandang wajah Kevin yang berada disampingnya.
Tubuh Tiara sungguh sangat lemas, hingga akhirnya dia berusaha untuk memegang tangan Kevin.
Kevin merasa begitu kaget ketika ada sesuatu yang memegang tangannya. Spontan dia terbangun dan langsung melihat ke arah Tiara.
"Alhamdulillah, Sayang kamu sudah bangun. Mau minum?", ucap Kevin.
Tiara hanya tersenyum sedikit dan menganggukkan kepalanya. Tiara merasa mulutnya sungguh berat dan tenggorokan terasa begitu kering ketika akan berbicara.
__ADS_1
Kevin berdiri dan mengambilkan minum untuk istrinya.
"Minum yang banyak sayang", ucap Kevin.
Tiara Melihat ke arah kanan dan kiri, Dia sedang mencari keberadaan anak yang baru dilahirkannya.
"Mas, anakku dimana? Sepertinya ini bukan klinik tempatku bekerja", ucap Tiara dengan suara yang begitu lirih.
"Anak kita sudah dirumah sayang, Dia bersama Mama Dian. Kamu pendarahan hingga harus dilarikan kerumah sakit ini. Kamu sudah beberapa hari tidak sadarkan diri", ucap Kevin.
"Mas, Aku ingin pulang. Aku ingin melihat anakku".
"Iyah sayang, nunggu keputusan dokter saja. Kamu juga barusan sadar belum sepenuhnya pulih".
"Jika begitu, anakku saja Mas yang kamu bawa kesini".
"Sabar sayang, nanti pasti ketemu anak kita. Aku video call Mama Dian yah".
Tiara tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Kevin mencoba menelpon Mama Dian namun hingga lama teleponnya tak jua diangkat.
Tiara yang mengetahui telponnya tak kunjung diangkat oleh Mama Dian, Akhirnya terdiam dan meneteskan air matanya.
Kevin yang melihat air mata Tiara yang tiba-tiba menetes langsung mengusapnya. Tiara mencoba memalingkan wajah saat Kevin mengusap air matanya.
Andai tubuhku tak selemas ini, mungkin Aku akan berdiri dan pulang untuk melihat anakku, Tiara bermonolog dalam hati.
"Kevin memijat tangan Tiara dan menyuruhnya untuk beristirahat lagi".
"Ra, Sudahlah jangan menangis lagi. Setelah ini Aku akan pulang menjemput Mama dan anak kita", ucap Kevin.
"sekarang saja Mas, ayo cepat kamu pulang".
"Lalu siapa yang jaga kamu?".
"Aku nggak apa-apa sendirian Mas. Ayo Mas cepat jemput anakku sama Mama".
"Iyah-iyah. Ini Handphoneku kamu bawa, jika ada apa-apa kamu telepon di nomor kamu. nanti Handphone kamu biar aku yang bawa".
"Iyah Mas, sana cepat".
Kevin men**** kening Tiara dan bergegas pulang kerumah untuk menjemput Mama dan anaknya.
Sesampainya dirumah ternyata Mama sedang memasak didapur. Sedangkan anaknya sedang tidur dikamar.
"Lo Vin, kamu kok pulang. Tiara gimana keadaannya?", ucap Mama Dian.
"Alhamdulillah sudah sadar Ma, Tiara nangis ingin bertemu anaknya. Ayo kita kerumah sakit sekarang Ma sama Adek juga dibawa", jawab Kevin.
"Lo sekarang? sebentar Mama selesaikan ini dulu. Kamu jaga adek dulu dikamar".
"Iyah Ma".
__ADS_1
Setelah beberapa saat, Kevin, Mama dan anaknya segera berangkat menuju kerumah sakit.
"Assalamualaikum....... Mama aku datang", ucap Mama Dian.
"Waalaikumsalam..... Mama..... anakku....." jawab Tiara.
Tiara menangis dan menci** anaknya. Terlihat wajahnya seketika begitu ceria ketika bertemu dengan anaknya.
"Ma, adek taruh disampingku", ucap Tiara.
Mama Dian menaruh bayinya didekat Tiara. Tiara terus tersenyum dan memeluk Anaknya.
"Mas, anak kita jadi siapa namanya?", ucap Tiara.
"Muhammad Azzam Kevin Hutama. Dipanggil Muham atau Azam ", jawab Kevin.
"Azzam juga bagus", sahut Mama.
"Yah sudah Mas, Panggil Azzam saja".
Hingga malam hari Mama dan Muham masih berada dirumah sakit menemani Tiara. Namun ketika dokter datang memeriksa Tiara, Dokter melarang dan menyuruh agar bayinya dibawa pulang saja. Dokter juga menjelaskan jika besok Tiara juga sudah boleh pulang.
Tak lama setelah dokter pergi, Mama dan Azzam diantarkan Kevin pulang kerumah karena hari memang sudah malam.
Tiara men***m anaknya sebelum dibawa pulang. Mama juga berpamitan kepada Tiara.
"Ra, kamu tidur saja yah. nanti Aku titipkan kamu ke perawat juga", ucap Kevin.
"Iyah Mas, jangan lama-lama".
Tak lama Setelah kepulangan Kevin, Tiara mulai memejamkan matanya.
Tok.... tok.... tok.....
Tiara terbangun ketika mendengar suara ketukan pintu kamarnya.
"Iyah Masuk", ucap Tiara.
Astaghfirullah....... ucap Tiara saat kanget melihat siapa yang datang.
"Gimana keadaan kamu Ra?".
"Kamu ngapain disini Mas, Kamu tahu darimana Aku dirawat disini?", ucap Tiara.
"Aku Hanya ingin melihat keadaan kamu Ra. Rumah sakit ini kan berisi orang yang pernah mengenal kamu, jadi muda sekali tersebar jika kamu sedang dirawat disini. Oh yah Ini kubawakan Roti, kamu makan yah".
"Tidak usah Mas, kamu berikan saja kepada perawat yang berjaga", jawab Tiara.
"Mereka sudah dapat. Sudahlah Ra, Aku hanya ingin melihat keadaan kamu. Oh yah selamat yah atas kelahiran Putra kamu".
"Iyah terima kasih Mas".
__ADS_1
Astaga kenapa sih, Mas Kevin harus membawaku kerumah sakit ini lagi, gumam Tiara yang sedang kesal karena melihat kedatangan dokter Alvin.