Singgah Tanpa Sengaja

Singgah Tanpa Sengaja
Akhirnya Berdamai


__ADS_3

Kevin berjalan menghampiri teman Ayahnya.


"Pak Apa tadi Bapak yang bersama ayah saya?", ucap Kevin.


"Iyah apa Kamu anaknya Pak Rudi?", jawab Pak Polisi itu.


"Iyah Pak, Bagaimanakah kejadian Sebenarnya Pak?".


"Tadi kita mengejar jambret, namun jambret itu memukul kita dengan tas hingga Pak Rudi berhasil menarik tas itu. Jambretnya berhasil terjatuh bersama kita. Ayah kamu tadi sempet sadar, hanya luka di kaki dan tangan akibat tertindih motor. Tapi waktu saya selesai meringkus jambret itu ternyata saya lihat kepalanya juga berdarah, mungkin kebentur sesuatu. Akhirnya kami bawa kesini tadi".


"Oh begitu Pak, Iyah soalnya dulu waktu muda kata Mama, Ayah pernah hilang ingatan karena kepalanya terbentur waktu kecelakaan saat bertugas, takutnya masih mengalami trauma dikepala".


"Semoga saja tidak kambuh yah Nak".


"Iyah Amin, Pak".


Kevin berjalan menghampiri Ayah Putra dan Tiara. Kevin terlihat begitu panik dengan keadaan Ayahnya.


"Mas, Mama apa tidak kamu kasih tahu?", ucap Tiara.


"Takutnya Mama kaget Ra", jawab Kevin.


"Kamu jemput saja Vin, Biar Ayah yang berjaga disini, dan Kamu mending pulang Ra, kasihan Azzam dirumah".


"Yah sudah, Aku pulang Yah. tolong nanti jika ada apa-apa beritahu saya Yah. Ra, kamu ikut Aku saja. Nanti kamu bawa pulang motornya nanti Aku pakai mobilnya Ayah dirumah".


"Iyah Ayo Mas".


Kevin dan Tiara bergegas pulang menuju kerumah Mama Aisyah. Sementara itu dari ruang IGD terdengar panggilan keluarga Bapak Rudi.


Pak Putra segera masuk kedalam dan menghampiri Pak Rudi. Beliau melihat Pak Rudi sudah sadarkan diri.


"Kenapa Pak?", tanya Pak Putra.


"Apa Kevin atau istri saya sudah kesini?", jawab Pak Rudi.


"Barusan ada Kevin dan Tiara Pak, namun saya suruh pulang untuk menjemput Mamanya".


"Nggak usah Pak, tolong telponkan biar tidak usah kesini, saya tidak dirawat inap kok. Setelah ini saya diperbolehkan pulang kok".


"Iyah Pak, biar saya urus administrasinya dulu".


"Tidak usah Pak, nunggu Kevin saja. atau jika teman saya masih didepan, biar mereka yang urus".


"Enggak apa-apa Pak, biar saya saja", jawab Pak Putra sambil tersenyum.


Pak Putra berjalan menuju ruang admistrasi, sementara itu Pak Rudi sedang merenung karena bertahun-tahun sudah membenci Pak Putra karena kesalahannya.


Putra memang salah waktu itu, sudah membuat Aisyah keguguran. cintanya pada istriku membutakan akal sehatnya, tapi sepertinya dia sudah berubah. kita juga sama-sama sudah tua, sudah mempunyai cucu yang lahir dari rahim anak Putra. Tapi jika mengingat kejadian itu hatiku sangat sakit, gumam Pak Rudi.


Beliau mencoba memejamkan matanya beberapa saat. Tak lama Pak Putra datang menghampiri bersama dua orang teman Pak Rudi. Mereka juga ikut membantu mengurus berkas untuk dibawa kekantornya.


"Pak, kita sudah boleh pulang. Ayo Saya antarkan", ucap Pak Putra.

__ADS_1


"Tidak usah merepotkan Pak, biar teman saya ini yang mengantar saya pulang", jawab Pak Rudi.


"Tidak apa-apa Pak, sekalian saya juga mau pulang. Rumah saya kan melewati rumah Pak Rudi".


Sejenak Pak Rudi terdiam, namun akhirnya beliau menyetujuinya.


"Baiklah jika begitu Pak".


Pak Putra membantu Pak Rudi berjalan menuju keluar IGD namun akhirnya Pak Putra mengambilkan kursi roda karena Pak Rudi masih kesusahan untuk berjalan.


Pak Rudi menunggu didepan IGD, sambil menunggu Pak Putra mengambil mobilnya.


Tak lama Pak Putra datang dengan mobilnya. Pak Rudi mulai masuk perlahan dibantu oleh temannya untuk masuk kedalam mobil.


Selama perjalanan, mereka hanya terdiam, hanya suara musik yang terdengar perlahan. Mereka memang tidak pernah rukun, ini pertama kalinya mereka duduk bersama dan hanya berdua saja.


Kring.... kring.... kring....


Sebuah telepon yang berdering dari handphone Pak Rudi.


"Assalamualaikum Yah, kamu dimana?", ucap Mama Aisyah.


"Lagi dijalan, kenapa Ma", jawab Pak Rudi.


"Lo katanya dirumah sakit, ini Mama sudah di IGD kok malah kamu pulang sih".


"Lo tadi Kevin nggak bilang kah, jika Ayah langsung pulang".


"Tadi saya sudah menelpon Kevin Pak, saya sudah melarangnya datang kerumah sakit", sahut Pak Putra.


"La itu. Mana Kevin?".


"Ada apa Yah?", jawab Kevin.


"Kamu tadi kan ditelpon Ayah mertua kamu , kok malah kamu kerumah sakit. Ini Ayah sudah perjalanan pulang".


"Iyah tadi Mama maksa Yah, jadi ya sudah Aku antarkan saja. Jika begitu Aku pulang sekarang Yah".


"Iyah hati-hati".


Sesampainya dirumah, Pak Rudi dan Pak Putra menunggu didepan rumah karena kunci rumah masih dibawa Mama Aisyah. Selama menunggu mereka hanya diam saja, mereka merasa canggung karena baru kali ini mereka bisa rukun.


"Pak, maafkan saya atas perbuatan saya yang dulu-dulu ya", ucap Pak Putra.


Pak Putra tersenyum karena dari tadi beliau ingin memulai obrolan tapi gengsi.


"Iyah Pak sama-sama, maafkan saya juga. Kita mulai dari awal ya, kita lupakan yang dulu-dulu", jawab Ayah Rudi.


Sementara itu Kevin dan Mama Aisyah yang baru sampai di gerbang rumahnya melihat Ayah dan Mertuanya sedang asyik mengobrol dan saling bercanda. Kevin dan Mama Aisyah bingung sekaligus merasa heran melihat mereka rukun.


"Vin, kamu lihat Ayah dan mertuamu itu. Tumben sekali ya mereka rukun", y Lo Mama Aisyah.


"Iyah Ma, Alhamdulillah. Mungkin karena tadi Ayah mertuaku yang

__ADS_1


mengantarkan Ayah kerumah sakit. Pulangnya juga diantar", jawab Kevin.


"Iyah, sudah sebelum kamu lahir mereka bermusuhan. Alhamdulillah akhirnya hari ini mereka bisa berdamai".


"Ayo Ma, kita samperin mereka".


Kevin dan Mama Aisyah keluar dari mobil dan menghampiri mereka sambil tersenyum. Kevin membuka pintu rumahnya.


"Yah, gimana kamu enggak apa-apa? Kalian kok bisa berduaan?", tanya Mama Aisyah seakan tidak tahu apa-apa.


"Iyah, tadi kebetulan Aku lewat dan Pak Rudi sedang kecelakaan", jawab Pak Putra.


"Oh.... begitu ceritanya", jawab Mam Aisyah sambil tersenyum senyum.


"Sudahlah, Vin tolong bantu Ayah masuk kekamar".


"Iyah sebentar Yah".


"Saya istirahat dulua yah Pak Putra, terima kasih atas bantuannya", ucap Pak Rudi.


"Iyah sama-sama Pak, jika begitu saya permisi".


"Lo enggak minum atau ngopi dulu Pak?", tanya Mama Aisyah.


"Tidak usah terima kasih Syah".


Kevin membawa ayahnya masuk kedalam kamar. Sementara itu Mama Aisyah masih didepan melihat Pak Putra.


"Pak Putra, terima kasih ya", ucap Mama Aisyah sambil tersenyum.


"Iyah sama-sama", jawab Pak Putra sambil melambaikan tangannya.


Kamu dulu teman baikku sekaligus musuh. kamu yang membuatku kehilangan calon anak pertamaku. Kamu juga pernah menc**mku dengan paksa ketika aku sudah menikah, Sekarang kamu malah jadi besanku. Ah kenapa Aku membayangkan masa laluku. Mama Aisyah bermonolog dalam hatinya.


Sementara itu Pak putra selama perjalanan juga memikirkan hal yang sama. Beliau teringat masa mudanya saat dimana beliau sangat mencintai Aisyah sahabat dekatnya.


Mama Aisyah segera masuk menghampiri suaminya. Pak Rudi mulai beristirahat dikamarnya.


namun Kevin masih menemani Ayahnya dikamar.


"Ma setelah ini Aku pulang kerumah Tiara ya?", ucap Kevin.


"Malam ini kamu tidur disini saja Vin, kasian Ayahmu yang masih sakit".


"Tapi Tiara dan Azzam masih dirumah mertuaku Ma", jawab Kevin.


"Iyah Vin, kamu jemput Tiara dan Azzam. Malam ini kamu dan anak Istrimu biar tidur disini", sahut Ayah Rudi.


"Nanti jika Azzam rewel kasihan Ayah berisik malah tidak bisa tidur".


"Enggak apa-apa, Ayah sudah bertahun-tahun tidka mendengar suara anak kecil nangis, rasanya kangen juga".


Kevin tersenyum mendengar perkataan Mama dan Ayahnya itu. Namun Akhirnya setelah berpikir sejenak Dia menjawab juga.

__ADS_1


"Iyah nanti Aku ajak Tiara dan Azzam untuk tidur disini".


Alhamdulillah akhirnya pernikahanku ini bisa diterima Ayah, gumam Kevin sambil tersenyum.


__ADS_2