
"Ma, Mama merestui kan jika Aku menikah dengan Tiara?", Ucap Kevin dengan mata berkaca-kaca.
Air mata Mama Aisyah tiba-tiba menetes dengan sendirinya.
"Iyah Nak, Mama merestui kalian", ucap Mama Aisyah.
"Ma... Kenapa kamu mengambil keputusan seperti itu", Tanya Pak Rudi.
"Sudahlah Yah, umur Kevin sudah 35 tahun. Mau sampai kapan Kevin melajang. Nindi adik Kevin juga baru menikah gara-gara ingin kakaknya dulu yang menikah. Sekarang hingga Nindi menikah dan mau punya anak, Kevin tetap tidak mau menikah. Apa harus Kevin jadi perjaka tua selamanya", ucap Mama Aisyah kepada Pak Rudi sambil menangis.
Sejenak Pak Rudi hanya mampu terdiam tanpa perlawanan apapun.
"Sudahlah yang salah kan hanya Putra bukan Tiara. Kita tidak berhak menghakimi Tiara hanya karena Dia anak Putra", ucap Mama Aisyah sekali lagi.
Pak Rudi hanya terdiam tanpa sepatah katapun. Tak lama Dia lekas berdiri dan pergi meninggalkan rumah.
Sementara itu, Kevin menggengam tangan Tiara yang berada disampingnya. Kevin tahu jika Tiara menangis karena kejadian ini.
Mama Aisyah berusaha menenangkan Tiara.
Jika mengingat kejadian masa lalu bersama Putra memang rasanya terlalu sakit, namun Aku tidak boleh egois, anakku berhak bahagia, gumam Mama Aisyah.
"Ma, Aku mengantarkan Tiara pulang dulu", ucap Kevin.
"Iyah hati-hati", jawab Mama Aisyah.
"Tante Saya pulang dulu terima kasih karena Tante sudah merestui hubungan kita", ucap Tiara.
"Iyah Nak, Semoga kalian bahagia".
Kevin mengantarkan Tiara untuk mengambil motor Tiara yang dititipkan. Selama perjalanan Kevin sedikit merenungkan, apa yang harus dialkukan besok.
"Mas, kamu nggak apa-apa kan", ucap Tiara.
"Ra, kamu balik ke Jogja kapan?", tanya Kevin.
"Besok setelah kamu menemui Ayah. Kenapa Mas, kamu bingung kah?".
"Iyah nanti Aku kerja malam hingga pagi. Jika harus balik kesini brarti sampai siang hari".
"Kamu minta tolong teman kamu saja Mas, mungkin tukar hari libur atau naik pesawat, tapi mahal sih".
"Iyah bener-bener, Mas naik pesawat saja Ra. Demi cinta ha... ha... ha....".
__ADS_1
"Preett....... buktikan saja Mas".
Setelah mengantar Tiara, Kevin bergegas pulang kerumah, Dia bersiap untuk kembali ke Jogja dengan menggunakan kereta api.
Kevin segera menuju ke stasiun, setelah mendapatkan tiket online. Sepanjang perjalanan pulang Kevin tertidur lelap.
Setelah enam jam perjalanan akhirnya Kevin sampai juga diJogja. Dia segera pulang dan lanjut berangkat Kerja.
Pagi ini setelah pulang kerja, Kevin segera berangkat menuju keSurabaya dengan menggunakan pesawat.
Setelah satu jam perjalanan, akhirnya Kevin sampai juga diSurabaya. Kevin langsung menuju rumah Tiara. Perjalanan ditempuh sekitar tiga puluh menit, Akhirnya sampai juga dirumah Tiara.
Ayah Tiara sudah menunggu Kevin didepan rumahnya.
"Assalamualaikum Om", ucap Kevin.
"waalaikumsalam. Tiara,...... Kevin sudah datang", Jawab Pak Putra.
Tiara bergegas menghampiri Kevin dan tersenyum sumringah. Karena semalam Tiara mendengar obrolan Mama dan Ayahnya, mereka akan menerima Kevin jadi menantunya.
Setelah semua berkumpul Pak Putra membahas tentang Kevin dan Tiara.
"Vin, dengan berat hati Om katakan keputusan Om hari ini. Apapun keputusan itu saya harap kamu menerimanya dengan baik dan tak akan menyesal dikemudian hari", ucap Pak Putra.
Jantung kevin berdetak sangat cepat, keringat dingin keluar bercucuran. Sesekali Kevin memandang Tiara namun Tiara malah tersenyum tanpa beban.
"Saya menyetujui hubungan kalian, Jika kamu ingin menikahi Tiara segera suruh kedua orang tua kamu ke sini".
"Alhamdulillah...... Iyah Om, Akan segera saya suruh kesini. Mungkin Minggu atau bulan depan nunggu saya dapat jatah libur lagi".
"Terserah Kamu Vin. Tapi ingat jaga Tiara dengan baik, jangan sia-siakan Dia".
"Iyah Om, saya Akan menjaga Tiara dengan baik".
Alhamdulillah Sungguh Senang rasanya hatiku, penantian yang selama ini kutunggu akhirnya hari ini Aku dan Tiara mendapat Restu juga, gumam Kevin sambil tersenyum.
"Om, hari ini saya langsung balik ke Jogja, jadi Tiara sekalian balik sama saya", ucap Kevin.
"Iyah, Tiara sudah menjelaskannya kemaren", jawab Pak Putra.
"Iyah sudah, Aku siap-siap dulu Mas", sahut Tiara.
Tiara dan Kevin berpamitan kepada kedua orang tuanya, mereka berangkat menuju ke stasiun Gubeng Surabaya untuk kembali ke Jogja.
__ADS_1
Kini mereka tak sungkan untuk bergandengan tangan. Mereka memasuki gerbong kereta dengan perasaan bahagia, meskipun tantangan selanjutnya masih didepan mata. Mama Aisyah memang sudah memberi restu namun Pak Rudi belum menjawab apapun.
Kevin memberi tahu Mamanya melalui telpon tentang keluarga Tiara yang sudah merestui hubungan mereka. Kevin mengajak kedua orang tuanya untuk melamar Tiara, bulan depan.
...****************...
Sebulan sudah berlalu, hari ini Kevin mengajak kedua orang tuanya untuk melamar Tiara.
Namun Pak Rudi masih bersikeras dengan pendiriannya. Beliau masih belum memberi restu kepada Kevin dan Tiara.
Kevin mengajak Ibu dan kerabatnya juga untuk datang kerumah Tiara. Sebenarnya Mama Aisyah sudah berusaha untuk membujuk suaminya namun hingga kini belum berhasil. Rombongan keluarga Kevin akhirnya masih tetap berangkat meskipun tanpa Pak Rudi, Ayah Kevin.
Sesampainya dirumah Tiara, Alhamdulillah keluarga Kevin disambut dengan baik. Mama Aisyah juga berusaha bersikap biasa saja dengan Bu Dian dan Pak Putra. Meskipun begitu, sesekali Pak Putra masih terlihat melihat Mama Aisyah dan tersenyum.
Pertemuan kali ini langsung membahas tentang acara pernikahan. Tanggal pernikahan Kevin dan Tiara juga sudah ditentukan. Kedua keluarga sudah sepakat jika pernikahannya akan diadakan setelah lebaran.
Mereka sengaja memilih waktu lebaran karena disaat itu semua keluarga banyak yang masih berkumpul dan cuti bersama juga lebih lama.
Pernikahan juga akan diadakan dirumah Tiara saja karena memang Ayah Kevin masih belum merestui mereka.
Kevin dan Tiara sesekali mencuri-curi pandang. Mereka terlihat begitu bahagia.
Setelah acara selesai, rombongan keluarga Kevin bergegas pulang. Malam ini Kevin menginap dirumah Mamanya. Terlihat Pak Rudi yang sedang asyik menonton TV diruang keluarga, namun sedikipun beliau tidak menoleh. Kevin bergegas masuk kamar dan menutup pintu kamarnya.
Sementara itu Tiara yang sangat bahagia dengan pertunangannya hari ini hingga membuatnya tak bisa tidur. Meskipun sederhana namun acara ini adalah acara yang sudah ditunggu dari tahun-tahun yang lalu.
Kring..... kring.... kring.....
Suara handphonen Tiara yang berbunyi sangat keras, menyadarkan Dia dari lamunan.
"Assalamualaikum Ra", ucap Kevin.
"Waalaikumsalam Mas, kamu kok belum tidur", tanya Tiara.
"Belum Ra, masih sibuk mikirin kamu. Aku sudah nggak sabar ingin menikahi kamu Ra".
"Iyah Mas. Oh ya Mas, tadi Aku kok tidak lihat ayah kamu?".
"Maaf Ra, Ayah tadi tidak bisa ikut. Sebenarnya Beliau masih belum merestui hubungan kita".
"Lalu bagaimana Mas?".
"Ya sudah, Aku akan tetap menikahi kamu meskipun tanpa restunya. Yang penting Mama dan wali nikah kamu sudah merustui kita".
__ADS_1
"Tapi Mas....... ".