
Hari ini adalah resepsi pernikahan Tiara dan Kevin. Tiara menggelar pesta sederhana dirumah Tiara diSurabaya, karena kebanyakan temannya memang dari Jogja.
Pagi ini acara dimulai hingga jam empat sore. Tiara keluar dan didampingi ayah dan Ibu untuk menyambut kedatangan Kevin yang tadi dikawal dari rumah tetangga. Karena sebenarnya pernikahan ini tidak pakai iring-iringan pengantin. Sesi ini hanya untuk pengambilan video saja.
Pak Rudi memang masih belum menerima Tiara sebagai menantunya, namun Mama Aisyah serta Nindi dan suaminya tetap ikut datang.
Setelah beberapa sesi yang melahkan, akhirnya Tiara duduk dengan Kevin.
Tiara dan Kevin sibuk menyalami tamu yang datang dan berfoto bersama. Rasanya seperti sehari jadi artis idola, gumam Tiara.
Akhirnya perias pengantin mengajak Tiara dan Kevin berganti baju dikamar. Mama Dian juga mengambilkan mereka makan.
Mama memang yang terbaik, tahu saja jika anaknya kelaparan, gumam Tiara.
"Ra kamu seperti orang tidak makan seminggu saja", ucap Kevin
"Lapar tahu Mas, tadi pagi Aku juga belum makan. hanya duduk di pelaminan itu menguras tenaga Mas", jawab Tiara.
"yang paling menguras tenaga, hati dan pikiran itu cinta yang bertahun-tahun tak tersampaikan ha... ha.... ha....".
"Preett..... itu semua kan salah kamu Mas. sudah meninggalkanku tanpa penjelasan sebelumnya".
"Lo itu kan karena sakit hati kamu akan dijodohkan".
"Iyah, maafkan Aku Ra. Aku yang salah".
Tiara dan Kevin kembali kepelaminan karena banyak sekali tamu Ayah dan Mamanya Tiara. Tamu Kevin dan Tiara hanya beberapa saja.
Hingga sore hari masih banyak sekali tamu yang berdatangan padahal undangannya hanya sampai jam empat sore.
Terdengar suara Adzan Magrib, Tiara dan Kevin kembali menuju kamar. Senang sekali acaranya akhirnya selesai juga. Namun masih ada beberapa tamu Ayah Putra yang masih berdatangan.
Kali ini Tiara dan Kevin benar-benar berdua dikamar. Tiara mulai melepaskan aksesoris dan baju pengantin yang tadi dikenakannya. Sedangkan Kevin sibuk menatap Tiara dengan senyumannya yang menggoda.
"Sholat Mas, jangan lihatin Aku, sana keluar dulu Aku mau ganti baju", Ucap Tiara.
"Lo kita kan sudah halal Ra. Aku melihatmu t******** juga nggak berdosa kan", jawab Kevin.
"Iyah tapi aku malu jika kamu lihat. Ayolah keluar dulu Mas. Kamu sholat duluan, aku mau menghapus make-up dulu".
Akhirnya Kevin keluar juga. Setelah sholat mereka makan dulu. Meskipun acara sudah selesai tapi Mama Dian dan Ayah masih sibuk menemui tamu-tamunya.
__ADS_1
Hingga malam hari, akhirnya Tiara dan Kevin bisa istirahat juga. Tiara menghampiri Kevin yang sedang menonton TV dikamar. Tiara berbaring disamping Kevin.
Tiara segera tidur dan menarik selimut. Kevin kemudian mematikan TV. Dia memeluk Tiara dari belakang. Rasanya geli sekali, gumam Tiara.
"Mas....Aku capek besok saja yah?", ucap Tiara.
"Iyah Aku juga capek sekali, meskipun sebenarnya pengen itu", jawab Kevin.
Tiara mencoba mengalihkan pembicaraan ke hal yang lainnya agar kevin tidak mengajakku malam pertama hari ini. Namun belum juga lima menit aku bercerita dia sudah tertidur sambil memelukku.
Apa Aku dianggap membaca dongeng sebelum tidur ya, kok dia langsung tertidur. Emang Nyebelin. gumam Tiara dalam hati.
...****************...
Malam selanjutnya setelah malam sebelumnya Tiara bisa menghindari kegarangan Kevin.
Tiara terbangun dari tidur ketika Kevin memeluk dan menc*****nya. Tiara benar-benar kaget saat itu.
"Maaf sayang membuatmu terbangun", ucap Kevin.
"Kamu mau apa Mas. Ngapain kamu nggak pakai baju, dingin tau", tanya Tiara.
Kevin memeluk Tiara dengan begitu erat. Terasa ada sesuatu yang menonjol dan bergerak. Astaga ini benar-benar membuatku takut, gumam Tiara.
"Mas, aku capek sekali besok saja yah. Aku masih belum terbiasa ada kamu tidur disebelahku".
"La terus Mas harus tidur dimana Ra?".
"Ya disini tapi kamu diam saja jangan bergerak-gerak".
"Aku kan hidup masa' tidak boleh bergerak Ra".
"Ya maksudnya yang itu jangan ikutan gerak. Aku geli tahu".
Setelah perdebatan panjang akhirnya Kevin mengalah juga. Kita memutuskan untuk tidur malam ini. Entah besok-besok Tiara harus pandai mencari alasan untuk menghindar.
grekkk...grekk...grekk....
getar alarm Handphone Kevin berbunyi begitu keras.
Tiara terbangun untuk mematikannya. Namun ternyata sudah subuh. Tiara memutuskan untuk mandi dan sholat subuh. Setelah selesai Tiara kembali lagi kekamar namun terlihat ternyata Kevin sudah bangun namun tetap berselimut.
__ADS_1
"Ra sini duduk disebelahku. Aku ingin bicara", ucap Kevin.
Tiara menganggukan kepalanya dan duduk disamping Kevin, Namun tiba-tiba Kevin menyelimuti Tiara dan naik keatasnya.
Sungguh aku terhimpit badan Mas Kevin yang begitu kekar dan membuatku sulit untuk bisa bergerak, gumam Tiara.
"Mas.... Kamu mau ngapain, kok nggak pakai ****** *****", ucap Tiara.
Namun Kevin hanya tersenyum dan terus melakukan perbuatannya.
"Mas, sakit Mas, hentikan", ucap Tiara sambil menangis.
Kevin yang melihat Tiara menangis, akhirnya segera menghentikan perbuatannya itu.
"Maafkan Aku Ra", ucap Kevin sambil menenangkan Tiara.
"Sakit sekali Mas".
Tiara berdiri dengan perlahan, namun tiba-tiba sebuah darah menetes dikakinya.
"Ra, Aku sudah berhasil", ucap Kevin.
"Maksudnya apa Mas?".
"Aku sudah menjebol gawangmu. lihatlah kakimu ada darah yang menetes".
Tiara menangis dan menjatuhkan dirinya dikasur. Dia menutup wajahnya dengan bantal agar tangisannya tidak terlalu terdengar.
Kevin memeluk Tiara dan mencoba menenangkannya.
"Enggak apa-apa Ra, itu tandanya kamu masih pera***".
"Bukan karena itu Mas, tapi rasanya sakit sekali. Aku kan belum siap tapi kamu sudah membobol habis".
"Nggak Ra, barusan hanya masuk separuh kok".
"Ha separuh kamu bilang Mas???? gimana rasanya jika masuk semua?".
Tega sekali Mas Kevin denganku. Dia benar-benar melakukan itu pagi ini. Rasanya sakit sekali tak ada enak-enaknya sama sekali yang ada hanya rasa sakit hingga darah tumpah diatas tempat tidur dan lantai, gumam Tiara.
Sejenak Tiara tertegun memandang Kevin, Dia membayangkan bagaimana jika milik Mas Kevin masuk semua.
__ADS_1