Singgah Tanpa Sengaja

Singgah Tanpa Sengaja
Dirawat Dirumah Sakit


__ADS_3

"Sayang ayo makan dulu, Aku Suapin", ucap Kevin.


"Handphoneku mana Mas", tanya Tiara.


"Itu ada ditas".


Kevin mengambil handphone yang berada di tasnya dan memberikannya kepada Tiara.


Tiara membuka handphonennya, ternyata banyak sekali panggilan tak terjawab dan sebuah pesan masuk dari mbak Pipit temanku saat Aku ngekos dulu, Dia juga pernah datang dipesta pernikahanku.


Mbak Pipit mengirimkan sebuah pesan foto, mungkin karena Aku tidak mengangkat panggilannya.


Tiara membuka foto itu sambil sesekali menerima suapan dari Kevin. Tiba-tiba Tiara meneteskan air matanya.


"Ra, kamu kenapa kok menangis? mana yang sakit sayang?", tanya Kevin.


Astaghfirullah kenapa Mas Kevin masih berhubungan dengan Kania, gumam Tiara.


Tiara hanya diam saja, sambil sesekali memandang wajah Kevin.


Mbak Pipit memang dulu dekat denganku. Aku juga pernah curhat tentang Kania kepada mbak Pipit saat aku masih berpacaran dengan Mas Kevin.


"Mas, kamu semalam nongkrong sama siapa kok lama?", tanya Tiara.


"Sama Pak Bayu dan yang lainnya", jawab Kevin.


"Cowok semua?".


Mas Kevin hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Kenapa kamu bohong Mas?", tanya Tiara.


"Bohong tentang apa Ra?".


Tiara masih meneteskan air matanya. Namun obrolan itu terhenti ketika tiba-tiba Dokter datang untuk memeriksa Tiara.


Tiara mencoba memejamkan matanya, namun tiba-tiba dokter itu bertanya kepada Tiara.


"Mbak gimana sudah enakan?", tanya seorang dokter.


Tiara membuka matanya dan memandang Dokter itu dengan kaget.


Astaghfirullah kenapa harus Dokter Alvin yang memeriksaku, gumam Tiara.


Tiara hanya menganggukan kepalanya sambil memalingkan wajahnya.


Sementara itu Kevin menjelaskan kepada Dokter Alvin jika Istrinya sedang hamil. Kevin meminta dokter Alvin untuk memberikan obat yang sesuai untuk ibu hamil.

__ADS_1


Tiba-tiba Dokter Alvin tersenyum dan mengucapkan selamat kepada Tiara. Namun Tiara hanya menganggukkan kepalanya sambil menatap wajah Dokter Alvin.


Setelah selesai memeriksa Dokter Alvin dan asistennya segera pergi. Kevin melanjut pembicaraan itu saat Dokter Alvin pergi.


"Ra, kamu kenapa sih. apa yang kamu pikirkan?", tanya Kevin.


Tiara menatap Kevin dengan penuh amarah, ingin sekali dia mengungkapkannya namun kepalanya semakin terasa pusing ketika harus berbicara keras.


"Sayang jawab aku?, ucap Kevin sekali lagi.


Tiara meneteskan air matanya sekali lagi. Tiara membuka galeri di handphonennya dan menunjukan sebuah foto kepada Kevin.


"Ra, ini tidak seperti yang kamu pikirkan. Aku dan Kania tidak ada hubungan apa-apa. Aku hanya membantunya agar kembali ke pak Bayu".


Tiara semakin menangis mendengar penjelasan Kevin. kepalanya semakin pusing. Tiara memegang kepalanya sambil terus menangis. Kevin menghentikan obrolan itu dan segera memanggil dokter.


Tak lama Dokter Alvin datang menghampirinya.


"Kamu kenapa Ra", ucap Dokter Alvin.


Tiara masih terus mengeluh kesakitan sambil memegang kepalanya. Akhirnya asisten dokter Alvin menyuntikkan obat penenang kepada Tiara.


Perlahan Tiara mulai sedikit tenang, dan mulai tertidur lelap. Kevin yang melihat Tiara seperti itu, akhirnya meneteskan air matanya.


Kevin duduk disamping Tiara dan mengelus-elus kepala Tiara.


Maafkan Aku Ra, Aku tidak bermaksud membohongi kamu, gumam Kevin.


Hingga sore hari Kevin masih duduk disamping Tiara, dia tak hentinya memandang wajah cantik Tiara.


Tiara terbangun saat dokter alvin datang dijam delapan malam, namun kali ini Tiara sudah sedikit lebih tenang. Tiara memandang wajah Kevin yang sangat khawatir dengan keadaannya.


Tiara masih terdiam malam ini, Kevin hanya mampu memandang wajah Tiara.


Ingin rasanya Aku menjelaskan semuanya tapi Aku takut kamu makin merasa sakit. Maafkan Aku Ra, gumam Kevin.


Kevin duduk disofa dan menyalakan TV yang ada didepannya. Dia sebenarnya bingung, apa yang harus dilakukannya sekarang. Kevin hanya mengganti Chanel TV beberapa kali. Pikirannya sedang kacau.


kring.... kring.... kring......


Dering handphone Kevin berbunyi begitu keras. Tiara langsung menatap Kevin dengan sinis.


Pasti dari Kania, tega sekali kamu Mas. Aku terbaring lemas kamu hanya enak-enakan dengan Kania. Tak ada niatan baik untuk menjelaskan, Kamu hanya diam saja. Berarti semua pikiranku itu benar. Tiara terus bermonolog dengan dirinya.


"Assalamualaikum Bu, ada apa?", ucap Kevin saat mengangkat Telepon.


"Waalaikumsalam, kamu lagi dimana Nak. Mama sekarang ada dirumah kamu tapi kok sepi", tanya Mama Aisyah.

__ADS_1


"Ini lagi dirumah sakit Ma, Tiara sakit. Kemaren sore Ku bawa kesini".


"Lo sakit apa Vin, gitu Mama tidak dikasih tahu. Ya sudah Mama kesana. Sekarang dirumah sakit mana?".


"Besok saja Ma, sekarang sudah malam. Besok pagi tolong gantikan jaga Tiara sebentar ya Ma, Aku harus bekerja".


"Ini Mama diantar adik kamu. Ya sudah besok setelah sholat subuh Mama langsung kesana".


"Iyah Ma terimakasih. Assalamualaikum".


"waalaikumsalam".


Kevin menutup teleponnya dan memandang wajah Tiara. Dia masih diam saja, hanya pandangan sinis yang selalu ditujukan kepada Kevin.


Kevin mendekati Tiara dan duduk disampingnya namun Tiara berusaha memalingkan wajahnya.


"Sayang, kamu mau makan apa. Aku belikan?", ucap Kevin.


Tiara masih saja diam, Dia hanya menggelengkan kepalanya.


"Ra, dengarkan Aku dulu. Setelah gagal menikah denganku, Kania akhirnya Aku jodohkan dengan Pak Bayu, dia teman kerjaku. Alhamdulillah keduanya akhirnya saling mencintai dan memutuskan untuk menikah.


Aku memang sengaja menjodohkan mereka Ra. Karena waktu itu yang ada di hatiku hanya kamu. Aku tak bisa melihat wanita lain selain kamu Ra", ucap Kevin.


"Lalu kenapa sekarang kamu bisa melihat Kania, apa sudah mulai cinta Mas", sahut Tiara.


"Ra, Kania dan Pak Bayu kini sedang ada masalah. Mereka belum memiliki keturunan hingga membuat mereka sering bertengkar dan Pak Bayu juga sering pulang terlambat. Foto yang kamu lihat kemaren itu sebenarnya kita bertiga namun Pak Bayu memang belum datang. Aku tidak berduaan dengan Kania Ra.


Hanya kamu wanita yang Aku cintai Ra".


"Lalu sejak kapan Pak Jikun itu perempuan?".


"Maaf Ra, Aku memang salah. Sebenarnya Pak Jikun itu Kania. Aku hanya takut jika aku tulis Kania kamu akan marah dan berpikir yang tidak-tidak".


"Lalu jika ketahuan apa tidak malah menyakitkan Mas. Waktu itu kan Aku sudah bilang ke kamu tapi kamu tidak mau jujur Mas".


"Iyah maafkan Aku, Mas memang salah Ra. Aku janji akan selalu jujur dengan kamu Ra".


"Sudahlah Mas, biarkan Aku sendiri saja. Seluruh tubuhku sudah merasa sakit saat ini. Aku hanya ingin tidur saat ini".


Tiara menutup kepalanya dengan bantal, Dia tidak mau mendengar perkataan Kevin lagi.


Sementara itu Kevin kembali lagi tidur disofa, Dia mencoba memejamkan matanya. Namun tak lama Kevin bediri dan berjalan keluar.


Tiara yang belum tidur mengintip Kevin yang keluar dari kamarnya.


Kevin berjalan melewati lorong rumah sakit. Dia menuju ke sebuah warung kopi didekat rumah sakit. Dia membeli segelas kopi untuk menghilangkan rasa suntuknya.

__ADS_1


Setelah satu jam, akhirnya Kevin kembali ke kamar. Kevin melihat Tiara sudah tertidur lelap. Kevin menghampirinya dan mencium kening Tiara dan berkata.


"Aku sayang sama kamu Ra. maafkan Aku".


__ADS_2