
Kulihat sebuah pesan masuk dihandphoneku yang berbunyi pagi-pagi sekali.
"Assalamualaikum kak, Praktek diklinik hari ini pagi apa sore", ucap Nindi.
"Sore Nin, kenapa?", jawab Tiara.
"Nggak apa-apa Kak. Jangan lupa besok ikut seminar yah, Aku udah request ke panitia biar bisa sekamar dengan kak Tiara".
"Iyah Nin, Aku sudah daftar kok".
Semenjak Tiara datang ke pesta pernikahan Nindi, kini mereka semakin dekat. Nindi mulai sering mengirimkan pesan kepada Tiara.
Sore ini Tiara berangkat lebih awal, karena biasanya sudah banyak pasien yang sudah mengantri. Selain itu Tiara tidak ingin pulang terlalu larut malam.
Meskipun kini kontrakan Tiara lebih dekat dengan klinik tempat Dia bekerja, namun Tiara belum pernah sekalipun bertemu atau berpapasan dengan Kevin yang rumahnya juga tak jauh dari kontrakan Tiara.
Sesampainya diklinik Aku langsung menangani pasien, karena sudah ada beberapa yang mengantri.
Hari ini tidak terlalu ramai tidak sesuai ekspektasiku, gumam Tiara.
Tepat jam 20.30 wib, Tiara memutuskan untuk pulang, karena besok dia persiapan untuk pelatihan dan seminar. Tiara juga sudah ijin ke Dokter Andi.
Setelah berganti baju Tiara segera menuju keparkiran untuk mengambil motor. Dari kejauhan ada seseorang duduk dimotor Tiara. Sejenak Dia berhenti, sempat terpikir itu Kevin. Namun setelah didekati ternyata seorang pria yang sedang menelpon.
Astaga mengapa Aku masih mengharapkan kehadiran mas Kevin, gumam Tiara.
Tiara mengambil motornya dan melaju perlahan.ke pintu gerbang, namun tiba-tiba Dia mengerem motornya karena tiba-tiba mobil berhenti dan menutup pintu gerbang.
tin.... tin..... tin...
Tiara membunyikan klakson motornya.
Akhirnya pengemudi motor itu keluar dan tersenyum kepada Tiara. Sungguh senyumnya begitu manis. Sejenak membekukan tubuh Tiara, hanya jantungnya yang terus berdetak begitu kencang.
"Ra, Apa kabar kamu?", ucap Kevin.
"Baik Mas, kamu ngapain disini. Jika mau periksa langsung ke UGD saja, Praktek hari ini sudah selesai, Aku mau pulang", jawab Tiara.
"Ikut Aku sebentar, Aku ingin bicara".
"Tapi Aku mau pulang Mas, mungkin lain kali saja".
"Tolong Ra, sebentar saja".
"Baik tapi disini saja, tolong majukan mobilnya dulu".
Kevin memajukan mobilnya dan Tiara berdiri didekat pintu Masuk. Tak lama Kevin keluar dan mengajak Tiara untuk ngobrol didalam mobil.
__ADS_1
"Mbak Tiara......", Ucap Mbak Sari.
"Iyah ada apa mbak?", jawab Tiara.
"Jika berkenan, ada satu pasien yang barusan datang. Kasihan dia sudah sangat tua".
"Oh Iyah mbak, Sebentar setelah ini saya kesana".
Tiara berjalan menghampiri Kevin dan berkata, "Mas, maaf barusan kamu dengar kan? Ada pasien dadakan. Mungkin lain kali saja yah".
"Aku tunggu yah?, tanya Kevin.
"Tidak usah Mas, mungkin Aku lama".
Tiara berjalan meninggalkan Kevin, Sebenarnya Dia masih sangat mencintai Kevin namun Dia berusaha untuk bersikap biasa saja.
Setelah selesai memeriksa pasien Tiara duduk sejenak diruang tunggu. Kini perasaannya campur aduk.
Astaghfirullah..... Rasanya ingin sekali Aku bertemu lagi dan mengobrol dengan Mas Kevin. Namun jika dekat dengannya hanya rasa sakit yang kurasakan. Mas Kevin yang menjauhiku terlebih dulu. Dia menghilang tanpa memberiku penjelasan. Ayo Ra lupakan Mas Kevin, masih banyak laki-laki baik diluar. Tiara terus bermonolog dengan dirinya.
Tiara berjalan menuju keparkiran dan mengambil motornya. Namun Dia tak melihat Kevin lagi disan. Dia begitu kecewa karena Kevin tidak memperjuangkannya lagi.
Segini saja cintamu Mas. Hanya karena Aku tak memperbolehkan kami menunggu, kamu benar-benar pergi. Seharusnya kamu jangan pergi Mas, gumam Tiara.
Hingga malam hari, Tiara masih termenung menatap langit-langit kamar. Dia masih memikirkan Kevin.
Maafkan Aku Ra, Aku memang salah karena meninggalkan kamu waktu itu. Seharusnya Aku mendengar perkataanmu, gumam Kevin.
...****************...
Hari ini Aku bersiap mengikuti pelatihan dan seminar kedokteran disebuah hotel. Dua jam lagi Aku akan berangkat menuju kehotel Indah.
Setelah semua persiapan selesai, Tiara segera berangkat dengan menggunakan motornya.
Sesampainya dihotel, Tiara bergegas menuju kepanitia penyelenggara untuk mendaftar ulang dan mengambil kunci kamar.
Setelah Selesai Tiara masih menunggu di loby, Dia berharap teman-teman seangkatannya juga ikut dan pelatihan ini.
Sementara itu Kevin yang sedang mengantar Nindi, tak sengaja melihat Tiara.
"Nin, apa itu Tiara yang duduk diloby", ucap Kevin.
"Iyah Kak, mungkin Dia sedang menungguku, karena kita janjian untuk sekamar", ucap Nindi.
"Salam yah Nin".
"Nggak ah, kamu bilang saja sendiri. Kamu kan libur hari ini kak. Bukannya besok juga masuk sore".
__ADS_1
"Besok siang kamu, kakak jemput deh. Bialng suamimu keluar kotanya yang lama".
"Ih males ah, Aku kan pengantin baru he... he.... he.....".
Kevin dan Tiara memang tidak sengaja bertemu dihotel Indah. Nindi memang tak bercerita sebelumnya.
Tiba-tiba terbesit dibenak Kevin untuk menginap dihotel ini juga. Kevin memarkirkan mobilnya dan duduk ditaman, menunggu Nindi dan Tiara masuk.
Setelah cek in semalam, Kevin bergegas menuju kekamar hotel. Dia duduk dan menunggu kegiatannya selesai. Bahkan Kevin juga sempat meminta jadwal acara kepada Nindi. Tanpa rasa curiga nindi memberikan jadwal itu kepada kakaknya.
Setelah bosan terus berada dikamar, Akhirnya Kevin menuju ke restauran untuk makan dan ngopi. Kevin berharap Tiara akan keluar dan ngopi disini.
Hingga larut malam Kevin masih berada direstaurant ini. Dia terus menambah kopi dan cemilan, Dia sangat berharap Tiara benar-benar datang ke restaurant malam ini.
Sementara itu, setelah acara selesai. Tiara mengajak Nindi untuk ngopi namun Nindi menolak karena Dia sedang program hamil.
Akhirnya Tiara pergi sendiri untuk membeli kopi direstaurant hotel. Tiara berjalan melewati loby, namun langkahnya sedikit terhenti ketika Dia melihat Kevin sedang ngopi.
Apa itu Mas Kevin yah, lalu ngapain Dia disini malam-malam. Ah bukan urusanku juga. gumam Tiara.
Tiara melangkah kembali untuk memesan segelas kopi susu. Dia masih berpura-pura untuk tidak melihat Kevin.
Sementara itu Kevin tersenyum sumringah karena melihat kedatangan Tiara.
Doa Kevin terkabulkan, Mereka akhirnya bertemu direstaurant hotel malam ini. Awalnya mereka tak saling bertegur sapa namun kekuatan cinta mereka yang telah lama tak bertemu membuat mereka menyatu.
"Ra, Tiara", ucap Kevin sambil melambaikan tangannya.
Tiara tersenyum dari kejauhan. Dia menganggukan kepalanya.
Kevin berusaha menghampiri Tiara.
"Ra, duduk sama Aku yuk", ucap Kevin
"Iyah Mas", jawab Tiara.
Tiara sungguh deg deg an malam ini, rasa cintanya kepada Kevin membuat has***nya naik.
"Kamu ngapain Mas malam-malam dihotel", ucap Tiara.
"Aku menunggumu dari tadi siang", jawab Kevin.
"Lo kenapa Mas".
"Aku tadi melihat kamu saat mengantar Nindi, jadi aku memutuskan untuk menginap disini".
Tiara tersenyum, dia sangat senang mendengar ucapan Kevin barusan.
__ADS_1