
Karena malu dilihat orang saat terus mengobrol hingga larut malam, akhirnya Kevin mengajak Tiara masuk ke kamar hotel. Disana mereka saling melepas Rindu, mereka mencurahkan segala ha**at mereka.
Umur mereka memang tak lagi muda. Mereka saling bercerita mengapa tak kunjung menikah.
"Tiara, mengapa kamu belum menikah?", tanya Kevin.
"Lalu kamu juga kenapa belum menikah Mas?", ucap Tiara.
"Aku tak bisa melupakanmu Ra. Bahkan ketika dihadapkan seratus wanita cantik yang Aku lihat cuma wajah kamu".
"Lalu kenapa waktu itu kamu meninggalkan Aku Mas, disaat Aku berjuang untuk menolak perjodohan kamu malah menghilang".
"Iyah Ra, maafkan Aku. Waktu itu Aku sudah tidak sanggup berpikir jernih, rasanya kehilangan dirimu sungguh berat bagiku Ra. Aku pergi karena tak mau berlarut-larut dalam kesedihan".
"Sama Mas. Aku juga tidak pernah bisa melupakanmu. Kamu meninggalkanku tanpa perasaan hingga setiap malam Aku terus menangis, meratapi perjuangan cinta yang sia-sia.
"Kumohon Ra, maafkan Aku. Sekarang Aku janji akan berjuang, bahkan menikah saat ini juga, Aku Mau".
"Tapi cinta kita tidak akan direstui Mas. Kita nikah secara agama saja Mas".
"Tapi Ra. itu bukan jalan yang terbaik".
"Ya sudah Mas, jika kamu tak mencintaiku kali ini Aku akan menerima perjodohan dari orang tuaku lagi".
Tiara berjalan menuju pintu, namun Kevin menahannya. Kevin memeluk Tiara begitu kuat, hingga membuat mereka Berc***an. Mereka sudah tak bisa menahan Has*** lagi. Ini pertama kalinya mereka melakukan ci****.
Kevin dan Tiara menjatuhkan diri dikasur.
"Mas, Ham*** Aku. mungkin dengan cara itu orang tua kita merestui hubungan ini", ucap Tiara.
"Kamu yakin", tanya Kevin
"Yakin Mas".
Kevin mulai melepaskan kaos namun Tiara masih berpakaian lengkap. ketika dia sudah berada diatas Tiara. Kevin sejenak terdiam melihat kecantikan Tiara.
Astaga sebenarnya Aku hanya mengetes cinta Mas Kevin, kenapa..... kenapa jadi beneran, gumam Tiara dalam hatinya.
Tiara yang memejamkan mata. sebenarnya sangat takut untuk melakukan ini. Kevin menjatuhkan dirinya diatas kasur.
"Kenapa kamu urungkan Mas?, tanya Tiara
"Ini salah Ra, Aku nggak mau menodai kamu. Aku sungguh mencintaimu. Maafkan Aku Ra. Aku akan memintamu secara baik-baik kepada orang tuamu sekali lagi".
Tiara tersenyum dan terus bermonolog dalam hatinya. Alhamdulillah Mas Kevin ternyata laki-laki baik-baik, Sungguh perbuatan barusan sangat menakutkan.
"Tak salah jika Aku selalu menantimu Mas. Kamu memang laki-laki yang baik" ucap Tiara
Hubungan mereka akhirnya terjalin kembali. Tiara melihat sudah jam satu malam, Dia memutuskan kembali ke kamar bersama Nindi.
Beruntung ketika sudah tiba dikamar Nindi sudah tidur, jadi Tiara tidak perlu menjelaskan kemana Dia pergi.
__ADS_1
Tiara mulai tidur nyenyak hingga Subuh. Nindi membangunkan Tiara karena memang hari sudah mulai pagi. Nindi sudah selesai mandi dan sholat namun Tiara masih terlelap.
"Kak, bangun...... bangun kak sudah pagi. Ayo sarapan dulu", ucap Nindi.
"Iyah Nin, Aku mandi dan sholat dulu", jawab Tiara.
Setelah selesai Tiara dan Nindi bergegas menuju ke restauran untuk sarapan pagi bersama.
Tiara tersenyum karena dari kejauhan terlihat Kevin yang juga sarapan pagi.
Tiara duduk menghadap kearah Kevin. Sementara Nindi penasaran kenapa Tiara terus tersenyum tanpa sepatah katapun.
"Kak, kamu semalam balik jam berapa? Aku kok nggak tahu kamu datang", ucap Nindi.
"Mungkin sekitar jam satu, kamu sudah tidur nyenyak", jawab Tiara.
"La kamu itu ngapain saja, ngopi hingga jam segitu. Padahal Aku mau membahas tentang Mas Kevin".
"Itu lihat dibelakang kamu, Dia yang mengajakku ngobrol hingga pagi".
"Ha.......???? ngapain kak Kevin disini. Berarti kak Kevin nginep juga donk dihotel ini?".
"Iyah nanti kamu tanya saja".
"Emang sudah gila kak Kevin itu. Jadi kalian sudah baikkan nih kak?".
Tiara tersenyum dan menjawab, "Iyah Nin".
Setelah selesai sarapan pagi Tiara dan Nindi bergegas kembali keruang seminar. Tinggal satu kegiatan lagi, dan nanti akan ditutup dijam dua belas siang.
Acara dimulai tepat pukul 08.00 wib. Pengisi acara mulai berjalan memasuki tempat duduk paling depan.
Astaghfirullah kenapa yang mengisi materi terakhir ternyata Dokter Alvin dan Dokter Naura, gumam Tiara.
Tiara mengambil jadwal kegiatan yang diberikan panitia ternyata benar, pengisi acara terakhir adalah Dokter Alvin dan Dokter Naura.
Semoga saja Dia tidak melihatku, gumam Tiara.
Setelah acara selesai Tiara dan Nindi mempersiapkan untuk pulang namun sebelum pulang mereka mendapatkan gratis makan siang.
Nindi memtuskan untuk langsung pulang, sementara Tiara pergi ke restauran untuk makan siang dulu.
Lumayan makan siangnya gratis, dasar anak kos, gumam Tiara sambil tersenyum sendirian.
Setelah mengambil makan, Tiara duduk didekat taman. Meskipun sendiri Tiara masih tetap menikmati.
"Boleh duduk disini Mbak", tanya seorang Pria.
Tiara spontan menoleh ke arah pria tersebut. Tiara sejenak terdiam menatap wajah pria itu.
Astaghfirullah...... Kenapa harus Dokter Alvin, gumam Tiara.
__ADS_1
"Boleh silahkan, saya juga sudah selesai", ucap Tiara.
Tiara berdiri, meskipun makanannya belum habis namun Tiara ingin lekas menghindari Dokter Alvin.
"Ra, tunggu lah. Aku hanya ingin mengobrol saja", ucap Dokter Alvin.
"Tidak enak dilihat banyak orang, apalagi kamu sudah menikah kan dengan Dokter Naura".
"Permisi Dok, saya duluan".
"Ra tunggu". Dokter Alvin menggegam tangan Tiara.
"Mas, lepas malu dilihat banyak orang".
"Jika begitu, kamu duduk dulu temani saya makan".
Tiara terpaksa duduk berhadapan dengan Dokter Alvin.
"Sudah cepat makannya, saya buru-buru".
Dokter Alvin makan perlahan sambil memandangi Tiara.
"Ra, sampai saat ini Aku belum pernah menyentuh Naura. Bahkan barusan Naura sudah pulang duluan, kita memang bawa mobil sendiri-sendiri".
"Ya, sudah Mas, bodo amatlah. Lagian Aku sudah punya pacar".
"Ha... ha... ha... lalu kenapa hingga saat ini kamu belum menikah Ra".
"Itu urusanku Mas, bukan urusan kamu".
Tiara berdiri dan bergegas pergi dan menuju ke parkiran motor. Tiara lalu melajukan motornya dengan cepat karena takut Dokter Alvin akan mengejarnya.
Tiara langsung menuju ke klinik Dokter Andi karena kemaren dia sudah libur. Sebenarnya dia sudah ijin dua hari namun Tiara kasihan jika pasiennya harus berobat ketempat lain.
Sesampainya disana Tiara beristirahat sebentar, mencoba merebahkan tubuhnya diruang istirahat petugas.
Alhamdulillah...... akhirnya bisa rebahan sejenak, gumam Tiara.
kring..... kring..... kring.....
Dering handphone Tiara berbunyi begitu keras hingga menyadarkan Tiara yang baru saja tertidur.
Tiara melihat handphonennya dan tersenyum. Ternyata sebuah telepon dari Kevin.
"Assalamualaikum Mas, ada apa?", ucap Tiara.
"Waalaikumsalam, enggak apa-apa Ra, kangen saja. Kamu sudah sampai dirumah?", tanya Kevin.
"Aku langsung ke klinik Mas, ini barusan sampai. Istirahat sejenak", jawab Tiara.
Tiara dan Kevin mengobrol hingga hampir satu jam, Mereka mulai jatuh cinta kembali seperti anak SMA. Mereka tak sadar jika umur mereka sudah tak lagi muda.
__ADS_1