
"Aku mencintaimu Ra, kita kawin lari saja", ucap Kevin.
"Tidak Mas, Apa kata orang nanti. Sudahlah Aku ikhlas Mas jika kamu menikahi perempuan pilihan Ayahmu. Terima saja perjodohan itu Mas", jawab Tiara.
"Jika Ayahmu dulu jadi gila karena sangat mencintai Mama ku, mungkin saat ini itu yang Aku rasakan Ra. Otakku sudah tak bisa berpikir apapun, setiap mengingatmu hanya rasa ingin memiliki dan rasa sakit yang ada".
"Tapi Mas, orang tuaku juga tidak mungkin akan merestui hubungan kita".
"Lebaran ini Aku akan memintamu lagi kepada Ayahmu. Jika Ibuku saja bisa luluh karena kebaikan kamu, mungkin Ayah mu juga bisa".
"Iyah semoga saja Mas, nanti kita pulang kampung bersama saja tapi Ayah kamu gimana Mas. Dia orang paling membenci Ayahku".
"Semoga saja beliau mau merestui kita, seiring berjalannya waktu".
"ehemm..... ehemmm", ucap Nindi yang tiba-tiba datang menghampiri.
"Ah kamu itu mengganggu saja Dek", ucap Kevin.
"Lo ini kan berkat jasaku juga, akhirnya kalian baikan lagi. Ayo kita balik, kasihan Mama", jawab Nindi.
Mereka bergegas meninggalkan kafe dan menuju ke klinik. Sesampainya di klinik Kevin dan Nindi langsung menuju kekamar Mama Aisyah sedangkan Tiara langsung menuju keruanganya, karena Dia bersiap untuk praktek.
Tiara menuju ke bagian pendaftaran, Dia menanyakan jumlah pendaftar hari ini, ternyata banyak sekali.
Tiara menghela nafas. Banyak sekali, bisa-bisa sampai jam dua belas malam, gumam Tiara.
Tiara masuk kembali keruanganya karena pasien pertama sudah datang.
Satu persatu pasien mulai berdatangan. Sesekali Tiara melihat jam dinding diruang prakteknya. Sudah jam delapan malam tapi pasien masih banyak yang mengantri. Tiara masih menghela nafas panjang karena lelah bercampur lapar.
Tiara menatap jam dinding lagi, terlihat sudah jam sepuluh malam.
"Mbak, tinggal berapa pasien?", tanya Tiara
"Tinggal tiga", jawab Mbak Puspa.
"Alhamdulillah Akhirnya sebentar lagi selesai juga".
Semangat tinggal satu pasien lagi, gumam Tiara.
Mbak Puspa menyuruh pasien terakhir masuk, ternyata Dia bukan pasien melainkan Kevin yang dari tadi menunggu Tiara untuk keluar.
"Lo kamu Mas, ngapain ikut disini", ucap Tiara.
"Aku sakit bu dokter ingin disuntik cinta, bisa kan dok ha... ha.... ha...", ucap Kevin.
"Sini aku suntik beneran lho kamu Mas".
"Ayo kita cari makan di luar Ra, nanti Aku antar pulang sekalian".
"Mama kamu siapa yang jaga Mas. Aku juga sudah bawa motor".
"Ada Nindi yang jaga, Mama juga sudah tidur dari tadi. Besok Aku jemput berangkatnya".
"Okay sayang ayo, Aku juga lapar sekali Mas".
Kevin dan Tiara berjalan menyusuri malam, sesekali mereka juga mengobrol.
Alhamdulillah senang sekali malam ini bisa berduaan dengan Mas Kevin, gumam Tiara.
Sementara itu, Kevin juga memikirkan hal yang sama, Tiara melihat dari kaca spion motor, Kevin sesekali tersenyum.
__ADS_1
Akhirnya mereka berhenti disebuah warung makan pinggir jalan. Kevin dan Tiara memesan ayam goreng.
"Mas, ini pertama kali kita pergi ditengah malam. Senang sekali bisa menikmati kota Jogja dimalam hari, begitu sepi tak seperti biasanya", ucap Tiara.
"Iyah Aku juga senang bisa sama kamu he... he... he...", jawab Kevin.
"Andai kedua orang tuaku juga tinggal disini, mungkin mereka juga tidak akan membiarkan kita bersama".
"Sudahlah Ra, doain saja orang tuamu merestui kita. Ayo kita makan sudah datang nih".
Mereka segera menghabiskan makanannya karena sudah hampir jam satu malam. Setelah selesai makan mereka kembali menelusuri jalan menuju ke kos Tiara.
"Mas, ayam dan sambelnya tadi enak sekali. Lain kali ajak Aku kesitu yah Mas", ucap Tiara.
"Warung itu bukanya jam sembilan malam Ra biasanya tutup sekitar jam tiga".
"Kamu kok tahu Mas".
"Iyah kadang Aku disitu sama teman-teman saat patroli".
"Wah enak sekali yah bisa mampir-mampir".
Sesampainya didepan kos, Tiara berpamitan kepada Kevin. Tiara tersenyum memandang wajah tampan Kevin.
"Kenapa Ra, kamu melihatku seperti itu", ucap Kevin.
"Nggak apa-apa Mas, ternyata kamu tampan sekali", jawab Tiara.
"Udah dari lahir kalee Ra. Sudah masuk sana".
"Ih kepedean. Iyah hati-hati dijalan Mas. Aku sayang kamu Mas".
...****************...
Sore ini Tiara terburu-buru untuk segera berganti baju karena Kevin sudah menunggunya didepan kamar Kos.
"Ayo Mas, Aku sudah siap. Kamu kok masih pake seragam?", ucap Aisyah.
"Iyah ini tadi dari kantor langsung berangkat kesini".
Tiara dan Kevin berjalan berdampingan menuju ke mobil.
"Lo kok naik mobil Mas, tumben".
"Iyah, kata Ayah tadi ibu sudah boleh pulang".
"Oh, Alhamdulillah jika begitu".
Kevin melajukan mobilnya menuju ke klinik. Selama perjalanan mereka saling mengobrol dan bercanda.
Sesampainya diklinik Kevin mengajak Tiara untuk menemui Mama Aisyah terlebih dahulu.
"Ra, ikut menemui Mama dulu yah. Apa kamu nggak ingin berpamitan dulu", ucap Kevin.
"Iyah Mas, tapi nggak ada Om Rudi kan?", Tanya Tiara.
"Nggak ada, Ayah masih ada keperluan tadi, jadi Aku yang disuruh jemput".
Kevin dan Tiara berjalan menuju kekamar VIP.
Tok.... tok.... tok.....
__ADS_1
"Silahkan masuk Putri cantik", ucap Kevin.
"Preeetttt......", jawab Tiara.
"Assalamua.......lalaikum", ucap Tiara samabil terbata-bata.
Sejenak Tiara terdiam dan tak tahu harus melakukan apa........
Astaga itu kan Kania, wanita yang akan dijodohkan dengan Mas Kevin, gumam Tiara.
"Waalaikumsalam....."
"Ayo Ra masuk........
Kamu ngapain kesini Kania", ucap Kevin.
"Eh Mas Kevin sudah datang. Mau jemput Tante Mas. Tadi kata om Rudi, Tante Aisyah belum ada yang jemput. Ya sudah Aku jemput Mas", jawab Kania.
Tiara berdiri disamping Mama Aisyah. Mama Aisyah memandang Tiara dengan penuh rasa kasihan.
"Tante, sudah boleh pulang yah. jaga kesehatan dan banyak makan makanan sehat yah".
"Iyah Mbak Tiara".
"Saya pamit dulu Tante. Assalamualaikum".
"Waalaikumsalam".
Tiara keluar tanpa berpamitan kepada Kevin. Wajahnya yang tadinya ceria tiba-tiba berubah drastis.
"Itu siapa Tante", ucap Kania.
"Itu dokter disini, Tiara namanya".
"Oh, masih muda ya Te".
"Aku keluar sebentar Ma", ucap Kevin.
Kevin berlari keluar mencari Tiara, Dia seakan tahu perasaan Tiara saat ini. Kevin mencoba mencari diruangannya namun Tiara tidak berada disana.
"Mbak, Dokter Tiara kemana yah. Kok diruangannya tidak ada". ucap Kevin.
"Mungkin ketoilet Mas".
Kevin berjalan menuju Ketoilet, Dia menunggu didepan toilet hingga Tiara Keluar.
Sementara itu Tiara sedang menangis didalam toilet.
Astaghfirullah...... sakit sekali rasanya melihat wanita itu padahal Mas Kevin mencintaiku namun Aku takut jika orang tuanya terus memaksa Mas Kevin untuk menikahi Kania. Tiara terus bermonolog dengan dirinya sendiri
Setelah mencuci wajahnya Tiara keluar, Dia kanget ketika didepan kamar mandi sudah ada Mas Kevin.
"Ngapain kamu kesini Mas, Aku tidak apa-apa kok", ucap Tiara.
"Maafkan Aku Ra, aku benar-benar tidak tahu jika ada Kania didalam", jawab Kevin.
"Sudahlah Mas, Aku masuk dulu. Aku baik-baik saja kok".
Tiara berjalan dan bergegas menuju keruangannya.
Sementara itu, Kevin terus memandang Tiara dengan penuh perasaan bersalah.
__ADS_1