Singgah Tanpa Sengaja

Singgah Tanpa Sengaja
Rencana Pertunangan


__ADS_3

Malam ini Tiara berangkat menuju sebuah rumah makan bersama kedua orang tuanya.


Tiara dan Kevin memang sengaja merencanakan pertemuan ini, untuk membicarakan acara pertunangan mereka.


Tiara berangkat menggunakan taksi online. Sedangkan Kevin berangkat langsung bersama kedua orang tuanya.


Keluarga Kevin sampai terlebih dulu di sebuah rumah makan. Kevin bergegas memesankan makanan.


Tiga puluh menit sudah keluarga Kevin menunggu namun dari pihak keluarga Tiara belum juga datang.


Kevin mencoba menelpon mereka namun tak juga diangkat.


Tak lama terlihat Tiara dan orang tuanya berjalan menuju ketempat yang sudah Kevin pesan.


"Ma, itu Mas Kevin sama orang tuanya", ucap Tiara.


Tiara tersenyum melihat Kevin menyambutnya. Kini dua keluarga sudah benar-benar berkumpul.


Sesaat kedua orang tua Tiara dan Kevin tertegun, mereka saling menatap satu sama lain.


"Ma, Yah ini orang tua Tiara", ucap Kevin.


Mereka masih saja diam dengan saling menatap satu sama lain. Tiara ikut mengulangi perkataan Kevin.


"Mama, Ayah..... ini orang tuanya Mas Kevin", ucap Tiara.


Astaghfirullah apa salahku, kenapa anakku mencintai Tiara, anaknya Putra yang dulu pernah mengganggu kehidupanku, Mama Aisyah bermonolog sambil terus menatap wajah Putra dan Bu Dian.


Sementara itu Pak Putra juga sejenak berpikir dalam hatinya. Mengapa bisa Tiara bertemu dengan Kevin, anak dari seorang wanita yang dulu sangat kucintai.


Disisi lain Ayah Kevin terlihat berusaha untuk menahan emosinya.


Bu Dian hanya terdiam memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

__ADS_1


"Hai, kalian semua kenapa yah?. Ayo Kita duduk makanan sudah siap", ucap Kevin.


"Ayah Mama, kalian nggak apa-apa kan?. Ayo duduk", Tanya Tiara.


Akhirnya mereka semua duduk dimeja makan namun suasana masih tetap hening. Kevin dan Tiara saling menatap mereka tak tahu harus berbuat apa.


Setelah lama tanpa obrolan, akhirnya Kevin memulai percakapan.


"Om Tante, kira-kira kapan saya bisa melamar Tiara?Kita sudah siapa menikah, Iyah kan Ra?", ucap Kevin.


"Iyah Ma", jawab Tiara.


"Kita terserah kalian saja tapi apa orang tua kamu merestui kalian?", jawab Pak Putra.


"Tidak, Ayah tidak setuju Vin", jawab Pak Rudi


"Ayah bercanda kan?", tanya Kevin.


"Ayah serius Vin. Masih banyak perempuan yang lebih cantik daripada Tiara".


"Apa salah saya Om", sahut Tiara.


Bu Dian berusaha menenangkan Tiara. Air matanya juga ikut menentes mendengar penolakan terhadap putrinya.


"Ini urusan Kita, jangan hukum anak-anak atas kesalahan kita", sahut Pak Putra.


"Kita???? Bukannya kamu yang memulai duluan. Apa belum kapok kamu dipenjara dua kali dengan kasus yang sama".


Mama Aisyah meneteskan air matanya, Dia sudah tak mampu menahan lagi.


Sementara itu Tiara begitu syok hingga tak mampu lagi berkata-kata. Hanya air matanya menetes dengan sendirinya.


"Sudah Nak, ayo kita pulang saja. Kamu itu cantik, masih banyak Pria yang menyukaimu. Batalkan saja pertunangan kalian.

__ADS_1


Orang tua macam apa kamu, tak bisa memikirkan perasaan anaknya.


Vin mulai detik ini jangan pernah ganggu Tiara lagi", ucap Pak Putra


"Tapi .... Om...".


Pak Putra menarik tangan Tiara dan bergegas pulang. Tak lama taksi online pun datang menjemput Mereka. Didalam mobil Tiara masih terus menangis.


"Sudahlah Nak, Kamu tidak akan bahagia menikah dengan laki-laki egois seperti mereka", ucap Ayah Tiara


"Salah kita apa Ayah. Hingga kalian tak merestui kita".


"Sudah Tiara, nanti Ibu jelaskan dirumah".


Sementara itu Kevin juga terus meronta-ronta meminta penjelasan kepada kedua orang tuanya. Mengapa mereka tidak merestuinya.


"Yah, Mama..... maksud kalian itu apa? Bukannya dari awal kalian sudah merestui hubunganku dengan Tiara, tapi sekarang tiba-tiba kalian berubah pikiran", ucap Kevin.


"Iyah itu sebelum Ayah tahu jika Tiara itu anaknya Pak Putra. Sudah Ayo kita Pulang", jawab Pak Rudi.


"Apa hubungannya Yah?. Ma tolong jelaskan?".


Pak Rudi bergegas berdiri dan berjalan menuju keparkiran. Pak Rudi memasuki mobilnya dan menunggu Kevin dan Mama Aisyah didalam.


"Ayo Nak kita pulang, nanti Mama jelaskan jika sudah dirumah", ucap Mama


Sesampainya dirumah Kos Tiara langsung bergegas Tidur. Raganya memang tidur namun hati dan pikirannya sulit sekali untuk tidur.


Tak lama handphonennya berdering, Tiara segera mengangkatnya karena Kevin yang sedang meneleponnya.


"Ra, maafkan atas sikap kedua orang tuaku Yah. Kamu mau kan berjuang bersama", ucap Kevin.


"Iyah Mas, Aku mau. Aku sudah terlanjur.mencintai kamu Mas", jawab Tiara.

__ADS_1


Tiba-tiba Ayah Tiara mengambil handphonenya dari belakang. Dia melarang Kevin untuk melanjutkan hubungan mereka. Namun Kevin masih saja terus menolaknya.


Kevin mencoba mencari penjelasan kepada kedua orang tuanya, namun mereka masih diam seribu kata. Bahkan kini Ayah Kevin tidak berkata apapun hingga esok hari.


__ADS_2