Singgah Tanpa Sengaja

Singgah Tanpa Sengaja
Hari terakhir Dirumah Sakit


__ADS_3

Kedatangan Kania menjengukku hanya membuat sakit hati. Sudah tahu Aku sedang sakit, mereka malah asyik mengobrol berdua. Aku hanya jadi penonton yang berbaring diatas ranjang rumah sakit, gumam Tiara dalam hatinya.


Tiara mengeraskan suara TV untuk menyindir Kevin dan Kania yang sedang asyik mengobrol. Kevin memandang kearah Tiara seakan Dia paham jika istrinya sedang marah.


Tok.... tok...tok.... Assalamualaikum.


"Waalaikumsalam... Masuk".


"Oh Pak Bayu silahkan duduk", ucap Kevin.


Tiara tersenyum, sambil bergumam dalam hatinya. Akhirnya suaminya datang juga. Itu Lo jagain Istrimu biar tidak mengganggu suami orang.


Pak Bayu membawakan banyak sekali makanan dan buah. Setelah mengobrol panjang lebar Pak Bayu mengajak Mas Kevin dan Kania keluar sebentar.


"Ra, Aku tinggal sebentar saja ke kantin nggak apa-apa kan?", ucap Mas Kevin.


"Iyah Mas, lama juga nggak apa-apa kok", jawab Tiara.


Sebenarnya Kevin tahu jika Tiara tak suka dengan kepergiannya namun Kevin memutuskan untuk tetap pergi agar semua masalahnya segera selesai.


Tiara mencoba memejamkan matanya sejenak. Sesekali Dia membuka matanya dan mengambil nafas panjang. Tiara tidak bisa tidur karena memikirkan suaminya yang baru saja keluar.


Tok....tok.... tok.....


Suara ketukan pintu mengagetkan lamunan Tiara. Dia berharap itu suaminya yang datang.


"Permisi Mbak Tiara, Mau mengecek infus dan memberikan obat", ucap seorang perawat rumah sakit.


"Iyah Mas, silahkan. Tumben kok sendirian", tanya Tiara.


"Iyah Mbak, tapi sebentar lagi ada dokter yang memeriksa lagi keadaan Mbak Tiara".


Astaga, pasti Mas Alvin yang memeriksaku, gumam Tiara.


Dan benar saja, setelah beberapa saat Dokter Alvin datang untuk memeriksaku.


"Gimana Ra, sudah enakan?", ucap Dokter Alvin.


"Alhamdulillah sudah Dok. Besok pagi saya mau pulang", jawab Tiara.


"Lo ngapain pulang, enak disini biar Aku yang merawat. Kamu kok sendirian saja Ra. Mana suami kamu?".


"Sedang dikantin sebentar, pokoknya besok saya mau pulang. Kamu nggak usah menahan lah Dok, Saya sudah sembuh".


"Iyah-iyah Ra. Aku temenin ya Ra, sampai mereka kembali".


Dokter Alvin menarik kursi yang ada didekat sofa.


"Tidak usah Dok, sebantar lagi juga kembali. Lagian apa kamu tidak memeriksa pasien yang lainnya".


"Sudah selesai Ra, kamu pasien yang terakhir".


"Ra dirumah sakit ini sedang butuh dokter Lo, apa kamu mau bekerja lagi disini atau diklinik milikku yang baru saja ku buka".

__ADS_1


"Tidak terimakasih Dok, saya juga sudah bekerja diklinik lebih dekat dengan rumah. Lagian jika saya bekerja disini, nanti malah menambah masalah baru".


"Tidak Ra, istriku sekarang sedang membuka klinik juga di daerah Bandung. Mungkin suatu hari nanti Aku akan pindah kesana juga. Jika mau nanti akan Aku promosikan".


"Tidak Dok, terima kasih".


"Kamu kenapa sih Ra, sepertinya takut sekali denganku".


"Biasa saja Dok, kamu saja yang berlebihan".


Obrolan kita terhenti ketika mas Kevin kembali ke ruanganku. Mas Kevin tersenyum kepada dokter Alvin. Dia tidak tahu jika dokter Alvin dulu pernah menyukaiku. Dokter Alvin berpamitan pergi karena kedatangan Mas Kevin.


"Ra, sepertinya kamu akrab sekali dengan Dokter barusan", ucap Kevin.


"Iyah Mas, dulu Aku pernah magang dirumah sakit ini".


"Oh.... gitu pantesan bisa akrab".


"Sudah selesai urusannya Mas, sama Mantan", ucap Tiara ketus


"Sudahlah Ra, nggak usah mulai".


"Aku kan cuma nanya kenapa kamu sewot".


Tiara memalingkan wajahnya, dan mencoba untuk memejamkan matanya.


Dasar suami nyebelin, dulu saja mau nungguin Aku sampai tua, sekarang sudah dapat malah deket sama orang yg dulu mau dijodohkan dengannya, gumam Tiara.


Setelah Tiara tertidur pulas, Kevin memutuskan untuk membeli kopi di warkop disamping rumah sakit. Kevin berjalan begitu cepat agar tidak ketahuan oleh Tiara.


Tak lama setelah Kevin pergi Tiara terbangun karena kebelet pipis. Dia berjalan ke kamar mandi sendirian. Didalam kamar mandi dia mendengar sebuah pesan masuk dari handphone Kevin.


Setelah selesai dari kamar mandi Tiara yang tahu jika Kevin belum kembali, Dia langsung mengecek pesan sebuah masuk itu. Ternyata sebuah pesan dari Kania, yang mengucapkan terimakasih dan mendoakan kesembuhan Tiara.


Entah apa yang telah dilakukan Mas Kevin hingga Kania mengucapkan terimakasih gumam Tiara.


Tiara segera merebahkan tubuhnya dikasur dan mulai berpura-pura untuk tidur. Dia takut jika suaminya akan segera kembali.


Sementara itu setelah membungkus sebuah kopi, Kevin langsung bergegas kembali ke kamar.


Ah..... Beruntung ternyata Tiara belum bangun, gumam Kevin.


Keesokan paginya sebelum berangkat kerja. Tiara meminta Kevin untuk melepaskan infus yang ada ditangannya. Tiara merasa sudah sehat dan ingin segera pulang kerumah.


Namun Kevin menolaknya karena dia menunggu keputusan Dokter.


"Ayolah Mas, panggil perawat untuk melepas ini atau Aku yang melepaskannya sendiri", ucap Tiara.


"Sudahlah Ra, nunggu dokter dulu saja. Nanti jam tujuh kan sudah datang. Oh ya nanti Mama datang sekitar jam delapan yah Ra, soalnya nanti malam ada acara dirumahnya Nindi".


"Nggak usah Mas, kamu bilang Mama jangan kesini. Hari ini Aku akan pulang".


"Lo kamu kok ngeyel sih Ra. Nanti tunggu keputusan dokter saja".

__ADS_1


"Aku juga dokter Mas. Lagian dokter Alvin itu temanku, Dia pasti setuju jika Aku pulang. Sudah sana kamu berangkat kerja".


"Tapi nanti jika kamu jadi pulang hari ini, Kamu telepon Aku yah".


"Nggak usah, Aku pulang sendiri saja naik taksi".


"Jangan gitu sayang".


"Udah sana berangkat kerja, Aku bisa mengurus semuanya sendiri".


Setelah perdebatan panjang, Akhirnya Kevin berangkat kerja dan menitipkan Tiara kepada salah seorang perawat dirumah sakit itu.


Tak lama setelah keberangkatan Kevin. Tiara mencoba melepaskan infus yang tertancap ditangannya.


Ahhhhhhhh.... sakit sekali, padahal biasanya Aku yang menyuntik orang, ternyata rasanya sakit juga, gumam Tiara dalam hatinya.


Tak lama setelah Tiara berhasil melepaskan infusnya, Dokter Alvin masuk dan membawa buah segar dan brownies kesukaan Tiara.


"Selamat pagi Ra, ini buat kamu biar cepat sembuh", ucap Kevin


"Iyah terimakasih Dok", jawab Tiara.


"Lo infusnya kok sudah dilepas, siapa yang melepas Ra. Kok nggak nunggu Aku?".


"Saya sendiri Dok, nungguin kamu lama banget. Ya sudah saya lepas sendiri saja. Saya kan juga dokter".


Kevin tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Tiara.... Tiara..... Kamu itu sudah menikah tapi tetap saja seperti anak kecil, jadi keingat jamam waktu kita masih muda. Tapi itu sih yang membuatku dulu suka sama kamu", ucap Dokter Alvin.


"Biarinlah, Aku gak peduli. Udah ayo ijinin Aku pulang Dok".


"Iyah-iyah Ra, hari ini kamu bisa pulang".


"Ya sudah terimakasih Dok, sudah sana kamu kembali saja Dok. Saya mau siap-siap pulang".


Tiara segera bersiap-siap untuk pulang. Tiara menelpone Mama Aisyah dan menjelaskannya agar beliau tidak pergi kerumah sakit.


Tiara meminta tolong kepada perawat rumah sakit agar membantunya untuk mengurus biaya rumah sakit melalui transfer.


Setelah semua beres Tiara meminta tolong perawat rumah sakit lagi untuk mendorong kursi rodanya menuju loby rumah sakit.


Dokter Alvin yang mengetahui Tiara pulang sendirian, Akhirnya mengikuti Tiara hingga ke loby rumah sakit.


"Ra, Aku antar pulang yah?", ucap Dokter Alvin.


"Tidak usah Dok, terimakasih. Saya sudah memesan taksi online", jawab Tiara.


Tak lama taksi online tiba, Tiara segera masuk kedalam taksi. Tiara tersenyum kepada dokter Alvin.


"Hati-hati yang....", ucap Dokter Alvin sambil melambaikan tangan.


Ha......? Apa Aku tidak salah dengar barusan, gumam Tiara sambil tersenyum kecut kepada Dokter Alvin.

__ADS_1


__ADS_2