Singgah Tanpa Sengaja

Singgah Tanpa Sengaja
Di tempat Kerja


__ADS_3

Selama sakit kemaren Kevin memperlakukan Tiara seperti Ratu, semua pekerjaan rumah dikerjakan oleh Kevin.


Tiara hanya disuruh tiduran dikamar sambil menonton TV. Tiara merasa begitu bahagia dengan perlakuan Kevin kepadanya meskipun terkadang Dia cemburu ketika Kania menelponnya.


Hari ini Tiara berpamitan kepada Kevin untuk bekerja lagi. Sebenarnya Kevin melarang Tiara agar tidak bekerja sementara waktu namun Tiara terus memaksakan diri.


Tiara ingin sekali memeriksakan kehamilannya. Kebetulan diklinik tepat dia bekerja juga ada dokter kandungannya. Tiara memutuskan untuk memeriksakan direkan kerjanya sendiri yaitu Dokter Indri.


"Mas, Aku berangkat", ucap Tiara.


"Kamu libur saja dulu Ra, kamu kan batu beberapa hari sembuh", jawab Kevin.


"Nggak Mas, Aku sudah lama ijin. kasihan juga pasienku dan dokter magang yang menggantikan Aku. Nanti sekalian aku periksa kandunganku ke dokter Indri", jawab Tiara.


"Aku pengen ikut Ra, pengen lihat calon anakku".


"Tapi kan kamu harus kerja Mas. Nanti Aku kirimkan saja fotonya".


"Kamu jangan pulang malam-malam Ra".


"Iyah Mas tapi tergantung banyaknya pasien juga sih Mas".


Setelah terjadi obrolan panjang akhirnya Tiara memutuskan untuk tetap berangkat dengan mengendarai motor.


Sesampai di klinik, Tiara bergegas menuju keruang kerjanya. Banyak pasien yang sudah menunggu kedatangan Tiara.


Hingga malam hari, masih banyak saja pasien yang berdatangan hingga membuat Tiara begitu kelelahan. Meskipun ada dokter magang yang membantu namun Tiara tetap yang memeriksa.


Terlihat sudah jam sepuluh malam akhirnya Tiara menghubungi dokter Indri untuk menunggunya. Tiara menyuruh dokter magang itu untuk melanjutkannya.


Tiara berjalan menuju ruang periksa, ternyata di sana masih ada dua orang pasien lagi Tiara menunggunya dan mencoba menghubungi Kevin.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya kini tiba saatnya Tiara memeriksakan kehamilannya.


"Selamat yah mbak akhirnya hamil setelah kemaren galau", ucap Dokter Indri.


"Iyah nih Mbak Alhamdulillah berkat saran kamu juga. Eh Aku nggak apa-apa kan sambil video call suamiku", tanya Tiara.


"Iyah nggak apa-apa, pasienku tinggal kamu saja".


"Makasih Lo yah mbak, maaf yah kali ini pasiennya cerewet. Suamiku sekarang kerja sift malam jadi nggak bisa ikut".


Tiara mencoba menelpon Kevin namun hingga lama Kevin tidak mengangkat teleponnya. Akhirnya Tiara mutuskan untuk memulai pemeriksaannya.


"Ayo Mbak, mulai saja sekarang biar Aku rekam saja".


"Lo katanya mau video call suaminya?".


"Tidak diangkat mbak dari tadi".

__ADS_1


Tiara merekam pemeriksaan USG ynag dilakukannya dengan Dokter Indri. Dia bahagia sekali ketika melihat calon anaknya yang sudah mulai terbentuk.


"Alhamdulillah sehat mbak, Detak jantungnya normal juga", ucap Dokter Indri.


"Alhamdulillah sudah berapa Minggu mbak?".


"Ini masih sekitar 6 mingguan, disini HPLnya sekitar bulan Juli akhir namun bisa juga berubah".


Setelah selesai memeriksaku. Aku dan Dokter Indri bergegas untuk pulang. Terlihat suami Dokter Indri juga sudah datang menjemputnya.


Ternyata sudah jam sebelas malam, Aku mengambil tas dan jaket kedalam ruanganku. Ternyata Dokter magang yang menggantikanku tadi juga barusan selesai.


Tiara berpamitan dan bergegas menuju keparkiran, namun setibanya disana ternyata sudah gerimis lebat.


Astaga kenapa harus gerimis begini, udah malam lo, gumam Tiara.


Hujan turun semakin deras, Tiara memutuskan untuk kembali keruang tunggu sambil tiduran disebelah ruang perawat yang berjaga.


"Dok, mau saya antarkan kebetulan saya bawa mobil. Biar tidak kehujanan?", ucap Dokter Ortisan kepada Tiara.


"Tapi saya bawa motor Mas. Nggak apa-apa saya tunggu saja hujannya redah", jawab Tiara


"Sudah malam lo ini, yakin tidak mau saya antar. Motornya ditaruh sini saja, besok kan kesini lagi".


Sejenak Tiara terdiam sambil bergumam dalam hatinya.


"Ya sudah, ayolah Dok. Maaf yah merepotkan", ucap Tiara.


Tiara tersenyum mendengar jawaban rekan kerjanya itu. Mereka bergegas pulang meskipun hujan sangat lebat. Namun sesaat setelah mobil yang ditumpangi Tiara berjalan, terlihat sebuah mobil polisi yang melintas.


Apa barusan Mas Kevin yah yang patroli. Tapi kenapa sampai sini, Ah sudahlah, gumam Tiara.


Selama perjalanan mereka saling mengobrol dan bercanda. Lima belas menit kemudian Tiara sudah sampai didepan rumahnya.


"Terimakasih Dok atas tumpangannya", ucap Tiara.


"Iyah sama-sama Dok, saya pulang dulu yah. Assalamualaikum", jawab Dokter Ortisan.


"Waalaikumsalam, hati-hati".


Tiara bergegas masuk kedalam rumah, Dia segera sholat dan mengistirahatkan tubuhnya.


Alhamdulillah akhirnya bisa rebahan juga, gumam Tiara.


Sebelum memejamkan mata, Tiara memainkan handphonennya dan mengirimkan sebuah video hasil USG tadi kepada suaminya.


Namun hingga lama menunggu tidak juga dibaca atau dibalas oleh suaminya. Hingga akhirnya Tiara tertidur pulas.


Keesokan harinya setelah sholat subuh Tiara memutuskan untuk tidur lagi meskipun sebenarnya itu tidak bagus namun Tiara merasa tubuhnya sungguh lelah sekali.

__ADS_1


Selang beberapa saat terdengar suara motor Kevin yang datang, namun Tiara masih tetap rebahan dikasur.


"Assalamualaikum", ucap Kevin.


"Waalaikumsalam", jawab Tiara.


"Tumben kamu tidur Ra?".


"Iyah rasanya tubuhku lelah sekali Mas".


Kevin menghampiri Tiara dan memeluknya. Kevin tersenyum dan mengelus-elus perut Tiara.


"Besok jika USG lagi, aku ikut yah Ra".


"Iyah Mas. oh yah setelah ini kita beli makan diluar saja ya, Aku tidak masak".


"Iyah Ra, Oh ya kamu Karen pulang diantar siapa?".


"Oh teman kerjaku Mas, kemaren hujan deras dan sudah jam sebelas malam. Akhirnya Aku bareng dokter Ortisan".


"Laki-laki? kenapa kamu nggak ijin dulu sama Aku? bisa kan lewat telepon".


"Tapi Mas, pesanku saja tidak kamu baca. waktu USG kamu juga tidak mengangkat video call dariku. Lagian Dokter Ortisan itu lebih muda dariku".


"Lo banyak kan anak muda yang menyukai perempuan lebih tua".


"Udahlah Mas, cemburuku itu tidak beralasan".


Tiara berdiri dan bergegas menuju kamar mandi. Setelah selesai mandi Tiara memutuskan untuk tidur lagi.


Kevin yang melihat Tiara marah, akhirnya mengalah dan mencoba menggoda Tiara. Namun sayangnya Tiara sudah terlanjur berubah mood-nya.


Tiara diam dan tidak mau ketika diajak membeli makan. Kevin berangkat sendiri namun setelah Kevin pulang dan membawa makanan. Tiara juga enggan memakannya.


"Ra, maafkan atas perkataanku tadi. Aku tidak sengaja. Aku hanya cemburu", ucap Kevin.


Tiara hanya diam saja dan memandang sinis kearah suaminya.


"Ra, ayo makan. kasihan anak kita kelaparan didalm perut kamu", ucap Kevin sekali lagi.


Namun Tiara tetap berbaring diatas tempat tidur dan memalingkan wajahnya. Akhirnya Kevin menggendong tubuh Tiara dan mengangkatnya menuju ke meja Makan.


Tiara akhirnya tersenyum melihat Kevin yang mulai memperhatikannya.


"Udah turunin Mas, aku bisa makan sendiri", ucap Tiara


"Jangan ngambek lagi yah", jawab Kevin


"Iyah asalkan kamu juga jangan cemburuan".

__ADS_1


"Biasanya kamu juga cemburuan Ra".


"Ya sudah berarti kita sama".


__ADS_2