Singgah Tanpa Sengaja

Singgah Tanpa Sengaja
DiRumah Sakit


__ADS_3

"Mas Alvin.... Mas tunggu dengarkan Aku", ucap Dokter Naura.


"Apa sih Naura, kita batalkan saja perjodohan ini", jawab Dokter Alvin


Tiara yang tidak sengaja lewat didepannya, mendengar sedikit percakapan diantara mereka. Tiara melanjutkan berjalan dan berpura-pura tak mendengar apapun. Namun Dokter Alvin mengejar Tiara. Disisi lain Dokter Naura juga ikut mengejar. Kini Tiara berada diantara mereka berdua.


"Ra tunggu.... Tiara.... tunggu", ucap Dokter Alvin.


Tiara mempercepat langkahnya namun Dokter Alvin tetap mengejarnya hingga akhirnya Dia menggenggam tangan Tiara.


"Ada apa sih dok?", tanya Tiara


"Tunggu...... Aku mau bicara", ucap Dokter Alvin


"Maksud kalian apa yah?", tanya dokter Naura


"Aku mencintai Tiara, ya kan Ra? jadi kita batalkan saja perjodohan ini".


"Ha.... yang benar saja Mas. Kamu pilih Tiara daripada Aku. Aku sudah punya segalanya bahkan Rumah sakit ini sebagian milik Papa ku", ucap Naura


"Bohong Dok.... saya tidak ada hubungan apapun dengan dokter Alvin. Hanya sebatas rekan kerja di UGD".


"Sudahlah kalian lihat siapa yang lebih berkuasa disini", ucap Naura.


Akhirnya Naura pergi dengan keadaan marah.


"Lepas Dok, Aku sudah punya pacar. jadi jangan ganggu saya lagi", ucap Tiara ketus


"Bohong kamu Ra, kamu cuma menghindariku".


"Kamu ingat, waktu Dokter mengejar saya dipesta pernikahan adiknya dokter. Saya berlari menuju ke lift dan menabrak seorang laki-laki, Itu adalah pacar saya. Lepas Dok".


Tiara pergi dan mempercepat jalannya, namun Dokter Alvin masih terus mengejarnya.


"Ra tunggu.... Tiara......".


Tiara mempercepat langkahnya menuju ke UGD.. Dokter Alvin berhenti mengejarnya ketika Dokternya Rizal memanggil Tiara.


Dokter Rizal menyuruh Tiara dan Dokter Alvin membantu menangani seorang pasien yang terkena serangan jantung. Tiara memang sangat cerdas, Dia selalu bisa diandalkan oleh dokter-dokter senior.


Setelah berhasil menyelamatkan pasien yang terkena serangan jantung. Tiara bergegas istirahat, Dia merasa sangat lelah hari ini. Namun disaat Tiara makan, tiba-tiba Dokter Naura datang menghampirinya.


"Mbak Tiara setelah makan bisa ikut saya sebentar, saya tunggu ditaman", ucap Dokter Naura.

__ADS_1


"Iyah Dok, sebentar saya habiskan dulu. Nanti saya menyusul", jawab Tiara.


Setelah selesai makan, Tiara berjalan menuju taman, hatinya sudah merasa tidak enak.


Ah..... Pasti ini ada hubungannya dengan Dokter Alvin, gumam Tiara.


Tiara tersenyum menghampiri Dokter Naura. Meskipun masih muda, Dia begitu disegani disini karena Dia memang jadi Direktur disini.


"Duduk mbak", ucap Dokter Naura


"Iyah Bu. Ada apa yah Bu, kok saya dipanggil ditaman tidak diruangan Bu Naura", tanya Tiara.


Dokter Naura tersenyum dia langsung mengatakan kepada Tiara mengenai Dokter Alvin.


"Langsung saja ya mbak Sebenarnya kamu ada hubungan apa dengan dokter Alvin? tolong dijawab dengan jujur".


"Saya tidak ada hubungan apa-apa dengan dokter Alvin, Bu".


"Lalu kenapa dokter Alvin bilang kalau dia sangat mencintai kamu. Kamu tahu kan dokter Alvin itu akan bertunangan denganku".


"Iyah bu saya tahu saya juga tahunya waktu datang di acara pernikahan adiknya Dokter Alvin. Dokter Alvin memang pernah mengatakan cintanya kepada saya Bu. Namun sampai saat ini saya tidak pernah menjawabnya. saya juga sudah menjelaskan kepada dokter Alvin bahwa saya saat ini sebenarnya sudah punya pacar, namun dokter Alvin masih tidak percaya dengan saya".


"jika begitu saya minta kamu menjauh dari dokter Alvin. buat dia semakin benci dengan kamu. Saya bisa saja berbuat nekat Jika kamu masih dekat dengan dokter Alvin. Jika saya masih melihat kamu berduaan dengan dokter Alvin maka terpaksa saya akan memberikan kamu pilihan. Pilihannya cuma dua, kamu tetap magang di sini atau kamu cari tempat magang lagi di luar ".


"Sana kamu kembali ke UGD".


Astaghfirullah ternyata benar dugaanku, Dokter Naura pasti membahas Dokter Alvin. Ah..... Aku nggak mau mengulang dan cari tempat magang lagi, Tiara bermonolog pada dirinya sendiri sambil berjalan menuju ke UGD.


...****************...


Pagi ini Kevin berencana menjemput dan mengantar Tiara untuk pergi kerumah sakit.


Ketika sampai dikos, Tiara bahagia sekali karena Kevin mau mengantarkannya ke rumah sakit.


Mereka berangkat dengan senang hati menuju ke rumah sakit. sesekali mereka juga mengobrol dan bercanda bersama.


Kevin hanya mengantarkan Tiara sampai diluar saja. Dia tidak mau masuk ke area parkir.


"Ra, Pulang jam berapa, nanti Aku jemput", ucap Kevin.


"Sampai jam empat sore Mas, tapi biasanya molor hingga magrib jika ada pasien gawat darurat".


"Iyah nggak apa-apa nanti Aku tunggu dikantin saja. Aku juga berangkat dulu yah".

__ADS_1


"Okay Mas. hati-hati dijalan".


Setelah Mas Rudi pergi, Tiara berjalan menuju UGD melewati parkiran.


Tiara terhenti ketika didepan nya terdapat mobil putih milik Dokter Alvin. Namun selang beberapa saat Tiara berjalan melewati mobil putih itu.


Tiba-tiba dari arah belakang ada yang menarik tangan Tiara. Tiara spontan menoleh ternyata itu Dokter Alvin.


Tiara dipaksa masuk kedalam mobil itu. Dokter Alvin ikut masuk dan mengunci mobilnya.


"Mas, Kamu apa-apaan sih. Buka pintunya sekarang", ucap Tiara dengan marah


"Siapa Pria barusan Ra?", tanya Dokter Alvin


"Bukan urusan kamu Mas".


Dokter Alvin menggengam tangan Tiara, Dia mencoba memaksa Tiara untuk mendengarkannya.


"Sakit Mas, lepas atau Aku teriak", ucap Tiara.


"Teriak saja Ra, mobil ini kedap suara", Kata Dokter Alvin sambil tertawa.


"Astaga mau kamu apa sih Mas. Pria tadi itu pacarku, Dia akan menikahiku setelah Aku lulus kuliah. Sekarang lepas Mas...... biarkan Aku pergi".


"Aku sungguh mencintaimu Ra, Rasa ini sungguh menyakitkan".


"Sudahlah Mas, menikahlah dengan Dokter Naura yang lebih mencintai kamu. Ayo Mas biarkan Aku pergi.... Aku sudah telat. Maafkan Aku mas tidak bisa membalas cintamu. Namun Aku bersyukur berkat kamu malam itu, Aku menemukan cinta yang sesungguhnya".


Mata Dokter Alvin berkaca-kaca mendengar ucapan Tiara barusan. Dia sungguh kecewa dengan Tiara.


Tiara keluar dari mobil Dokter Alvin namun dari kejauhan terlihat Dokter Naura yang sedang mengamati Tiara.


Astaghfirullah, kenapa harus ada Dokter Naura didepan, pasti Dia mengira Aku berangkat dengan Mas Alvin, gumam Tiara.


Tiara berjalan melewati Dokter Naura yang sedang menatapnya penuh dendam. Namun Tiara masih tetap mencoba tersenyum.


Sesampainya di Ruang Jaga, Tiara menaruh tas dan melepaskan Jaketnya. Tiara bergegas berjalan menuju ke UGD namun tiba-tiba Dokter Naura menariknya dari belakang.


"Kamu nggak bisa dibilangin yah, ini peringatan yang terakhir untuk kamu. Jika masih saja kamu dekati Mas Alvin, Aku nggak segan-segan mengeluarkan kamu dari magang ini", ucap Dokter Naura.


"Maaf Bu, semua tidak seperti yang Bu Naura lihat. Tadi Dokter Alvin yang menarik saya masuk kedalam mobilnya".


"Sudahlah tidak usah banyak mengelak. Ingat, ancaman saya tidak main-main".

__ADS_1


Tiara terdiam mencoba berdamai dengan dirinya untuk menahan amarahnya. Tiara hanya menundukkan kepalanya dan berkata "Iyah Bu maafkan Saya".


__ADS_2