Singgah Tanpa Sengaja

Singgah Tanpa Sengaja
Disebuah Klinik


__ADS_3

Setelah hampir setahun Tiara menjadi Asisten Dokter dirumah sakit. Akhirnya Tiara dipercaya oleh Dokter Andi untuk membantu disalah satu klinik miliknya.


Alhamdulillah selain sekolah lagi untuk memperdalam ilmu kedokteran. Aku juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Setidaknya lebaran bulan depan Aku bisa memberikan sedikit rejeki untuk orang tuaku, gumam Tiara.


Hari ini seperti biasanya Tiara kebagian piket jaga sore hingga malam hari. Karena memang biasanya dipagi hari Tiara harus melanjutkan pendidikan.


Hari ini hanya ada beberapa pasien yang berobat diklinik karena memang hujan deras mengguyur hingga malam hari.


Sebenarnya Klinik ini tidak terlalu jauh dari rumah Kevin namun Tiara tidak pernah bercerita jika dia dapat tempat kerja diklinik ini.


Hingga jam sepuluh malam namun hujan tak kunjung redah. Tiara memutuskan untuk beristirahat diruang perawat.


Klinik Dokter Andi memang selalu buka dua puluh empat jam, karena klinik ini juga menerima pemeriksaan USG untuk Ibu hamil dan juga bisa melahirkan disini.


Sebenarnya Dokter muda disini tidak hanya Tiara, masih dokter gigi juga namun hanya praktek dipagi hari. untuk dokter kandungan, ditangani oleh dokter senior.


Tiara hanya Dokter umum disini. Tahun depan Tiara berencana untuk melanjutkan sekolahnya untuk menjadi dokter spesialis anak namun dokter Andi menyarankan untuk bekerja dibagian dokter umum saja.


Dibagian UGD memang ada perawat dan bidan yang berjaga didepan, karena memang klinik ini menerima pasien dua puluh empat jam.


Tiara mulai tertidur diruang perawat hingga jam sebelas malam. Namun tiba-tiba dia terbangun ketika mendengar suara berisik diluar.


Tiara bangun dan bersiap untuk pulang. Tiara berjalan keluar melewati pintu utama. namun tiba-tiba mbak Sari memanggilku.


"Dok, bisa bantu sebentar", ucap Mbak Sari.


"Iyah Mbak", jawab Tiara.


Tiara berjalan sambil sesekali menguap menuju tempat pemeriksaan.


"Ra.... Kamu disini", ucap Kevin.


"Lo Mas Kevin ngapain kamu disini?", tanya Tiara.


"Nganterin Mama, beliau malam-malam pusing dan sudah lemas badannya juga panas".


"Lo itu Mama kamu Mas? sebentar-sebentar".


Tiara berjalan cepat menuju UGD, Dia segera memeriksa Mama Kevin.


"Selamat malam Tante, saya periksa dulu yah?", ucap Tiara.

__ADS_1


"Lo Tiara..... kamu bekerja disini Nak?", tanya Mama Aisyah.


"Iyah Tante".


Setelah selesai memeriksa, Tiara menjelaskan kepada Mama Aisyah mengenai kondisinya.


"Tante dirawat disini sementara mau kan? mungkin besok pagi akan dilab untuk mengetahui pastinya. Tante terkena gejala DB. Tante sudah lemas ini", ucap Tiara.


"Kamu tolong panggilan Kevin diluar", jawab Mama Aisyah.


"Mbak Sari tolong panggilkan anak ibu Aisyah diluar".


Tak lama Kevin masuk dan menghampiri ibunya.


"Mama kenapa Ra", ucap Kevin.


"Mas, Tante ini terkena gejala DB. untuk memastikan harus lab besok pagi. Tapi ini Tante sudah lemas sekali sebaiknya dirawat disini. Adik kamu apa dirumah Mas? Jika dirumah biar dirawat adik kamu, Dia juga kan Dokter".


"Ya sudah Ra dirawat disini saja tidak apa-apa. Adikku pulang seminggu sekali, Dia ngekos bersama temannya".


"Mbak Sari tolong siapkan infus untuk ibu Aisyah".


Tak lama Mbak Sari datang dan akan menginfus Mama Aisyah. Namun Mama Aisyah menolak, Dia mau Tiara yang memasangkannya.


Akhirnya Tiara memasangkan infus ditangan Mama Aisyah. Sesekali Tiara melihat wajah cantik Mama Aisyah, beliau tersenyum melihat Tiara.


Andai kamu bukan anak Putra, mungkin saat ini kamu sudah menikah dengan Kevin, gumam Mama Aisyah.


Setelah selesai memasang infus, Tiara berpamitan kepada Kevin dan ibunya karena Tiara harus pulang malam ini.


Mbak Sari mendorong Mama Aisyah untuk pindah diruang perawatan. Sementara itu Tiara berjalan keluar namun terhenti ketika hujan semakin deras.


Apa Aku harus menginap disini, tapi apa kata Mas Kevin dan Mamanya nanti. Aku takut Mamanya berpikiran yang macam-macam, Tiara bermonolog dengan dirinya.


Tiara masuk lagi dan menunggu diruang tunggu. Dia duduk dikursi sambil menunggu hujan reda.


"Dok, tidur disini saja, besok pagi saja pulangnya", ucap Mbak Susi.


"Iyah, saya juga sudah mengantuk sekali mbak. Saya tidur diruang perawat saja ya Mbak", jawab Tiara.


"Iyah Dok, biasanya saya juga tiduran disana".

__ADS_1


Tiara masih duduk diruang tunggu, Dia berharap hujan akan lebih reda hingga dia bisa pulang.


Karena suhu udara malam disertai hujan menjadi sangat dingin, Tiara tertidur diruang tunggu. Tak lama Kevin menghampiri Tiara dan duduk disampingnya.


"Ngopi Bu dokter", ucap Kevin.


Seketika Tiara kanget karena tiba-tiba ada seseorang disampingnya.


"Lo ngapain kamu Mas dikos ku", ucap Tiara.


Kevin tersenyum dan mencubit hidung Tiara.


"Ini diklinik sayang, coba kamu lihat".


"oh Iyah, Aku kira sudah sampai dikos. Tante sudah tidur Mas?".


"Sudah Ra, ini Aku mau beli minum tapi kok minumannya dingin semua. Mau keluar juga hujan".


"Mau Aku buatin kopi Mas. Didalam ada dispenser".


"Boleh Ra jika tidak merepotkan".


"Sebenarnya merepotkan sih he... he...".


Meskipun mengantuk tapi Tiara berjalan masuk dan membuatkan Kevin kopi. Setelah selesai Tiara menghampiri Kevin dan memberikan kopi kepadanya.


"Kita ngopi di luar saja Mas, sambil menunggu hujan reda", ucap Tiara.


"Iyah Ayo Ra", jawab Kevin.


Mereka mengobrol hingga tak terasa sudah jam dua pagi. Hujan mulai sedikit reda namun Tiara memutuskan untuk menginap diklinik ini.


Tak lama terlihat sebuah mobil putih datang.


"Mas, sepertinya Aku pernah lihat mobil itu tapi Aku lupa dimana", ucap Tiara.


"Astaga..... itu mobil Ayahku Ra", jawab Kevin.


Tiara segera berlari masuk kedalam klinik, Dia memutuskan untuk tidur diruang perawat.


Astaghfirullah semoga Om Rudi tidak melihatku disini, gumam Tiara.

__ADS_1


__ADS_2