
Pagi ini Tiara diantar lagi oleh Kevin kerumah sakit. Hubungan mereka memang semakin hari semakin dekat.
Seperti biasa Tiara berjalan menuju UGD namun sesampainya disana. Dokter Ria memanggilnya.
"Mbak Tiara sekarang pindah diruang VK (kamar bersalin)", ucap Dokter Ria
"Lo kenapa Dok, saya kok dipindah disana. Saya kan bukan bidan maupun dibidang kandungan?", tanya Tiara
"Iyah nggak apa-apa disana bantu-bantu sambil belajar. Dibagian VK kekurangan tenaga medis mbak".
"Iyah Bu".
Tiara berjalan melewati lorong rumah sakit tubuhnya seketika tak bersemangat karena tiba-tiba dipindah sendirian diruang VK.
Apa ini ada hubungannya dengan Dokter Naura. Jika benar tega sekali dia. Sabar Tiara..... sabar, gumam Tiara.
Sesampainya diruang VK, Tiara disambut baik oleh bidan dan dokter senior. Mereka juga bertanya kenapa bisa dipindah disini, namun Tiara hanya mampu tersenyum.
Ternyata lebih enak disini lebih santai dan bisa membantu orang yang sedang melahirkan serta melihat bayi-bayi lucu, gumam Tiara.
kring..... kring.... kring.....
handphone Tiara berbunyi begitu keras, Dia lupa tidak menggantinya dimode sunyi.
"Hallo Sin, ada apa?", Ucap Tiara
"Ra, hari ini kamu tidak masuk ya, kenapa?", tanya Sinta
"Masuk Sin, Aku dipindah diruang VK".
"Lo kok bisa?".
"Nggak tahulah, mungkin ada yang tidak suka denganku. Tapi enakan disini lebih santai".
"Yuk, ke kantin Ra".
"Okay bentar lagi aku kesana".
Tiara berjalan menuju ke kantin, Dia harus melewati depan ruangan Dokter Naura karena jika memutar malah terlalu jauh.
Tiba-tiba Tiara berpapasan dengan Dokter Alvin yang baru keluar dari ruangan Dokter Naura.
"Tiara...... eh mau kemana?" ucap dokter Alvin
"Iyah Dok, permisi", jawab Tiara
__ADS_1
"eh tunggu.....".
Tiara tak memperdulikan panggilan Dokter Alvin, baginya dekat dengannya hanya membuat masalah.
Saat berbelok menuju kantin, Tiara sedikit menoleh kebelakang, ternyata Dokter Alvin masih memandangnya namun kali ini dia ditemani Dokter Naura yang juga ikut melihatku.
Sesampainya dikantin ternyata Sinta sudah memesan makanan terlebih dulu. Aku duduk dan menunggu makanan yang sudah kupesan.
"Ra, tadi sebelum Aku berangkat kekantin. Dokter Alvin menayakan kamu, terus Aku bilang jika kamu dipindahkan diruang VK. wajahnya tiba-tiba berubah jadi marah, dan samar-samar kudengar dia berkata jika ini perbuatan Dokter Naura", ucap Tiara
oh pantesan saja barusan Aku melihat Mas Alvin ada diruangan Dokter Naura mungkin Dia mau bertanya, Tiara bermonolog pada dirinya.
"Hai Ra kok malah melamun".
"Ya sudahlah biarin saja Sin".
"Ada apa sih sebenarnya Ra".
Perlahan akhirnya Tiara menceritakan kepada Sinta tentang hubungannya dengan Dokter Alvin dan Dokter Naura.
Setelah dari kantin Tiara kembali lagi menuju keruang VK. Tiara juga ikut membantu merawat ibu yang selesai melahirkan. Disana dia menemukan banyak teman magang baru dari universitas lain.
Jika kuliah lagi, Aku mau melanjutkan ke spesialis anak atau kandungan saja, gumam Tiara.
Tiara pulang tepat jam empat sore, namun dia harus menunggu Kevin menjemputnya. Dia menunggu Kevin sambil tiduran dibagian administrasi ruang VK.
Tiara berjalan dengan senang hati menghampiri Kevin. Namun Tiara melihat Kevin sedang duduk ditaman depan dengan Dokter Naura.
Tiara bingung harus bagaimana, menghampiri Kevin atau menunggu hingga Dokter Naura pergi.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Dokter Naura pergi juga. Tiara mulai berjalan menghampiri Kevin.
"Ayo sayang kita pulang", ucap Tiara sambil tersenyum.
"Ayo.... Eh sayang barusan Aku bertemu teman SMP ku, namanya Naura apa kamu kenal. Dia juga dokter disini", tanya Kevin.
"Oh... Bu Naura. Kenal Mas, Dia direktur disini".
"Lo Iyah kah?, Tapi Dia memang anak orang kaya".
"Udah ah, ayo pulang".
"Cemberut aja, Ayo kita nonton dulu biar mulutmu nggak manyun lagi".
"La kamu masih pakai seragam Mas?".
__ADS_1
"Aku bawa kaos kok, kamu juga kan masih pakai baju putih".
"Aku pake jaket saja, beres".
Kevin melajukan motornya menuju kesebuah mall yang tidak begitu jauh dari rumah sakit.
Sesampainya disana, Kevin menuju toilet untuk berganti baju. Sementara itu Tiara sibuk membeli makanan ringan untuk dibawa dibioskop.
Tak lama Kevin datang menghampiri Tiara dan berkata,
"Lo kita kan mau nonton film, kok kamu beli camilan sih. Biasanya dapet pop corn", ucap Kevin.
"Nggak enak itu, ini aja nanti Aku masukkan tas biar nggak ketahuan", jawab Tiara
Kevin mencubit hidung Tiara karena gemes melihatnya. Mereka berjalan menuju kebioskop.
"Mas, kamu kok jadi mirip satpam yah, ha... ha...ha.... mending kamu pakai saja jaketnya".
"Biarinlah, yang penting sudah laku".
Setelah menonton film horor, Kevin dan Tiara bergegas pulang namun ditengah perjalanan mereka memutuskan untuk berhenti untuk makan malam.
Kevin mulai melihat jam ditangannya. Ternyata sudah hampir jam sembilan malam. Kevin mulai mengajak Tiara untuk segera menghabiskan makanannya dan pulang.
Selama perjalanan pulang mereka saling bercanda. Tiara sangat bahagia bisa menemukan laki-laki seperti Kevin yang selalu bisa membuatnya tertawa.
"Sudah sampai tuan Putri", ucap Kevin
"Terimakasih pangeranku untuk hari ini. Aku bahagia sekali. mencintaimu Mas", Ucap Tiara.
Kevin yang gemes mengelus-elus kepala Tiara.
"Sama-sama, Aku juga mencintaimu Ra. Sudah masuk sana, sudah malam".
"Iyah. Mas besok tidak usah dijemput yah, Aku bawa motor sendiri. Soalnya Aku dipindah dirunah VK jadi pulangnya nggak molor lagi".
"Iyah sayang. Oh yah Minggu depan temani Aku yah, datang diacara pertunangannya teman SMP".
"Iyah Mas, temen SMP? teman baik berarti hingga diundang waktu pertunangannya".
"Ya nggak juga Ra, tadi ketemu nggak sengaja lalu dia mengundangku".
"Maksudnya Bu Naura yang tadi Mas bertemu didepan itu?".
"Iyah, udah..... Aku pulang dulu ya, Assalamualaikum sayang".
__ADS_1
"Waalaikumsalam, hati-hati Mas".
Ha.... Dokter Naura mau tunangan. Lalu dengan siapa. Apa mungkin dengan Mas Alvin?, gumam Tiara.