
Sudah beberapa hari Tiara tak melihat Dokter Alvin. Sejak Tiara dipindah diruang lain, Dokter Avin sudah mulai menjauh. Tiara terakhir bertemu hanya saat tak sengaja berpapasan dengan dia.
Mungkin cinta gilanya sudah hilang kepadaku, gumam Tiara
Hari ini Tiara disuruh Bu Eny ke ruang UGD untuk menjemput pasien yang akan melahirkan. Tiara berjalan dengan cepat dan sesekali berlari agar dia lekas sampai di UGD.
Sesampainya disana Tiara langsung mengambil kursi Roda untuk membawa Ibu hamil itu keruang VK. Namun disaat yang bersamaan Dokter Alvin juga mengambilnya.
"Pagi Dok", Ucap Tiara sambil tersenyum.
Dokter Alvin hanya menatapnya tanpa senyuman. Dokter Alvin langsung pergi tanpa sepatah kata pun keluar dari mulutnya.
Astaghfirullah..... Kenapa yah Mas Alvin bersikap seperti itu. Biasanya Aku yang menjauhinya tapi kok sekarang jadi kebalikannya, Ah bodo amatlah, gumam Tiara.
Setelah membawa Ibu hamil diruang persalinan. Tiara segera membantu memasangkan infus. Sementara Bidan yang lain membantu untuk proses persalinan.
Alhamdulillah setelah beberapa jam ikut membantu, akhirnya Ibu tadi melahirkan juga dengan proses normal.
Subhanallah bayi itu sangat lucu sekali. Ternyata perjuangan Ibu melahirkan normal itu tidak mudah, gumam Tiara dalam hati sambil meneteskan air mata.
Hari ini sungguh melelahkan untuk Tiara. Tepat jam empat sore Tiara beranjak pulang menuju ke kosnya.
Dia berjalan melewati lorong rumah sakit menuju keparkiran motor dengan tubuh yang sudah sangat lesuh.
Sementara disisi lain, sebenarnya Dokter Alvin mengamatinya dari kejauhan. Dokter Alvin memang sengaja menghindari Tiara karena tidak mau melihat Tiara harus mencari tempat magang lagi.
Dokter Alvin rela menjauh agar Tiara tetap magang dirumah sakit ini. Tiara dipindahkan keruang lain, sebenarnya itu akibat kemarahan Dokter Naura yang selalu melihat mereka berdekatan.
Tiara melajukan motornya perlahan. Dokter Alvin mengikutinya dari belakang karena tak tega melihat Tiara yang kelelahan.
Perjalanan pulang yang seharusnya ditempuh dalam waktu 30 menit menjadi hampir satu jam.
Sesampainya dikos, Tiara memarkirkan motornya didepan kamar. Dia menuju ke depan kos untuk membeli bakso. Tiara berharap dengan memakan bakso pedas rasa lelahnya bisa berkurang.
"Bang bakso satu yang pedes yah", ucap Tiara.
"Iyah Neng", jawab Abang bakso.
Tiara menunggu sambil duduk dikursi Abang bakso. Tiba-tiba mobil Putih lewat perlahan didepannya, Tiara berdiri dan memastikan dengan melihat plat nomornya.
Ternyata benar itu mobil Mas Alvin, apa dia mengikutiku yah, gumam Tiara.
Setelah membeli bakso Tiara masuk dan memakannya didalam kos.
Alhamdulillah rasanya mantap sekali, pedasnya membuatku berkeringat. Kepalaku yang pusing sedikit berkurang, gumam Tiara.
Setelah memakan bakso, Tiara bergegas mandi dan sholat. Tiara mencoba beristirahat sejenak setelah selesai sholat, namun Dia tertidur hingga larut malam.
__ADS_1
Tiara terbangun karena teringat Dia belum sholat Isya'. Setelah sholat Tiara melanjutkan untuk rebahan lagi sambil memainkan handphonennya. Tiara melihat begitu banyak pesan masuk dan beberapa panggilan tak terjawab dari Kevin.
Tiara mencoba mengirimkan pesan kepada Kevin namun hingga lama tak juga dibalas.
Aku tidur saja, kepalaku masih cenut-cenut besok juga harus menemani Mas Kevin seharian, gumam Tiara.
...****************...
"Assalamualaikum Ra. Kamu sudah siap", ucap Kevin.
"Waalaikumsalam, Sudah Mas", jawab Tiara.
"Kamu keluar yah, Aku sudah didepan kos kamu".
"Iyah Mas".
Tiara menuju keluar menghampiri
Kevin. Terlihat sebuah mobil merah yang sudah terparkir didepan kos. Tiara sudah menduga jika itu Kevin.
Tiara membuka pintu mobil sambil tersenyum manis.
"Ayo berangkat. Aku sudah siap Mas. Tumben kamu bawa mobil Mas", ucap Tiara.
"La kamu pasti pakai dress kan. Kasihan donk udah cantik cantik naik motor he... he...he...", jawab Kevin
"Ya sudah, habis acara kita pulang saja. Aku hari ini juga libur kok. Kamu cantik sekali pakai baju itu Ra".
Tiara tersenyum sambil bergumam dalam hatinya. "Astaghfirullah..... ini kan baju pemberian Mas Alvin, kenapa Aku pakai ini diacara Bu Naura".
"Mas, sebenarnya Aku malu datang. Ini kan hanya acara pertunangan. mungkin privat hanya untuk keluarga dan teman dekatnya saja. Dirumah sakit juga tidak heboh tentang pertunangan Dokter Naura".
"Ya nggak apa-apalah, Aku nggak enak jika tidak datang padahal sudah diundang".
Tiara mengambil nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan.
"Ya sudah terserah kamu sajalah".
Semoga bukan Mas Alvin yang bertunangan dengan Dokter Naura. Jika benar Aku malu sekali karena masih memakai baju pemberian Mas Alvin, gumam Tiara.
Sesampainya disebuah hotel Kevin dan Tiara berjalan menuju kesebuah gedung. Kevin menggandeng tangan Tiara hingga masuk. Disana sudah tersedia begitu banyak kursi untuk tamu. Dekorasinya begitu indah penuh dengan bunga-bunga, padahal ini hanya acara pertunangan.
Acaranya memang belum dimulai, Tiara duduk disebelah Kevin. Tiara masih terus menoleh untuk mencari tahu dengan siapa Bu Naura bertunangan.
Astaghfirullah kenapa Aku baru sadar jika didepan sudah bertuliskan, "Engagement Alvin dan Tiara. Ternyata benar dokter Alvin yang bertunangan dengan Bu Naura, gumam Tiara.
Selang beberapa saat banyak dokter senior yang mulai berdatangan. Ada sebagian Dokter yang Tiara kenal.
__ADS_1
Tak lama acara dimulai, MC memanggil Alvin dan Naura menuju ke depan. Dokter Alvin kaget ketika melihat kehadiran Tiara dikursi paling tengah.
Tiara tersenyum ketika Dokter Alvin memandangnya.
Sementara itu Dokter Alvin yang sudah berada didepan merasa grogi karena ada Tiara di acara ini.
Astaga kenapa harus ada Tiara disini, gumam Dokter Alvin.
MC memberikan sebuah Mic untuk Dokter Alvin. Dia mulai berbicara dan mengungkapkan niatannya untuk melamar Dokter Naura.
"Naura saya Alvin Setiawan hari ini berniat melamarmu untuk menjadi istriku?Apa kamu menerimanya?", ucap Dokter Alvin.
"Iyah saya menerima lamaran kamu Mas", jawab Dokter Naura.
Semua tamu yang hadir bertepuk tangan. Akhirnya mereka bertukar cincin.
Tiara tersenyum melihat pertunangan mereka. Kevin yang melihat Tiara tersenyum, kemudian berkata, "Pengen yah cie.... cie.... Ayo kita nikah sayang", ucap Kevin
"Ah kamu Mas, sabar dulu lah. Nunggu aku lulus", jawab Tiara.
"Kita tunangan dulu saja Ra. Nikahnya setelah kamu lulus".
Tiara menganggukan kepalanya sambil berkata, "Iyah Mas. Tapi kita harus pulang kampung Mas".
"Ya nggak apa-apa Ra, nanti Aku atur jadwal dulu".
"Udah ah, Ayo ambil makan Mas setelah itu kita pulang".
Tiara mengambil makan bersama Kevin, namun tak lama Naura menghampiri Kevin dan mengobrol. Karena mereka begitu asyik mengobrol, Tiara memutuskan untuk duduk dan makan. Tak lama Dokter Alvin datang dan menghampiri Tiara.
"Tiara kamu cantik sekali pakai baju itu. Harusnya kamu yang Aku lamar Ra", ucap Dokter Alvin.
"Selamat yah Mas semoga kamu bahagia", jawab Tiara.
"Ra, Aku serius mencintaimu".
"Sudahlah Mas, saat ini hari pertunangan kamu. Kok bisa kamu berkata seperti itu. Kamu lihat pria yang sedang mengobrol dengan Bu Naura, itu calon suamiku. Aku pamit Mas".
Tiara bergegas menghampiri Kevin.
"Mas ayo kita pulang. Kepalaku pusing.
Maaf yah Bu, saya duluan. Selamat atas pertunangannya semoga langgeng yah Bu", ucap Tiara
"Iyah Mbak, semoga kamu dengan Kevin juga segera menyusul", ucap Dokter Naura.
"Amin", jawab Tiara dan Kevin.
__ADS_1
Tiara segera menarik tangan Kevin dan bergegas mengajaknya pulang. Dia berjalan melewati depan Dokter Alvin yang terus menatap Tiara.