Singgah Tanpa Sengaja

Singgah Tanpa Sengaja
Akad Nikah Dirumah Tiara


__ADS_3

POV Tiara


Setelah menunggu Restu orang tua beberapa tahun. Alhamdulillah Akhirnya lebaran tahun ini serasa istimewa karena Mas Kevin akan menikahiku.


Akad nikahku memang digelar saat lebaran. Memang sengaja dibuat lima hari setelah sholat Idhul Fitri agar saudara yang jauh bisa datang karena memang masih cuti bersama.


Besok adalah hari yang kutunggu. Mas Kevin akan menikahiku, Akhirnya setelah bertahun-tahun menjalin hubungan dengan Mas Kevin, kedua orang tuaku dan mama Aisyah merestui Pernikahan ini meskipun Ayah Mas Kevin belum merestui pernikahan ini.


Hari ini dirumahku ada acara pengajian hingga nanti sore dan besok juma't adalah acara akad nikah dan walimah untuk bapak-bapak dimalam hari. Dihari Sabtu adalah resepsi pernikahanku.


Acara pengajian Ibu-ibu hari ini sudah selesai, lelah juga ternyata. Malam ini aku ingin beristirahat saja karena besok pagi aku harus melaksanakan akad nikah.


Malam ini rasanya susah sekali untuk tidur, ku coba mengirimkan pesan ke Mas Kevin. Akhirnya dia menelponku juga.


"Assalamualaikum Sayang, calon istriku", kata Mas Kevin


"Waalaikumsalam Mas. Kamu lagi ngapain Mas, Aku nggak bisa tidur", jawabku.


"Kamu lagi bayangin malam pertama kita ya Ra he... he... he....".


"Enggaklah Mas, kamu itu pikirannya sudah sampai sana. Aku bisa menikah denganmu saja sudah bahagia dan bersyukur sekali Mas".


"Lo kan emang benar Ra, Itu termasuk ibadah. Istri nggak boleh menolak ajakan suami lo Ra. Aku juga bahagia Ra, tapi maaf yah jika Ayahku masih belum menerima pernikahan ini".


"Iyah Mas, mungkin seiring berjalannya waktu, Ayah kamu bisa menerimaku dan keluargaku".


"Amin. nanti diJogja tinggal dirumahku saja Ra, kamu nggak usah ngontrak lagi. Nindi mungkin akan ikut suaminya".


"Iyah Mas. Udah ah, aku mau tidur dulu. Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam sayang".


Kulihat sudah pukul 01.00 wib. Namun mata ini belum juga terlelap. Obrolan dengan Mas Kevin barusan malah membuatku semakin tak bisa tidur. Kuputuskan untuk mengambil air wudhu dan sholat tahajud.


Kulihat sudah pukul 02.30 wib, mata ini mulai mengantuk, padahal aku harus bangun pagi-pagi untuk dirias.


Alarm dihandphoneku berbunyi sangat keras hingga membuatku terbangun. Kulihat sudah jam lima pagi. Aku segera mandi dan sholat.


Tak lama perias pengantin sudah datang.


Rombongan keluarga Mas Kevin sudah datang pukul 07.30 wib. Hari ini adalah akad nikahku dan Mas Kevin.

__ADS_1


Make-up ku hampir selesai meskipun Pak penghulu belum datang. Aku memakai kebaya warna putih yang kubeli waktu itu bersama Mas Kevin saat diJogja.


Aku dan Mas Kevin diberi bunga melati, yang wanginya sangat segar dan harum sekali.


Ibuku memanggilku dan menyuruh untuk keluar karena penghulu sudah datang. Aku keluar kamar dan berjalan perlahan. Semua yang hadir memandangiku, malu rasanya. Kulihat Mas Kevin menatapku sambil tersenyum bahagia.


Aku duduk disamping Mas Kevin, rasanya seluruh tubuhku gemetaran. Hari ini Mas Kevin terlihat begitu tampan.


Mas Kevin memandangku sambil berbisik "kamu cantik sekali Ra, Aku pangling hari ini".


Aku hanya tersenyum sumringah mendengar perkataan Mas Kevin barusan.


Entah mengapa Aku senang sekali rasanya dipuji oleh Mas Kevin.


Akad nikah dimulai karena pak penghulu sudah datang. Kita membaca basmalah dan dua kalimat syahadat. Aku mulai deg deg an. Ijab Qabul dimulai, Ayahku menikahkan Aku dengan Mas Kevin.


Mas Kevin mengucapkan ijab qbul dengan begitu lancar dan keras. Alhamdulillah sah. Semua tersenyum dan mendoakan kita.


Nindi memberikan Mas kawin dan sekotak perhiasan kepada Mas Kevin yang kemudian diberikan kepadaku. Sebuah pigora yang berisikan hiasan uang.


Yang ikut mengantar akad nikah hari ini hanya adik, serta saudara Mas Kevin dari keluarga Ayah dan Mama Aisyah. Kedua orang tua Mas Kevin memang tidak hadir diacara akad nikah ini.


Aku bergegas menuju kamar untuk menyimpan perhiasan itu.


Setelah sesi pengambilan video, semua keluar dari kamarku.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu Mas. Kamu makan dulu sana Mas, yang lain pada makan", ucap Tiara.


"Sudah kenyang melihatmu, lagian nanti Aku kan sudah tidur disini", jawab Kevin.


"Iyah juga sih?".


"Berarti nanti malam kita itu donk, kan sudah halal. Nggak usah Resepsi Ra, langsung aja he... He...".


"Ngomong apa sih Mas. Ayo kita keluar Mas, acaranya belum selesai. Semua orang sudah menunggu kita diluar".


Mas Kevin memang tidak menggelar pesta dirumahnya, karena Dia tahu jika Ayahnya tidak merestuinya. Semua acara resepsi dijadikan satu dirumahku. Beruntung Mama Aisyah sudah merestui kita.


Mas Kevin mencium keningku sebelum keluar dari kamar. Kita keluar dari kamar bersama, tumben sekali dia menggandengku. Setelah acara makan bersama rombongan keluarga Mas Kevin pulang.


Tepat pukul 11.00 wib acara telah selesai. Akhirnya bisa istirahat sejenak, namun ternyata salah, karena sebagian sahabat dan teman-temanku SMA ada yang datang hari ini.

__ADS_1


Alhamdulillah jam satu siang semua tamu sudah pulang jadi aku bisa beristirahat sejenak. Aku membersihkan make-up, dan segera sholat. Karena setelah ini aku akan ikut membantu untuk acara nanti malam.


Tak terasa waktu begitu cepat berjalan, acara walimah akan segera dimulai. Mas Kevin dan Ayah ikut menyambut tamu yang datang.


Hari ini semua acara berlangsung dengan lancar. Kulihat dekor pernikahan sudah datang dan memasang bunga-bunga Asli dan hiasan bunga lainnya.


"Bagus kan Mas", ucap Tiara.


"Iyah Ra. Maafkan Aku yah, jika tidak ada pesta dirumahku", jawab Kevin.


"Iyah Mas nggak apa-apa, Aku ngerti kok".


Kulihat sudah pukul 21.30 wib. Rasanya sudah lelah dan mengantuk. Aku menuju kamar, tak lama Mas Kevin ikut datang dan menghampiriku. Dia menatapku begitu tajam dan sedikit tersenyum.


"Kamu ngapain Mas menatapku seperti itu", ucap Tiara.


"Kita sudah halal kan Ra. Sudah lima tahun Aku menunggu saat-saat seperti ini. Saat dimana Aku bisa melihat seluruh tubuhmu dengan halal", kata Mas Kevin.


Mas Kevin maju perlahan tepat didepanku hingga membuat aku terpojok ditembok.


"Enggak Mas, jangan sekarang Aku belum siap. Aku juga capek sekali. Besok juga masih ada acara resepsi lagi".


"Ah pake malu-malu, kamu sebenarnya juga sudah pengen kan Ra".


"Biasa ajalah, paling kamu yang udah nggak bisa nahan Mas".


"Ya, jika kamu godain terus, ya gak bisa nahan lah Ra".


"Ayo tidur saja Mas, aku sudah lelah. besok pagi ada acara resepsi lo" .


"Iyah beres, berarti malamnya sudah bisa itu donk".


"zzzzztttttt....... diam Mas, sudah tidur".


Serasa tidur sebentar saja, karena Aku terbangun ketika mendengar suara adzan subuh yang berkumandang. Aku segera membangunkan Mas Kevin. Aku memutuskan untuk mandi dan sholat terlebih dahulu.


Kali ini Mas Kevin jadi Imamku, bahagia sekali rasanya. Setelah selesai sholat Aku menci** tangan Mas Kevin. Dia tersenyum dan menci** Keningku.


"Istriku, kamu cantik sekali. Nanti malam sudah siap kan kamu?", ucap Mas Kevin.


"Belum Mas, masih capek", jawab Tiara.

__ADS_1


"Lama sekali Ra".


"Sabar Mas tahan sedikit lagi". ucap Tiara untuk menghindar.


__ADS_2