
STALKER
.
.
.
.
CHAPTER 1
.
.
.
.
Musim gugur pukul 7:30 pagi.
Kedua tangan masuk ke dalam saku celana. Seorang remaja tampak santai ketika melangkah di trotoar. Remaja itu bersiul untuk menikmati pagi harinya menuju sekolah. Penampilan remaja itu seperti berandalan sekolah. kancing baju, ia biarkan tidak terkait dengan benar.
"Woi, Naruto!"
Remaja itu menoleh karena seseorang menyebut namanya. Naruto tersenyum riang. Dan seseorang segera mengarahkan tinjunya ke wajah Naruto. Naruto dengan cepat menahan serangan seseorang itu dengan tangannya.
"Hoi, Kiba, kenapa kau tiba-tiba menyerangku!"
"Tech, kau sangat waspada seperti biasa, Naruto," gumam Kiba.
Inuzuka Kiba dan Uzumaki Naruto adalah sahabat sejak mereka masih di TK sampai sekarang. Keduanya sangat dekat seperti saudara.
Bukan hanya Naruto dan Kiba yang berjalan di trotoar. Masih banyak siswa yang sejalan dengan mereka. Tujuan siswa-siswi adalah Konoha High School yang terkenal dengan reputasinya.
"Kyaaaa! Sasuke!"
Naruto dan Kiba segera cemberut karena mereka selalu mendengarkan teriakan para gadis penggemar siswa yang paling tampan dan populer di Konoha High School.
"Cih, masih di jalan sudah membuat telingaku sakit," gumam Kiba kesal.
__ADS_1
"Mau bagaimana lagi, orang-orang tampan selalu menang," gumam Naruto.
"Haaah...." Naruto dan Kiba menghela nafas frustasi ketika mereka mengingat status mereka berdua masih lajang.
"Aku, tidak mengerti sama sekali. Mengapa perempuan menyukai Sasuke?" Naruto bertanya-tanya. Ketika Naruto melihat para siswi bersemangat di sekitar siswa yang paling populer.
Kiba marah tidak jelas dan menggerutu tak menentu karena iri hati. Naruto menggaruk kepalanya sendiri. Saat melihat perilaku Kiba. Naruto juga sedikit iri tetapi segera membuangnya karena iri tidak akan membuat seseorang puas.
Sesampainya di sekolah. Semua siswa-siswi langsung ke loker mereka untuk mengganti sepatu mereka. Pelajaran pertama adalah olahraga, sepak bola. Naruto yang paling bersemangat tentang pelajaran semacam ini.
Hari yang sangat cerah di musim gugur. Naruto mengganti seragam sekolahnya dengan mengenakan seragam tim sepak bola sekolahnya.
Kaos oranye dan celana pendek hitam, sepatu dengan warna yang sama dengan celana. Naruto siap melangkah ke lapangan. Posisinya memang hanya sebagai penjaga gawang tetapi sebagai penjaga yang cekatan menangkap bola.
'Pelajaran yang paling aku tunggu-tunggu akhirnya tiba! Yosh, mulailah semuanya dengan semangat!' kata batin Naruto yang penuh semangat.
.
.
.
.
Kick off dimulai. Kiba memberikan bola ke arah Lee, yang tiba-tiba di rebut oleh Sasuke dengan cekatan melewati tiap pemain tengah tim Naruto.
"Sasuke! Kyaaaa.... Masukkan bola nya. Yang jaga gawang cuma si kuning!" Haruno Sakura yang paling heboh diantara fans girl Sasuke. Gadis remaja bersurai pink panjang sepunggung itu benar-benar terlihat sangat mencolok.
"Semuanya! Cepat rebut bola nya dari kaki, Sasuke!" Kiba berteriak memberi perintah.
Naruto sudah siap apapun yang terjadi. Dia tak akan memberikan 1 angka pun untuk tim Sasuke. Sasuke menendang bola sebagai umpan lambung. Remaja bersurai merah bata bernama Sabaku Gaara langsung berlari masuk area pinalti. Gaara menyenggol bola dengan bahu, membimbing bola tetap stabil. Dan sebelum bola mendarat ke tanah rerumputan, Gaara menendang bola kearah gawang. Naruto menepis bola yang melesat cepat dengan lengan. Bola pun terkena tiang gawang dan keluar lapangan. Tendangan sudut pun di dapatkan oleh tim Sasuke.
Tim Sasuke lebih memimpin pertandingan sepakbola. Sasuke yang sedari tadi hanya bermain egois. Sasuke membawa bola dengan kaki yang lincah memamerkan skillnya.
Gaara melambaikan tangan agar diberi operan. Namun Sasuke tidak mempedulikan. Dan lebih fokus melewati hadangan pemain tim Naruto.
Naruto mempersiapkan kuda-kudanya dengan tehnik ala penjaga gawang internasional. Sasuke melewati pemain belakang terakhir. Dan langsung menendang bola diluar garis pinalti.
Dagh....wuussss!!
Bola melesat cepat ke sudut kiri gawang. Naruto melompat mencoba meraih bola yang sangat jauh dari jangkauan tangannya. "Sial! Sedikit lagi!" Naruto menepis bola dengan tangan yang asal-asalan.
__ADS_1
"Hn, gagal lagi?!" Sasuke tak percaya dengan apa yang ia lihat. Kejadian yang mustahil karena sudut itu sangat susah bagi penjaga gawang terlatih sekalipun.
'Syukurlah....' Hyuga Hinata gadis remaja yang mengamati dari bangku penonton. Dia amat lega karena Naruto berhasil menangkap bola.
Pertandingan berlanjut dengan kedudukan masih imbang. Waktu pertandingan sudah hampir habis begitu juga batasan para pemain. Sasuke yang mulai kelelahan begitu juga kedua tim. Sasuke masih ada tenaga untuk bermain saling memberi umpan bersama dengan Gaara.
Kiba sudah tidak kuat jika ada waktu tambah sekarang. Kiba benar-benar pasrah. Rock Lee masih semangat, Lee mencoba merebut bola dari kaki Gaara. Bola lebih dulu di berikan ke Sasuke yang langsung diterima dengan cara menendang bola kearah gawang yang dijaga Naruto.
Dagh! Wuusss....
"Cih, mati kau, Dobe!"
"Teme! Jangan panggil aku seperti itu!"
Naruto melompat mencoba meraih bola yang teramat jauh. Naruto hanya bisa menyentuh bola itu dengan jemari tangan. Semua yang ada di lapangan bersorak keras. Karena Sasuke berhasil menjebol gawang yang Naruto jaga.
"Kyaaaa.... Sasuke! Keren sekali!" teriak fans girl Sasuke. Yang teramat nyaring.
"Kyaaaa.... Akhirnya gol!" Sakura ikut histeris menyusul kehebohan fans girl Sasuke.
"Sial! Kenapa harus kebobolan di menit terakhir!" Naruto memukul tanah seketika itu juga pertandingan selesai. Pelajaran olahraga di jam pertama benar-benar membuat luka di benak Naruto yang selalu saja kalah oleh Sasuke.
Hyuga Hinata yang menonton pertandingan awal sampai akhir. Hinata lebih fokus melihat Naruto walaupun Naruto hanya diam berdiri di dekat gawang menunggu serangan. Hinata ikut merasa sedih ketika Naruto kecewa dengan hasil akhirnya. Kekalahan tim Naruto yang harus selalu menjadi tim cadangan.
Hinata berlari-lari menuju arah loker siswa. Hinata diam-diam menaruh secari kertas di dalamnya. Dan dengan mengendap-endap ia pergi dari sana. Berselang beberapa menit Naruto yang masih kesal, ia membuka loker dengan kasar. Secarik kertas selalu ada di loker Naruto. Naruto membaca secarik kertas itu. 'Jangan bersedih, Naruto. Naruto adalah orang yang hebat. Pertandingan hari ini kamu keren sekali.... Dari fans beratmu.' Naruto tersenyum ala 3 jari. Naruto jadi bersemangat kembali walaupun ia tak pernah tahu siapa fans beratnya yang tak pernah menuliskan namanya di secarik kertas yang Naruto terima.
"Aku sangat bersyukur, kau selalu menyemangati aku." Naruto bicara sendiri biarpun tak ada orang di sana. Hinata yang sudah berada di kelas. Hinata sangat senang hari ini dapat melihat Naruto lagi.
.
.
.
.
MASIH BERLANJUT!!
Author note : Kalau ada yang suka dan minta di lanjut. Author bakal perpanjang loh jadi 2x lipat. Author fokus ke NaruHina dulu.... Hehe... SasufemNaru di hiatusin dulu, ahaahahahha..... Moga ada yang suka!
SasuSaku udah pernah buat. Dan sekarang gantian NaruHina gak papa toh?
__ADS_1