
Chapter 2
.
.
.
.
"Naruto, bangun! Dasar pemalas! Jangan tidur mulu baru hari Minggu!" Suara teriakan seorang wanita ketika membangun putranya yang masih asik memeluk guling.
"Araaaahghh! Ibu berisik sekali, hari Minggu waktuku untuk tidur panjang, Bu!"
"Cih, kau pikir kau itu beruang kerjaannya cuma tiduran mulu?!"
Uzumaki Naruto mau tidak mau ia harus bangun sebelum ibunya makin menggila karena harus buru-buru berangkat kerja meskipun hari Minggu.
"Naruto, ingat nanti cuci piring di dapur dan pakaian. Jangan lupa!"
"Heeeh?! Aku lagi yang kerjain itu semua? Aku kan laki-laki masa suruh nyuci!"
"Mmmh? Mau bantah ibumu inikah?"
Naruto langsung menggelengkan kepala dengan perasan takut ketika mendapat tatapan mata yang amat mengerikan dari ibunya.
"Ak-aku nanti cuci semua sampai bersih. Ibu tenang aja ya.... Ano, selamat menikmati hari kerja Bu, semangat!"
Uzumaki Kushina tersenyum puas ketika mendengar perkataan Naruto yang amat kaku ketika bicara. Kushina pergi dengan riang karena pekerjaan rumah akan dilimpahkan ke Naruto semua.
Naruto mengambil handuk dengan lemas sembari membayangkan tumpukan piring dan baju. Naruto tak bisa menyalahkan ibunya yang menjadi tulang punggung keluarga.
'Hari Minggu malah cuci piring dan pakaian. Hari-hari yang membosankan. Tapi, hidup memang seperti ini cukup aku nikmati sepenuh hati. Dan tersenyum puas ketika semua yang aku kerjaan selesai.' Naruto berbicara dalam hati ketika ia sedang cuci piring.
__ADS_1
Naruto membutuhkan waktu hampir satu jam diakhiri dengan merapikan kamarnya sendiri dan milik ibunya. Naruto sebenarnya ingin malas-malasan tapi apa daya ibunya sangat cerewet. Naruto menghela nafas berat dan mengambil handphone miliknya yang ada di meja ruang tamu.
Di beranda Facebook ada status paling alay dan kekanak-kanakan. Dan pemilik status itu adalah teman baik Naruto tak lain adalah Kiba. Naruto dengan iseng mengomentari statusnya Kiba yang sedang curhat karena jomblo permanen yang Kiba alami.
"Hahahhaha, makan tu komentar parahku!"
Di kolom komentar Kiba marah-marah tak jelas karena Naruto berkomentar 'itu mah deritamu bukan deritaku!' Naruto tertawa terbahak-bahak ketika Kiba memberi emoticon ekspresi datar dan marah.
Naruto menaikan alis kirinya ketika komentarnya mendapat emoticon hati. Dengan cekatan Naruto langsung melihat kronologi milik pemberi emoticon hati itu. Hyuga Hinata yang belum mendapatkan konfirmasi pertemanan. Naruto langsung menerima pertemanan yang belum dia konfirmasi.
"Aduh, aku sering lupa kalau masalah nerima temen." Naruto bicara sendiri sambil melihat-lihat foto Hyuga Hinata. Begitu banyak foto anime. Naruto yang juga suka anime tapi ia tak sampai menggunakan gambar anime sebagai foto profil Facebook.
Ada satu foto yang tak lepas dari tatapan mata Naruto. Foto asli milik Hinata menjadi pusat utama Naruto sekarang. Dua pilihan dalam benak Naruto, ia mengambil foto itu tanpa izin atau minta izin dulu? Naruto yang tak mau banyak pikir, ia langsung meng save foto tersebut karena ia suka melihatnya.
"Hehe.... Maaf ya Hinata, karena kau lucu jadi aku curi sajalah," gumam Naruto dan kembali melihat beranda Facebook dengan tatapan bosan karena spam status Kiba.
Naruto melihat jam di handphone nya. Dia memikirkan apa yang harus dilakukan ketika libur hari Minggu?
"Halo, bro keluar yuk?"
"Keluar kemana? Mendingan tiduran aja seharian ni Minggu mantap tak akan ku sia-siakan!" Suara nyaring terdengar jelas dari handphone Naruto.
"Astaga, kau malas sekali." Naruto langsung menutup telponnya tanpa basa-basi.
Naruto menganti kaos yang ia pakai dengan kaos putih bertulis kan Yahoo di bagian depan. Dan celana panjang berwarna cokelat. Game center mungkin akan menghibur hatinya yang sedang sepi.
Ibunya mengizinkan Naruto pergi ketika Naruto meng-sms ibunya lebih dulu sebelum keluar rumah. Di perjalanan menuju game center ia naik bis dan melihat sosok yang tak asing dalam bis itu.
'Itukan Sakura ya?' kata batinnya Naruto.
Niat ingin mendekati dan menyapanya namun Naruto tiba-tiba ingat ia pernah menyatakan perasaannya yang tak terbalas. Sosok yang Naruto lihat sedari tadi di sela-sela orang yang berdiri tak dapat tempat duduk di bis. Haruno Sakura yang senyam-senyum sambil melihat handphone dan membalas berbagai pesan yang masuk.
Benak Naruto berkata, "Sakura amat populer ya...." Naruto sudah sampai di tempat tujuannya, ia pun turun dan menuju game center. Bangunan bertingkat 10 berwarna merah yang mencolok terpampang tulisan game center yang amat besar.
__ADS_1
Di zaman modern sekarang game center masih cukup populer di lantai 1 dan 2 banyak ada pilihan game yang bisa di main kan mendapatkan hadiah pernak-pernik yang populer di kalangan gadis-gadis.
Masuk dalam game center sama saja kembali kemasa lalu mengenang kembali game-game arcade yang pernah merajai dunia game.
Banyak pasangan yang datang ke game center bersama-sama menikmati hari Minggu. Naruto yang datang sendiri ia hanya memanyunkan bibirnya karena orang yang pacaran pastilah membuatnya iri.
"Yosh! Kita main Sega saja!" Naruto bermain game. Dia duduk dengan nyaman dan mulai bermain setelah menukarkan uangnya dengan beberapa koin yang bisa ia guna kan untuk bermain game.
20 menit ia bermain sampai bosan dan menghela nafas tanpa ada semangat dan tak tahu lagi harus apa sekarang? Dilanda oleh perasaan bosan yang menumpuk-numpuk dalam hatinya amatlah mengganggu.
Selesainnya Naruto bermain game. Naruto menuju lantai 3 untuk membaca komik dan menambah koleksi film anime nya. Naruto melihat ruangan yang memiliki nomor urut dari 1 sampai 10. Disana adalah ruangan untuk berkaraoke yang paling diminati di game center itu.
Naruto yang tak punya pasangan ia hanya berfantasi dalam pikirannya karena setahunya di ruangan itu biasanya tak untuk berkaraoke saja malah digunakan yang tidak-tidak karena tak ada kamera pengawas di ruangan itu.
'Kalau punya pacar pasti bisa karaoke bareng dan tertawa bersama. Sudahlah Naruto! Kau kan tidak bisa nyanyi!' batin Naruto menjerit.
Pintu bernomor 5 terbuka. Dan sosok yang tak asing bagi Naruto keluar dari ruangan itu. Hyuga Hinata dan seorang gadis yang lebih muda darinya sedang tertawa bersama dengan malu-malu. Naruto yang berdiri di depan pintu nomer 4. Naruto dan Hinata saling bertemu tatapan mata yang sama-sama terkejut karena begitu tiba-tiba.
"Na-Naruto," ucap Hinata seketika itu juga gadis yang ada di sebelahnya menoleh karena ucapannya Hinata. Naruto yang merasa disebut namanya. Naruto hanya garuk-garuk kepala dan bingung harus bagaimana sekarang? Karena biarpun di kelas mereka berdua duduk bersebelahan namun tak pernah saling mengobrol.
"Yo," balas Naruto dengan canggung.
.
.
.
.
Tunggu lanjutannya maaf baru update hehe... Mumpung libur kerja :v
Maaf ya... Maklum sibuk mulu...
__ADS_1