STALKER

STALKER
Chapter 5 √


__ADS_3

Chapter 5


.


.


.


.


[ Hari Minggu jam 7 pagi. ]


Senyum-senyum sendiri dan menyantap ramen di meja makan. Naruto mengingat ketika sedang leveling ketika bermain Fantasy Online 2. Game PC yang masih populer itu benar-benar menyajikan petualangan yang luar biasa apalagi ketika bermain bersama dengan penyembuh. 


"Hinata benar-benar hebat! Dia tau kalau aku suka main rusuh, hehe...." Bicara sendiri dan menyantap ramen hingga habis. Di rumah selalu sendirian ketika Kushina berangkat kerja. Naruto melirik secarik kertas di meja yang ada berbagai daftar tugas harian yang tertulis di kertas itu.


Cuci pakaian.


Nyiram bunga.


Rapiin tempat tidur.


Setelah Naruto menyelesaikan sarapan pagi nya, ia bergegas menyelesaikan daftar yang ditulis ibu nya. "Cuci secara manual terus cuci pakai mesin cuci." Naruto yang telah terbiasa melakukan pekerjaan rumah, ia tak kerepotan namun cukup lama karena jumlah pakaian yang banyak. Setelah menjemur semua nya lanjut menyirami bunga yang ada di halaman belakang rumah. "Yang suli-sulit dulu nanti tinggal kamar..." Naruto tersenyum ketika melihat bunga yang sering disiram mulai tumbuh dan lebih hijau dari biasanya. 


{ Tring! }


Nada notifikasi Smartphone berbunyi seketika itu juga Naruto melihat sms yang masuk di Smartphone milik nya. 'Hinata?' pesan dari Hinata tertulis bahwa Hinata sedang bermain Fantasy Online 2. Naruto membalas pesan mungkin, ia akan log in dalam game siang hari karena masih ada pekerjaan rumah yang haru Naruto selesai kan. Naruto dan Hinata mulai akrab semenjak mereka bermain game bersama.  Naruto akrab hanya di dalam game namun ketika di sekolah mereka berdua bertingkah seperti biasa lagipula Naruto tak ingin nanti nya akan ada gosip aneh ketika terlalu akrab dengan seorang gadis. 


Alasan Naruto tak mau terlalu dekat ketika di sekolah hanya alasan yang sepele yaitu nanti akan ada perasaan berlebihan dan pada akhirnya akan jatuh hati berakhir sakit hati. "Amit-amit kalau kejadian itu terulang lagi. Aku ditolak lagi mau ditaruh mana muka ku nanti!" Naruto tertunduk frustasi. Ditolak Sakura sudah menyesakkan bahkan sudah jadi trauma bagi Naruto. Ketika Naruto membayangkan Hinata menolaknya juga. Naruto langsung lemas dan tak ada semangat untuk menyelesaikan pekerjaan rumah nya. Naruto tak dapat menilai lebih pada dirinya sendiri sebagai Otaku yang lumayan akut. Dan seorang gamers online dan offline. "Hehe, sudahlah aku cukup senang bisa deket sama cewek cantik macam Hinata."


Di daftar teman dalam game hanya satu orang yang belum log in. "Dia belum online...Naruto lama sekali..." menatap layar laptopnya tanpa senyum sendikitpun dan lebih suka menuntun karakter milik nya duduk di dekat pohon. Karakter penyembuh dengan kostum dan perlengkapan full cash benar-benar terlihat mencolok ketika ada yang mengajak party untuk menjelajahi hutan kematian, Hinata menolak dengan alasan sedang menunggu teman. 1 jam berlalu sambil menyerupai teh dan menunggu Naruto log in dalam game. Hanabi yang mondar-mandir sesekali melihat karakter milik Hinata yang hanya duduk di dekat pohon bisa membuat Hanabi ikut bosan.


"Onee-chan, kenapa diam saja sedang nunggu teman party ya?"

__ADS_1


"Iya dia belum log in."


"Memangnya siapa sih sampai ditungguin sebegitunya! Nee-chan kan karakternya sudah full cash tanpa party banyak orang juga bisa nyelesain misi setara kan?"


"Iya juga sih...tapi kan Naruto belum log in..."


"Na..Naruto-nii?!"


"Aduh, aku keceplosan..."


"Kenapa Nee-chan nggak bilang kalau Nii-san main game online juga!"


"Ke-kenapa aku harus bilang...Naruto kan tidak menyuruh ku bilang pada mu..."


"Harus nya Nee-chan bilang...aku kan sangat menyukai Naruto-nii. Okeh, aku mau ambil laptop dan ikut main ah!"  


Hinata dan Hanabi berdebat dan pada akhirnya Hanabi ikut bermain di dalam game dan menunggu dekat pohon juga. Mereka berdua semakin mencolok dengan full cash dengan kostum bersinar warna-warni yang berlebihan. Ketika Naruto log in dan mencari Hinata di tempat biasa. Naruto tak menyangka kalau Hanabi juga suka game online.


[ Hehe, iya...]


[ Naruto, kita mulai di tempat kemarin ya? ]


[ Okeh, kita akan lawan Naga Bumi lagi! ]


Naruto tersenyum garing ketika melihat level karakter miliki Hanabi adalah 50. Level yang sangat luar biasa karena level maksimal dalam game sampai 80. Naruto yang masih level 10 benar-benar terlihat tak ada apa-apa apalagi masih dengan set ala kadarnya. Hanabi menghajar Skeleton sekali serang tanpa skill. Monster level 10 benar-benar tak ada apa-apa nya. Naruto yang masih pemula hanya diam sambil melihat EXP milik nya naik. Hinata yang memiliki level 50 hanya diam melihat Hanabi menghabisi semua musuh.


Di dalam game player hanya bisa masuk ke dalam wilayah dengan tingkat level yang mereka miliki. Hinata dan Hanabi masuk ke level wilayah berlevel 10 karena Naruto masih level kecil. "Ah, aku cuma bisa diam kalau begini, Hanabi benar-benar tak memberi ku untuk beraksi agar cepat naik level," kata Naruto ketika melihat layar laptopnya. 


[ Meteor ] Hanabi memilih skill ultimate hanya untuk membunuh Bos level 10 benar-benar sengaja menunjuk kekuatan job penyihir elemen api. 3 jam kemudian karakter Naruto sudah mencapai level 15 dan membuka skill untuk memancing monster untuk fokus menyerang karakter milik nya. 3 jam benar-benar melelahkan walaupun hanya diam melihat Hanabi beraksi untuk menaikkan level Naruto secara drastis. 


[ Naruto-nii, Minggu depan aku bantu naik level lagi! ]


[ Hehe, jadi bikin Hanabi repot lagi ya... ]

__ADS_1


[ Santai saja Naruto-nii, aku tidak merasa di repot kan! ]


Biasanya Hinata akan bermain santai bersama Naruto namun di kacau kan oleh Hanabi yang bermain dengan egois sampai-sampai Naruto hanya seperti penonton menunggu EXP bertambah sampai naik level. Setelah bermain game online selesai, Naruto merebahkan diri di tempat tidur. Permainan tadi benar-benar membosankan biasa Naruto akan melawan semuanya sendiri walaupun naik levelnya cukup lama ketika melawan Bos Monster, Hinata hanya memberikan skill penyembuhan.


{ Tring! }


Hinata : Maaf tentang adikku tadi dia kelewat dan semaunya.


Naruto : Tidak apa-apa. Hanabi niat nya baik. Dia cuma mau aku cepat naik level.


Hinata : Kamu tidak kesal kan karena tadi tidak seperti biasanya?


Naruto : Tidak kok. Aku biasa saja malah bagus kalau level ku lebih cepat naik.


Hinata : Minggu depan kita main berdua saja...Hanabi akan aku larang ikut main karena dia semaunya.


Naruto : Tidak usah sampai seperti itulah, Hinata santai saja, Hanabi kan juga ingin main bareng.


Hinata : Baiklah kalau Naruto tidak masalah...


Naruto membalas pesan agar Hinata tidak terlalu memikirkan hal sepele masalah game. Naruto memang tidak suka di awalnya namun ketika ia pikir baik-baik menguntungkan juga kalau level cepat naik, ia akan bisa main bareng di level 50.


.


.


.


.


BERSAMBUNG


Author Note - sorry kalau agak gak jelas pengen nya buat gini dulu hehe... Masalah update cerita aku tergantung waktu pas gak sibuk sama mana yang pengen aku update. Makasih udah baca! Semoga kalian tetap suka cerita ku ya!

__ADS_1


__ADS_2