Story In July ( End )

Story In July ( End )
Prolog


__ADS_3

..."Untuk bulan Juli,...


...Singkat namun berkesan"...


...   _Zahwa nur febrianita...


...•...


...°...


.......


..._o0o_...


Dimalam yang sepi diiringi oleh rintik demi rintik kecil air hujan yang berjatuhan dari langit, entah inisiatif dari mana tiba-tiba saja aku membuka jendela kamarku.


Hembusan angin malam pun mengibas-ngibaskan jilbabku serta menerpa wajahku hanya satu yang kurasakan, sejuk!.


Lalu aku pun medongakkan kepalaku untuk melihat langit yang bernuansa gelap itu dan yang kulihat tidak ada bintang maupun bulan disana, saat ini hanya ada awan gelap dan dinginnya angin malam yang tersisa.


Ku arahkan kembali wajahku kearah depan dan seketika mataku berpandangan kosong namun lain dengan pikiranku, pikiranku melayang memutar kembali kejadian demi kejadian yang terjadi saat dibulan juli. Dibulan yang hanya berisikan 31 hari namun ada begitu banyak yang terjadi.


Meskipun kejadian itu sudah terlewatkan selama bertahun-tahun lamanya, tetapi apa yang aku rasakan saat ini jika mengingat akan hal tragedi yang terjadi pada bulan itu, rasanya bagaikan sebuah mimpi buruk saja.


Manusia itu ...  jika tidak ingin mempercayai kenyataan pahit yang baru saja ia alami, maka ia hanya akan membohongi dirinya sendiri bahwa itu tidaklah terjadi dan semua itu hanyalah mimpi buruk.


Dan begitu juga denganku yang dikala aku menerima kenyataan pahit itu rasanya sangat sulit untukku terima, bahkan terkadang aku selalu membohongi diriku sendiri bahwa itu tidak terjadi.


Tetapi...


Mau sejauh manapun aku membohongi diriku sendiri itu tidak akan mampu untuk menghilangkan semua bukti yang ada, bahkan semakin aku melakukannya semakin aku merasa miris dengan hidupku sendiri.

__ADS_1


Sejak dulu aku selalu bertanya-tanya, kenapa harus aku? Kenapa tidak orang lain saja? Aku cape! aku juga butuh istirahat. Dan bagaimana aku bisa istirahat jika cobaan terus saja datang secara bertubi-tubi.


Rasanya aku bagaikan sebuah karang dilautan yang terus-menerus dihantam oleh sebuah ombak dengan tiada henti.


Aku ada sedikit pertanyaan untuk kalian apakah kalian pernah menyangka bahwa selama ini, kalian hidup didalam sebuah sandiwara keluarga?


Atau pernahkah kalian menyangka bahwa kalian itu hidup hanya untuk dijadikan sebagai alat?


Saat itu hanyalah 1 bulan.


Waktu yang cukup singkat bukan?! Tapi rasanya sangatlah lama dan aku bagaikan hidup disebuah penjara bawah tanah tempat yang hanya dipenuhi oleh kegelapan.


Aku hampir berputus asa dan untuk yang kedua kalinya aku juga hampir membuat hal yang bodoh lagi. Tetapi...


Seseorang datang dan memberikan sebuah pelajaran hidup padaku dia mengajarkanku bahwa hidup tidak akan pernah lepas dari yang namanya ujian, dalam hidup ini pun kita tetap harus selalu bersyukur dengan begitu maka kita akan merasa lebih baik.


Mataku pun turun ke arah lenganku dan aku melihat sebuah gelang yang berantuikan bintang-bintang disana, setiap kali aku melihat gelang itu pikiranku selalu menayangkan seseorang yang sangatlah berarti bagiku.


Kamu telah memotivasi ku untuk terus melangkah tidak peduli berapa banyak rintangan yang menghalangi.


Wajahnya yang terkena oleh pantulan senja serta bibirnya yang tersenyum lembut dan juga wajahnya yang sedikit melankolis cukup mampu membuatku melupakan duniaku.


Aku ingat, dikala itu dia pernah berkata...


Hidup harus tetap terus dijalani tidak peduli berapa banyak ujian yang datang menghampiri, walaupun orang yang kita sayangi bahkan menyakiti kita entah itu sengaja ataupun tidak.


Hidup terkadang pahit, terkadang pedih, terkadang tidak adil dan terkadang penuh dengan perjuangan bahkan penderitaan.


Terkadang kita tidak mampu untuk hidup, terkadang kita ingin menyerah untuk hidup, terkadang kita pernah berpikir untuk apa kita hidup jika hanya untuk menderita dan kemudian kita menganggap bahwa kita hidup tidaklah ada artinya.


Namun, dalam hidup ini pun kita sering melakukan banyak hal dengan orang-orang yang kita sayangi bukan?! dan itu sangat berharga.

__ADS_1


Terkadang...


Kita hanya perlu menerima apa yang ada dihadapan kita, dan kita pun hanya perlu untuk terus berjuang hingga titik. penghabisan darah terakhir.


Yah...


Kata-kata itu masih terngiang-ngiang ditelingaku dan aku masih bisa mengingatnya dengan sangat baik!.


Bahkan bukan hanya kata-katanya saja yang ku ingat, ada banyak hal yang masih bisa ku ingat.


Seperti sosoknya, sikapnya, perlakuannya, cara berbicaranya bahkan candaannya. Aku masih bisa mengingatnya dengan sangat baik walaupun sudah termakan oleh waktu.


Kau mengatakan bahwa aku tidak boleh melupakanmu. Dan itu tidak mungkin, itu tidak akan terjadi. Karena aku tidak akan melupakanmu dan bagaimana caranya aku melupakanmu?.


Sosokmu saja masih bisa kurasakan sekalipun aku berada ditengah-tengah keramaian, sekalipun aku berada ditempat yang sepi.


Apa kau tahu..


Aku hanya mengetahui satu hal, bahwa ternyata.


Menerima kenyataan itu tidaklah semudah membalikkan tangan.


... ...


Bersambung...     


^^^01 januari 2022^^^


^^^Wida pitriyani^^^


Jangan lupa like 🤸‍♀️

__ADS_1


__ADS_2