
Di luar dugaan ternyata Soraya mengizin kan zoya, lalu topik pembicaraan pun mengalir kesana kemari di selingi dengan canda tawa khas mereka. Dan pembicaraan pun terhenti karena dering ponsel Zoya terdengar nyaring
Drttttt....Drtttt......
tertera nama Asisten nya Fahri.Zoya pun berpamitan untuk mengangkat panggilan.
"Iya halo , ada apa?" Tanya zoya to the poin dengan suara tegas nya seraya berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai 2.
"Halo Nona , maaf saya mengganggu aktivitas anda. Emmmm Begini Nona ada satu perusahaan yang sedang membutuhkan dana lebih tepat nya investor untuk proyek pembangunan nya, namun dengan jumlah yang tidak sedikit" Ucap Asisten nya menerangkan panjang lebar. Karena iya tau Bos nya tidak suka dengan orang yang berbelit belit.
"Iya lalu menurut mu dengan aku menginvestasi kan uang ke perusahaan tersebut, dengan begitu aku bisa mendapatkan perkerjaan disana? " tanya Zoya to the poin ketika sampai di kamar nya seraya berjalan menuju balkon , tanpa menanyakan dari mana Fahri bisa mengetahui perusahaan tersebut sedangkan dia saja masih berada di Inggris menghandle pekerjaannya.
" Iya benar sekali Nona " jawab Fahri mantap
" Oke aku...................." Ucapan Zoya terpotong ketika ada seseorang yang memanggilnya di balik pintu . " wait Fahri " ujar Zoya seraya berjalan menuju pintu kamarnya
" Iya sebentar" kata Zoya seraya membukakan pintu dan Zoya pun terkejut dengan seseorang di depan nya " Loh bunda Assalamu’alaikum " seraya mencium tangan nya wanita paruh baya itu tersenyum seraya mengusap kepala Zoya.
"Wa'alaikumussalam, kamu nggak suruh bunda masuk kamar mu Nak " jawab nya dan Zoya pun mempersiapkan masuk dan duduk di sofa yang ada dikamar nya.
"Sebentar bunda, aku angkat telfon dulu" kata Zoya
"Halo, aku tunggu kamu di rumah " ucap Zoya singkat kepada Asisten nya
" Baik Nona " jawab Fahri , Zoya pun langsung mematikan telfon nya.
Fahri faham dengan kalimat yang di ucapkan Bos nya ia Langsung mempersiapkan kepulangan nya ke Indonesia.
__ADS_1
Dilihat nya Ibu dari sahabat nya seraya menyunggingkan senyum manis nya, Seharusnya Zoya yang mengunjungi beliau namun ini malah sebalik nya.
"Bunda dengar dari Papamu kemarin ketika berkunjung ke Panti katanya kamu sudah pulang makanya bunda kesini .Tapi Barusan kata Mama mu , kamu habis kecelakaan iya lalu mana yang sakit Ya " ucap Indah khawatir
Ya, Indah adalah Ibu nya Nina. Semenjak Zoya dan Nina bersahabat ikatan kekeluargaan mereka sudah terjalin sejak saat itu. Oleh karena, tidak heran jika Zoya memanggil Indah dengan sebutan Bunda dan Indah pun tidak melarang nya. Bahkan Indah merasa senang jika Zoya menganghap ia Ibu nya sendiri dan setelah kepergian Nina Anak nya , Zoya lah yang selalu ada untuk nya.
" Iya aku engga papa ko Bun. Maaf ya Yaya belum sempet nengokin bunda gara gara harus Bedtres karena kecelakaan kemarin. Hah bayangin saja Bun, Om Edo nyuruh Yaya buat Bedtres seminggu coba apa lagi Mama ngelarang Yaya ini lah Itu lah kan kesel Bun" Celoteh Zoya seraya duduk di samping Indah . Kali ini Zoya tidak terlihat seperti habis kecelakaan karena perban yang di kepala nya sudah terlepas tadi pagi di bantu oleh Soraya.
Soraya yang rutin mengecek kondisi anak nya setiap saat dan mengganti perban nya rutin agar tidak infeksi, itu pun atas saran dari Edo selaku dokter keluarga Pramana sekaligus sahabat nya.
Indah yang mendengarnya pun Hanya menggelengkan kepala nya. Zoya tidak pernah berubah masih manja seperti dulu.Tapi di balik sikap manja dan cerianya ada sifat tegas dan bertanggung jawab di waktu tertentu.
"Iya engga papa, itu juga demi kebaikan kamu Ya. Makanya Bunda kemari Buat nengokin kamu Bunda kangen sama Yaya" ujar Indah seraya memeluk Zoya dan di balas oleh Zoya.
Pembicaraan mereka pun mengalir begitu saja seakan itu cara untuk melepaskan keriduan mereka. Zoya menyuruh Indah untuk menginap beberapa hari di rumah ini, ia tidak akan rela karena harus di tinggal lagi oleh Indah.
Tok... Tok.... Tok....
Suara pintu menghentikan Obrolan mereka.
" Ya ampun Entah apa yang kalian bicarakan hingga se asik itu, lihat lah matahari saja sudah tinggi sekali.Ini membuat ku cemburu saja " Celetuk Soraya yang ber pura-pura kesal seraya tersenyum. Soraya senang Indah sudah tidak menyalahkan Zoya tapi itu membuat ia harus merelakan anak nya berbagi kasih dengan orang lain. Meski awal nya Soraya cemburu benar-benar sangat cemburu karena dulu Zoya selalu mementingkan Indah tapi sekarang Soraya sadar bahwa itu bentuk bakti Zoya tulus kepada Indah .
" Mamah........ ngagetin Zoya tau" Celetuk Zoya seraya melirik kaluar jendela " Oh ya ampun benar saja haha maaf ya mah " ucap Zoya lagi seraya tersenyum manis. Indah pun merasa begitu dengan Zoya, Entah mengapa ia begitu merindukan Zoya saat ini hingga ia lupa waktu.
" Iya engga papa , yaudah Indah kamu nginep kan pasti dong, kalau bolak balik kan cape .lagian ini juga kita sudah lama kan tidak bertemu " Terang Soraya seraya tersenyum ramah sambil melangkah keluar kamar Zoya.
Zoya dan Indah pun mengikuti langkah Soraya.
__ADS_1
Dan merekapun makan siang bersama di meja makan setelah melaksanakanibadah bersama. Semua menikmati makanan nya dengan hikmat tanpa ada nya pembicaraan apa pun . Zoya sangat menikmati makanan nya karena semua menu yang di siapkan para Maid adalah kesukaan nya.
" Mah Fahri akan pulang lusa, dan aku akan ikut menjemput nya di bandara " Celetuk Zoya setelah semua nya telah menyelesaikan makanan nya.
Soraya yang mendengar nya pun senang.
"Bagus lah dengan begitu dia bisa jagaan kamu sayang, Because you're still sick (karena kamu masih sakit)" Ucap Soraya melirik Zoya yang sedang minum air putih satu gelas hingga tandas.
" Pelan pelan nak minum nya" Ucap Indah seraya menggelengkan kepalanya, Zoya pun tersenyum seraya memperlihatkan deretan gigi nya yang rapi.Zoya malu karena tingkah nya di perhatikan semua orang yang berada di meja makan .
"Ih Mama emang Zoya batita hah , Tapi Zoya boleh kan ikut jemput Fahri.I am alright (Aku baik baik saja Mama)"Ucap Zoya sambil mengerjapkan kan mata nya berkali kali
" Tidak perlu Nona , biar saya saja yang menjemput Fahri " Ujar seseorang pria yang muncul Di balik pintu.
Soraya , Indah Dan Zoya pun mengalihkan pandangan nya ke sumber suara dan ternyata di Suara Edwin yang berjalan di belakang Aditya. Aditya hanya mengangguk seakan setuju pendapat Edwin kalau bagaimana pun Edwin adalah ayah nya Fahri, mungkin saja ia merindukan anak nya.
" Yaudah kalau begitu Zoya ikut, Pokoknya ikut titik " Ucap Zoya kekeh. Soraya hanya menghembuskan nafas pelan
"Tapi kamu masih sakit nak" kali ini Indah bersuara
"Sudah biar kan saja, mungkin Zoya butuh udara segar di luar " Kata Aditya
Zoya yang mendengar nya pun senang dan langsung bangkit dari duduk nya dan memeluk Aditya seraya mencium pipi nya. " Thanks Pah " ucap Zoya seraya tersenyum
Aditya pun tersenyum seraya menggukan kepala nya .
Soraya, Indah dan Edwin pun hanya pasrah dengan keputusan yang di ambil Aditya
__ADS_1
Tbc...........