
Beberapa bulan sebelumnya
Di London pukul 10.00 seorang wanita mengenakan rok midi jeans dan atasan mengenakan turtleneck warna nude,sneakers hitam dan tak lupa dengan tas punggung berwarna hitam lalu rambut hitam dan panjang nya di gerai membuatnya terlihat cantik berjalan di lorong koridor kampus. Dengan langkah anggun nya menuju ruangan baru nya.
Saat ia izin masuk dan memperkenalkan diri, dari sekian banyak nya orang yang memperhatikan nya berbicara didepan ada 1 orang yang menjadi pusat perhatian nya saat ini. Wanita ini menatap nya dengan raut kekaguman dengan senyum manis membuat kaum adam yang melihat nya itu seakan terpesona dengan kecantikan nya.
Setelah itu,dosen mempersilahkan duduk di bangku yang kosong dan melanjutkan membahas materi yang akan di sampaikan.
"Today's material is enough to get here. If there is something you want to ask, you can send it via e-mail. see you later and have a good day
(materi hari ini cukup sampai disini.Jika ada yang ingin di tanyakan bisa melalui e mail. sampai jumpa lagi dan selamat siang)" Ucap Mr. William setelah itu berlalu keluar ruangan di ikuti para mahasiswa/i lain nya.
Ketika keluar kelas bersama dengan lainnya, ia mencoba mencari seseorang itu di area kampus tapi tetep tidak menemukan nya
"Apa mungkin dia masih di kelas yah tadi, ah coba aku cek deh" Ucapnya sembari melangkah menuju kelas nya.Dan benar saja ia masih duduk di tempat bahkan tidak bergeser sedikit pun.
Melangkah mendekat meski dalam hati nya masih sedikit takut tapi ia bertekad untuk lebih dulu menyapa nya.
"Zayn..." Ucap nya saat berada tepat di depan laki laki itu,yah laki laki yang mencuri perhatian nya adalah Aabid Zayn Pramana yang sedang berkutat dengan buku buku nya.
Merasa ada seseorang yang memanggilnya dengan panggilan kesayangan Kaka nya , Zayn pun menoleh sambil menaikan satu alis nya.Memandang seseorang yang tersenyum manis kepada nya.
Zayn Menatap Seseorang itu dengan tatapan sulit di artikan.Entah perasaan apa yang ada di hati nya saat ini,apakah dia harus senang atau marah.
"Hana Anindya Prawira? " Ucap Zayn , Hana hanya mengangguk sambil tersenyum.
"Astaga, kenapa menggemaskan sekali" batin Zayn sambil tersenyum tipis
Wanita cantik itu adalah Hana Anindya Prawira anak nya Edo Bagas Prawira. Anak bungsu dari Edo ini Pindahan dari UI , yang dulu nya tinggal bersama Oma nya di bandung .Entah bagaimana ceritanya dia bisa berada di kampus ini itu pikir Zayn .
__ADS_1
Hana masih setia berdiri di depan Zayn hingga Zayn pun ikut berdiri dan menariknya kedalam pelukan nya.
"Apa aku sedang bermimpi sekarang ?" tanya Hana dalam hati sambil mencubit lengan nya sendiri
Aaawww
"Kamu engga lagi mimpi Hana Anindya" Ucap Zayn sambil mengurai pelukan nya dan menatap Hana lekat
"Apa kabar Zayn?, Apa kamu masih marah sama aku? " Tanya Hana sambil mengerjapkan mata nya berkali kali. Ada rasa takut dalam dirinya , takut kalau Zayn masih marah dengan nya dan tidak mau berhubungan lagi dengan nya.
"Aku baik , emm kayaknya aku masih marah sama kamu Han.." Ucap Zayn datar sambil mengusap dagunya membuat Hana meringis mendengarnya
Saat ingin mengajukan pertanyaan lagi tiba-tiba Andra datang membawa setumpukan buku yang di pesan Zayn tadi.
"Wah wah wah....Ada apa ini kayaknya udah akrab aja sih kalian berdua " Celetuk Andra membuat kedua menoleh bersamaan
"Kenalin, Aku Hana sahabat kecil nya Aabid Zayn " Ucap Hana sambil mengulurkan tangan dan di sambut gembira oleh Andra
"Oh ya, Gue Andra Leksmana" Ucap Andra dengan senyum menawan nya lalu dengan santai nya melirik sang Sahabat yang sedang menatap tajam ke arahnya juga.Seketika nyali nya menciut dan langsung manarik tangan nya yang tadi sengaja berlama lama berjabatan tangan dengan Hana.
Hana meringis mendapati situasi yang menjadi canggung dan itu tidak berlangsung lama karena Ponsel milik hanya berdering tertera nama Orang paling ia sayangi.Suara dering ponsel membuat Zayn dan Andra beralih menatap Hana dengan kening berkerut
Drttttt Drttttt Drttttt
Dengan senyum menawan Hana segera menekan tombol hijau tanda terima panggilan
'Ah kenapa dia semakin menawan ketika senyum seperti itu, bisa bisa Andra klepek klepek sama kamu Han. Dan aku Engga mau itu terjadi' batin Zayn kesal sambil melirik ke arah Andra yang sedang menatap Hana dengan mata berbinar.
"Iyahh....Halo,Mih" Ucap Hana
__ADS_1
"Halo,Anak Mami yang Cantik lagi ngapain sekarang? Ohya kamu udah ketemu Aabi sayang? Gimana, dia masih marah sama Hana engga? " Tanya Mami nya Hana di sebrang sana secara beruntun. Hana hanya terkekeh mendengar nya
"Bukan nya dijawab ko malah ketawa sih Nak, Gimana gimana hmmm Mami penasaran banget ini" Ucap nya Lagi
"Hana lagi Napas Mih sambil berdiri , Iya udah ketemu ko tapi engga tau juga sih Mih Nih Orang nya ada di depan Hana loh" ucap Hana sambil melirik Zayn sambil tersenyum manis
Zayn yang melihat nya langsung mendongak lalu tersenyum tipis setelah dirasa sudah bisa mengedalikan diri ia kembali menatap Hana. Ada debaran yang cukup kecang ketika Hana tersenyum manis kepada nya.
Hana mendengar sayup sayup suara Papi nya sedang berbicara dengan Mami nya dengan penuh kelembutan. Rasa nya Hana ikut iri dibuat nya.
"Yang, itu Hana ya?... sini Papi Mau ngomong sebentar sini...!" Ucap Edo lembut
"Ihh Papi, kan Mami baru sebentar ngomong sama Hana nya" ucap Alina cemberut
"Papi juga rindu,bukan cuma mami... halo anak bungsu Papi tersayang,minta tolong ponsel nya kasih kan ke Aabid dong" Ucap Edo santai sedangkan Hana di buat melongo dengan ucapan Papi nya di sebrang sana begitupun juga Alina. Bilang nya rindu tapi malah mau nya sama Aabid Zayn dasar Edo ini
"Hmmmm......." Gumam Hana sembari menyerahkan ponsel nya pada Zayn dengan wajah cemberut. Zayn bingung dengan kedua alis terangkat tapi masih menerima sodoran ponsel Hana dan menempelkan ponsel itu di telinga nya.
"Halo ....." Ucap Zayn datar
"Halo, Anak Papi yang ganteng tolong jagain Calon istri kamu ya, Papi sengaja pindahin ke situ biar dia nggak di godain sama cecunguk disini. Papi pusing tiap hari banyak yang dateng kerumah buat ngapelin anak Papi. Banyak yang ngikutin Hana sampe rumah. Oke itu saja yang mau Papi sampein Sama Aabi" Ucap Edo panjang lebar sembari tangannya merengkuh pinggang istrinya .Zayn langsung melirik Hana dengan alis satu terangkat tanpa expresi. Hana semakin penasaran dengan apa yang di bicarakan oleh Papi dan Aabid Zayn.
"iya Om Papi " jawab Zayn singkat tanpa mengalihkan pandangan pada Hana membuat hana salah tingkah. Entah perasaan apa yang di rasakan Hana saat ini,melihat wajah tampan Zayn membuat jantungnya berdetak tidak karuan. "Aku seperti jatuh cinta berkali kali dengan mu Zayn, Please jangan tatap aku seperti itu aku...akuu... entah lah bahkan wajah ku sudah memerah bak tomat sekarang " batin Hana sembari menunduk
Zayn melihat pipi Hana bersemu merah Hanya iya tatap terus menerus saja sudah semerah itu membuat Zayn gemas dan mengangkat tangannya untuk mengusap puncak kepala Hana lembut sembari tersenyum tipis
Hana semakin salah tingkah dengan perlakuan Zayn . Sedangkan Andra merasa sekarang menjadi nyamuk ternyata sangat tidak mengenakan menurut nya ,Tapi ini adalah momen langka di mana Sahabat nya si Aabi sudah menunjukan sifat lembutnya pada wanita.
Tbc......
__ADS_1