
Zoya mendengar penjelasan Rayyan semakin yakin kalau mobil ini lah yang telah menabrak dirinya dan Nina.Tapi apa motif Rayyan , apa dia juga yang menabrak nya juga pikir Zoya.
Karena menurut orang suruhan nya pun bilang kalau mobil merah itu ya milik Rayyan Atmadja. Dan tidak lama mobil itu menabrak pohon yang lokasi nya jauh dari tempat Zoya kecelakaan, hanya itu informasi yang mereka dapat. Dan Benar saja setelah ia melihat bingkai foto ini Zoya semakin yakin kalau itu milik Rayyan batin Zoya
"Ya Allah memikirkan nya saja sudah membuat ku merasa pusing" batin Zoya sambil menggelengkan kepala nya
"Ada apa, kamu sak..." Ucap Rayyan terpotong
"Saya engga papa, karena urusan kita sudah selesai jadi saya pamit undur diri pak" Ucap Zoya kembali dingin dan langsung keluar dari ruangan Rayyan. Rayyan yang melihat nya merasa heran ,ada dengan wanita itu pikir Rayyan seraya memasukkan kedua tangannya di saku celana.
lalu menatap bingkai foto itu kembali dan tersenyum tipis.
"Ternyata aku membutuhkan mu lagi Si merah ku,namun sayangnya sudah terjual" setelah mengucapkan itu Rayyan pun keluar ruangan untuk makan siang .
****
Saat Dinda ingin keluar untuk makan siang tanpa sengaja melihat Zoya kaluar dari ruangan nya pun langsung memanggilnya.
"Zoya......" Teriak Dinda ,Zoya pun langsung menengok ke arah sumber suara dan tersenyum setelah melihat siap yang memanggilnya. "Kamu mau kemana? makan siang yah? kalau iya bareng Yuk" Kata Dinda lagi namun Zoya menggeleng
"Aku mau ke Pemakaman " Ucap Zoya sambil tersenyum
"Nina? " tanya Dinda membuat Zoya terkesiap
"Kamu tau dari mana kalau Nina...." Ucap Zoya terpotong karena Dinda lebih dulu menyela nya
"Aku ikut dong.Kita bahasnya di mobil aja yah gimana" Ucap Dinda sambil mengandeng lengan Zoya. Zoya pun mengangguk dan tersenyum mengikuti Dinda
Saat Rayyan baru saja keluar, Rayyan melihat Dinda sekertaris nya berbicara dengan Zoya pun menghentikan langkah nya.
"Samar samar mendengar Dinda menyebut Nama Nina, apa jangan jangan mereka mau ke makam Nina " Ucap Rayyan menyelidik dengan rahang mengeras lalu melanjutkan langkahnya setelah Dinda dan Zoya masuk kedalam lift khusus karyawan. Begitu pun Rayyan yang langsung masuk ke dalam lift khusus untuk dirinya.
Setelah sampai di parkiran mereka memasuki mobil masing masing. terkecuali Dinda yang ikut naik ke mobil Zoya
Saat sampai di pemakaman ada dua orang laki laki bertubuh besar berjaga di gerbang pemakaman. Ketika Zoya akan masuk tiba-tiba di hadang dan tidak di perbolehkan masuk. Tatapan Zoya menyelidik "Ada apa ini sejak kapan pemakaman ada Bodyguard begini canggih amat" Zoya terkekeh Dinda pun sama
__ADS_1
"Nona boleh masuk terkecuali nona Zoya " Ucap laki-laki itu membuat Zoya kesal ini ' pasti kerjaan nya si Tuan penyusup itu' pikir Zoya
"Kamu masuk dulu aja nanti aku nyusul nggak apa kan? " Dinda pun tersenyum
"Yaudah aku duluan,kalo ada apa apa kabarin yah " Ucap Dinda "Pasti " sahut Zoya sambil tersenyum .Setelah melihat Dinda masuk area pemakaman Zoya langsung menatap dua lelaki itu dengan tatapan tajam
"Ada apa ini kenapa,...." Ucap Zoya
"Sudah ku peringatkan kemarin kalau kamu tidak boleh datang ke sini lagi" Potong Rayyan seraya berjalan medekat sedangkan Zoya menatap dengan tatapan kesal
"Haiiisshh.....kau lagi...." Ucap Zoya memutar bola mata nya dengan malas
"Saya tidak ada urusan dengan kalian. Cepat kalian minggir karena saya mau lewat " Ucap Zoya dengan tatapan Tajam sambil berusaha melewati nya tapi Rayyan lebih dulu menarik lengan Zoya dengan kasar"Hei kau.....lepas" Ucap Zoya marah
"Jangan harap kamu bisa masuk ke area pemakaman " Ucap Rayyan dengan senyum smirk nya namun Zoya menaikan kedua alis nya lalu tersenyum smirk
"Jangan halangi aku pembunuh" Ucap Zoya santai namun kening Rayyan berkerut
"Kenapa? bingung iya?... asal kamu tau ya,Kamu lah penyebab kematian Nina ,karena Mobil busuk mu itu" Ucap Zoya ketus
"Aku tau hubungan di antara kamu dan Nina, Haiisshhh....kenapa aku harus menjelaskan hal itu membuatku semakin kesal saja" Gerutu Zoya dan tangan Rayyan mengepal mendengar celetukan Zoya
"Hei, aku sama sekali tidak terlibat dengan kecelakaan itu.Bahkan saat itu aku sedang berada di LA. jangan mencari kambing hitam untuk kesalahanmu tikus kecil" Ucap Rayyan dengan menahan amarah sambil mencengkram dagu Zoya.
"Lepas Brengsek....." Ucap Zoya sambil menepis tangan Rayyan di dagu nya dengan kasar yang akhirnya terlepas.
Bisa bisa nya tikus kecil ini menuduhnya seperti itu bahkan menyakiti perasaan Nina sedikit saja sudah membuat nya sesak
"Wah wah wah.... apa barusan kau mengelak Tuan Rayyan Atmadja ?" Ucap Zoya tersenyum sinis
"Jangan kamu fikir dengan kamu dekat dengan Fahri Sahabat ku aku tidak bisa berbuat kasar dengan mu. Atau jangan² kau menggoda Fahri agar terikat dengan mu" Ucap Rayyan tersenyum sinis
Kedua orang pengawal itu saling pandang merasa kalau perdebatan bos nya dan seorang wanita di depan nya ini semakin sengit.
"Kau..., jaga mulut busuk mu itu aku....." Ucap Zoya terpotong dan langsung memegang kepala nya yang dirasa semakin pening. Rayyan melihatnya keningnya berkerut 'ada apa dengan Zoya , mungkin itu akting saja' seraya tersenyum smirk
__ADS_1
"Kau ....kau.... .." Ucap Zoya lirih sambil menatap rayan sayu dan Zoya pun akhirnya limbung . Rayyan terkejut melihat Zoya pingsan dan kedua pengawalnya pun panik.
"Bos , gimana ini " Ucap salah satu pengawal nya dengan panik
Dinda yang melihat dari kejauhan pun langsung berlari menghampiri Zoya yang jatuh pingsan .
"Astaga, Zoya kamu kenapa ...Zoy...Zoy...." Ucap Dinda panik sambil menepuk nepuk pipi Zoya lembut
"Pak Rayyan ko diem aja sih bukan nya di bantuin , ini Zoya kenapa bisa pingsan begini...." Teriak Dinda sambil menatap bos nya yang hanya diam terpaku menatap Zoya.
"Hei kalian berdua cepat tolong bantu aku angkat ke mobil. CEPAT!" pekik Dinda dan langsung masuk ke mobil langsung menuju Rumah Sakit .
Sedangkan Rayyan gelagapan
"Astaga apa yang harus aku lakukan, dia pingsan apa karena perkatan ku terlalu kasar " Ucap Rayyan panik dan langsung mengikuti mobil Zoya yang di bawa Dinda menuju Rumah Sakit.
Setelah di periksa Zoya masih harus menjalani Serangkaian Tes untuk mengetahui apa penyebab Zoya pingsan hingga belum sadarkan diri meski sudah berjam jam
Dinda semakin panik langsung menghubungi Fahri,Fahri pun bergegas menuju Rumah Sakit .Dinda tidak bisa tenang sedari tadi dia mondar mandir kesana kemari di Ruang tunggu bersama Rayyan. Dinda menatap bos nya yang duduk dengan tenang meski sekilas menampakan raut gusar nya.
"Apa yang Pak bos bicarakan dengan Zoya, aku mendengar kalau ...." Ucap Dinda terpotong ketika mendengar pintu terbuka dan langsung mengalihkan pandangan
"Dokter bagaimana keadaannya , apa dia baik baik saja" ucap Dinda khawatir namun dokter itu malah tersenyum membuat Dinda heran
"Zoya baik-baik saja, oh iya di mana Fahri " Ucap dokter itu yang ternyata adalah Edo .Ya Dinda membawa Zoya kerumah sakit Terkenal milik Edo .
Rayyan menaikan satu alisnya langsung berdiri dari duduk nya menghampiri Edo.
"Dokter mengenal Zoya? " Ucap Rayyan dingin
"Tentu saja Dia keponakan saya" Ucap Edo dengan santai
namun membuat Dinda dan Rayyan terkejut namun sebisa mungkin Rayyan tidak mau menunjukkan rasa keterkejutannya. "Ekhemmm, Oh begitu " Ucap Rayyan mengangguk kecil sedangkan Edo hanya menanggapi nya dengan senyuman
"Nah itu Fahri...." Ucap Edo saat melihat Fahri berlari menghampiri nya
__ADS_1
Tbc......