
Jam sudah menunjukkan pukul 07: 00 pagi. Dikamar Zoya dengan semangat bersiap untuk pergi menjemput Asisten nya sekaligus pengawal nya. Alasan utama yang membuat nya bersemangat ya karena ia bisa keluar rumah , menjemput fahri hanya sebagai alibi nya saja. Aditya paham akan hal itu maka dari itu ia mengizinkan Zoya ikut.
Zoya turun dari tangga dengan senyuman bahagia, Aditya Soraya Indah dan Edwin yang melihat pun merasa heran.
" Hei gigi mu bisa kering nanti kalau kau tersenyum terus seperti itu" Celetuk Aditya seraya menyesap kopi buatan Soraya yang selalu membuatnya candu sedangkan yang lain terkekeh mendengar celetukan Aditya
"Apa yang membuat mu terlihat sebahagia itu Ya" ucap Indah
"Yaya cuma seneng aja bisa keluar rumah, jadi kan nanti siang om Edwin? "Ucap Zoya di jawab Anggukan kepala oleh Edwin.
" Sarapan dulu Ya abis itu minum obat mu dan.....ikut nganter Indah ke Panti lalu ikut Mamah ke salon " Celetuk Soraya ,Zoya langsung membola mata nya mendengar hal itu
" Mama serius nih?" tanya Zoya di jawab dengan anggukan kepala seraya memasukan suapan sendok ke mulut nya.
Sedangkan Indah ia harus mengurus panti karena akan kedatangan tamu yang akan menyalurkan donasi nya di panti.
Setelah selesai makan mereka bersiap untuk pergi, Zoya dan Soraya satu mobil .Indah semobil dengan Edwin sedangkan Aditya di antar supir pribadi nya ke kantor.
******
Sepanjang perjalanan pikiran Zoya di buat penasaran, bagaimana wujud panti Asuhan yang ia bangun 3 setengah tahun yang lalu dengan bantuan orang tua nya, ketika ia masih menyandang status mahasiswa di London . Nama Yayasan nya Panti Alesiya
Hingga akhirnya mereka pun sampai di pelataran Panti yang luas. Soraya dan Indah keluar dari mobil bersamaan.Begitupun Zoya bergegas turun dan di buat terpana.Bagaimana tidak, pemandangan yang Zoya lihat benar benar di luar expetasi nya terlihat banyak sekali anak-anak kecil yang berlarian kesana kemari saat melihat Zoya mereka langsung menyambutkan dengan pelukan yang sangat menenangkan.
'Tapi kenapa mereka bisa mengenal nya sedang ia saja baru pertama kali menginjakan kaki nya di panti' Pertanyaan itu tiba-tiba saja muncul di benak Zoya seraya melirik Mamah nya dan Ibu nya Nina di balas dengan senyuman
"Ayo anak-anak lanjut main lagi ya " Ujar seseorang muncul dari dalam selaku salah satu pengurus panti seraya tersenyum kepada anak-anak termasuk kami
"Nanti kamu akan tau jawabannya sayang" kata Soraya seraya mengusap kedua pipi Zoya seakan tau apa yang akan Zoya tanyakan.
Sampai di Dalam Zoya dibuat terpana dengan dekorasi dan penataan ruangan yang sangat rapi. Dan banyak sekali foto Zoya dan Nina ketika sekolah di ruang tengah dan foto keluarga di ruang pribadi yang di khusus kan untuk para pekerja yang di perbolehkan masuk. Zoya menitihkan air mata nya
" Anak-anak sangat penasaran dengan mu Zoya, ketika melihat foto mu dan Nina mereka selalu bertanya tiada henti hingga bunda pusing menjawab pertanyaan yang sama " terang Indah seraya Terkekeh mengingatnya.
"Pantesan aja Bund , oh iya kaya nya Zoya nggak bisa lama deh mau nganterim Mama dulu ke salon nanti kapan kapan Zoya kesini buat main sama anak-anak Bund" Ucap zoya menerangkan
__ADS_1
" Nah sudah jelas kan. Iya udah kita pergi dulu ya Ndah sudah janji sama pemilik salon nya tadi Mari Assalamu’alaikum " kata Soraya
" Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh " Jawab Indah seraya melambaikan tangan nya
Edwin sudah pamit terlebih dahulu untuk berangkat ke kantor setelah jam istirahat baru ia akan menjemput Zoya di Salon.
*********
Ketika Mereka berdua sampai di depat salon dan akan masuk tiba-tiba bunyi ponsel dari dalam tas.
Soraya melirik Zoya yang ada di sebelah nya, Zoya yang faham dengan dering ponsel nya langsung merogoh tangan dalam tas nya dan ia menemukan barang yang di cari.
" Mama duluan saja nanti aku nyusul " ucap Zoya seraya melirik Mamah dengan senyuman manis nya, sedangkan Soraya mengangguk mengiyakan dan melangkah masuk.
"Iya halo" ucap Zoya
"Begini Nona, Proyek pembangunan perumahan nya 90 % akan jadi dan Nona harus meninjau nya terlebih dahulu. Tapi ada masalah Nona kita kekurangan dana untuk......." Ucapan seseorang di sebrang sana terpotong
" Baik nanti Fahri yang akan mengurusnya. Terimakasih sudah memberi tahu saya mengenai hal ini" Ucap Zoya
"Sama sama Nona.." sahut seseorang itu dan tidak lama panggilan pun berakhir.
Akhirnya Zoya memutuskan untuk masuk ke dalam disana pasti Mama nya sudah menunggu.
Mereka berdua pun melakukan serangkaian treatment dengan hikmat selama beberapa jam . Setelah selesai mereka pun langsung berganti baju setelah selesai tidak lama Edwin datang menjemput Zoya untuk ke bandara. Zoya pun baru sadar kalau sudah jam 12 lebih berarti Ia dan Mama nya di salon ini sudah berjam jam gimana tidak makan waktu , ketika treatment pun sempet sempat mereka asik mengobrol dengan dengan karyawan dan pemilik salon nya.
" Nona sudah waktu nya kita ke bandara" ucap Edwin sopan ketika Zoya keluar dari salon
" Om Edwin...., ya ampun Aku sampe kaget. Oh aku bawa mobil sendiri aja gimana" ucap Zoya
" Yaya.... trus Mama pulang pake apa dong" Celetuk Soraya seraya berjalan dan berdiri di samping Zoya dan berharapan langsung dengan Edwin .
" Oh iya lupa mah heheh ,yaudah Zoya pamit mah nih kuncinya Assalamu’alaikum "ucap Zoya eraya mencium tangan Soraya
"Wa'alaikumussalam..... Edwin jaga anak saya" jawab nya seraya memberi perintah
__ADS_1
" Baik Nyonya" jawab Edwin seraya mengangguk dan tersenyum tipis
*****
Sesampai nya di bandara Edwin san Zoya bergegas masuk ke dalam karena sebentar lagi pesawat yang di tumpango Fahri akan mendarat
" Om Edwin duluan aja aku mau ke Toilet sebentar" Ucap Zoya seraya tersenyum dan memisahkan diri Edwin yang sudah tidak sabar ingin bertemu anak nya pun menuruti nya. Ketika selesai buang air kecil Zoya melirik Cermin yang ada di Toilet , dengan Tampilan baju casual Rambut coklat pirangnya di gerei panjang sedikit di blow bagian bawah.
Dan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya, lipstik nude cocok dengan style nya Zoya merasa dirinya sudah tampak sempurna apa lagi tadi ia sempatkan untuk kesalon. Setelah ia merasa sudah rapi Zoya pun bergegas keluar, mungkin saja Fahri sudah sampai.
Drttttt.... Drttttt.....
" Iya Halo Assalamu’alaikum Fah ........" Jawab Zoya terpotong
Bruugghhh
Praaakkkk
"Aaaawwwww sakit banget " celetuk Zoya meringis
" Oh my God , My Phone, Hey you.if you walk, Use your eyes to see so you don't hit people carelessly
(ponsel ku.hei kau kalau jalan mata tuh di pake buat liat biar engga nabrak orang sembarangan.) " gerutu Zoya kesal seraya mengusap lutut nya yang sedikit memar seraya melirik wajah pria itu sedangkan yang di tatap arah mata nya entah kemana membuat Zoya semakin geram . Zoya zoya, tersenggol saja sudah jatoh kurang minum nih kaya hihihi 🤭
"Halo.... Halooooo Nona, Nona kenapa halo ......." Ucap Fahri di sebrang sana
" Sorry I didn't mean to, I was in a hurry because I had to meet an important person so I'm sorry I said goodbye "
(maaf saya tidak sengaja, saya buru buru karena saya harus bertemu dengan orang penting jadi maaf saya pamit dulu"
" Ucap nya melirik Zoya namun tak sempat melihat wajah nya karna Zoya mengalihkan pandangan melirik ponsel nya yang masih tersambung .
" Oh ya Ampun Ponsel ku" ucap Zoya seraya berdiri bukan nya pria itu membantu Zoya berdiri malah dia pamit pergi
"Hei you hei......." Ketika akan mengejar keduluan Fahri Dan Edwin memanggilnya dengan Nafas tersengal sengal.....
__ADS_1
"Astaga Nona "
Tbc..........