
Semalam setelah acara makan malam bersama mereka langsung berpencar.Zoya dan Soraya masuk ke kamar sedangkan para lelaki berkumpul di ruang kerja Aditya. Entah apa yang di bicarakan yang pasti tidak jauh dari berbau bisnis.
Keesokan hari nya dirumah Pramana semua berkumpul di ruang makan untuk melaksanakan ritual pagi ya itu sarapan bersama di meja makan.
Zoya duduk di sebelah Soraya jadi posisi duduk nya berhadapan dengan Edwin dan Fahri sedangan Aditya di kursi tengah.
Semua nya asik menikmati makanan mereka masing masing tanpa ada yang berbicara satu sama lain hanya bunyi dentingan alat makan saja. Setelah semua nya selesai Aditya langsung mengintrupsi dan semua nya langsung mendongak menatapnya
"Ekhemm. . "
"Yaya, Kita main Golf yuk. sudah lama kita tidak main bersama iya kan Ma" Ujar Aditya menatap Zoya dengan senyum manis nya.Senyuman itu selalu membuat Zoya terhipnotis karena Orangtua nya itu jarang sekali tersenyum kepada lawan jenis selain Dirinya ,Ibu nya dan Anak sahabat nya.
Zoya menaikan satu alisnya, Karena Papa nya sudah mengajak nya seperti ini berarti Papahnya Tidak menerima penolakan dan pasti ada yang ingin di bicarakan dengan serius. 'Acara dadakan itu memang kadang menyulitkan posisinya seperti saat ini huuufff ' batin Zoya
Zoya langsung melirik Fahri se akan mencari solusi dari tatapan nya 'bagaimana ini,aku ada meeting pagi ini '
Sedangkan Fahri hanya menaikan bahu nya dengan tatapan bingung
"Mama, nggak ikut yah. Ada janji sama orang di butik hari ini,tidak enak hati kalau harus di batalkan dadakan. tidak apa kan Sayang" ucap Soraya lembut sembari menatap Suami dan anaknya secara bergantian.Aditya pun tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban untuk istri tercinta nya.
Baru membuka mulut Aditya sudah kembali berucap
"Nanti Fahri yang urus sisan nya, bukan begitu Nak" Ucap Aditya menatap Fahri dengan senyum tipis nya
Fahri langsung mengangguk dan mengiyakan.Sudah tidak bisa berkata kata lagi karena Zoya pun tidak mampu menolak keinginan Papah tersayang nya.
"Baiklah Pah. kalau begitu Yaya ganti baju dulu ya" Ujar Zoya seraya tersenyum lalu bangkit dari duduk nya dan melangkah menuju kamarnya menggunakan lift untuk mempersingkat waktu. Penasaran ga sih rumahnya Keluarga Pramana, yang pasti tipe rumah nya terlihat minimalis dari depan .Namun jika Masuk kedalam rumah akan disugukan dengan interior klasik modern yang mewah. Membuat siapa saja yang masuk akan merasa nyaman jika singgah di rumah Pramana yang luas ini.
__ADS_1
Fahri pun pamit undur diri terlebih dahulu untuk memberikan informasi pada kantor Rayyan. Bersamaan dengan Aditya dan Edwin turut bangkit dan berpindah keruang keluarga. Sedangkan Soraya memilih menuju kamar untuk bersiap karena sebentar lagi ia pun akan pergi untuk bertemu client di butik nya.
"Apa tuan ingin memberitahukan semua orang untuk memeperketat keamanan di rumah ini dan di sekitar Nona?" Tanya Edwin dengan wajah tegang sembari duduk di Sofa bersebrangan dengan Aditya.
"Itu akan membuatnya merasa terkurung dalam sangkar lagi, saya tidak setega itu. Yah cukup saat dia masih duduk di bangku sekolah menengah pertama nya. Tapi jika memang keadaan sudah sangat terdesak baru kita perketat. sementara itu cukup pantau saja dari jarak jauh" Tukas Aditya sembari menyandarkan punggung nya disandaran kursi dan menghela nafas berat.
"Saya,menduga kalau memang ada campur tangan dari Mafia luar Tuan. Karena semenjak kita memenangkan Tender di LA ada salah satu Hecker yang berusaha masuk ke sistem perusahaan " tukas Edwin dengan serius
"Kita harus memperkuat sistem kita lagi,cari tau siapa dalangnya. Saya tidak ingin mereka tau kelemahan saya " Ucap Aditya serius
"Baik Tuan..." Ucap Edwin patuh
"Saya dengar ada seorang pengusaha muda yang sukses dan sangat kompeten saat ini. Siapa dia?" Tanya Aditya
"Saya dengar dia Anak sulung Hendro Atmadja. Dan dia memiliki perusahaan yang dia bangun sendiri dengan nama Rayyan Group. Dia lulusan Magister Management. Mungkin kepintarannya bisa di bilang setingkat dengan Nona.Dan mungkin ini Fakta yang harus Tuan ketahui kalau Nona pun bekerja di perusahaan itu sebagai Manager Accounting " Aditya cukup takjub mendengar penjelasan Edwin.mengetahui fakta dari CEO muda itu tapi yang membuatnya terkejut adalah anak gadisnya bekerja di sana juga. Aditya menaikan satu alisnya dan tersenyum tipis. Edwin masih menunggu apa yang akan di Tuan nya katanya setelah mendengar penjelasan nya.
"Maksud Tuan.....?" Edwin kembali menatap Aditya dengan tatapan bertanya
Tidak lama Obrolan mereka berdua pun berakhir saat suara Wanita cantik terdengar dari luar ruang keluarga yang sengaja di buat skat agar terlihat privasi.
"Pa...Papa, Yaya udah siap nih" ucap Zoya sembari menghampiri kedua lelaki dewasa itu. Aditya bangkit dari duduk nya lalu menatap Anak gadis nya yang mengenakan baju berwarna baby blue berkerah lengan pendek ,Rok khusus bermain golf ber empel potongan di atas lutut berwarna putih tidak lupa dengan sepatu putih dan topi putih nya.Terlihat cantik dan sangat manis, yah anak nya memang sangat cantik seperti ibu nya. Hah membuat Aditya mengingat istri cantiknya .
"Tuan , saya pamit ke kantor terlebih dulu" Pamit Edwin sembari menunduk patuh dan tidak lupa menyapa Nona nya.
"Papa ganti baju dulu ya Cantik" sahut Aditya lembut sembari mengusap lembut pipi Zoya. Zoya pun mengangguk patuh sembari tersenyum manis
"Yaya tunggu di teras ya Pa" Ucap Zoya.
__ADS_1
Sesampainya di kamar,Aditya memandang sosok wanita yang sedang bersolek di depan cermin dengan anggun. Aditya memutuskan mendekatinya dan memeluknya dari belakang dan...
CUP.....
Ciuman mendarat di pipi kanan Istri, membuat Soraya terlonjak karena terkejut dengan tindakan suami tampan nya
"Oh ya ampun sayang ih, bikin aku jantungan aja deh " Ucapnya sembari menghentikan aktivitas nya karena sudah selesai. Aditya menyandarkan dagu nya di pundaknya istri nya , tangan Aditya tidak tinggal diam,tangan kanannya merayap keatas tepat di kedua aset milih istri dan tangan kiri nya masih setia mendekap pinggang ramping istri nya.
Soraya menatap pantulan dirinya dan suami nya di cermin. Tingkah suami nya memang sangat membuatnya candu, melihat bagaimana wajah jahil Aditya yang selalu membuat nya resah.
Terdengar lenguhan dari Soraya saat Adityapun mulai memijat kedua aset nya. Membuat Aditya semakin semangat memijatnya . Mereka saling menatap dari pantulan cermin,Soraya menampilkan wajah sayu nya yang sudah mulai terbuai dengan tindakan suaminya.
"Sayang ..... aku" Ucap Soraya terbata bata disertai lenguhannya
Aditya langsung membalikkan tubuh Soraya untuk menghadapnya. Dan Aditya langsung memangutnya lips milik istri nya dengan lembut. Setelah di rasa Soraya sudah kebahabisan nafas Aditya langsung melepaskan nya.
Kening mereka saling menempel sembari mengatur nafas nya
"Ten Minutes sayang, i want you ( 10 menit sayang,aku menginginkan mu)" seru Aditya dengan suara serak yang begitu seksi di telinga Soraya.
Dan terjadilah kegiatan panas mereka yang singkat. Meski semalam mereka sudah melakukan nya, tidak urung Aditya tidak akan memintanya lagi dan lagi dan Soraya pun sangat menyukai kegiatan panas mereka.
TBC.....
wah wah nampak nya ada yang ngaret nih...
apa kabar Zoya yah udah nungguin Papa nya, tapi masih asik ber olahraga ranjang. Aditya memang tidak ingat umur yah guys ðŸ¤
__ADS_1