
Soraya mendengar omongan suami nya langsung melepaskan pelukan nya dan memukul Punggung suami nya sebagai tanda protes nya.
"Aduhhh... Sayang!, apa apaan sih sakit ,ini aku suami mu,bukan nyamuk . maen tepok saja" Protes Aditya meringis sambil melepaskan pelukan nya dari Zoya.
Zoya menatap kedua orangtua nya bergantian, ia bingung, 'kenapa malah jadi berantem begini emang ada yang salah dari ucapan Papah' batin Zoya seraya mengikat rambut nya kuncir kuda asal.
"Pah, Zoya juga anak Mama ya, kita tuh bikin nya berdua pake cinta Papa tuh suka engga menghargai Mama yah, Nanti malam tidur di luar" Ucap Soraya dengan emosi yang meletup letup dan mengalihkan pandangan asal.
Zoya yang mendengar nya pun keningnya berkerut satu alis nya terangkat. 'Papah membangun kan Singa betina nih mending kabur saja dari pada kena sasaran' batin Zoya
"Ehhh..... itu Mah ,aduh maksud Papa bukan begitu" Ucap Aditya panik sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal dan matanya melirik Zoya seakan meminta bantuan sedangkan Zoya hanya menaikan kedua bahu nya tanda kalau Zoya tidak ikut campur sambil tersenyum jail
"Hehe kalau begitu kalian lanjutkan berantem nya di kamar saja ya ,engga enak di lihat para pelayan tuh yang senyam senyum ngelihatin tingkah Mama sama Papa. Udah tua tapi kaya pengantin baru aja.Zoya Pamit ya Assalamu’alaikum " Ucap Zoya Pamit seraya mencium kedua tangan Orangtua nya dan masuk ke dalam mobil, pergi menuju Yaz cafe di Jakarta selatan. Semoga mobil baru nya bisa mempercepat waktu Zoya untuk bisa sampai ke cafe tanpa terjebak macet itu harapan Zoya.
*****
Di sisi lain setelah dari proyek ,di dalam mobil Fahri langsung menghubungi Rayyan untuk membicarakan kerja sama nya.Fahri membuat janji pertemuan nya saat jam makan siang di Yaz cafe yang memang lokasi nya tidak jauh dari kantor Rayyan. Rayyan pun menyetujuinya.
Fahri pun memutuskan untuk menyalakan mesin mobil nya dan melaju melintasi jalanan yang menurut nya sepi,dengan begitu dia bisa sampai cafe lebih awal dari Zoya.
Jika sampai terlambat pasti Bos cantik nya akan marah marah tidak jelas ,Dan Akhirnya Fahri sampai juga di Yaz cafe ia bergegas keluar dari mobilnya. Saat hendak masuk cafe ia menghentikan langkah nya saat terdengar suara deruh mobil Sport warna biru berhenti di parkiran yang tepat sejajar dengan mobil miliknya. Ralat , mobil dinas yang di fasilitasi oleh Zoya. Ketika sang empu nya keluar dari dalam mobil , kening Fahri berkerut kedua alis nya bertaut
__ADS_1
"Nona?...... Astaga mata ku kenapa ini silau sekali ,Oh ya ampun ternyata ada mobil baru.Pantas saja tadi tidak mau di jemput ternyata mau pamer pake mobil baru" Celetuk Fahri yang masih berdiri di depan pintu cafe sambil bertolak pinggang dan cengengesan.
Zoya yang gemas dengan celoteh nya Fahri ,ia langsung menghampiri dan ....
"Auuuwww..... ssttt" ringis Fahri sambil mengusap lengan nya yang di cubit Zoya. Bukan nya marah tapi malah cengengesan karena itu adalah hal wajar menurut Fahri jika ia bersikap konyol .
"Itu hadiah dari Papa, aku mana tau kalau akan di kasih mobil, niat ku malah mau pake mobil Zayn. Aku akan beli mobil nanti kalau perumahan yang di London terjual habis" Ucap Zoya seraya membuka pintu Cafe dan Fahri pun mengekori nya ikut masuk kedalam.Fahri hanya mangut mangut mendengar penjelasan Zoya. Para pegawai dan dan Manager menyambut kedatangan Zoya dengan sopan. Zoya berkeliling untuk melihat lihat suasana Yaz cafe yang ramai pengunjung.
Manager menawarkan minum kepada Zoya dan Fahri namun menolaknya dengan sopan karena masih belum ingin nanti jika sudah ingin pesan dia akan memanggil pelayan,dan Manager itu pun pamit undur diri .
"Menurut ku cukup nyaman ,unik dan Milenial banget. Bagaimana Nona, seperti nya kamu masih belum puas dengan suasana cafe nya?" Ucap Fahri seraya menelitik suasana cafe
"Ya jelas dong, siapa dulu yang mendesain nya" Celetuk Zoya keceplosan.Fahri yang mendengar langsung melirik Zoya seakan tahu Jawabannya
"Mulut mu itu minta di lakban yah Kak, Gila ember banget " Ucap Zoya gemas. Sedangkan Fahri hanya menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
Masih ada waktu 1 iam lebih pertemuan akan sangat bosan jika harus menunggu selama itu .Zoya melihat ada alat musik di pojok ruangan mungkin saat malam akan ada pertunjukan untuk meramaikan cafe, Zoya ber inisiatif untuk bernyanyi se sekali untuk menghibur pengunjung Cafe nya tidak masalah bukan batin Zoya .
*****
Di kantor Rayyan sedang berkutat dengan setumpukan dokumen penting. Yang paling membuatnya pusing kenapa kerja sama antar perusahaan lain meminta pembatalan kontrak secara bersamaan, apa ada yang membocorkan bahwa proyek yang sedang dikerjakan nya itu tidak berjalan mulus ,Rayyan membatin.
__ADS_1
Saat Rayyan melirik jam di pergelangan tangan menunjukkan pukul 11: 00 ,ia pun segera menghubungi sekretaris nya untuk menanyakan jadwal nya.
Tut..Tut...
"Iya halo Pak, ada yang bisa saya bantu?" Jawab Dinda Sekretaris Rayyan dengan sopan
"Tolong ke ruang saya sekarang " Ucap Rayyan singkat dan langsung mematikan sambungan nya sepihak
Tidak lama terdengar pintu diketuk dari luar dan pintu pun terbuka setelah mendengan sautan dari dalam . Dinda pun berjalan mendekati meja Bos nya, ditatap wajah tampan di depan nya nampak dari aura nya sangat menyeramkan apakah ia melakukan kesalahan batin Dinda
"Kenapa dokumen ini isinya pembatalan kontrak, apa separah itu " Ucap nya Rayyan Sarkas Dinda terperenjat karena kaget .Niat ingin menanyakan Jadwal malah membicarakan Dokumen. "Pasti ini ada yang tidak beres" gumam Rayyan yang masih di dengar Dinda
"Maaf, Seperti itu ada nya Pak, menurut ku Pak Bos harus mencari investor baru untuk menutupi semua kerugian kita, Tapi engga semua perusahaan ko Pak " Ucap Dinda sopan
Rayyan mendengar celetukan Sekretaris nya dengan kening berkerut .Mungkin yang dikatakan Dinda benar ia harus mencari secepatnya dan......
"Kamu benar, dan kebetulan saya akan ada pertemuan penting siang ini di Yaz Cafe, Tolong kamu buat kan Dokumen yang perlu saya bawa untuk meeting nanti" Kata Rayyan saat setelah teringat dengan janji pertemuan dengan Sahabat nya.
"Baik Pak,Kalau begitu saya permisi "Kata Dinda dan pergi meninggalkan Ruangan Bos nya dan dengan cekatan membuat Dokumen yang akan dipakai satu jam lagi. Tidak sampai setengah jam dokumen itu selesai di buat oleh Dinda dan ia langsung menyerahkan dokumen itu kepada Bos nya , Rayyan pun tidak mau membuang waktu nya ia langsung menuju Yaz Cafe .
Setelah sampai di area parkir Rayyan bergegas keluar mobil nya dan ketika akan masuk ke dalam dia....
__ADS_1
Tbc.......