Story Of Love Zoya

Story Of Love Zoya
Olahraga


__ADS_3

Ketika bayang kecelakaan itu terlintas tanpa sadar air mata lolos begitu saja membasahi pipi dan bersamaan dengan tepukan tangan di pundaknya hingga membuatnya terlonjak sangkin kaget nya.


melirik kearah kiri dan ternyata...


"Sayang! ko malah beng... ngong" panggil Soraya dan seketika kaget melihat ku menangis dan langsung memelukku.


"Hey why.... ko nangis sayang udah dong yah jangan di inget inget terus yah. Nana kamu udah tenang di sana. dan kamu juga jangan merasa bersalah seperti itu yah Yaya nya Mama" ucapnya khawatir dengan kondisi anak perempuan nya saat ini, yah Soraya dan suaminya sudah mengetahui semua tentang masalah Zoya dan Nina ketika kecelakaan


"Iya maahhh Zoya hanya, enggak sengaja mengingat kecelakaan itu, muncul dalam ingatan Zoya secara tiba-tiba saat melihat foto Nana maahh" kata ku sambil memeluk mamah Soraya . pelukan mamah yang menenangkan Zoya.


'Ternyata itu adalah firasat mu Na... betapa bodoh ya aku waktu itu tidak menyadari sikap aneh mu itu. Rasa sesalku masih mengakar dalam hati ku Na. entah sampai kapan rasa bersalah ku ke kamu Na. aku pulang Na apakah kamu merindukan ku hmm? apakah kamu sendiri di sana? Oh apa kamu sudah bersama ayah sekarang. Pasti sekarang kamu udah seneng ya bisa ketemu sama ayah Na. aku titip salam untuk ayah mu ya Na' gumam Zoya dalam hati seraya tersenyum getir. Zoya selalu sedih ketika mengingat kejadian itu seakan Hati nya merasa tertusuk perih.


Zoya bertekad untuk menemukan orang yang sudah menabrak nya dan Nina. Karena dengan tega nya dia tidak bertanggung jawab atas apa yang sudah dia perbuat. Dan hebatnya hingga saat ini jejak ya tak pernah bisa dilacak.


Zoya berfikir mungkin saja semua jejak ya sudah di hilangkan atau hah memikirnya saja sudah membuat Zoya geram.


"Ya udah kamu pasti cape sayang baru pulang, istirahat yah tidur ini udah malem juga yah" titah Soraya sambil melepaskan pelukan nya. aku pun berjalan gontai keranjang dan ga lama aku terlelap dalam mimpi,Lagi.....


**********


"NANA....AWASSSS......"


"NINA....."


"NINA......" teriak zoya yang masih memejamkan mata dan dahi yang berkeringat.


"Zoya sayang bangun. sayang ini Mama sayang bangun" ucap Soraya sambil menggoyangkan tubuhku seketika aku kaget dan kubuka mataku dan ku peluk Mama dengan erak. Nafas ku terengah engah seperti habis berlari marathon.

__ADS_1


"Sayang kamu mimpi buruk itu lagi" tanya Soraya dengan cemas mengusap wajah ku yang berkeringat dingin


"Iya mahh,selama di London enggak pernah mimpi buruk itu hanya pas awal semester saja setelah itu enggak lagi. aku harus gimana mah" jawab zoya tertunduk lemas menahan tangis


"Ya sudah mending kamu sholat yah sayang, biar kamu lebih tenang toh ini udah jam setengah 5" titah Soraya menenangkan.Awal nya Soraya ini memabngun kan Zoya. Namun saat tepat berada di depan pintu dia mendengan suara teriakan Zoya membuat nya panik dan langsung masuk kamar tanpa mengetuk pintu.


Zoya menganggukan kepala dan tersenyum tipis.


"Iya udah Mama tunggu di mushola bawah ya sayang kita sholat berjamaah" kata Soraya sambil melangkah meninggalkan Zoya dan tak lupa menutup pintu kamar.


Zoya melangkahkan kaki nya gontai menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


*****


Setelah selesai sholat ia duduk di depan tv, karena bosan Zoya mengganti chanel berkali kali tidak ada yang menarik, mungkin karna ini masih dini hari. Aditya yang melihat tingkah anak nya yang di Landa kebosan pun menghampiri nya dan ikut duduk disamping anaknya. "kamu kenapa sih Yaya kasian tuh remot dari tadi di pencet pencet mulu" ucap papah seketika Zoya terjengkit kaget sedangkan Aditya hanya Tersenyum jahil


"ih Papa sakit udah gede gini masih aja cubitin kaya begini, kesian banget nih pipi Zoya" protes zoya sambi mengusap pipinya dengan wajah sebal sedangkan Aditya hanya tertawa.


"Aduh ada apa sih pagi pagi udah rame aja" kata Soraya yang penasaran kemudian berjalan menghampiri kegaduhan di ruang keluarga.


"Engga papa mah, cuman gemes aja sama anak sulung kita. lihat pipi chubi nya ini loh" ucap Aditya sambil tertawa. Soraya yang melihatnya pun ikut gemas dan tersenyum simpul . 'se akan akan aku ini bahan bulian di rumah ku sendiri' gerutu Zoya dan menatap sinis kedua orangtua nya dan mereka yang melihat ekspresi zoya pun kembali tertawa.


"Okeh udah cukup belum ketawanya Mah Pah?" tanya Zoya seketika Aditya dan Soraya pun terdiam karena leleh


"kita Olahraga bareng yuk. Kan kita udah lama nggak lari bareng Pah Mah" ajak Zoya antusias menatap kedua orangtua nya bergantian.


"Yuk sayang" jawab Aditya

__ADS_1


"Maaf yah Mama nggak bisa ikut kalian Lari pagi ini, Mama ada meeting nanti jam 8. Setelah di lihat lihat Desain yang Yaya kirim waktu beberapa bulan lalu Mamah merencanakan bikin cabang Cafe Yaz dengan inovasi yang baru paling jam 10 udah pulang" jelas Soraya kepada Zoya dan suaminya.


"Okey my Queen" jawab Zoya dan Aditya serentak seketika terdengar gelak tawa mereka di ruang keluarga.


****


Akhir nya Zoya dan Papahnya memutuskan siap siap untuk lari pagi jam 7 sedangkan Mamah sudah berangkat meeting


"Huh akhirnya sampe juga yah, Pah istirahat dulu yuk Zoya cape nih lama nggak lari " kata Zoya dengan nafas terengah engah karna mereka sudah berlari dari rumah menuju care free day.


Yah karna jarak nya tidak terlalu jauh makanya cukup ditempuh dengan berlari kecil sambil menikmati suasana yang sudah lama tidak Zoya nikmati. "Ya sudah kita duduk ditaman sana ya sayang" ucap Aditya seraya menunjuk tempat duduk di seberang jalan.Zoya menganggukan kepala dan mengikuti langkah Aditya.


Seketika langkah Zoya terhenti, seakan nafasnya terasa sesak di dada. Terdengar suara yang memanggil nama Nina. Ditololehkan arah pandangnya mencari sumber suara tapi karena lokasi terlalu ramai,membuat Zoya bingung mencari nya. Ditepuk pundak Zoya oleh Aditya seketika terlonjak


"Kenapa sayang ko bengong" tanya Aditya menyadarkan Zoya.


"Oh nggak papa pah" jawab Zoya dan melanjutkan langkahnya.


Zoya mengikuti langkah Aditya duduk di bangku taman. Otak nya seakan berputar dengan Nina sahabatnya. Rasa rindu ini seraya menguak dan menguasai pikiran Zoya. Teringat ketika Nina selalu mengajak Zoya ke care fre day setiap weekend dan menikmati jajanan yang di jual diaréa taman. Tanpa sadar air mata Zoya turun membasahi pipi.


"Sayang udah yah jangan di inget inget lagi nanti kamu sakit loh" ucap Aditya sambil memelukku erat.


"Iya Pah" kata Zoya sambil mengeratkan pelukan nya.


"Zoya..." ucap papah Aditya seraya melepaskan pelukan nya. "iya pah ada apa?"tanya Zoya penasaran.


Aditya memberikan jeda sejenak dan....

__ADS_1


Tbc....


__ADS_2