Story Of Love Zoya

Story Of Love Zoya
Perdebatan


__ADS_3

Fahri marah ketika Zoya dipermalukan seperti itu oleh Sahabatnya sendiri.


"Urusan kita belum selesai " Ucap Fahri dan melangkah meninggalkan Cafe.


"Kamu keterlaluan Yan" Ujar Rendi marah dan melangkah pergi meninggalkan Rayyan sendiri .


Setelah membayar semua kerusakan akibat ulah nya Rayyan pun memutuskan untuk pulang .


Flasback on


Berapa Bulan yang lalu Rayyan mendapatkan kabar dari orang suruhanya bahwa Nina Alesiya sudah meninggal dunia. Rayyan terkejut dan terpukul,Bagaimana tidak dia pernah berjanji dengan Nina akan menikahi nya setelah Nina berumur 25 Th Saat dia akan berangkat ke Amerika.


Dan inilah saat nya mengapa dia tidak menerima perjodohan nya dengan Siapa pun termasuk dengan Valerie. Pantas saja susah sekali mendapat kan informasi mengenai Kekasih nya.


Rayyan berusaha mengulik kilas balik memasa sekolah dengan menyuruh orang bayaran.


Selang beberapa Hari dia mendapatkan kabar bahwa Sekolah Nina Pindah ke Jakarta Karena Beasiswa dan mendapatkan seorang teman Bernama Zoya. Tapi ketika ingin mengulik tentang Zoya ,menurut orang suruh nya bahwa sangat susah mendapatkan Informasi tentang Zoya. Bahkan semua akses datanya pun di tutup yang seperti nya memang sengaja dilakukan.


Tidak lama, malah dia bertemu dengan seorang wanita juga mempunyai nama yang sama dan paras yang sama.


"Mungkin ini jalan nya untuk menemukan titik terang tentang kematian mu Nina" Ucap Rayyan memandang Map berisi data diri Zoya yang akan menjadi manajer baru di perusahaan nya.


"Baik Bos akan saya cari tau,Tapi kenapa nama belakang nya bisa mirip Bos sedangkan waktu itu kita kewalan mencari data diri wanita ini" sahut Asisten Rayyan


" Maka dari itu, aku juga curiga " sahut Rayyan sambil dingin penuh kecurigaan


Seminggu setelah Zoya bekerja di perusahaan Rayyan Group, Rayyan mendapatkan kabar bahwa Nina Meninggal ketika sedang bersama Zoya. Rayang marah rahangnya mengeras , tangan mengepal kuat hingga jemari nya memutih dan memukul Tembok berkali-kali hingga tangan nya berdarah.


Bima Asisten nya merasa takut kalau bos sedang dalam keadaan marah seperti ini. Karena jarang sekali Bos nya marah dan frustasi seperti ini.


Ketika kekasih nya meninggal bersamaan dengan Zoya, yang tidak lain adalah sahabat kekasih nya sedang yang bersama Nina kekasih nya saat tragedi itu.


"Bima, kamu urus proyek hari ini " Ucap Rayyan


"Baik bos, saya permisi " sahut nya dan berlalu gitu saja.Ketika hanya sendiri di ruangan Rayyan merasa bingung harus bersikap apa dengan Zoya.


"Mungkin dengan membuatnya menderita ,akan membuat sakit hati ku terobati" gumam Rayyan dengan rahang mengeras.

__ADS_1


Flasback off


*****


Ke esokan hari nya pukul 7 pagi , di Apartement Zoya merasa kepala nya masih sangat pening. Memandang se keliling ternyata dia ada di kamar nya. Zoya merasa tenggorokan nya kering pun berajak dari tidur nya dan menuju kedapur untuk mengambil minum .


Ceklek....


Ketika membuka pintu, Zoya melihat ada Fahri yang sedang tertidur lelap di sofa ruang tamu. Fahri mulai membuka matanya dan langsung menghampiri Zoya


"Nona, sudah bangun. Butuh apa biar aku bantu" Ucap Fahri dengan raut wajah khawatir. Bagaimana tidak khawatir, kemarin ketika menggendong Zoya keluar Cafe yang sudah mulai tidak sadarkan diri dan malam nya langsung demam.


"Tidak perlu kak, udah baik baik aja ko " Sahut Zoya senyum tipis sambil berjalan ke arah dapur.Fahri mengangguk mengiyakan "Nyonya semalam Telfon ,dan ingin Nona pulang " Ucap Fahri yang masih berdiri menatap Zoya yang sedang minum.


Tak


Zoya meletakan gelas itu dengan gusar


"Mama sakit?" sahut Zoya namun Fahri menggelengkan "Beliau kangen ingin bertemu, dan ada yang ingin di bicarakan katanya" sahut Fahri Zoya pun mengangguk mengerti


"Kamu pulang lah dulu" Ucap Zoya namun Fahri menolak. "Kita pulang bareng saja Nona" namun Zoya menolak dan malah melangkah mendekati Fahri dan mendorongnya hingga kedepan pintu.


Ceklek


"Nanti aku pulang sendiri aja, kalau sama kamu pasti di buru buruin . udah sana pulang " Ucap Zoya sambil tersenyum jahil


"Tapi Nona......" sahut Fahri terpotong karena Zoya langsung menutup pintu nya


BRAAKKKK....


Zoya bersandar di depan pintu, mata nya sudah mulai buram karena air mata nya mulai keluar begitu saja. Dia tidak ingin menangis di depan orang lain meski itu Fahri .


"Na, kenapa masih sesakit ini " Ucap Zoya merosot hingga duduk bersandar di lantai


"Seharus nya aku aja yang mati bukan kamu" ucapnya pilu.Tangis Zoya pecah lagi sambil memeluk lututnya. Entah lah mungkin memang harus ia tuntaskan dulu rasa sesak nya. Dengan menangis Zoya merasa lebih tenang. Merasa lelah karena setengah jam Zoya gunakan untuk menangis, Zoya pun bangkit dari duduk nya dan melangkah menuju kamar.


Sedangkan Fahri memilih pulang meski awalnya tidak tega.Tapi Fahri merasa Zoya memang butuh waktu. Dan Zoya memutus kan untuk mandi dan bersiap untuk pergi ke toko bunga lalu ke makam Nina.

__ADS_1


Ketika sampai di Pemakaman Zoya langsung duduk sebelah makam Nina sambil meletakan buket bunga mawar pink kesukaan sahabat nya.


"Assalamu’alaikum Nanaku, apa kabar oh iya pasti kamu baik yah" Ucap Zoya tersenyum sambil mengusap nisan yang bertuliskan Nama Sahabat nya


"Na,aku kangen banget sama kamu, Oh ya aku bawain bunga kesukaan kamu loh.Ya ampun maaf ya Na, aku lupa bawa Sunflower buat ....." Ucap Zoya terhenti ketika melihat ada sepasang sepatu mahal berdiri di depan nya.


Penasaran dengan sang pemiliknya Zoya pun akhirnya mendongak menatap Seseorang yang berdiri di hadapannya. Zoya terkesiap saat Mata nya bertatapan langsung dengan mata elang nya sambil melirik bunga Sunflower di tangan nya


"Kamu.........." Ucap Zoya sambil berdiri


"Kamu ngapain disini, mau pura-pura sedih " sahut nya dingin dengan rahang nya yang mengeras menahan amarah


"A-aku.... aku buk..." Ucap Zoya bingung harus menjawab apa dengankan isi kepala nya penuh dengan pertanyaan tentang Hubungan Rayyan dan Nina itu apa


"Saya peringatkan kamu untuk tidak menginjakan kaki kamu disini lagi" Ucap Rayyan dengan penuh tekanan. Rayyan dapat melihat kalau mata menangkap bulir air di mata Zoya. Rayyan melihat wajah sembab Zoya, ia menduga kalau Zoya terlalu banyak menangis. Muka merah, karena terkena panas nya sinar matahari dan hidung yang memerah seperti tomat yang terlihat menggemaskan di mata Rayyan. Rayyan langsung menggelengkan kepala nya kuat. menyangkal apa yang sedang ia pikirkan saat ini. 'Bisa bisa nya di kondisi seperti ini otak ku malah tidak singkron Begini ' batin Rayyan kesal


"Punya hak apa kamu melarangku untuk menemuinya Hah?" tanya Zoya sinis


"Punya hak apa kamu tau urusan saya" Ucap Rayyan tak kalah sinis sambil meletakan buket bunga yang sedari tadi dia pegang tak lupa mengusap nisan Nina dengan lembut .


Zoya terbelalak dengan bunga yang dibawa oleh Rayyan


"Sunflower " lirih Zoya


"Kenapa, kaget?" sahut Rayyan


"Atas dasar apa kamu menggunakan nama belakang Nina" Ucap Rayyan dengan amarah


"And you don't need to know that either (Dan kamu juga tidak perlu tahu itu)" sahut Zoya seraya mengusap nisan Nina tanda bahwa Ia pamit pulang. Zoya berlalu begitu saja tanpa peduli tatapan Rayyan...


"Sebenar nya kamu itu siapa Zoya" lirih Rayyan sambil memandang punggung Zoya yang kian menjauh dan beralih mentap nisan Nina


"Aku pamit yah Nin, akan ada rapat di kantor" Ucap Rayyan tersenyum tipis sambil menatap nisan Nina.Dan Rayyan pun berlalu pergi menuju Kantor karena akan ada rapat dengan client penting.


Tbc...


Gimana guys episode kali ini , bikin greget ga?

__ADS_1


aku sih greget banget sama Rayyan.rasa nya pengin mukul aja gitu hehehe becanda🤭


mohon maaf ya kalau ada yang salah kata.bisa tolong komen nya ya biar kedepan nya bisa lebih baik lagi 😊😊😊😊


__ADS_2