Story Of Love Zoya

Story Of Love Zoya
Meminta izin


__ADS_3

Ketika Zayn mengikuti kelas bukan nya memahami apa yang disampaikan dosen tapi dia malah menggunakan waktu belajar nya hanya untuk melamun. Yang ada di pikiran nya sekarang ya hanya Zoya. Zayn masih saja memikirkan Zoya, meski sudah melakukan panggilan video dan bahkan menurut Kakak nya keadaan baik-baik saja ya tetap saja masih belum 100% tenang.


Hingga jam mata kuliah favorit nya berakhir. Seketika Tersadar saat bahu kanan di tepuk oleh sahabat satu negara namun berbeda kota.


"Hai brother, are you okey hah? gue liat lo sedari awal datang ke kampus sampe di kelas bahkan di mata kuliah favorit lo, lo malah bengong saja,  memang ada apa bro?" tukas sahabat nya Zayn panjang lebar dan dia si Andra. Andra merasa sahabat nya sedang ada masalah.


"Astaghfirullahalladzim, Andra bikin gue kaget aja lo ndra" kata Zayn kaget seraya mengusap dadanya.


Akhirnya Zayn Cerita kenapa dia melamun alasan nya ya masih merasa khawatir dengan kondisi kakanya.


"Mungkin ka Zoya bener kaga papa Bid. Btw ko gue kangen sama Kakak cantik lo ya bid" ucap si Andra sembari mengawang seketika Zayn langsung menatap Andra dengan tatapan membunuh.


Andra langsung cengengesan dengan mengangkat 2 jari tanda V. Tatapan mata Zayn yang menurut nya sangat lah menakutkan dan ia langsung mengalihkan pembicaraan ke matkul yang tadi di bahas dosen.


Zayn tau bahwa sahabat nya hanya bergurau saja,karena Andra juga sedikit akrab dengan Kakak nya. Meski baru bertemu beberapa kali saat Zoya berkunjung ke kampus nya. Dan saat Andra berkunjung ke Apartemen Zayn ,otomatis akan bertemu dengan Zoya itulah tujuan Andra. Meski niat di mulutnya ingin menumpang tidur tapi Zayn tau akal bulus sahabat nya.


"Btw bro tadi itu pa dosen bawa mahasiswi pindahan dan buset nya cantik banget. parahnya lagi pindahan dari Kampus UI Jakarta nama Hana Putri Prawira" ujar Andra seraya memandang raut wajan Zayn yang menurut nya sangat menyebalkan.


Lihat saja dari muka jutek nya dia seperti tidak ada ketertarikan dengan perempuan. Padahal hampir seluruh mahasiswi di kampus mengejar nya, hah menyebalkan sekali memang menurut Andra. Herannya ketika berbicara mengenai Kakaknya si Zoya itu dia bahkan bisa tersenyum dan tertawa memang si manusia es ini pilih pilih wanita sekali.


"Hmmm....... trus gue harus apa,minta kenalan gitu. Hah udah lah ndra tidak perlu dibahas. Mending lo bantuin gue cari buku matkul yang tadi dipelajari lo sama dosen di perpus sana gih" ucap Zayn mengalihkan pembicaraan Andra mengenai mahasiswi baru tanpa menoleh pada Andra.


Seketika raut wajah Andra berubah mendi kesal dan ingin menonjok si muka es kutub ini, yang dengan se enak jidat menyuruh nya namun bukan Andra kalo tidak melakukan permintaan Zayn meski diawali dengan penolakan.

__ADS_1


"Yaa baiklah baiklah, Malang niang nasib gue Tuhan.... punya sahabat Si Es Kutub jutek yang sangat menyebalkan sekali. Pantésan aja sahabat gue jomblo terus kaga kaya gue hehe" Gerutu Andra seraya berjalan santai menjauh dari meja Zayn.


Zayn yang mendengar celoteh Andra langsung melempar kan bolpen nya ke arah Andra dan tepat mengenai punggung nya


"Gue denger ogeb" ucap Zayn dengan tatapan datar nya.


Andra pun melolek merasa punggung nya di timpuk sahabat gilanya "Auuuwww... untung ga kena kepala gue ogeb. bisa bisa kelapa gue bocor tanggung jawab lu" celoteh Andra dan langsung melanjutkan langkah nya meninggalkan kelas.


*****


Hampir seminggu Zoya menjalani Betres ,ia tidak merasa bosan karena dengan begitu Zoya bisa lebih banyak menikmati waktunya bersama keluarga.


Dikamar Zoya dengan situasi baru setelah dia pulang dari London, jam menunjukkan pukul 05:00 pagi namun Zoya masih terlihat pulas dengan selimut tebal nya.


Alhasil Soraya harus membangun kan si kebo karna ketika sholat tadi Zoya tidak ikut sholat berjamaah bersama dibawah.Namun ini lah yang Soraya rindukan yaitu membangun anaknya ketika subuh meski susah tapi menyenangkan menurut nya.


"Iya Mama ini Zoya bangun, Papa ganteng sama Mama udah sholat?" kata


Zoya yang masih asik dengan selimut nya.


'Rasanya enggan untuk beranjak dari tempat ternyaman ini.


Heran kenapa kalo subuh tuh jin kuat banget bisa bikin manusia enggan untuk berjauhan dengan kasur dikala waktu subuh Ya Allah. Maafkan daku yang masih jauh dari kata Solehah karna hanya Engkau yang tau Mana Umat MU yang paling taat dan Solih dihadapan Mu.'

__ADS_1


"udah sayang, ayo cepet buruan ah mamah engga suka kamu kaya gini yo cepet ke kamar mandi ambil wudhu trus sholat nak" kata Soraya gemas seraya menggelitikin perut zoya.


"iiihhh mamaahh geellii hahaha iya iya aku bangun ini mataku udah kebuka lebar nih udah ya" kata Zoya seraya ketawa.


' Ini lah cara Mama membangun kan aku yang kalo dibangunin susah nya minta ampun. liat ketawa Mama rasa nya bahagia banget aku liatnya'.


"iya udah Mama turun ya, awas aja kalo setengah 6 belum turun kebawah" ancam Soraya sambil men colek hidung Zoya dengan telunjukya. ckckck


Setelah selepas sholat dan mengaji,Zoya turun dan ikut membantu Soraya dan para Maid menyiapkan sarapan ,lalu mereka pun sarapan pagi bersama di meja makan.


Hanya 1 orang yang tidak bisa ikut serta di meja makan iya itu dia si Zayn, si anak nakal dan tampan. Ketika sedang menyantap sarapan Zoya merasa mungkin setelah sarapan ini itu saat yang tepat untuk membicarakan masalah Zoya akan mencari pekerjaan di luar bukan di bekerja di perusahaan sendiri. Entah diluar kendali Aditya jika Soraya pasti akan melakukan aksi Protes nya pada Zoya.


"Emmm Mah, Yaya mau ngomong sama Mama nanti setelah sarapan" kata Zoya setelah menyelesaikan makanan nya seraya meneguk air putih hingga tandas dan melangkah meninggalkan meja makan menuju ruang keluarga . Aditya pun mengerti maksud anaknya yang akan meminta izin pada istrinya.


Setelah selesai makan Soraya menyuruh Maid untuk membereskan meja makan dan menyusul anaknya keruang keluarga bersama dengan Aditya .Tidak menunggu lama Zoya langsung mengutarakan niat nya untuk mencari pekerjaan namun bukan di perusahaan papah Aditya melainkan dia akan bekerja sebagai pegawai biasa di perusahaan lain dengan tujuan ingin mencari pengalaman dan tentunya mandiri.


Agar kelak ketika di beri kepercayaan oleh Aditya bekerja di perusahaan besar tidak terkejut akan persaingan dan trik dari berbagai motif perusahaan lain meski ketika di London Zoya juga bekerja namun pasti akan berbeda dari cara kerja perusahaan di London.


Soraya awalnya ingin menentang namun mendengar alasan anak nya semakin yakin bahwa anak perempuan nya sudah tumbuh menjadi gadis yang pintar dan dewasa, dilihat dari cara berfikirnya


.


Dan satu lagi Soraya harus tinggal terpisah lagi dengan putri nya karena dengan dia bekerja di perusahaan lain maka Zoya akan menjadi orang lain(orang biasa).

__ADS_1


"Baik lah kalo itu menjadi keputusan kamu sayang, tapi inget bawa mobil mu harus sering sering nengokin mamah papah oke. harus janji yah kamu kalo ga mamah engga akan ijinin" ujar Soraya dan Zoya pun menyanggupinya.


Tbc.......


__ADS_2