
Sepulang dari Pemakaman Zoya dan Fahri pun pulang dengan raut wajah yang sulit di artikan.Saat sampai di pelataran rumah Zoya langsung turun begitu mesin mobil itu mati tanpa sepatah kata pun dan berlalu ke kamar. Soraya dan Aditya yang melihat nya pun merasa heran ada apa dengan anak sulungnya itu .
Ketika Fahri menyusul masuk kedalam rumah Fahri langsung di panggil dan ikut bergabung duduk di ruang keluarga.
"Apa terjadi sesuatu kepada Zoya? " tanya Aditya tanpa basa basi,Fahri menghela nafas panjang dan langsung menjelaskan nya secara detail.
"Meski sudah berlalu tapi kenapa dia masih merasa terpukul,Apa kamu sudah membawa nya ke spikiater ketika di London Fahri?" Tanya Soraya
"Sudah Nyonya, tapi itu berlangsung beberapa bulan dan saya rasa kondisinya sudah membaik. Kalau memang masih ada yang tidak enak dia selalu melakukan konsultasi secara virtual ko. Dia juga mencoba melawan Trauma nya dengan berjalan kaki setiap pergi ke kampus dan menaiki angkutan umum. Dan belajar mengendarain mobil miliknya.Itu juga saran dari Dokter itu. Bahkan Spikiater itu berasal dari Indonesia juga" Terang Fahri kepada Bos nya
"Dia sepupu, Nya Valerie " Aditya menyela dan Fahri pun mengangguk mengiyakan.
Soraya terkejut mendengar nya "Apa Zoya tau tentang hal ini? " tanya Soraya
"Biarkan dia tahu hal ini dengan sendiri nya, mengalir saja. kurasa dia orang baik " Celetuk Aditya
Obrolan mereka pun mengalir begitu saja hingga akhirnya Fahri pamit pulang ke paviliun.
*****
Engga terasa sudah sebulan lebih bahkan hampir 2 bulan Zoya bekerja di perusahaan Rayyan Group. Dan Zoya juga sudah pindah tinggal di Apartemen yang lebih dekat dengan kantor agar tidak terlambat ke kantor. Bagaimana tidak karena jarak rumah dan kantor Rayyan Group ini cukup menguras waktu. Apalagi keadaan kota Jakarta dan sekitarnya selalu saja macet kalau di pagi hari dan sore menjelang malam.
Kantor Rayyan juga sudah kembali stabil setelah proyek yang sempat berhenti itu berjalan dengan lancar berkat suntikan dana dari Zoya.
Dan Hari ini adalah hari Peresmian proyek baru dimana Zoya sangat berperan penting dalam proyek ini.Dengan Langkah tergesa gesa dengan Heels 7 cm rok span hitam di bawah lutuh sedikit. Baju berwarna biru di timpa dengan jas nya ,Rambut di gerai lurus sedikit di curly di bagian bawah nya. Zoya melangkah dengan anggun nya masuk kedalam lift tanpa menatap siapa yang ada di dalam nya.
Sedangkan sepasang mata itu menatap Zoya dengan tatapan benci.
"Zoya" ucap sepasang mata itu
Zoya merasa nama nya di panggil pun menoleh ke belakang dan
" Valerie " ucap Zoya dengan bibir terkatup.
__ADS_1
Mereka berdua saling bertukar pandang dan asik dengan pikiran nya masing-masing.
Yah dia Valerie teman Zoya ketika Smp dan entah lah sekarang mungkin Zoya sudah tidak menganggap nya lagi.
"Apa kabar Zoya" Ucap Valerie dengan senyum palsu nya
"Alhamdulillah aku baik" jawab Zoya singkat
"Kamu....." kata Valerie terpotong ketika pintu lift terbuka dan Zoya pun langsung pamit terlebih dulu.
"Sial" Celetuk Valerie sambil melangkah keluar dan menuju ruangan Rayyan.
*****
Rayyan terkejut ketika pintu ruangan nya terbuka dan muncul wanita cantik dengan senyum manis nya. Rayyan langsung memberi tantapan tajam kepada nya
"Hai sayang, apa kabar kamu sombong banget sih nggak pernah temuin aku .Dan muka nya jangan garang gitu dong " Ujan nya sambil berjalan pelan ke arah Rayyan dan bergelayut manja di pangkuan Rayyan.
Tapi hari ini dia Merasa sial karena tidak bisa menghindar pagi . Rayyan menatap tajam wanita yang duduk di pangkuan nya itu."bener-bener hari sial "Ucap Rayyan dalam hati
"Valerie, menyingkirlah dari sini " ucap Rayyan geram dengan rahang yang mengeras.
"Sayang kamu tuh nggak kangen ya sama aku" ucap Valerie sambil bersandar di dada bidang Rayyan dengan raut sedih.
Ketika akan menjawab , Pintu kembali di ketuk dan muncul lah sekertaris nya Dinda
tok... Tok... Tok....
"Permisi Pak, Oh maaf mengganggu " Ucap Dinda sopan
Rayyan merasa Dinda adalah penolong nya saat ini. Oh ralat, bahkan setiap saat ada keadaan seperti ini. Rayyan langsung mengedipkan mata tanda meminta tolong. Dinda pun paham akan maksud Bos nya kebetulan juga sebentar lagi juga akan ada Rapat dengan client penting.
Dinda pun langsung mengutarakan niat nya dan langsung pamit kembali ke tempat nya.
__ADS_1
"kamu dengar sendiri kan barusan apa yang di bilang sekertaris saya" Ucap Rayyan dingin dan Valerie pun langsung berdiri dari pangkuan Rayyan dengan raut wajah cemberut.
"Kalau begitu aku ikut kamu meeting saja" ucap Valerie sambil melangkah ke sofa. Di ikuti Rayyan namun tidak ikut duduk bersama Valerie melain kan melangkah dan berdiri menghadap jendela,Menatap pemandangan kota.
"Kamu apa apaan sih, Val. Kita tuh nggak ada hubungan apa-apa dan saya Juga engga bisa cinta sama kamu .Papi kamu juga sudah memutus semua investor yang bekerja sama dengan saya, begitu pula dengan Papa yang ikut mendukung kamu. Dan membuat semua nya menjadi kacau "Ucap Rayyan sudah tidak tahan dengan kekesalan nya.
"Oke aku bakal minta tolong Papi buat melanjutkan kerja sama nya dan... " Ucap Valerie sambil melangkah mendekat ke arah Rayyan lalu memeluk nya dari belakang. Rayyan mengadahkan kepala nya ke atas rasa dia sudah muak dengan semua ini.
"Val, lepas jangan begini malu kalau ada yang melihatnya" Ucap Rayyan dingin seraya berusaha melepaskan pelukan Valerie.
"Nggak Rayyan, aku tuh cinta sama kamu kenapa kamu nggak pernah mau terima sih kalau...." Ucap Valerie terpotong karena pintu kembali di ketuk.
"Huhhh dasar pengganggu, siapa sihh" Ucap Valerie dengan keras
"Asalkan kamu tau Val, disini kamu yang Pengganggu . Menyingkirlah saya ada rapat penting" Ucap Rayyan yang masih berusaha melepaskan tangan Valerie yang melingkar di tubuh nya.
Terdengar lagi pintu di ketuk
Tok..Tok... Tok....
"Permisi Pak, maaf saya......Oops" Ucap nya terpotong ketika melihat Bos nya. 'Di tunggu di ruang Meeting sedari tadi malah asik ber mesraan dengan perempuan' batin nya Gemas. Rayyan dan Valerie menatap wanita itu dan sekarang bukan sekertarisnya melain kan Zoya dan dengan sendiri nya pelukan itu terlepas.
"Yang lain itu menunggu bapak di ruang Meeting, yang di tunggu malah asik berduaan " Ucap Zoya datar.
"Zoya, kamu ngapain disini" Ucap Valerie dengan senyum menyeringai.
"Seperti nya pertanyaan itu tidak penting dan tidak wajib pula saya jawab" kata Zoya dengan nada datar nya sambil melipat tangan nya di Dada.
Rayyan yang melihat nya pun menaikan satu alis nya dan menyeringai.
"Maaf, bapak ikut saya terlebih dahalu karena client sudah terlalu lama menunggu, Permisi" Ucap Zoya dengan senyum manis nya dan berbalik melangkah dengan anggun nya keluar dari ruangan Rayyan. Rayyan pun langsung mengikuti Zoya dengan santai nya dengan senyum yang sulit di artikan.
"Awas kamu " Ucap Valerie geram dan memilih pergi dari kantor Rayyan.
__ADS_1