Story Of Love Zoya

Story Of Love Zoya
Fakta Kecil


__ADS_3

Di lain tempat Rendi bersama istri nya bernama Reana dan juga anak nya sedang berada di taman belakang rumah nya.


Hal biasa yang mereka lakukan untuk sekedar bercerita santai maupun masalah berat setiap seminggu sekali meski ini bukan hari minggu,melainkan hari jum'at.


"Sayang, semalem kaka melihatmu bersama perempuan apa itu benar? " tanya Reana to the poin sambil melirik anak nya yang sedang bermain.


"Iya memang benar. kebetulan memang lagi meeting di Yaz Cafe. Sama client laki-laki masih muda paling 30an dan itu berlangsung satu jam an kalau tidak salah. Setelah selesai niat nya mau pulang sayang, dan kebetulan sekali aku lihat pasienku dulu" terang Rendi santai karena menurutnya tidak ada yang membuat takut toh dia tidak melakukan apa apa.


"Orang nya cantik ga yang?" Sahut Reana yang tampak cemburu. Walau bagaimana pun juga suami nya ini masih sangat tampan meski sedikit berisi


"Cantik " sahut Rendi tanpa dosa dan


Plak


Rendi pun mengaduh saat lengan nya kena pukul istri nya.'Salah nya di mana si' pikir Rendi tampak bingung menatap istri nya


"Kamu ini jujur banget sih yang Astaga " Celetuk Reana 'punya suami ko ya ampun nggak peka banget sih dari dulu bikin darah gue naik mulu' batin Reana sambil menatap suami nya sinis


"Mau lanjut ga cerita nya sayang " kata Rendi dan Reana pun mengangguk


"Perempuan itu Pasien pertama aku, pas aku lagi di Landon ,dan baru ketemu lagi semalem sayang.


Pertemuan kita disana itu cuma beberapa bulan saja dan sisa nya itu konsultasi lewat virtual itu pun cuma beberapa kali, makanya aku bersyukur dan mau berterima kasih karena sudah mau menjadi Pasien aku yang pertama di saat aku baru mendapat Gelar itu" Terang Rendi panjang lebar sedangkan Reana hanya mengangguk tanda bahwa dia faham dari penjelasan suaminya


"Ya itu juga nggak sengaja kita ketemu nya " Ucap Rendi lagi


"Jadi kakak Salah faham dong, aduh bikin malu banget deh. Maafin kaka aku ya sayang " sahut Reana merasa bersalah Rendi pun mengiyakan sambil tersenyum


Dan obrolan mereka pun belanjut hingga terdengar suara Shakila menangis karena terjatuh


*****


Di Rumah Pramana Soraya,Aditya dan Fahri sedang duduk di taman samping rumah dekat Paviliun Fahri. Soraya uring uring karena Fahri tidak berhasil membawa Zoya ikut pulang bersama nya


"Pah, gimana dong ini perasaan Mama tuh gak enak takut Zoya kenapa napa" Ujar nya sambil menggoyang lengan suami nya lagi sedang memegang secangkir Teh alhasil teh nya bercecerah kelantai

__ADS_1


"Sayang....ini aku mau minum sampe tumpah begini loh ah kamu ini" Sahut Aditya gemas sambil melirik istrinya


"Maaf nyonya mungkin Nona ...." Ucap Fahri terpotong karena Soraya lebih dulu menimpa nya


"Pah telfon Yaya pah, Suruh dia pulang kan bentar lagi kita mau ke Singapure masa kita nggak pamitan sih sama anak kita" Ucap Soraya Aditya akhirnya pasrah mengiyakan ke inginan istri nya.


"Iya istri ku sayang,ini mau coba hubungin Yaya. Kamu tenang yah " Sahut Aditya dengan lembut


"Fahri coba kamu cek GPS di Hp Zoya ada dimana sekarang" Ucap nya sambil mendial nama Yaya di hp nya


Tuuutttt.......


Tuuutttt.......


Tuuutttt.......


Aditya heran 'biasanya kalau dia menelfon itu langsung di jawab tapi kenapa ini enggak' sambil melirik istrinya yang duduk di sebelah nya dengan gusar sambil memandang taman di depan nya.


"Dari sini saya melihat kalau GPS di hp Nona itu berada di Apartement tapi GPS di mobil nya ada di lokasi yang berbeda" Ucap Fahri sambil memandang Tab nya dan melirik jam yang ada di pergelangan tangan nya tertera pukul 9 pagi


"Kamu cari Yaya sampai dapat, kalau belum ketemu kerahkan semua pengawal untuk mencari nya" sahut Aditya, Fahri mengangguk mengiyakan dan pamit untuk mencari Nona nya.


*****


Di lain sisi Zoya sedang berada di Panti Berniat untuk bermain dengan anak-anak . Mungkin dengan bermain dia bisa melupakan sejenak permasalahan nya. Indah begitu senang melihat Zoya berkunjung ke panti


"Zoya, ayo kita makan dulu . Anak anak main nya udahan dulu ya kaka Zoya mau istirahat dulu " Ucap Indah lembut. Mereka pun mengangguk patuh dan Zoya pun bangkit dari duduk nya lalu menghampiri Indah dan memeluknya


"Kamu baik baik saja kan Ya? " Tanya Indah namun Zoya hanya diam


"Ya sudah , kita sholat dzuhur dulu yuk baru kita makan " Ucap Indah lagi


"Iya bunda" sahut Zoya tersenyum seraya melepaskan pelukannya dan berjalan mengikuti Indah


Setelah Sholat dan makan bersama dengan penghuni panti Indah pun mengajak Zoya pulang ke Tangerang menggunakan Taksi dan Zoya pun mengiyakan karena Zoya pun tidak membawa mobil nya. Hingga sampai lah mereka di Rumah Indah yang di bangun khusus untuk nya dari hasil kerja keras Zoya

__ADS_1


"Alhamdulillah sampai juga kita Nak" Ucap Indah ketika sudah masuk di dalam rumah


"Bun , Zoya istirahat dulu di kamar " Sahut Zoya tersenyum ,Indah pun mengusap kepala Zoya lalu mengangguk sambil tersenyum.Zoya pun melangkah menuju kamar nya .


Hingga 2 hari Zoya masih berada di rumah Indah tanpa peduli keberadaan ponsel, Justru Indah sangat senang kalau Zoya menginap di rumah.


"Bunda, Yaya boleh ga pinjem buku nya Nana" Ucap Zoya sambil tersenyum


"Boleh Nak,buku nya masih ada di gudang belum semepet bunda beresin " Sahut Indah lembut setelah mendengar nya Zoya langsung menuju gudang dan mencari Buku diary Nina. Dan setelah hampir setengah jam dia mencari akhirnya Zoya menemukan nya dan mengambil 2 buku Diary itu dan beberapa buku lain nya langsung bergegas masuk ke kamar.


Zoya membacanya salah satu buku Diary Nina yang berwarna pink dengan Ekspresi yang berbeda beda.


Hingga akhir nya dia menemukan apa yang dia cari dari buku Diary nina yang pertama.


Rasa nya dia mulai terbawa suasana oleh apa yang di tulis Nina. Menemukan kan jawaban dari pertanyaan nya kemarin dari kejadian di Cafe hingga di Pemakaman.


Dan memutuskan untuk bertanya kejadian yang lebih detail kepada bunda nya Besok.


"Ya ampun aku sampai lupa waktu begini, gak kerasa udah malem " Ucap nya sambil menutup buku dan keluar kamar mencari sesuatu yang bisa di makan karena ternyata dia belum makan sedari siang.


"Bunda...... Bun..." teriakan Zoya berhenti ketika melihat bunda nya tertidur di Sofa ruang keluarga


"Ya ampun bunda ko tidur disini sih , pindah ke kamar yuk " Ucap Zoya cemas


"Zoya, akhirnya kamu keluar kamar juga , bunda rasa kamu berbeda sayang dari kemaren ketika di panti .kamu banyak diem ,ada masalah apa? " sahut Indah seraya duduk dan memegang tangan Zoya. dia bisa melihat raut wajah Zoya yang semakin cantik namun mata nya tersirat kesedihan


"Nanti kita bicarakan besok yah ,sekarang bunda istirahat dulu pasti cape beres beres rumah .Nanti Zoya carikan Asisten Rumah tangga ya .Zoya gak tega liat bunda ngurus rumah sendirian" Sahut Zoya tersenyum Indah pun mengangguk mengiyakan dan memutuskan untuk pindah ke kamar untuk ber istirahat.


Tbc....


Gimana guys part ini, Maaf yah kalau masih kurang rapi ceritanya.


yuk jangan like sama komen nya ya guys biar aku makin semangat bikin nya


🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2