
Ke esok hari nya Zoya merasa agak sedikit perih dan benar saja ketika Zoya melirik lutut nya memang sedikit lecet. Ia juga merasa jatuh nya lumayan sih kalau di ingat ingat,wajar kalau Zoya marah kan.
ketika Zoya masih asik dengan pikiran nya terdengar ketukan pintu dari luar .
Tok...Tok.... Tok.......
"Nona Sarapan sudah siap, Tuan Dan Nyonya sudah menunggu di meja makan" ujar Maid di luar sana
Niat nya ia ingin berlama lama di balkon kamar nya tapi rupanya waktu nya tidak tepat yah. Akhirnya Zoya memutuskan kan untuk membuka pintu .
Ceklekk....
Terlihat Maid Ani yang sedang menunggu nya dengan sabar
"Iya Aku akan turun, Terimakasih bi" Ucap Zoya ramah seraya tersenyum manis dan maid pun langsung pamit undur diri.
Zoya pun mengikuti Maid turun kebawah. Dilihat Orangtua nya sudah duduk manis menunggunya untuk sarapan bersama karena semalam Zoya merasa lelah selepas pulang dari Proyek dan langsung masuk kamar dan tidur hingga belum sempat bertemu dengan Orangtua nya .
"Pagi Pah, Pagi Mah....." Sapa Zoya seraya mencium pipi kedua nya dan langsung duduk di kursi nya
"Iya pagi juga sayang " jawab Aditya dan Soraya bersamaan
"Ayo Ya sarapan dulu setelah itu Papah mau ngomong penting" Ucap Aditya seraya tersenyum.
"Iya Pah, Oh iya aku enggak lihat Kak Fahri sama Om Edwin mereka kemana tumben enggak ikut arapan bareng kita" jawab Zoya seraya memasukan makanan kedalam mulut nya.
"Edwin ke Kantor menghandle pekerjaan Papah sebelum Papa berangkat kerja dan Fahri kata nya ke proyek kamu" Jawab Aditya
"Makasih ya Pah sudah menghandle Proyek Yaya" Ucap Zoya terharu Aditya mengangguk seraya tersenyum
"Ngobrolnya Nanti Mama juga mau ngomong nanti ayo kita makan dulu...hari ini Mama yang masak loh ini ada kesukaan kamu, omlet juga ada nih makan yang banyak sayang " Ujar Soraya seraya mengusap pipi Zoya " Iya mahh...." Jawab Zoya seraya tersenyum
__ADS_1
Selepas Sarapan pagi mereka pun berkumpul di Taman samping.Duduk saling berhadapan di pisahkan meja kecil dengan posisi mengadap kolam renang.
"Yaya, Edwin sudah cerita semalam bersama Fahri. Dan yah, Papa hanya mau mastiin apa benar kamu mau membantu nya?" Tanya Aditya karena sekarang iya mulai faham Zoya tidak akan membantu seseorang yang baru ia kenal dengan cuma cuma kalau dia sedang membutuhkan sesuatu. Apalagi ini tentang bisnis.
"Iya aku akan membantu nya, dan itu tidak berjalan dengan lancar kalau tanpa bantuan Papa" Ucap Zoya serius
"Jadi, berapa yang Yaya butuhkan sekarang hmmm? " Ucap Aditya lembut
"10 Miliar Pah, dan sisa nya aku yang nambahin " Ucap Zoya spontan, Soraya yang mendengar nya pun terkejut dan keningnya berkerut .
"Kamu serius Ya? ...Lihat Pah anak kita ternyata diam-diam sudah mempunyai penghasilan sendiri. Padahal dia saja belum sebulan di Jakarta tapi sudah seperti pengusaha pada umum nya" Celetuk Soraya kagum sedangkan Aditya dan Zoya hanya tersenyum simpul
"Ini juga berkat bantuan Papa " ucap Zoya
"Papa hanya membantu sekian persen tapi selebihkan kamu dan Fahri. Papah bangga Ya dan Fahri juga, tidak menyangka kalau dia bisa se setia itu dengan mu Ya persis Edwin" Ucap Aditya seraya mengusap kepala Zoya
"Iya ya Pah... Oh iya Zoya, Mama bisa minta tolong kamu untuk menijau Yaz cafe Mamah yang baru,siapa tahu kamu punya ide supaya itu bisa jadi lebih menarik lagi soal alamat nya nanti Mama kirim lewat chat" Ujar Soraya kepada Zoya dan Zoya pun mengiyakan nya.
Drttttt........
Drttttt.......
Drttttt......
"Bentar ya Pah Mah, Yaya angkat telfon dulu" Pamit Zoya seraya berdiri dan melangkah berdiri di tepi kolam renang Aditya dan Soraya pun hanya mengangguk bersama tanda mengiyakan.
"Iya Halo, ada apa kak Fahri?...." Jawab Zoya
"Halo Nona,Maaf mengganggu....begini Soal investasi itu..." Ucap Fahri terpotong oleh Zoya
"Iya nanti kita ketemu di Yaz cafe yang baru, aku kirim sekarang alamatnya " Ucap Zoya singkat
__ADS_1
"Baik Nona....bagaimana kalau saya jemput saja Nona biar aman saya akan pulang secepatnya " ucap Fahri di sebrang sana
"Oh tidak perlu, aku yang akan menyetir mobil sendiri. kalau begitu aku tutup telfon nya " Ucap Zoya menutup panggilan nya sepihak tanpa mau mendengarkan ocehan Fahri.
"Kamu pergi lah, nanti Papa akan Transfer uang itu secepatnya..." kata Aditya seraya mengulas senyum nya.
Zoya pun akhirnya pamit melangkah menuju kamarnya untuk bersiap . Zoya memasuki walk in closet dimana semua baju dan perlengkapan nya tertata dengan rapi. Zoya berdandan memakai make Up tipis, lipstik peach dan menimpa nya dengan lipglos agar terlihat fresh .
Zoya memilih mengenakan celana jeans di padukan dengan Kemeja putih kebesaran dan ditimpa dengan memakai sweeter berwarna abu muda tanpa lengan. Sneaker putih juga tidak lupa memakai tas berwarna putih dan satu lagi yang tidak pernah Zoya lewat kan itu parfum favorit nya aroma vanila . Zoya Melihat pantulan dirinya di cermin merasa sudah oke akhirnya dia memutuskan untuk keluar kamar nya.
*****
Zoya berniat untuk pamit namun sudah di kejutkan lebih dulu oleh Aditya
"Ini kunci mobil nya, sudah di siap kan di depan tinggal pake saja" ucap Aditya dan Zoya pun menerima nya
"Oke thanks Pah ,kalau begitu aku pamit ya " Ucap Zoya sambil mencium tangan Aditya dan Soraya yang sedari tadi menyimak di samping Aditya.
Baru saja sampai di ambang pintu Zoya sudah Di kejutkan dengan sebuah Mobil nya Terparkir di depan Rumah. Mobil Sport Terbaru berwarna biru .
"Ya ampun Papa......ini kan mahal banget ...Yaya bisa pake mobil nya Zayn ko Pah atau pake punya Mamah engga harus beli lagi" Pekik Zoya nyaring seraya berjalan menuju Mobil nya.
"Sayang Denger anak kita sudah teriak begitu, pasti sudah liat mobil nya. Ayo kita liat pasti marah² nih kalau di beliin mobil baru "Celetuk Soraya terkekeh dengan kelakuan anak nya, Aditya menggelengkan kepala nya sambil terkekeh. Aditya merengkuh pinggang sang istri posesif, sembil berjalan beriringan ke luar menghampiri Zoya.
"Kejutan sayang, gimana Suka enggak hadiahnya " Ucap Soraya tersenyum dari ambang pintu
"suka banget tapi engga mobil ini juga.Yaya pikir Papa Kasih Zoya kunci Mobil lama atau punya Zayn. Kemahalan enggak sih hadiah nya Pah Mah?, tapi aku Suka hehe " Ucap Zoya seraya merentangkan tangan nya meminta untuk di peluk .Soraya dan Aditya pun menuruti nya berjalan mendekati Zoya .
"Anak Papah udah sebesar ini " ucap Aditya seraya mencium puncak kepala Zoya .
Plak.....
__ADS_1
Soraya memukul Punggung suami nya sebagai tanda protes nya.