Story Of Love Zoya

Story Of Love Zoya
Keresahan Nina Alesiya


__ADS_3

"Na, lo enggak bisa nyembunyiin apa apa dari gue, kita sahabatan udah 3 tahun loh na kita mau lulus masa lo punya pacar enga cerita sama....." Ucap Zoya terhenti saat Nina langsung menyela ucapan nya


"Gue enggak nyembunyiin apa apa Yaaa. Kalo pun gue punya pacar atau yang gue suka pasti kan ceritanya sama lo dan terakhir gue curhat sama lo soal cowo pun itu terakhir pas kita kelas 2 kan. Tapi kalo sekarang gue boleh peluk lo enggak ya?" kata Nina langsung memeluk Zoya dibalas pelukan oleh Zoya.


"Na lo enggak papa kan, apa lo kangen sama Alm. ayah?, belius sudah tenang disana" tanya zoya pada Nina.


"Iya gue enggak papa ya, enggak tau kenapa perasaan hati gue saat ini melow banget Yaa, dan gue enggak tau kenapa" kata nina dengan sendu.


"Yaudah kalo gitu sepulang sekolah kita jalan jalan dulu aja ke Mall gimana setelah itu kita ke toko buku yang biasa okeh" Sahut Zoya sambil memeluk nina.


'Entah setelah nina berkata seperti itu jadi merasa gelisah' gumam Zoya dalam hati. tapi Zoya enggak mau nunjukin ke Nina takutnya dia makin meras engga tenang dan membuat Nina merasa bersalah.


"Thanks ya Yaya, lo temen gue yang pengertian. Lo dan keluarga lo sudah baik banget sama gue" ujar Nina tanpa sadar Nina menetekan air mata dan jatuh ke tangan Zoya.


Zoya yang merasa tangan nya basah pun terkejut. Apa yang membuat sahabat nya ini menangis, Zoya pun masih merasa bingung dengan sikap nya.


"Hey udah deh gue sama keluarga gue sudah anggep lo sama Bunda itu bagian dari keluarga Pramana ko dan lo udah gue anggep sebagai kakak buat gue Na meski kita cuma selisih 1 tahun "ujar Zoya terkekeh sembari menenangkan nina. Semakin lama suara tangisan lirih nina mulai terdengar di telinga Zoya.


"Heyy... why you crying Na? are you okeh hmmm? " tanya ku makin cemas pada nina


"Mungkin lo bener, gue kangen sama Ayah Ya...karena udah sebulan lebih ga nengokin makam ayah. please peluk gue Yaya,gue pasti bakal kangen banget sama kebaikan lo, keceriaan lo, kejailan lo ke gue meski masih gue masih unggul ceria nya di banding  lo" sahut nina terkekeh pelan


"hey hey Nana, please deh ngomong nya jangan ngelantur gitu serasa lo tuh mau pergi jauh dan enggak akan balik lagi buat ketemu sama gue"jawab Zoya dengan suara bergetar menahan tangis. Zoya merasa dadanya sesak sekali harus menahan tangisannya agar menjadi penguat Nina meski sulit.

__ADS_1


Masih bertanya tanya apa maksud dari kalimat Nina barusan. Saat pelukan nya terlepas lalu ditatapnya Nina, dilihat mata sembam nya dan diusap air matanya. Ku peluk lagi Nina dan benar kata Nina seakan aku merasakan hal yang sama, Ya, seperti akan kehilangan.


Terlalu larut dalam kesedihan yang tak jelas terdengar bunyi bel tanda bahwa masuk. kita pun beranjak dari duduk dan membayar pesanan kami yang sama sekali tak tersentuh.


*****


Bell pulang sekolah pun terdengar nyaring di telinga.


"Ya jadi kan kita jalan jalan?"tanya nina kepada ku jawab dengan anggukan antusias zoya


"Pake mobil gue aja gimana Na jalan jalan nya atau... naik Taxi? " tanya Zoya pada Nina tapi Nina malah menggeleng kan kepalanya " gue mau kita naik kendaraan umum, mau yah yah please. Kata nya udah nggak takut lagi. Tenang ada gue" kata Nina memohon padaku. "Gue jagain Lo,bila perlu lo pegang tangan gue jangan sampe lo lepasin karena gue ngga bakal jauh jauh dari Lo. Oh iya gue lupa ning Earphone nya juga udah siap" Terang Nina dengan senyum mengembang


" Okeh deh apa sih yang engga buat Nana nya Yaya" jawab zoya sambil mengulas senyum manis nya yang membuat Nina pun ikut senyum bahagia seperti mendapat kan permen yang dia suka.


Setelah menunggu beberapa menit Bus yang di tunggu pun datang dan Nina Langsung menggenggam tangan Zoya untuk ikut masuk bersamanya. Di perjalanan Zoya memutuskan untuk menghubungi Mama nya untuk meminta ijin. Untuk jalan jalan terlebih dahulu bersama Nina sepulang sekolah dan Mama pun mengizinkan dengan catatan pulang nya jangan sampe malem.


Karena jarak Mall dan toko buku tidak terlalu jauh jadi kita memutuskan untuk berjalan kaki.


Di lampu merah kita berniat menyeberang karena toko buku nya di sebrang jalan dan ga jauh dari lampu merah. ketika kita hendak meyeberang jalan lampu sudah dalam keadaan merah meski begitu aku tengok kanan kiri kupastikan tidak ada lagi kendaraan yang melintas dan ku pegang tangan nina erat.


"Ayo Na, udah sepi nih ga ada mobil" kata Zoya sambil menarik tangan Nina dan Zoya mempercepat langkahnya di zebra cross. Sampai suatu ketika sudah tiba di pertengahan jalan ada mobil melintas dengan kecepatan tinggi tanpa sepengetahuannya


"AWAS YAYA..." teriak Nana sambil mendorong Zoya hingga terjatuh ke depan dan kepala ku terbentur trotoar hingga darah mengalir dari kepala hingga membuat pandangan buram.

__ADS_1


"AAAA...." teriak nina


CCIIITTTTTTT


BRRAAKKKKK


"NIINAA.... hiks hiks NANA hiks hiks" Teriak Zoya sambil menangis histeris dengan suara tertahan karna membuat sakit dikepala kian terasa.


Zoya sempat melirik mobil sport berwarna hitam bercorak merah dan plat nomernya. Dipastikan itu adalah mobil di desain khusus oleh pemilih ya. Dan mobil itu malah pergi begitu saja tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


situasi ricuh, orang orang disekitar area lampu merah panik langsung berhambur menghampiri Zoya dan Nina.


Nina dan Zoya masih dalam keadaan setengah sadar meski kondisi nina lah yang paling parah , Nina melirik Zoya lalu Zoya pun berusaha menghampiri Nina dengan merangkak. ku pegang jemarinya dan nina melihat ku dengan senyum manis nya


"Naa... bertahan yah,kita sama sama berjuang Na gue mohon bertahan ya Na.. hiks.. hiks.." kata Zoya lirih sambil menangis. Sesak di dada ketika melihat sahabat nya sekarat karna menolong dirinya.


Dan mengingat kilas balik obrolan bersama Nina di kantin, seakan itu adalah kata perpisahan dari Nina. Zoya gelengkan kepala kuat kuat meski rasa nya sakit yang teramat sangat di kepalanya.Dan Zoya menepis pikiran buruknya tentang sahabat nya.


"Zo.. ya, gu..e saa..yang sam...ma Lo. gue...titip Bunda ya.. gue ngantuk mau tii..dur dulu yah Ya" ucap  lirih tersenyum seraya memandang ku dan nggak lama menutup matanya. Akhir nya aku pun juga hilang kesadaran dan jatuh pingsan di samping nina.


Flashback off


Ketika bayang kecelakaan itu terlintas tanpa sadar air mata lolos begitu saja membasahi pipiku dan bersamaan dengan tepukan tangan di pundakku hingga terlonjak sangkin kaget nya.

__ADS_1


melirik kearah kiri dan ternyata...


Tbc.......


__ADS_2