Story Of Love Zoya

Story Of Love Zoya
Sekarat


__ADS_3

Rayyan masih memperhatikan interaksi antara Mamanya Dan Valerie bersama Aditya. Bagaimana bisa Seorang Aditya Pramana pengusaha sukses mengenal Valerie.


Begitupun dengan Fahri dan Zoya yang saling pandang seakan mereka berbicara lewat tatapan mata.


"Oh, Hai om kabar ku baik "Sahut Valerie dengan senyum canggung.


"Hai... Zoy" sapa Valerie tersenyum kepada Zoya namun hanya di balas dengan senyum tipis dari Zoya membuat Valerie merutuk dalam hati


'Kalau bukan karena bokap Lo, Rayyan dan Tante Elisa gue males banget nyapa lo Zoya....' Rutuk Valerie dalam hati.


Rayyan menaikan satu alisnya, mendengar sapaan Valerie. Aditya berdehem untuk membuat perhatian terarah kepadanya.


"Oh..Halo Pak Aditya, perkenalkan saya Rayyan Atmadja " Ucap Rayyan Formal sembari mengulurkan tangan kanannya dan langsung di sambut Aditya dengan senyum ramah


"Oh yah,perkenalkan saya Aditya Pramana, kamu.... pemilik Rayyan Group?" tanya Aditya sambil melepaskan tautan tangan nya. Rayyan mendengar nama itu langsung terkesiap langsung bersikap biasa saja. Zoya langsung menatap Aditya dengan kening berkerut.


"Benar sekali Pak" Sahut Rayyan sambil Tersenyum tipis


Aditya beralih menatap Zoya dengan senyum manis sambil mengusap kepala Zoya lembut.


Gerakan itu tidak luput dari pandangan Rayyan. Rayyan kembali menekan pertanyaan yang ada di pikiran nya.


"Saya sempat tersanjung saat kamu mengajukan kerja sama dengan perusahaan saya. Saya melihat kamu pemuda yang kompeten di lihat dari cara kerja kamu yang membuat perusahaan sendiri, yang menurut saya itu cukup beresiko yah" Ucap Aditya berwibawa membuat semua orang menjadi lawan bicaranya menjadi segan termasuk Rayyan.


"Saya masih belajar Pak, Oleh karena itu saya mengajukan kerja sama perusahaan saya bersamaan dengan perusahaan lain" Sahut Rayyan sopan


"Kapan kapan kita bisa bertemu lagi, Rayyan...?" Ucap Aditya


"Tentu boleh Pak " sahut Rayyan


Semua nya masih memperhatikan interaksi antara Rayyan dan Aditya hingga membuat gadis cantik itu kembali merasa bosan. Shakila kembali merengek


"GEMMA AKU BOSAN" pekik Shakila lagi sambil bergelayut di kaki Elisa membuat semua mata memandang ke arah nya.


"Oh ,yaudah sus kamu ajak Shakila ke Resto dulu aja Sus. Kali saja dia pengen nyemil " Ujar Elisa sambil mengusap pipi gembul Shakila.


Shakila pun mengangguk dan langsung berpamitan dengan Zoya membuat Rayyan menaikan satu alisnya karena terheran heran. Kenapa pula Shakila harus pamit dengan Zoya bukan dengan dirinya.

__ADS_1


"Tante cantik, Killa pelgi dulu ya by by" Celetuk Shakila membuat membuat semua orang gemas termasuk Zoya . "Oke hati hati cantik" Ucap Zoya dengan sedikit menunduk. Shakila langsung mengangguk dan tersenyum cantik membuatnya terlihat sangat menggemaskan.


*****


"Komando, siap kan diri kalian sekarang karena Tarjet sedang lengah" Ucap seseorang dari Earphone


"Siap Bos" sahut dua orang bertubuh kekar dengan wajah yang tertutup rapat. jika di lihat dari dekat mereka berdua seperti ninja


Mereka berdiri dan bersembunyi di balik pohon, satu memegang teropong yang satu nya memegang senjata api ralas panjang.


Mereka melihat bahwa anak kacil sedang berjalan menjauh dari lokasi tarjet pun langsung bersiap. Meski mereka di kenal sebagai penjahat tetapi mereka tidak ingin anak kecil menyaksikan kekejian mereka.


"Mulai sekarang" Ucap rekan nya yang sedang memegang teropong


Seorang sniper handal tidak akan salah sasaran. Dia langsung menarip pelatuk nya dan...


DOR !!!


DOR !!!


"BRAVO..!! "


*****


Fahri Masih menatap Zoya yang menurut nya sulit untuk di tebak begitu pun tuan nya . Saat Fahri mengalihkan pandangan nya ke arah hamparan tanah hijau yang luas ,dari radius 500 m dari tempat nya berdiri ada sosok yang sedikit mencurigakan. Fahri terperenjar saat iya mendengar sayup sayup suara tembakan di saat Aditya Rayyan sedang asik mengobrolpun.


dengan gerakan cepat Fahri langsung melindung Zoya dari belakang sebagai tameng. Sedangkan Rayyan yang melihat nya Fahri seperti sedang memeluk Zoya dari belakang membuatnya sedikit emosi. Entah kenapa Fahri memliliki firasat kalau peluru itu mengarah ke Zoya.


Belum sempat Zoya membuka Suara , Terdengar teriakan kesakitan dari Fahri . Semua orang yang berada di saat pun di buat terkejut begitu Aditya yang terlihat sangat panik.


SLEP!!


SLEP!!


AAGGHH !!!


'Dan benar saja firasat ku. Untung aku bergerak cepat kalau tidak, entah apa yang terjadi dengan Nona' gumam Fahri dalam hati sembari meringis

__ADS_1


"Ya Tuhan Fahri" Pekik Aditya langsung mengambil alih tubuh Fahri agar tidak menimpa Zoya


Zoya langsung berbalik menghadap Fahri yang tersenyum kepada nya.


"HAH!!! , Ka-kamu...." Ucap Zoya sambil menutup mulutnya dengan tangan kanan nya. Cairan bening itu jatuh begitu saja di pipi Zoya.


Astaga Fahri " Rayyan langsung memapah Fahri dengan hati hati


Zoya Syok melihat Fahri bersimbah darah di bagian punggung nya.Terdapat dua titik peluru yang menancap di punggung Fahri sebelah kiri yang arti nya Jantung Fahri....


"Riko....Pengawal cepat siapkan mobil" Pekik Zoya nyaring membuat semua nya berjengkit kaget dan berlari untuk menjalankan perintah atasannya. Baik Aditya dan Rayyan langsung memapah Fahri menuju parkiran di ikuti Zoya.


Elisa semakin bingung dengan situasi di depannya. Berbeda dengan Valerie yang tampak biasa saja.


"Tante pulang sama aku saja ya, nanti biar..." Ucap Valerie terpotong begitu Elisa dengan cepat Menyambar nya


"Tante ikut mobil Shakila saja, kalau begitu tante pergi dulu ya Val. Kasian Killa pasti ketakutan kalau melihat keributan ini" Sahut Elisa sambil melenggang pergi ke Resto di mana Shakila berada.


Valerie pun kesal , lagi lagi acara pendekatan nya dengan Rayyan terganggu. Dan itu semua karena Zoya. Setelah mengatakan itu Valerie melenggang pergi dari sana sambil menghentak hentakan kaki nya. Valerie nampak tidak terganggu dengan kejadian yang ada di depan nya karena dirinya terlalu fokus dengan Rayyan dan rasa kesal nya dengan Zoya.


Di sisi lain Dengan kecepatan tinggi Mobil yang membawa Fahri melaju dengan lancar menuju Rumah Sakit. Di ikuti dengan beberapa mobil di belakangnya termasuk Rayyan sahabat Dari Fahri. Terlepas dari perdebatan nya dengan Fahri akhir akhir ini tidak mampu membuat rasa khawatir nya luntur.


Zoya duduk di kursi depan bersama Erik Asisten kedua Aditya setelah Edwin. Sedangkan Aditya dengan setia memapah Fahri dengan perasaan was was. Sebelum nya mereka sudah di memberitahu kejadian ini kepada Edwin yang mana membuat pria berumur itu panik bukan main.


Dan langsung meninggalkan pekerjaan nya di kantor Aditya dan langsung menuju Rumah Sakit Prawira.


Butuh waktu 20 menit untuk sampai di Rumah Sakit Prawira. Setelah sampai Rumah Sakit, para ahli medis yang sudah menunggu kedatangan Fahri sang calon pasien nya pun dnegan sigap membantu. Begitu pun dengan bergegas turut dan mrmbantu mendorong bet pasien nya ."Ayo cepat Suster " Pekik Aditya sambil mendorong ranjang Fahri dengan panik. Di ikuti Rayyan di belakang.


Dengan tidak tau dirinya Fahri mbuka mata nya sedikit dan tersenyum tipis kepada Zoya membuat Zoya kesal bukan main. Bagaimana tidak, Fahri tersenyum disaat semua orang panik dan mengkhawatirkan kan nya.


Tidak tau saja Fahri, kalau Zoya sudah setengah mati menahan air mata nya untuk tidak menangis saat melihat kondisi Fahri saat ini.


"Bisa bisa nya kamu tersenyum disaat orang lain panik Kak" Ucap Zoya memburu karena sambil mendorong Ranjang Fahri.


"Aku nggak apa apa" lirih Fahri sambil meringis menahan sakit.


"Nggak apa apa ko sekarat begini" Ucap Zoya bergetar. Tidak lama setelah mengatakan itu Fahri tidak sadar kan diri.

__ADS_1


"Kak, bertahan Plis....." Pekik Zoya dengan suara bergetar dan cairan bening pun menetes ke pipi nya begitu saja


Akhirnya sampai juga di ruang Operasi. Zoya,Aditya dan lainnya pun berhenti di depan pintu ruang Operasi.


__ADS_2