Story Of Love Zoya

Story Of Love Zoya
My Queen


__ADS_3

Zoya memilih duduk di kursi panjang di taman rumah nya sembari melihat pemandangan bunga di sekeliling nya. Tidak lama Fahri pun ikut bergabung duduk di sebelah nya.


"Aku sudah berbicara dengan sekertaris anda Nona, aku juga sudah memberitahu kepada Dinda kalau Anda Izin hari ini " Ucap Fahri sopan. Fahri bisa melihat wajah serius yang Zoya tampilan saat ini,maka dari itu dia pun harus bersikap profesional.


"Kita harus menjual Setengah dari saham NAYA GROUP kepada Perusahaan Axel. Aku tidak tega jika Papa harus mengurus Perusahaan sebesar ini sendirian.Mungkin sebentar lagi aku akan di tarik Papa untuk ikut terjun langsung begitu pun dengan Zayn. Jadi aku sudah memikirkan masalah ini dari jauh hari ,Begitu pun dengan kamu yang sangat tidak mungkin harus Bolak balik Indonesia -Landon" Ucap Zoya menatap Fahri dengan Fajar datarnya.Jika seperti ini aura Zoya sangat mendominan.


"Bukan karena Nona sudah mulai menyelidiki kematian Nina? " tanya Fahri dengan senyum tipis. Fahri tahu perjuangan Zoya meniti karir nya dan membangun perusahaan sendiri itu sangat lah beresiko .


Zoya langsung menoleh menatap Fahri dengan senyum tipis nya .


"Itu salah satu nya,Dan aku yakin cepat atau lambat rahasia sekian lama di tutupi akan terkuak juga bukan. entah dari si pelaku atau dari orang lain" Ucap Zoya dengan pandangan menerawang ke depan


"Atau begini saja, Naya Group ambil alih kepemilikan saja . Mungkin Tuan saja tuan setuju" usul Fahri serius. Zoya nampak berfikir kalau Usul dari Fahri ada baiknya juga.


Hingga Obrolan mereka terhenti karena Aditya sudah muncul di antara mereka. Zoya menoleh dan menatap Aditya lamat lamat dengan kening berkerut dalam. Mereka berdua bangkit dari duduknya dan menghadap Aditya


"Papa mandi lagi?, pantesan lama banget. Lagian rajin amat masih pagi udah mandi 2x " Celetuk Zoya .Fahri yang mendengar celetukan Zoya hanya bisa menahan tawanya .


"Emmm, itu tadi Papa bantuin Mama benerin sower kamar mandi katanya macet jadi..." Ucap Aditya senormal mungkin. yang janjinya minta 10 menit malah jadi ngaret karena Aditya pun juga harus mandi lagi.


"Ohhhh, yah kalau ada yang lain nya juga nggak apa apa ko. Tidak perlu se gugup itu Pah" ucap Zoya dengan seringaian jahil nya. Aditya tersenyum sembari memasukan kedua tangan nya di saku celana nya.


"Kenapa , kau tertawa Fahri? " Tanya Aditya dengan wajah datar seolah tak terjadi apa-apa


"Hah? aku tidak kenapa kenapa Tuan" Ucap Fahri formal.


Akhirnya mereka memutuskan untuk berangkat menggunakan mobil Rolls-Royce milik Aditya,Fahri yang kali ini turun tangan untuk memegang kendali kemudi nya.


*****


Di kantor Rayyan lagi lagi dibuat geram oleh tingkah Zoya. Yang lagi lagi cuti se enaknya dan Meeting hari ini harus di undur besok. Mau bagaimana lagi,tapi untung saja tidak ada rapat hari ini jadi ia bisa bersantai sejenak untuk hari ini.


Apa ia juga harus berterima kasih kepada Zoya? , hah tidak tidak. Itu akan membuat Zoya bersar kepala saja pikir Rayyan

__ADS_1


Drttttt...


Drttttt....


Drttttt....


Ponsel Rayyan berdering tanda panggilan masuk,dan tertera nama Wanita yang ia cintai. Rayyan pun langsung bangkit dari kursi kebesaran nya sambil mengangkat panggilan nya.


"Iya Halo My Queen " Sapa Rayyan dengan semangat membuat seseorang di sebrang sana terkekeh


"Halo anak nakal, kapan kau pulang? apa kau tidak rindu padaku hmmm. sampai-sampai kau tak pernah pulang" Ucap nya garang


"Hahaha, nanti Rayyan pulang Mah" sahut Rayyan


"Kapan?, bagaimana kalau kau temani Mama main Golf saja. Papa mu ingkar janji sama Mama. Katanya mau nemenin Mama seharian tau nya pergi keluar kota. Kan Mama sebel jadinya" Terang Elisa dengan menggebu-gebu


"Oh..., jadi Rayyan cuma di jadiin pelampiasan Mama dikala sedang kesepian begitu ya" Ucap Rayyan sambil menahan tawanya


"Hey anak nakal ,siapa yang bilang begitu. Mama juga rindu Rayyan makanya Mama ajak kamu biar bisa Quality time kan" Ucap Elisa mengelak


"Oke, Mama tunggu ya Tampan...." Ucap Elisa sambil mematikan sambungan telefonnya sepihak


Rayyan memandang layar ponselnya menggelap sambil tersenyum. Sang Mama selalu saja seperti ini kalau ada mau nya .Rayyan menggelengkan kepala nya sambil terkekeh.


Setelah itu Rayyan langsung keluar ruangan dan berhenti tepat di depan meja Dinda.Dinda bangkit dari duduknya saat Rayyan mendekati meja nya


"Din, hari ini kosongkan tidak ada pertemuan atau meeting dengan client? " Ucap Rayyan sambil memasukan satu tangannya kedalam saku celana nya. .


"Emmm,saya raya tidak ada Pak. Tapi kalau untuk besok hari Jum'at kayanya Padat. Tapi saya sudah menyaipkan dokumen yang akan di bawa untuk pertemuannya kok Pak. Jadi Pak Bos tenang saja" ucap Dinda menerangkan dengan sopan.


"Oke Goodjob . Saya akan kencan dengan My Queen hari ini jadi kalau ada berkas penting kamu e-mail saja atau taro saja di ruangan " Ucap Rayyan berwibawa


"Baik Pak" sahut Dinda sambil mengangguk takzim

__ADS_1


Dinda tau maksud dari Rayyan. Karena Dinda sudah lama bekerja dengan Rayyan oleh sebab itu dia mengerti kalau Rayyan akan pergi bersama dengan Ibu nya. mungkin kalau orang tidak tau ,akan salah faham dengan kata My Queen


Setelah mengatakan itu Rayyan bergegas pergi dengan santai nya mengendarai mobil BMW M8 blue miliknya menuju rumah kediaman Atmadja.


Setelah sampai,langsung disambut oleh para penjaga di sana.


"Where is my mom (dimana ibu saya)?" tanya Rayyan pada para penjaga rumah dengan wajah datarnya Belum sempat mereka menjawab Elisa sudah lebih dulu muncul dari dalam yang nampak sudah siap untuk pergi.


"My son, mommy is here...(Anakku, Mama disini...) " pekik Elisa sembari berjalan menghampiri Rayyan. Rayyan hanya mampu menghela nafas panjang . Melihat tampilan Elisa yang nampak sudah siap untuk pergi. Elisa menghampiri Rayyan dan langsung memeluk sang anak dengan gemas begitu pun juga Rayyan yang turut membalas pelukan sang ibu.


"Ayo Mah, kita berangkat kencan.." Ucap Rayyan setelah pelukannya terlepas. Sementara Elisa terkekeh mendengar celetukan anaknya.


Tidak lama suara mobil dari arah gerbang itu muncul . Dan terdengar suara pekikan anak kecil yang sangat menggemaskan keluar dari dalam mobil.


"GÉMA......OM YAN..." pekik nya


Rayyan dan Elisa sontak menoleh ,dan langsung berjongkok sambil merentangkan kedua tangannya sambari tersenyum. Yang langsung di sambut oleh si makhluk cantik itu.


"Aku mau ikut ,Boleh tidak.....?" Tanya nya sambil mengerjapkan kan matanya berulang kali, Rayyan menaikan satu alisnya


"Ikut kemana Princess..?" Tanya Rayyan lembut


"Ikut kalian belkencan dong,kata Géma kalian akan belkencan. Tadi Killa mau ikut Mami tapi nggak boleh. Kan Killa jadi sedih" Terangnya dengan bibir mengerucut kedepan membuat nya terlihat lucu bagi yang melihatnya


"Memang Mami kemana Princess..?" Tanya Rayyan lagi sambil memandang wajah menggemaskan si anak manis dalam gendongannya.


"Mami mau ajak Papi belkencan juga telus Killa disuluh ikut Géma saja kalna Géma juga mau belkencan" sahutnya sambil bergelayut manja di gendongan Rayyan


"Killa benel kan Ncuss,..?" Tanya Killa sambil menoleh ke arah pengasuhnya.Pengasuhnya pun mengangguk mengiyakan anak majikan nya. Anak manis yang menggemaskan itu Shakila anak dari Reana ,adik kandung Rayyan.


"Jadi, maksudnya Om jadi pengasuhnya Princess dulu hari ini iya?" Tanya Rayyan gemas sambil mencubit pipi gembul milih Shakila yang sedikit kemerahan. Dan Shakila pun mengangguk membuat semua orang disana terkekeh


"Reana bener bener yah, Yaudah ayo kita pergi" setelah mengucapkan itu Rayyan bergegas menurunkan Shakila dan mereka masuk kedalam mobil. Sedangkan pengasuh Shakila naik mobil yang tadi dii tumpangi nya bersama Shakila.

__ADS_1


Dua mobil itu melaju ber iringan menuju lapangan Golf.


Tbc......


__ADS_2