Story Of Love Zoya

Story Of Love Zoya
Kecelakaan


__ADS_3

Terbesit pemikiran tentang perusahaan, menurut nya ini lah saat yang tepat untuk membicarakan masalah ini pikir Aditya.


"Zoya..." panggil Aditya seraya melepaskan pelukan nya.


"Iya pah ada apa?"tanya Zoya penasaran.


"Kamu mau ga terusin perusahaan Papa, bantuin papa di kantor. Biar Yaya ada kesibukan supaya nggak terus terusan inget Nina terus sayang. Papa nggak mau kamu merasa bersalah dan sibuk dengan pikiran pikiran mu yang pasti akan membuat mu semakin tertekan" ujar Aditya dan memberikan pengertian agar zoya tak tersinggung.


"Kamu mau nak?" tanya Aditya lagi.


"Yes i want, but (ya aku mau,tapi...)" ucap Zoya terhenti dan membuat papah penasaran akan jawabannya,


"What do you want to say (apa yangingin kamu sampaikan) ? tanya Aditya lagi


"Zoya ingin cari pengalaman dulu di sini,boleh yah Pah? Zoya ingin nenangin pikiran Zoya. If I'm ready, Zoya will definitely tell you Papa (Kalau Zoya udah siap pasti Zoya bakal bilang ke Papah)" kata Zoya menjelaskan kepada Aditya dengan rasa takut kalo Papa nya bakal marah dengan penolakan Zoya.


"Okeh papah setuju" ucap Aditya singkat dengan senyum manis nya.


Jawaban tak terduga papah membuat Zoya bernafas lega. Zoya tau papah nya tidak akan memaksa kan kehendak nya selama itu tidak bertentangan dan merugikan.


"So which company do you want to work for? (Jadi kamu ingin bekerja di perusahaan mana)?" tanya Aditya


"Zoya belum tau pah nanti Zoya lagi mau cari cari nanti besok pagi" kata Zoya menjelaskan kepada Papa yang hanya manganggukan kepala nya.


Mengetahui akan potensi anak perempuan nya itu, bahkan Aditya pun tau kalau Zoya sudah pernah bekerja dalam proyek besar. Meski ketika izin, Dia hanya melakukan magang karena tuntutan. Tapi setelah nya malah dia mendapatkan kabar mengejutkan kalau anak sulung nya ini membangun Perusahaan yang bernama NAYA GROUP.


Namun Aditya tidak lepas control begitu saja, dia langsung mengawasi anak nya dari jarak jauh. Termasuk dengan mengirim orang kepercayaan nya untuk memantau nya.


******


Entah sudah berapa jam duduk di taman karena terlalu asik bercerita,hingga seketika terdiam seperti mendengar suara anak kecil menangis. Aditya yang mendengarnya pun ikut mencari sumber suara nya mengedarkan pandangannya dan melihat Zoya bangkit dari duduk nya lalu menghampiri anak kecil yang sedang menangis di tepi jalan seperti kehilangan orangtua nya.


Seketika Zoya panik karena anak itu akan menyeberang sedangkan kondisi jalan masih ada beberapa mobil yang masih keluar masuk dari parkiran taman ada yang pulang dan ada yang baru datang. Zoya yang khawatir bergegas menghampiri nya.


Dengan cepat Zoya berlari karna jarak dari anak itu masih 5 meter lagi dan...

__ADS_1


" cciiitttttttt" bunyi rem yang mendadak


Brruuuukkk


"Aaaa" teriak Zoya yang sedikit terpental seraya memeluk anak kecil itu dan lagi lagi kepala Zoya terkena badan jalan tapi tidak sampai berdarah (untuk sementara) dan sedikit lecet di lengan nya sontak Aditya terkejut melihat anaknya tertabrak pun berlari menghampiri anaknya.


Dan orang orang yang melihat nya pun kaget ada kecelakaan dan berhambur menghampiri.


"YAYA...." teriak Aditya dan panik langsung memeluk anaknya cemas.


"Hiks...hiks...hiks....."


"Cup cup sayang jangan nangis yah kita udah ga papa ko sayang" ucap Zoya menenangkan nya agar tidak menangis lagi.


"Ada yang sakit Nak, kamu luka sayang ayo kita ke Rumah sakit yah ayo nak" racau Aditya panik pada Zoya dan anak kecil itu.


"Yayaa nggak papa ko Pah, cuma lecet dikit nih di lengan" ucap Zoya menenangkan papah ya agar tidak khawatir


"Tadi kepala mu terbentur trotoar sayang kamu bilang nggak apa apa hmmmm" Sahut Aditya gemas, apalagi melihat tangan anak nya luka luka semakin khawatir dan Zoya hanya tersenyum simpul Dan mengelengkan Kepala nya menandakan dia baik baik saja.


Zoya yang mendengar gerutu papah nya terkekeh.


"Udah lah Pah, lagian kan Yaya sama adek kecil ini ga papa" kata Zoya menerangkan


"Untung aja aku cepet cepet lari dan peluk kamu sayang. kalo engga udah deh tante ga bisa bayangin tadi" kata Zoya


"Tante cantik maacih ya udah nolongin Kila hiks hiks..." kata nya sambil menangis sesenggukan Zoya yang melihatnya pun jadi gemas dan berlutut seraya mensejajarkan nya dengan shakila


"Oh iya nama kamu siapa cantik???" tanya Zoya


"Namaku Shakila Tante cantik,tapi manggilnya Kila aja nggak apa ko hiks... hiks..." Ucap Shakila seraya mengelap ingus nya. Zoya pun tersenyum melihat tingkah nya.


"Hey sayang udah dong jangan nangis lagi yah," kata Zoya sambil mengusap pipinya Shakila yang basah.


"Kamu nggak papa kan sayang, ohya kamu sama siapa ko sendirian,orangtua kamu mana" tanya Zoya beruntun kaya rel kareta

__ADS_1


"Akuuh gapapa tante, tadi Kila sama om sama sustel, tante cantik. Om lagi beli bensin dulu katanya. telus ncus ketoilet sama mau beli ice cream. dan.... dan aku disuluh tunggu di tempat main dulu tante Cantik. Tapi tapi aku takut jadi aku mau nyusulin  ncus" terang Shakila pada Zoya dan Aditya yang dengan sabar mendengarkan penjelasannya.


"Nooonn kilaaaa" teriak seseorang memanggil shakila panik. sontak Shakila, Zoya dan Aditya pun mengalihkan pandangan nya ke sumber suara.


Zoya dan Aditya meringis mendengar teriak orang itu.benar benar membuat gendang telinga langsung berdenyut nyeri.


Iya dia suster nya kila si anak manis ini. Dengan detail menjelaskan kenapa dia meninggalkan Shakila karena tadi Shakila tidak mau ikut dan dengan menyesal dia hampir membuat anak bos nya celaka dan tidak lupa berterima kasih kepada Zoya dan Aditya.


"Lain kali Shakila jangan ditinggal sendiri ya sus, takut ada penjahat atau seperti tadi lari kejalan" kata ku memberi pengertian kepada suster.


"Dan kamu anak manis harus ikut kemana suster pergi yah, dan jangan menyeberang jalan sendirian. Harus di damping orang dewasa sayang dan harus tengok kanan kiri pastikan kalo tidak ada satu pun kendaraan yang lewat, okeh sayang" Terang Zoya pada shakila di jawab dengan anggukan kepala dan senyum manis nya.


"Ya udah tante pergi dulu yah. By by anak manis" pamit Zoya seraya melambaikan tangan pada Shakila dan shikila pun ikut melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan.


******


Rayyan pov


Prasaan Rayan semakin gusar dan teringat pada Shakila, dan bergegas Rayan meninggalkan area pom bensin setelah membayar tagihan nya. Melihat area taman ramai seperti telah terjadi kecelakaan.


"Shakila, apa shakila baik baik saja, semoga itu bukan Shakila ya Tuhan semoga" gumam Rayan Merapalkam Doa nyq sembari menenangkan diri sendiri.


Mobil BMW berwarna putih milik Rayan berhenti tepat di depan Shakila. Shakila yang mengenali mobil nya langsung berteriak "OM YAN...." teriak Kila, Rayan yang mendengarnya langsung turun dan memeluk keponakan nya itu


"Shakila sayang kamu nggak apa apa kan sayang, sus ada apa ini?" tanya Rayan beruntun membuat suster nya gelagapan untuk menjawab nya.


Suster ketakutan harus bagaimana menjelaskan kejadian barusan kepada Tuan nya. 'Ditatap oleh wajah tampan Tuan nya saja sudah membuat nya hilang kendali ya Tuhan. Oh tidak liat saja mata mengerikan itu dan wajah dinginnya seperti ingin memakan ku pikir' Suster Ana sambil menggeleng gelengkan kepala nya seraya bergidik ngeri.


Suster langsung mengatur nafas agar tidak aja penjelasan yang tertinggal sesdikitpun.


Tbc.......


Gimana guys cerita hari ini....?


jangan lupa komen dan like yah biar aku makin semangat bikin nya...

__ADS_1


tingkyuuuuu🥰


__ADS_2