
Rayyan menaikan satu alisnya langsung berdiri dari duduk nya menghampiri Edo.
"Dokter mengenal Zoya? " Ucap Rayyan dingin
"Tentu saja Dia keponakan saya" Ucap Edo dengan santai
namun membuat Dinda dan Rayyan terkejut namun sebisa mungkin Rayyan tidak mau menunjukkan rasa keterkejutannya. "Ekhemmm, Oh begitu " Ucap Rayyan mengangguk kecil sedangkan Edo hanya menanggapi nya dengan senyuman
"Nah itu Fahri...." Ucap Edo saat melihat Fahri berlari menghampiri nya
HAH
HAH
HAH
"Om Zoya kenapa, dia baik baik saja kan" Ucap Fahri terengah engah sambil mengatur nafas nya dan menatap Edo
"Zoya tidak apa apa, mari masuk fahri" Ucap Edo dan Fahri mengikuti langkah Edo masuk keruangan.
"Dinda, kita sudah cape cape menunggu tapi Fahri yang di persilahkan masuk" Ucap Rayyan heran
Dinda hanya diam , karena menurutnya itu adalah hal yang biasa ia lihat ketika bersama Zoya. Fahri selalu ada dimana Zoya berada tanpa bertegur sapa dengannya.
Teringat satu moment ketika Fahri mendekati Dinda hanya untuk meminta nomor nya ya ternyata hanya untuk menanyakan kabar Zoya. 'Entah itu modus nya atau Memang seperti itu ada nya ' pikir Dinda dalam hati
Di dalam ruangan Edo berbicara dengan Fahri mengenai Zoya
"Maaf, jangan adukan saya ke Tuan Om soal hal ini" Ucap Fahri cemas sambil menundukan wajahnya
"Tenang saja, Tapi jangan sampai lengah Fahri bisa bisa Zoya akan kembali di kekang oleh Aditya jika tau Kondisi di luar membuat anak nya tidak aman" Ucap Edo sambil menepuk bahu Fahri sedangkan Fahri hanya mangut mangut tanda mengerti
"Seperti nya, Ini efek dari Kecelakaan Zoya 8 tahun lalu dan 4 bulan yang lalu" kening Fahri berkerut mendengar Ucapan Om nya sambil menatap Zoya yang masih nyaman dengan mata terpejam. Rasa hawatir menyelimuti Fahri
"Nona sedang bersandiwara menjadi wanita pada umum nya Om" Ucap Fahri
"Pantas saja , aku sampai bingung tadi saat melihat penampilan Zoya sangat formal" Ucap Edo sambil menatap Zoya tubuh nya mengeliat
"Emmmmm...... hmm Om? , Fahri. "Ucap Zoya lirih
__ADS_1
"Kau sudah sadar Nona" Ucap Fahri ,Zoya tersenyum dan mengangguk melihat betapa khawatir nya Fahri saat ini
"Om, gimana hasil nya, aku gak papa kan? " tanya Zoya
"Kamu sering merasa pusing? " tanya Edo balik dan Zoya mengangguk
"Mungkin ini efek dari Kecelakaan itu,tapi ini baru dugaan . Hasil tes nya keluar besok " Ucap Edo sambil mengusap kepala Zoya dengan lembut sambil tersenyum
"Jangan bilang ke Papah Mamah yah,Please...." Ucap Zoya memohon dan Edo pun mengangguk mengiyakan lalu pamit karena ada jadwal kontrol pasien lainnya. Nggak lama pintu pun terbuka nampak Dinda dan Rayyan masuk .
Zoya melihat Rayyan langsung menatapnya dengan sinis
"Zoya, syukurlah kalau kamu baik baik aja "ucap Dinda sambil menggenggam tangan Zoya
"Terimakasih sudah menghubungi ku" Ucap Fahri seraya tersenyum tipis
Dinda terpaku mendengar ucapan Fahri tertuju kepada nya.'Dia tersenyum kepada ku,Oh astaga manis sekali' batin Dinda sambil tersenyum "Sama sama" sahut Dinda sambil tersenyum
Rayang merasa kehadiran nya tidak di butuhkan sekarang membuat nya semakin kesal. 'Syukur lah dia baik baik saja, emm? mengapa aku jadi khawatir kepada nya' batin Rayyan sambil menggelengkan kepala nya untuk menyadarkan nya dari pikiran aneh nya
"Ngapain kamu disini? " Ucap Zoya datar .Rayyan menaikan satu alis nya
"Hanya formalias saja, kalau begitu saya permisi " Ucap Rayyan datar sambil memasukan jemarinya kedalam saku celana nya. Saat Rayyan membuka pintu ponsel Zoya berdering lalu menghentikan langkah nya
Drttttt Drttttt
Saat baru saja mengangkat panggilan itu Zoya langsung menjauhkan ponsel nya dari telinga
"Zoya Alifiana...........what are you doing!" teriak nya seseorang di sebrang sana
"Haiiisshh...... telinga ku hampir saja mau pecah karena suara nya "gerutu Zoya sambil mengusap telinganya kasar. Dinda dan Fahri hanya tersenyum menanggapi nya
"Sorry, I was busy, honey (maaf, tadi aku lagi sibuk sayang ) "Ucap Zoya lembut
"Dimana Fahri, aku juga berusaha menghubungi nya tapi tidak pernah di angkat" Ucap nya sungut dan Zoya langsung menatap Fahri dengan tajam yang sedari tadi duduk di ujung ranjang pasien
Fahri menaikan kedua alis nya bingung
"Oh, ya ponsel ku tertinggal di mobil " Ucap Fahri spontan
__ADS_1
"You heard that ( kamu mendengar itu) , udah dulu ya Zayn aku lagi meeting sama investor okey" Ucap Zoya semanis mungkin untuk menghindari kehawatiran nya
"Oh,begitu oke deh by" Ucap Zayn sambil mematikan panggilan nya sepihak
Rayyan pun baru keluar setelah ruangan itu setelah mendengar Zoya selesai berbicara dengan seseorang ditelfon dengan nada lembut pun menarik sudut bibir nya dan melanjutkan langkah nya
"Dinda, sekarang kamu udah jadi sahabat aku, aku mau tanya apa dulu kamu tahu identitas ku? " Ucap Zoya
Dinda pun mulai berfikir dan mencoba mengingat ngingat
"Aku baru ingat, dulu ketika SMP nama lengkap kamu Zoya Alifiana P. Tapi P nya tuh apa?" Tanya Dinda
"Pramana " Celetuk Fahri pelan. Dinda yang mendengarnya hanya mengangguk tanda mengerti tapi detik berikut nya ia baru tersadar dan langsung menatap Zoya tak percaya
"Hoohh....marga Pramana bukan nya pemilik Hotel bintang Lima ya dan orang ter Haah Astaga kau......." Ucap Dinda sambil membekap mulutnya sendiri karena shok . Zoya hanya terkekeh menanggapi nya begitu pun Fahri hanya tersenyum melihat tingkah Dinda yang menurut nya lucu
"Iya dialah Nona Zoya Alifiana Pramana bos saya" Ucap Fahri memperjelas
"Jadi kamu ,bukan kekasih Zoya?" tanya Dinda dan Fahri pun menggeleng membuat pipi Dinda bersemu merah.
Zoya melihat Dinda salah tingkah merasa semakin yakin kalau sahabat baru nya itu sudah menaruh hati pada Fahri
"Apa kamu investor baru di Rayyan Group" Ucap Dinda lagi dan Zoya pun mengangguk
"Pantas saja kau se enak nya sendiri kalau di kantor,ternyata ini " Ucap Dinda lagi sedangkan Zoya hanya tertawa
"Tapi, ingat kamu harus tutup mulut mu Dinda. Bisa bahaya kalau semuanya terbongkar " Ucap Fahri
"Tapi kenapa? " tanya Dinda bingung sambil menatap Fahri dan Zoya bergantian
"Nanti aku tidak bisa bebas untuk mengajak mu jalan jalan" Ucap Zoya dengan menampilkan wajah sendu yang di buat buat Sedangkan Dinda hanya ber Oh ria
Ceklekk...
Mereka bertiga langsung mengalihkan pandangan nya,melirik pintu yang seperti nya di buka dari luar.Lama menunggu seseorang itu masuk tidak lama terdengar suara Seseorang dari luar
"Aditya, Sedang apa kau disini?...." Tanya seseorang itu
"Aku hanya ingin melihat siapa yang di rawat di ruangan ini " Ucap Aditya dengan santai
__ADS_1
Seketika wajah Zoya berubah pucat ketika mendengar sayup sayup suara Papah nya.
Tbc...