Story Of Love Zoya

Story Of Love Zoya
Sebuket bunga yang cantik


__ADS_3

Sampai di depan ruangan nya ketika akan masuk langkah nya terhenti ketika ponsel nya Berdering


Drttttt....Drttttt...Drttttt....


"Iya Halo" Ucap Zoya


"Maaf saya mengganggu Nona" Ucap seseorang


"Engga apa apa, apa sudah ada kabar baik?" Tanya Zoya kepada Seseorang di sebrang sana


"Masih belum Nona, beri saya waktu mungkin kurang lebih seminggu untuk memastikan nya" Ucapnya sopan


"Okeh saya tunggu kabar baik dari kamu secepatnya " Ucap Zoya lagi


"baik Nona, semoga kerjakeras saya tidak mengecewakan" Ucap nya


"......" Belum sempat menjawab Zoya di kaget kan dengan tepukan tangan di pundaknya sambil memanggil nama nya .Dan langsung menatap Seseorang itu


"Nanti kita lanjutkan pembicaraan nya lain kali" Ucap Zoya sambil menutup panggilan nya sepihak.


"Eh hai......" Ucap Zoya sambil tersenyum kepada seseorang


"Kamu benar Zoya Alifiana kan" Ucapnya lirih sedangkan Zoya hanya mengangguk mengiyakan


"Pantesan saja tadi pagi pas aku lihat kamu tuh rasanya engga asing gitu.Aku Dinda, Teman sekelas kamu waktu SMA" Ucap Dinda


"Dinda?" Ucap Zoya bingung dan "Oh Dinda yang suka bolos ke kantin pas mapel Matematika bukan" tanya Zoya dan Dinda pun mengangguk. Dan akhirnya mereka larut dalam perbincangan sampai lupa kalau ada Bos nya yang sedang memperhatikan mereka mengobrol di depan ruangan Zoya.


"Nampak nya mereka sangat akrab" ucap sambil melenggang menuju ruangan yang memang akan melewati mereka berdua .Seakan Tersadar dari obrolan nya ketika sang Bos melewati mereka, dan akhirnya mereka pun berpisah lalu melanjutkan pekerjaan mereka.


*****

__ADS_1


Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul 4.00 WIB saat nya pulang kerja. Ketika Zoya keluar ruangan nya kembali di kejutkan oleh Dinda yang sama akan pulang kerja juga dan kebetulan melintas di depan ruangan Zoya


"Zoya, pulang bareng yuk " Ucap nya ramah sambil tersenyum


"Hahhhh , Ya ampun Dinda aku sampe kaget,aku juga mau pulang " Ucap Zoya seraya mengusap dadanya


"Hehe sorry, untung saja jantung mu tidak Lepas Ya" jawab Dinda tersenyum sambil menampilkan gigi nya sedangkan Zoya hanya menggelengkan kepalanya yang menurut Zoya tidak lah buruk jika harus berteman baik dengan Dinda.


"Kalau begitu yuk " Ucap Zoya dan mereka berjalan beriringan sambil mengobrol kesana kemari ,ketika sampai di Lobi terdengar ponsel Zoya berdering tertera nama Fahri dan dengan ia segera mengangkat nya


"Halo Fahri, ada apa" Ucap Zoya


"Aku sudah membeli barang yang kamu minta, sebentar lagi aku sampai kantor mu " Ucap Fahri sambil menyetir mobil mewah Ferrari berwarna merah milik Zoya yang selalu iya bawa kemana-mana.


"Oke , aku juga baru turun nih .aku tunggu kamu di Lobi " Ucap Zoya sambil mematikan sambungan telefonnya. Itu adalah kebiasaan Zoya yang hampir semua orang tau.


"Ekhemmm siapa tuhh" Celetuk Dinda sambil cengar cengir


"Oh this my......" Ucap Zoya terjeda ketika mendengar klakson mobil di depan Lobi dan ternyata itu mobil Zoya yang di pake Fahri.


Dinda yang melihat Fahri turun dari Mobil dengan membawa buket bunga seakan terpesona dengan ketampan Fahri.


"Astaga Zoya look, he's so handsome ( lihat,dia begitu tampan)" Celetuk Dinda sambil tersenyum manis dengan mata berbinar .Zoya yang melihat tingkah nya hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum.


Baru sehari ia sudah mendapatkan teman baru dan melihat tingkah lucu nya,ia merasa mungkin Dinda akan menjadi salah satu sahabat dekat nya yang bisa menghibur nya.


'Nona terus lah tersenyum manis seperti ini, aku bahagia jika kamu bahagia dan melupakan masa lalu mu ' batin Fahri


"Hai, nunggu lama ya ... sorry yah" Ucap Fahri Sambil menyodorkan sebuah buket bunga yang cantik. Banyak karyawan yang berhamburan kaluar gedung dan melihat Fahri pria tampan memberikan buket bunga kepada Manager baru


Bagi mereka memberikan bunga kepada pasangan adalah tindakan yang sweet. Tidak tau saja Kalau status mereka adalah atasan dan bawahan.

__ADS_1


Zoya menerima buket bunga itu dengan senyum lebar


"Thank you Fahri " ucap nya sambil mencium bunga nya


"Ya ampun Sosweet banget, kalau begitu kalian lanjutkan saja mesra mesraan nya aku pulang dulu .By Zoya " kata Dinda seraya tersenyum di jawab Fahri dengan anggukan kepala sambil tersenyum dan ia pun langsung melenggang pergi


"Hahaha okeh by Din,take care ya....(Hati hati di jalan ya...)" Jawab Zoya sambil melambaikan tangan dan tersenyum.


"Mari saya antar Nona" Ucap Fahri tersenyum sambil menunduk dan mempersilahkan Zoya untuk berjalan lebih dulu.


" Haiisshh kau ini " Ucap Zoya menyeringai sedangkan Fahri malah tertawa .


Ketika Mereka berdua berjalan menuju Mobil ternyata ada sepasang mata mengawasi percakapan mereka dari awal sejak masih ada Dinda dan ia menyeringai


saat melihat nya.


*****


Ketika mobil sudah melaju,Fahri merasa bingung untuk apa Zoya meminta membelikan nya bunga dan akan kemana setelah ini pulang kah atau kemana batin Fahri


"Kita ke makan Nana Fahri" Ucap Zoya singkat tanpa menatap Fahri, seakan tahu segala pertanyaan yang ada di kepala Fahri. Sekilas Fahri mantap Nona nya dan tersenyum "Baik Nona Yaya " sahut Fahri sambil tersenyum dan kembali menatap kedepan.


Setelah sampai di pemakaman, Zoya bergegas turun. Sampai lah mereka di sebuah makam bertuliskan Nama Sahabat nya yang telah terukir lama di batu nisan. Sudah ada taburan bunga segar dan buket bunga si samping batu nisan. Kening Zoya berkerut, apa mungkin bunda yang berziarah kemakam Nina yah mungkin saja batin Zoya


Fahri yang berdiri di samping Zoya sambil mengusap punggung nya tanda menguatkan.


" Aku sudah engga apa apa ko Fahri "Ucap Zoya sambil menatap Fahri di sisi kiri nya dan tersenyum.


"Kamu tau Fahri, Dinda adalah salah satu saksi kebersamaan aku dengan Nina, Bahkan dia tidak tau kalau Nina sudah meninggal karena ketika kenaikan kelas 12 dia pindah keluar kota" terangnya kepada Fahri


" Makanya Nona ingin kemakam Nina " ucap Fahri

__ADS_1


"Bukan begitu, ini kan Hari Ulang Tahun Nina , Tgl 27 Mei Fahri. Mungkin Bunda juga sudah kesini kasih hadiah untuk nya lihat ada buket bunga yang cantik " kata Zoya Sambil mengusap nisan Nina dan meletakkan buket bunga yang ia bawa ke sisi nisan Nina sambil tersenyum manis. Zoya tidak ingin menangis di hari Ulang tahun Nina bahkan ketika ia datang di hari biasa pun Zoya berusaha untuk tersenyum di depan makam sahabat nya.


Fahri menatap Zoya dari samping , senyum yang tidak bisa di bohongi meski sudah bertahun tahun tragedi itu berlalu tetap saja rasa penyesalan masih tersimpan rapat di benak Zoya.


__ADS_2