Story Of Love Zoya

Story Of Love Zoya
Kesepakatan


__ADS_3

Zoya merasa tampilan nya semakin berantakan membuat mood nya berantakan. Muka basah kuyup karena ulah botol aqua tergeletak sembarangan jika mobil melindasnya sudah pasti itu air di dalam nya akan muncrat keluar meaki sudak tertutup dengan rapat.


Ketika Zoya sedang memarahi orang itu ia dikejutkan dengan Fahri


"Hei kau jalan cepat sekali aku sampai..... " ucap Fahri terpotong setelah melirik sosok laki-laki di depat Zoya


"Rayyan sedang apa kau disini?, aku kira kau masih di cafe. Sorry banget aku harus batalin pertemuan kita tadi eh malah ketemu disini dan ada apa ini kalian saling kenal" Kata Fahri


" yahh, it's okay" Ucap Rayyan seraya tersenyum ramah belum sempat melanjutkan ucapan nya Zoya sudah menyela terlebih dulu


"Look at this Fahri. my face ......." Ucap Zoya dengan muka datar nya


"Oh ya Ampun are you okey hmmmm sini aku bersihin " Ucap Fahri seraya membersihkan wajar Zoya dengan sapu tangan nya dengan lembut. Rayyan di buat terpaku dengan adegan di depan nya kenapa sahabat nya bisa kenal wanita bar bar ini oh ya ampun Dunia ternyata sempit sekali


"Kau kenal dengan wanita bar bar ini" Celetuk Rayyan bertanya kepada Fahri.


"Jelas kenal lah dia kan........." ucap Fahri seraya melirik Zoya yang juga sedang menatap nya dengan tatapan tajam. "i'm sister " jawab Zoya singkat sedangkan Fahri di buat tecengang dengan apa yang dilontarkan Zoya barusan.


"What..........are you kidding me?. Look , wajah kalian saja tidak mirip oh ya ampun lelucon apa lagi ini " Celetuk Rayyan


"Bukan kandung tapi aku sudah menganggap nya adik ku "Ucap Fahri mantap sambil tersenyum tipis .


"Dan aku sudah minta maaf kepada mu atau kau mau apa coba katakan saja mungkin aku bisa mengabulkan nya" Ucap Rayyan


"Aku tidak butuh Uang mu" Ucap Zoya datar dan langsung melenggang menuju mobil nya dan di dalam sudah ada Edwin yang menunggu nya.


"Astaga wanita itu sombong sekali " Ucap Rayyan seraya bertolak pinggang.Sedangkan Fahri hanya terkekeh melihat Rayyan yang berusaha bernegosiasi dengan Zoya.


"Engga usah ketawa kau Fahri, heran aku dengan mu ketemu dimana wanita modelan begitu" Ucap Rayyan dengan nada sinis nya


"Jangan ikutan marah marah seperti dia, nanti kau malah jatuh cinta dengan nya baru tau rasa" Celetuk Fahri seraya melenggang pergi menuju mobil yang di tumpangi Zoya dan Ayah nya meninggalkan Rayyan yang masih mencerna ucapan nya dan mobil pun berjalan begitu Fahri memasuki nya.

__ADS_1


"Hei apa kau bilang , otak mu itu..... tidak akan pernah" pekik Rayyan dan kembali ke mobil nya dan pulang.


*****


Di dalam mobil Hening tanpa ada yang memulai pembicaraan .Edwin yang merasa risih pun akhir nya mengalah untuk mengawali percakapan nya.


"Ekhemmm, Kita langsung pulang Nona?" Ucap Edwin sopan


"Engga Om kita keproyek sekarang saja, aku di minta untuk meninjau kesana sebelum proses pengerjaan nya selesai" Jawab Zoya seraya melirik keluar jendela mobil


"Dan aku tidak mau menginvestasi kan uang ku ke sahabat mu Fahri" Celetuk Zoya dan Fahri yang mendengar nya pun kalang kabut "


Nona Maaf kan aku karena tidak memberitahu mu terlebih dahulu, karena keadaan nya begitu mendesak. Aku minta tolong Nona" kata Fahri seraya menoleh kebelakang dan menatap Zoya yang masih asik menatap luar jendela mobil.


" Apa yang akan aku dapat jika aku membantu nya?" Tanya Zoya


"Nona bisa bekerja di perusahaan nya sebagai Manager karena aku dengar Manager nya sudah di PHK karena ketahuan Korupsi " Jawab Fahri was was


"Okeh baik lah dan satu syarat dari ku ....." Ucap Zoya terputus


"Okeh Deal.... aku akan meminta bantuan Papa. Tolong Om Edwin, sampaikan niat ku nanti setelah mengantar ku ke proyek " kata Zoya


" Siap Nona" Jawab Edwin mantap.


******


Sampai di proyek Edwin langsung Pamit pergi meninggalkan Fahri dan Zoya .


" Jangan sampai Identitas pemilih asli Naya Group ini terbongkar Fahri aku tidak mau " Ucap Zoya seraya berjalan mengelilingi area Proyek nya. sedangkan Fahri hanya mengangguk mengiyakan sambil mengikuti langkah Zoya.


Proyek perumahan Untuk kalangan menengah sudah hampir jadi . Ini termasuk Proyek pertama Naya Group di Jakarta yang sebulan lagi finishing.

__ADS_1


Selepas melakukan peninjauan dan meeting bersama dengan kepala Proyek , akhirnya Zoya memutuskan untuk pulang dengan Fahri yang termasuk kepala penanggung jawab nya.


Setelah Sampai di pelataran Rumah Pramana, Fahri langsung bergegas turun dan membuka kan pintu mobil untuk Zoya


"Thank you kak" Ucap Zoya seraya tersenyum manis kepada Fahri Asisten yang merangkap ke segala bidang demi Zoya.


"Sama-sama " Ucap Fahri ramah dan membalas senyuman Zoya dan yang memberikan jalan untuk Zoya berjalan terlebih dahulu.


Begitu lah Zoya kalau mood nya sedang baik dan hanya berdua dengan Fahri ia akan memanggil kakak jadi Tergantung situasi dan kondisi yaaahh seperti di gantung hehe.


*****


Di sisi lain Rayyan yang sangat frustasi dengan situasi nya saat ini jika Proyek nya di biarkan terlalu lama berhenti pasti akan membuang waktu dan biaya.


Drttttt Drttttt Drttttt


Tiba-tiba dering ponsel nya berbunyi tertera nama Irwan Papah nya.


"Halo Rayyan , Gimana sudah mengambi keputusan" ucap Irwan di sebrang sana


" Pah aku enggak bisa, aku enggak akan tarik kata kata ku .Aku engga cinta sama Valerie Pah dia......" Ucap Rayyan terpotong


"Cinta bisa datang belakangan, lihat kan papah nya Valerie mencabut Investasi begitu kamu menolak perjodohan itu dan Papah Tidak akan membantu mu Rayyan" Jawab Irwan dengan Tegas.


"Sejak awal Rayyan juga sudak tidak setuju kalau beliau menyuntikan dana ke Perusahaan Rayyan Pah"


" Aku bakal pastiin engga akan meminta bantuan Papa dan Rayyan akan menstabilkan perusahaanku sendiri " Ucap Rayyan Tegas dan langsung mematikan sambungan nya sepihak.


"Di Apartement sendiri seperti ini memang sangat menenangkan.Huhh , kapan yah aku bertemu dengan mu Nona Yaya, aku semakin penasaran dengan wajah mu " Gumam Rayyan Sambil memandang Langit malam di Balkon kamar nya seakan ada jawaban atas pertanyaan nya . Dan tiba-tiba muncul wajah Zoya yang sedang menatap nya dengan Ocehan yang tidak jelas.


"Astaghfirullahalladzim , kenapa bisa Wajah wanita sombong dan bar bar itu yang muncul .Aku pasti sudah gila, ini gara-gara Fahri yang berbicara sembarangan" Ucap Rayyan sambil menggelengkan kepala nya dan masuk kekamar.

__ADS_1


"Lebih baik aku tidur, Pekerjaan hari ini sungguh menguras pikiran ku. Semoga saja besok aja jalan keluar dari masalah ini" Gumam Rayyan seraya merebahkan diri nya di Kasur berukuran king size nya.


Tbc.....


__ADS_2