
Ketika sampai di kamar Zoya, Edo dengan sigap menangani luka Zoya dengan sabar dan telaten.
Setelah selesai, Edo pun baru sadar dan kembali menatap Zoya dengan intens. Sekian lama tidak bertemu dengan anak sahabat nya yang cantik dan pintar ini,banyak sekali perubahan dalam diri Zoya, mungkin jika dia memiliki anak laki-laki akan ia jodohkan dengan Zoya.
Akhirnya suara dekheman Soraya menyadarkan semua yang ada di ruang itu termasuk Edo yang terlalu asik dengan lamunan nya.
"Gimana Ya, apa yang kamu rasain sekarang, pusing, demam, atau apa dan masih terasa nggak pusing nya? " Tanya Edo beruntun
"Om nanya nya satu satu dong, Tadi mah masih pusing banget pas di jalan tapi sekarang udah enggak ko Om Alhamdulillah " ujar Zoya seraya tersenyum manis.
Dan dibalas anggukan dari Edo, setelah itu Zoya di beri obat pereda nyeri dan vitamin. Edo juga menyaran kan Zoya untuk Bedtres untuk memulihkan kondisi nya terlebih dahulu, dengan tujuan untuk mengetahui seberapa parah efek dari benturan itu. Apabila masih merasa pusing Zoya disarankan untuk melakukan serangkaian Tes di Rumah Sakit.
Zoya yang mendengar nya pun merasa jengah,bagaimana tidak baru pulang dari London niat nya ingin jalan-jalan malah di suruh Betres.
"Loh, apa ini tida berlebihan yah .Aku enggak apa apa ko Om seriusan deh"protes Zoya
"Ya ampun Yaya sayang.... kamu harus nurut apa kata Om Edo ,itu demi kebaikan kamu okey" Saran Soraya dan di setujui oleh Aditya dan zoya pun akhirnya mengalah.
Tanpa aba aba Edo langsung memukul lengan Aditya dengan keras
BUUGGHHH.......
__ADS_1
"Aduh ,sakit bodoh.....apa apa sih Do,kau pikir lengan ku ini samsak Hah" Geram Aditya sambil mengusap lengan nya yang merasa pegal karena ulah Edo dan menatap muka datar nya namun dengan tatapan mata yang tajam.
"Bisa enggak sih,jangan bikin orang yang kau telfon itu panik Hah!. Belum juga kelar ngomong udah maen matiin aja. Mana enggak jelasin apa apa lagi. Untung aja enggak ada jadwal oprasi atau pasien darurat kalo iya ada, bisa mati berdiri aku Dit..." Protes Edo pada Aditya seraya mengusap dada nya untuk lebih bersabar menghadapi Sahabat gila nya . Sedangkan Aditya hanya mengulas senyum tipis dan mengangkat kedua bahu nya tanpa ada rasa bersalah.
Soraya dan Zoya pun hanya tersenyum tipis seraya menggelengkan kepala nya melihat tingkah laku kedua lelaki ber umur dengan status sahabat sejak kecil.
Perdebatan antara suami nya dan Edo seperti ini tidak pernah terlewatkan dan itu membuat Soraya tahu bahwa hal itu membuat hubungan persahabatan mereka akur hingga saat ini.
Setelah lelah berdebat dengan Aditya, Edo pun langsung perpamitan karna nanti akan ada kunjungan pasien.
*****
Di sisi lain , Zayn yang sedang belajar di kamar merasa suntuk dan tidak bersemangat, akhirnya memutuskan untuk duduk di balkon Apartemen nya seraya memandang langit malam nya London. Zayn merasa kesal seperti merasakan perasaan yang gundah dalam hati nya dan malah teringat kaka nya yang cantik dan menyebalkan itu.
Perang saudara pun tidak terhindar kan dan hal itu yang dirindukan Soraya dan Aditya ketika berkumpul. Meski begitu Menurut Soraya tingkah Zayn dan Zoya akan terlihat seperti sepasang kekasih ketika berada di luar rumah, saling menjaga satu sama lainnya.
"Ngomong ngomong Kakak lagi apa yah sekarang?, pasti lagi enak enakan santai sama Papa Mam nih Hah...." racau Zayn seraya mengacak rambutnya. Akhirnya memutuskan untuk mendial Nomer Zoya dengan panggilan video.
tutttt... tuuutttt...
"Halo Assalamu’alaikum" sapa Aabid Zayn seraya melambaikan tangan nya dengan senyum mengembangnya
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh sorry Zayn sayang, Kakak lupa kasih kabar kalo Kakak sudah sampe Indo dengan selamat Alhamdulillah " jawab Zoya dengan senyum mengembang
"Wait, are you okey Ka? kenapa kepala mu diperban begitu Hah? kaka kecelakaan lagi? Astaghfirullah Kak Yaya" Zoya yang mendapat pertanyaan dari Zayn adiknya hanya meringis melihat kepanikan zayn.
Kalau jarak kita tidak berjauhan sudah di pastikan Zayn akan menjadi sosok laki-laki yang Posesif kalo melihat kondisi Zoya yang seperti sekarang. Ya bagaimana tisk khawatir kalay kepala nya di balut perban melingkarkan di kepala nya. Dari awal Zoya juga ingin melayangkan protes lagi namun tidak jadi. Mana berani ia membantah jika antara kedua orangtua nya dan juga Om papi nya sudah menatapnya dengan garang.
"I am okey Zayn, jadi kamu enggak perlu pulang buat jengukin Kakak. Ini cuma kecelakaan kecil ko, kata Om Edo Kakak juga sudah di suruh Betres. Andai saja ada kamu Zayn Kakak pasti nggak kesepian, lumayan kan bisa di jadiin pesuruh Kakak" terang Zoya dengan gelak tawa nya
"Wah bener bener nih orang sakit aja masih nyebelin. Untung jauh, syukurlah kalau luka Kakak enggak parah" ucap Zayn dengan pura-pura kesal dengan Zoya.
Obrolan pun mengalir disertai dengan candaan khas mereka hingga panggilan di akhiri Zayn karna merasa kaka nya butuh istirahat dan dirinya pun sudah mulai mengantuk.
Pagi hari Zayn melakukan aktivitas nya seperti biasa. Berangkat ke kampus favorit nya dengan mengendarai mobil nya yang dibelihkan Papah nya Aditya katanya untuk menunjang kegiatan nya selama studi di negara orang.
Dulu ketika Zoya kuliah pun sama hal nya dengan Zayn akan diberi fasilitas namun Zoya menolak, dia ingin seperti gadis pada umumnya hidup sederhana bahkan Zoya mampu menghasilkan uang sendiri dari Hasil magang.
Dan ketika diminta membantu berbagai pekerjaan Rekan kerja nya saat magang dan yah, Zoya mendapatkan upah dari hasil karyanya. Bahkan Zoya sudah merintis dari hasil pekerjaannya di London, Aditya pun tahu akan hal itu bahkan ia membatu melancar usaha anaknya membangun perumahan disana dengan bantuan asisten nya.
Zoya membangun rumah impian nya dari hasil karya nya dan Zoya mengizinkan Aditya membatu nya hanya sekian persen saja tapi itu tidak jadi masalah bagi Aditya karena Zoya mampu mengatasi segala nya dengan baik.
*****
__ADS_1
Ketika Zayn mengikuti kelas bukan nya memahami apa yang disampaikan dosen tapi dia malah menggunakan waktu belajar nya hanya untuk melamun dan yang ada di pikiran nya sekarang ya kakanya. Zayn masih saja memikirkan kakanya Zoya, meski sudah melakukan panggilan video dan bahkan menurut kakanya keadaan baik-baik saja ya tetap saja masih belum 100% merasa tenang. Hingga jam mata kuliah favorit nya berakhir. Seketika Tersadar saat bahu kanan di tepuk oleh sahabat satu negara namun berbeda kota.
Tbc...........