Story Of Love Zoya

Story Of Love Zoya
Panik


__ADS_3

Mereka bertiga langsung mengalihkan pandangan nya,melirik pintu yang seperti nya di buka dari luar.Lama menunggu seseorang itu masuk tidak lama terdengar suara Seseorang dari luar


"Aditya, Sedang apa kau disini?...." Tanya seseorang itu


"Aku hanya ingin melihat siapa yang di rawat di ruangan ini " Ucap Aditya dengan santai


Seketika wajah Zoya berubah pucat ketika mendengar sayup sayup suara Papah nya begitu pun juga Fahri


"Bagaimana ini...." Ucap Zoya panik seraya bangkit dari tempat tidur dan langsung melepaskan selang infus dengan pelan.


"Awwww sssstttt "


Terlihat darah mengalir dari bekas infusan Fahri langsung memgambil tisu untuk menutup luka nya. Fahri dengan gerakan cepat langsung menghentikan aliran cairan dari selang infus agar tak menetes ke lantas


"Zoya kamu....." Ucap Dinda dengan wajah khawatir


GREPP....


Zoya memegang erat tangan Dinda dengan tangan kirinya lalu menatap tatapan memohon. 'hanya Dinda satu satu nya harapan ku' Ucap Zoya dalam hati


"Can you help me Please, hmmmm" Ucap Zoya memohon dan Dinda langsung mengangguk takzim


"Okey " Ucap Dinda Tanpa pikir panjang Zoya langsung menempelkan selang infus ke tangan Dina ,Hanya menempel saja.


"Sekarang kamu naik ke Bed pasien Sekarang " Ucap Fahri


tanpa menunggu lama Zoya langsung berlari ke Toilet untuk merapikan diri.Dinda menurut untuk merebahkan diri di ranjang bekas Zoya.


DEG...


Dinda terkejut kala Fahri menyentuh kaki nya dan membantu melepaskan heels nya lalu menyelimuti nya.


****


Edo sedang menangani Pasien di ruang rawat bersama para suster. Ia berharap segera menyelesaikan nya karna kalau tidak Ia tidak bisa mengecek kondisi anak sahabat nya dengan segera. Setelah beberapa menit kemudian pemeriksaan itu selesai Edo dengan tergesa gesa keluar ruangan. Namun apa yang ia lihat membuatnya terkejut bukan main dan langsung menghampiri nya

__ADS_1


"Aditya, Sedang apa kau disini?...." Tanya Edo dengan satu alis terangkat. Edo sengaja menyapa sahabat nya dengan suara lantang agar seseorang yang ada di dalam ruangan itu mendengar ucapannya.


"Aku hanya ingin melihat siapa yang di rawat di ruangan ini " Ucap Aditya dengan santai


Aditya memindai penampilan sahabat nya itu hampir ia lupa kalau sahabatnya itu adalah dokter di Rumah Sakit nya sendiri


"Aku mau ngecek ruangan ini saja,apa tidak boleh? " tanya Aditya lagi


"Memang siapa yang sakit?" Edo malah bertanya balik


"Haiiisshh kau ini, ditanya malah balik nanya. Aku hanya penasaran saja apa mereka salah lihat" Ucap Aditya .Edo dapat melihat ada kecemasan dalam diri sahabat nya.


"Kalau begitu ayo kita masuk, Aku juga belum cek kondisi pasien di ruangan ini" Ucap Edo dengan antusias .


Ceklekk


Langsung mendorong pintu itu di ikuti Aditya di belakang nya.


Saat pintu terbuka nampak Fahri yang sedang duduk di kursi di sebelah ranjang pasien sambil memainkan ponsel nya.


"Tuan , Om...... " Ucap Fahri sambil berdiri dan menghampiri Aditya dan Edo sambil mencium tangan keduanya.


Dinda merasa atmosfer di ruangan ini semakin terasa panas membuatnya merasa berkeringat dingin. Entah ia merasa gugup atau takuk karena ketahuan berbohong.


Dinda menatap sosok laki-laki paruh baya dengan tatapan kagum. Bagaimana tidak pria dengan tatapan tajam ,maskulin, wajah yang masih terlihat tampan meski sudah berumur dengan postur badan yang sangat tegap membuatnya lupa sejenak dengan sandiwara nya.


"Oh Astaga ada apa dengan otak ku ini?, kenapa pula hari ini aku harus di kelilingi para lelaki tampan dengan berbeda generasi ini ? " batin Dinda sambil tersenyum manis menatap ketiga lelaki yang sedang menatap nya dengan tatapan bertanya tanya


"Kamu sedang apa Fahri disini, apa dia kekasih mu ?..." tanya Aditya dengan satu alis terangkat .Fahri di buat kaget dengan pertanyaan bos nya itu.


Belum sempat menjawab suara pintu kamar mandi terbuka membuat perhatian semua orang yang ada di ruangan


Ceklekk...


"Yaya...kamu sedang apa disini Nak? " Tanya Aditya lagi

__ADS_1


"Loh, Papah ko ada disini ngapain?" Tanya Zoya balik berusaha menetralkan kegugupan nya. Edo menarik nafas dan menghembuskannya dengan perlahan. "Syukurlah Zoya langsung sigap " batin nya


"Emm Papah hanya mampir sebentar ,karena orang suruhan papah melihat Fahri masuk rumah sakit Om gila mu ini dengan terburu buru " Ucap Aditya lembut .Edo yang mendengar ucapan sahabat nya membola mata nya


"Sembarangan kamu kalo ngomong ya,ini di depan anak-anak dit ngomong nya baik-baik sedikit gitu loh?" Ucap Edo sambil menatap sebal Aditya namun yang di tatap hanya menaikan kedua bahunya.


Dinda dan Fahri hanya terkekeh begitu pun Zoya mengulas senyum, ada rasa takut saat harus bertatapan langsung dengan orangtua nya .


"Aku hanya menemani Dinda teman ku Pah, jadi sambil nunggu dia sadar aku juga sekalian mau vitamin juga nih" Ucap Zoya sambil menunjukan bekas infusan tadi


Aditya menyipitkan matanya dan melirik Edo


"Apa lirik lirik, naksir ?" Ucap Edo dengan wajah masam sedangkan Aditya hanya menampilkan wajah datar nya dan beralih menatap Zoya sambil tersenyum lembut


"Oke kalau begitu, kita pulang yuk sayang. Mama lagi sibuk pilih menu buat makan malam kita nanti" Kata Aditya


Awal nya Zoya menolak ajakan Papah nya namun Fahri memperjelas kalau ialah yang akan menjaga Dinda sampai pulih dan akan mengantar nya sampai rumah. Walaupun itu hanya alibi tapi harus total agar tidak menimbulkan kecurigaan.


"Iya sudah sana pulang , bikin pusing saja. kamu jaga tuh Yaya jangan sampai lecet. Dan satu lagi ...." Ucap Edo berjalan mendekati Zoya sambil menariknya dalam dekapan nya


"Kamu hati hati ya sayang di jalan, kalau ada apa apa sama kamu bilang sama Om Papi " Ucap Edo sambil melirik Aditya


"Hahaha iya om ,pasti itu. makasih ya Om Papi" Ucap Zoya tersenyum dalam pelukan Edo sambil menepuk pelan punggung Edo


Aditya mendengar celotehan sahabat merasa kesal


"Hei sudah jangan lama-lama pelukan nya. Lagian kau ini berbicara apa sih , Yaya pulang sama aku Papa nya bukan dengan penjahat" Ucap Aditya sengit sambil menarik Zoya dari pelukan Edo beralih membawanya dalam pelukan hangat Aditya


"Jangan lama-lama sayang pelukan sama orangnya. Sini peluk Papah aja" Ucap Aditya lembut


"Hmmmm mulai deh posesif nya" Celetuk Edo sebal


Fahri tersenyum sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah dua orang tua ini, seperti sedang memperebutkan mainan nya. Menurutnya itu adalah Pemandangan atau hal biasa tapi berbeda dengan Dinda.


Dinda melihat adegan itu tersenyum tipis. Entah apa yang membuat suasana hati nya memburuk seperti ini. Dan sial nya mata nya sudah berembun membuat penglihatan buram dan langsung mengalihkan pandangan nya ke arah lain lalu mengusap matanya..

__ADS_1


Tbc....


__ADS_2